Share

82. melawan langit

Penulis: Wrold tree
last update Tanggal publikasi: 2026-02-21 09:15:45

untuk beberapa saat, Ying Xuan dibuat tercengang oleh Guangyi, yang menyebutkan identitasnya. Demi menjaga kerahasiaan itu tetap berlangsung, Ying Xuan berniat membantah perkataan Guangyi barusan. Akan tetapi, seolah sudah tahu Ying Xuan akan mengelak, Guanyi langsung memegang kedua pundak Ying Xuan, dan menatap lurus ke arah mata Ying Xuan.

"Ying Xuan, bukankah tujuanmu adalah Nirvana?! Jika kau terus tenggelam dalam amarah dan dendam, pda akhirnya semua mimpimu itu akan sirna!"

Tatapan Yi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   83.Bertarung dengan langit

    Saat langit semakin berkecamuk seolah ingin menunjukkan kemarahannya. Ying Xuan yang entah kenapa mempercayai Guangyi, meneruskan niatnya untuk membunuh Zimei. Tentunya, Ying Xuan tidak menunda-nunda tujuannya itu. "Akhh! Le-Lepaskan aku, Ying Xuan!" ujar Zimei seraya memberontak. Sedangkan Ying Xuan yang melihat wajah takut Zimei, ia terus membaca mantra iblis yang sudah diam-diam ia pelajari. Hal itu ia lakukan, tentunya untuk memusnahkan Zimei sampai ke jiwanya. "Ti-Tidak!.....Tidakkkkkkk!!" teriak Zimei saat ia merasa tubuhnya mulai terbakar perlahan. Ketika tubuh dan jiwa Zimei lenyap. Seketika, perasaan Ying Xuan yang tadinya penuh dendam, mulai terasa hambar. Dalam hati, Ying Xuan sedikit kebingungan. Ia merasa semua ini terlalu mudah untuk disebut balas dendam. Sedangkan di sisi lain, Guangyi yang masih menahan murka langit untuk Ying Xuan, menging

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   82. melawan langit

    untuk beberapa saat, Ying Xuan dibuat tercengang oleh Guangyi, yang menyebutkan identitasnya. Demi menjaga kerahasiaan itu tetap berlangsung, Ying Xuan berniat membantah perkataan Guangyi barusan. Akan tetapi, seolah sudah tahu Ying Xuan akan mengelak, Guanyi langsung memegang kedua pundak Ying Xuan, dan menatap lurus ke arah mata Ying Xuan. "Ying Xuan, bukankah tujuanmu adalah Nirvana?! Jika kau terus tenggelam dalam amarah dan dendam, pda akhirnya semua mimpimu itu akan sirna!" Tatapan Ying Xuan saat menatap Guangyi mulai menajam."Kenapa kau bisa tahu semuanya. Tidak mungkin kau yang seorang pedagang biasa, mengetahui hal seperti itu, kan!" Guangyi yang memang sudah tidak berniat menyembunyikan apa yang ia ketahui, mulai mendekati Ying Xuan seraya berkata. "Aku tahu banyak hal tentang dirimu. Baik di kehidupan ini, atau pun di kehidupan sebelumnya." "Siapa kau?! Apa kau Penguasa Matahari? Atau Penguasa lainnya?!" tanya Ying Xuan seraya menodongkan sebuah kelopak teratai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   81.Identitas terbongkar

    Setelah menghabisi para murid Sekte Awan Malam, Ying Xuan kemudian berbalik untuk melihat keadaan Guangyi. "Nampaknya, kau tidak terkejut sama sekali," ujar Ying Xuan. "Sebagai pedagang, sudah banyak hal mengejutkan yang aku lihat dan alami. Jadi, keanehan semacam ini sudah tidak asing lagi," sahut Guangyi. "Baguslah. Kalau begitu, ayo kita temui patriaknya." "Hum," sahut Guangyi seraya mengangguk pelan. Setelah menelusuri setiap bangunan sambil menghabisi para murid yang menghalanginya, Ying Xuan akhirnya sampai di salah satu ruangan, yang ia duga ruangan sang Patriak. "Kau yakin ini ruangannya?" tanya Guangyi sembari memperhatikan ruangan yang pintunya tertutup rapat. "Karena di ruangan ini auranya paling kuat, ku

