Share

70.......

Author: Wrold tree
last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-12 00:58:42

FLASHBACK SEBELUM KAISAR DIBAWA KEMBALI....

Setelah kepergian si pria tua atau lebih tepatnya Kaisar. Ying Xuan terus merasakan perasaan bersalah di hatinya. Itu karna, ia membiarkan seorang pria tua turun gung sendirian setelah menuduhnya melakukan hal yang berbahaya seperti mencoba mencelakainya saat sedang berkultivasi.

"Xiao Bai, apakah semua ini memang salahku? Bagaimana jika Kakek itu terluka saat turun tangga yang berjumlah ratusan itu," ujar Ying Xuan khawatir.

Setelah seharian pikir
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   87.Ingatan

    Setibanya Guangyi di rumah, ia sangat beruntung karena tabib Bai sudah kembali dari rumah pasiennya. "Yang Mulia?! Anda kenapa?" tanya Tabib Bai. "Old Bai! Segera periksa Ying Xuan!" Guangyi membuka lengan jubahnya, dan menampakkan Ying Xuan kecil yang tengah meringis kesakitan. "Apa yang terjadi pada Istri anda, Yang Mulia?" tanya tabib Bai. Guangyi menatap tabib Bai dengan penuh kekesalan."Aku tidak akan datang padamu jika aku tahu apa yang terjadi padanya." "Te-Tenanglah, Yang Mulia. Saya akan segera memeriksanya," ujar tabib Bai sambil menelan ludahnya. Saat Guangyi meletakkan tubuh mungil Ying Xuan di tempat tidur, tabib Bai langsung memeriksa kondisinya. Tabib Bai tampak berkeringat dingin karena melakukan satu kesalahan saja bisa berakibat fatal baginya.

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   86.Kenangan indah dan buruk

    Sementara orang-orang di kediaman pejabat Wang tertidur, Guangyi mengajak Ying Xuan kecil ke sungai terdekat untuk menangkap ikan. Air sungai yang tengah surut, menampakkan pemandangan alam yang sangat indah. Airnya jernih dan terawat, sehingga ikan-ikan yang berenang di air dangkal itu pun terlihat jelas. "Paman! Ikannya sangat besar di sana!" seru Ying Xuan kecil dengan girangnya. "Baik, akan segera ku tangkap untuk Shuan-Shuan kecil," ujar Guangyi. "Hihihi...semangat, Paman! Semangat!" seru Ying Xuan sambil melompat pelan. Karena melompat, Ying Xuan kehilangan keseimbangannya. Batu di sungai sangat licin, mengakibatkan kaki kecil Ying Xuan kesusahan menapak dengan benar. "Kyaaa! Paman!" pekik Ying Xuan. Secepat kilat Guangyi berlari ke arah Ying Xuan dan menangkapnya. Dalam dek

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   85.Ying Xuan kecil

    Karena belum saatnya tertangkap, Guangyi langsung menghilang dari pandangan kedua pengawal itu, lengkap dengan gerobak mainannya. Kedua pengawal itu pun terbelalak. Mereka mengucek mata mereka berkali-kali untuk memastikan di depan mereka benar-benar tidak ada seseorang. "Tadi....kau lihat pria tinggi yang membawa gerobak mainan, kan?" tanya pengawal satu ke pengawal lainnya. "Ya! Aku jelas-jelas melihat pria tinggi itu berdiri di depan pintu dan tampak mengintip ke dalam," jelas pengawal satunya lagi. "Tapi, sekarang tidak ada siapapun di depan kita. Apa mungkin....yang tadi itu..." hanya dengan lirikan, kedua pengawal itu langsung terpikirkan hal yang sama."Hantu!" ucap mereka kompak. Gosip seketika menyebar tak terkendali dan di lebih-lebihkan. Identitas baru Ying Xuan pun terbongkar sepenuhnya. Sekarang, Ying Xuan adalah anak dari seorang pejabat kecil di istana. Ayahnya seorang pejabat yang bekerja dibawah mentri keuangan, dan namanya cukup terkenal di desa tersebut. "

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   84.Pemindahan Jiwa

    Pertarungan antara hukum langit dan Guangyi terus berlanjut. Semua artefak yang Guangyi keluarkan untuk melindungi Ying Xuan pun sudah habis tersambar petir. "Bertahanlah, Yang Mulia. Satu sambaran lagi," ujar Tabib Bai. Karena Guangyi tidak lagi memiliki artefak untuk menghalau hukum langit, ia memutuskan untuk mengorbankan tubuhnya sendiri. "Kemari kau, hukum langit si*lan!!" teriak Guangyi. Saat itu, dari langit yang mendung, sebuah kilatan petir berwarna ungu langsung menyambar tepat ke arah Ying Xuan. Guangyi yang tidak membiarkan Ying Xuan dimusnahkan, langsung menahan petir itu dengan tubuhnya. Kulitnya melepuh, dan jantungnya serasa terhenti. "Akhhhhhhhhhhh!" pekik Guangyi saat merasakan sambaran petir tanpa ampun. Setelah kilatan petir berhenti, langit tidak kunjung menunjukkan cerahnya. Langit masih mendung menghitam, seolah kemarahan langit belum mereda. "Yang Mulia!" seru tabib Bai. "Lanjutkan. Kau harus melakukannya sebelum hukum langit turun lagi!" titah