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   80. Kematian damai

    Setelah memperhatikan penampilan Ying Xuan dan Guangyi, pria dengan pedang tadi, langsung bersikap ramah. "Apakah kalian Tuan dan Nona muda dari keluarga terhormat? Apa yang anda berdua lakukan di sini?" "Ohh...kau mengerti bagaimana bersikap, ya. Aku datang untuk menemui Patriak Sekte Awan Malam," sahut Ying Xuan. Melihat betapa cerah dan ramahnya senyum Ying Xuan, Guangyi yang sedari tadi mendapat tatapan jengkelnya, seketika membelalakkan matanya. Dalam hatinya Guangyi berkata."Apakah dia orang yang sama?!" "Apakah kalian ingin bertemu Patriak? Kalau begitu, bisakah saya mengetahui tujuan kalian berdua menemui Patriak?" tanya si pria yang tampak antusias. "Jika aku mengatakannya, apakah kau sanggup menanggung konsekuensinya?" tanya Ying Xuan balik. Hal itu membuat si pria terd

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   79. Sekte Awan Malam

    Dengan Ying Xuan yang terus menatapnya dengan tajam, Guangyi terus saja tersenyum cerah seolah ia meminta Ying Xuan untuk duduk kembali. "Cepat katakan! Apa maksudmu mengatakan hal itu?" desak Ying Xuan. "Aku tidak berniat mendesak mu, Nona Ying Xuan. Aku hanya menawarkan mu untuk menghabiskan teh mu dulu. Tidak akan rugi bagimu untuk duduk sedikit lebih lama, kan?!" sahut Guangyi. Karena saat itu Ying Xuan sendiri tidak memiliki urusan mendadak, terpaksa ia duduk kembali demi mendengarkan penjelasan dari Guangyi, terkait Sekte yang berkontribusi besar dalam menghancurkan Sekte-Sekte yang menjadi pengikutnya di masa lalu. "Aku hanya perlu menghancurkan semua Sekte yang mengikuti Penguasa Laut, tapi melih

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   78. Informasi

    Melihat tatapan Ying Xuan yang sangat tidak bersahabat, Guangyi pun tersenyum manis."Tenanglah, Permaisuri. Namaku memang Guangyi, tidak ada perubahan nama. Kita hanya, tidak pernah bertemu saja." "Jangan meremehkan ku. Persis seperti yang kau katakan, aku adalah Permaisuri Yanzi. Menurutmu, aku tidak tahu apapun soal rakyat Yanzi?" Pernyataan Ying Xuan membuat pria bernama Guangyi itu tertegun. Dengan tampang canggung, ia pun menggaruk pelan kepalanya sambil cengengesan. "Tenanglah, Permaisuri. Sebagai ganti kau tidak menanyakan identitasku lagi, aku akan memberimu lima informasi secara gratis. Kau bisa tanyakan apapun padaku dan akan aku jawab lima pertanyaanmu secara langsung," ujar Guangyi sembari menunjukkan kelima jarinya. Memikirkan prioritas saat ini yaitu memecahkan kebingungan soal kejadian aneh di Yanzi, Ying Xuan akhirn

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   13. Terlibat masalah

    Beberapa saat, Ying Xuan terdiam dengan senyum hangat terukir di wajahnya. Hal itu tentu membuat ketiga Pelayannya merasa bingung. "Yang Mulia, apakah anda ingin menguji kami?" tanya Shu. "Tidak. Jangan berpikir terlalu jauh. Aku tidak akan menguji siapa pun yang berada di pihakku, selama mereka

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   12. Serangan Bandit

    Dalam perjalan menuju kediaman mentri, suasana awalnya tampak tenang tanpa masalah apa pun. "Yang Mulia, apakah tidak masalah membawa sedikit Prajurit?" tanya Rumei. "Tidak masalah, Rumei. Lagi pula, bahaya apa yang bisa mengincar kita saat dunia sedang damai," sahut Ying Xuan sembari tersenyum

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   9.Rencana busuk Ibu Suri

    Saat Kaisar melihat raut wajah Ying Xuan yang penuh dengan tanda tanya, sang Kaisar segera sadar akan perlakuannya yang tidak seperti biasa itu. "Ehem...maksudku, ketika kau sudah memilih pelayan, suruh salah satu Pelayanmu mengantarkan daftar namanya padaku. Aku akan memastikan jumlah pasti, Pela

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   8. Menemui Kaisar

    Dua hari telah berlalu sejak acara penyambutan. Bersamaan dengan mulainya tersebar kabar kalau Ying Xuan kini telah naik posisi menjadi Permaisuri, Ying Xuan juga diperintahkan oleh Kaisar agar pindah ke Aula Lotus yang sudah seharusnya ditempati oleh Permaisuri. "Yang M

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status