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   83.Bertarung dengan langit

    Saat langit semakin berkecamuk seolah ingin menunjukkan kemarahannya. Ying Xuan yang entah kenapa mempercayai Guangyi, meneruskan niatnya untuk membunuh Zimei. Tentunya, Ying Xuan tidak menunda-nunda tujuannya itu. "Akhh! Le-Lepaskan aku, Ying Xuan!" ujar Zimei seraya memberontak. Sedangkan Ying Xuan yang melihat wajah takut Zimei, ia terus membaca mantra iblis yang sudah diam-diam ia pelajari. Hal itu ia lakukan, tentunya untuk memusnahkan Zimei sampai ke jiwanya. "Ti-Tidak!.....Tidakkkkkkk!!" teriak Zimei saat ia merasa tubuhnya mulai terbakar perlahan. Ketika tubuh dan jiwa Zimei lenyap. Seketika, perasaan Ying Xuan yang tadinya penuh dendam, mulai terasa hambar. Dalam hati, Ying Xuan sedikit kebingungan. Ia merasa semua ini terlalu mudah untuk disebut balas dendam. Sedangkan di sisi lain, Guangyi yang masih menahan murka langit untuk Ying Xuan, menging

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   82. melawan langit

    untuk beberapa saat, Ying Xuan dibuat tercengang oleh Guangyi, yang menyebutkan identitasnya. Demi menjaga kerahasiaan itu tetap berlangsung, Ying Xuan berniat membantah perkataan Guangyi barusan. Akan tetapi, seolah sudah tahu Ying Xuan akan mengelak, Guanyi langsung memegang kedua pundak Ying Xuan, dan menatap lurus ke arah mata Ying Xuan. "Ying Xuan, bukankah tujuanmu adalah Nirvana?! Jika kau terus tenggelam dalam amarah dan dendam, pda akhirnya semua mimpimu itu akan sirna!" Tatapan Ying Xuan saat menatap Guangyi mulai menajam."Kenapa kau bisa tahu semuanya. Tidak mungkin kau yang seorang pedagang biasa, mengetahui hal seperti itu, kan!" Guangyi yang memang sudah tidak berniat menyembunyikan apa yang ia ketahui, mulai mendekati Ying Xuan seraya berkata. "Aku tahu banyak hal tentang dirimu. Baik di kehidupan ini, atau pun di kehidupan sebelumnya." "Siapa kau?! Apa kau Penguasa Matahari? Atau Penguasa lainnya?!" tanya Ying Xuan seraya menodongkan sebuah kelopak teratai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   7. Posisi Permaisuri

    Mendapat kesempatan untuk memojokkan Ying Xuan setelah penampilan bersinarnya tadi, Selir Shuan Shu langsung angkat bicara, karna tak ingin melewatkan moment tersebut. "Ya, Selir Agung. Katakan pada kami, dari siapa anda belajar berpedang? Bukankah...Anda belum pula

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   3. Pelayan lancang

    Setelah Ying Xuan secara tidak langsung menentang otoritas Ibu Suri, para pelayan yang melayani Ibu Suri, mulai menunjukkan sifat sombong mereka terang-terangan. "Humph! Coba lihat siapa ini? Bukankah ini Selir Agung kita yang mulia," ujar salah satu Pelayan yang saat itu tidak sengaja berpapasan

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   2.Perubahan Selir Agung

    sore harinya, Ying Xuan bersama dua pelayannya yang bernama Rumei dan Shia, tengah berjalan-jalan di taman samping di Istana Harem. "Yang Mulia, di sini adalah tempat kesukaan anda. Dulu, anda sering datang ke sini untuk memetik beberapa tangkai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   1. Reinkarnasi

    Di dunia kultivasi, terdapat tujuh Penguasa langit, dan lima Penguasa Bumi. Penguasa langit terdiri dari Penguasa Bulan, Penguasa Matahari, Penguasa Angin, Penguasa Awan, Penguasa Hujan, Penguasa Bintang, dan Penguasa Yin Yang. Sedangkan Penguasa Bumi, terdiri dari penguasa Gunung, Penguasa Lauta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status