Share

78. Informasi

Author: Wrold tree
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-11 18:05:36

Melihat tatapan Ying Xuan yang sangat tidak bersahabat, Guangyi pun tersenyum manis."Tenanglah, Permaisuri. Namaku memang Guangyi, tidak ada perubahan nama. Kita hanya, tidak pernah bertemu saja."

"Jangan meremehkan ku. Persis seperti yang kau katakan, aku adalah Permaisuri Yanzi. Menurutmu, aku tidak tahu apapun soal rakyat Yanzi?"

Pernyataan Ying Xuan membuat pria bernama Guangyi itu tertegun. Dengan tampang canggu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yuanita Dewi Brigh
mantap Thor... up lagi yg banyak ya thor
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   85.Ying Xuan kecil

    Karena belum saatnya tertangkap, Guangyi langsung menghilang dari pandangan kedua pengawal itu, lengkap dengan gerobak mainannya. Kedua pengawal itu pun terbelalak. Mereka mengucek mata mereka berkali-kali untuk memastikan di depan mereka benar-benar tidak ada seseorang. "Tadi....kau lihat pria tinggi yang membawa gerobak mainan, kan?" tanya pengawal satu ke pengawal lainnya. "Ya! Aku jelas-jelas melihat pria tinggi itu berdiri di depan pintu dan tampak mengintip ke dalam," jelas pengawal satunya lagi. "Tapi, sekarang tidak ada siapapun di depan kita. Apa mungkin....yang tadi itu..." hanya dengan lirikan, kedua pengawal itu langsung terpikirkan hal yang sama."Hantu!" ucap mereka kompak. Gosip seketika menyebar tak terkendali dan di lebih-lebihkan. Identitas baru Ying Xuan pun terbongkar sepenuhnya. Sekarang, Ying Xuan adalah anak dari seorang pejabat kecil di istana. Ayahnya seorang pejabat yang bekerja dibawah mentri keuangan, dan namanya cukup terkenal di desa tersebut. "

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   84.Pemindahan Jiwa

    Pertarungan antara hukum langit dan Guangyi terus berlanjut. Semua artefak yang Guangyi keluarkan untuk melindungi Ying Xuan pun sudah habis tersambar petir. "Bertahanlah, Yang Mulia. Satu sambaran lagi," ujar Tabib Bai. Karena Guangyi tidak lagi memiliki artefak untuk menghalau hukum langit, ia memutuskan untuk mengorbankan tubuhnya sendiri. "Kemari kau, hukum langit si*lan!!" teriak Guangyi. Saat itu, dari langit yang mendung, sebuah kilatan petir berwarna ungu langsung menyambar tepat ke arah Ying Xuan. Guangyi yang tidak membiarkan Ying Xuan dimusnahkan, langsung menahan petir itu dengan tubuhnya. Kulitnya melepuh, dan jantungnya serasa terhenti. "Akhhhhhhhhhhh!" pekik Guangyi saat merasakan sambaran petir tanpa ampun. Setelah kilatan petir berhenti, langit tidak kunjung menunjukkan cerahnya. Langit masih mendung menghitam, seolah kemarahan langit belum mereda. "Yang Mulia!" seru tabib Bai. "Lanjutkan. Kau harus melakukannya sebelum hukum langit turun lagi!" titah

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   83.Bertarung dengan langit

    Saat langit semakin berkecamuk seolah ingin menunjukkan kemarahannya. Ying Xuan yang entah kenapa mempercayai Guangyi, meneruskan niatnya untuk membunuh Zimei. Tentunya, Ying Xuan tidak menunda-nunda tujuannya itu. "Akhh! Le-Lepaskan aku, Ying Xuan!" ujar Zimei seraya memberontak. Sedangkan Ying Xuan yang melihat wajah takut Zimei, ia terus membaca mantra iblis yang sudah diam-diam ia pelajari. Hal itu ia lakukan, tentunya untuk memusnahkan Zimei sampai ke jiwanya. "Ti-Tidak!.....Tidakkkkkkk!!" teriak Zimei saat ia merasa tubuhnya mulai terbakar perlahan. Ketika tubuh dan jiwa Zimei lenyap. Seketika, perasaan Ying Xuan yang tadinya penuh dendam, mulai terasa hambar. Dalam hati, Ying Xuan sedikit kebingungan. Ia merasa semua ini terlalu mudah untuk disebut balas dendam. Sedangkan di sisi lain, Guangyi yang masih menahan murka langit untuk Ying Xuan, menging

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   82. melawan langit

    untuk beberapa saat, Ying Xuan dibuat tercengang oleh Guangyi, yang menyebutkan identitasnya. Demi menjaga kerahasiaan itu tetap berlangsung, Ying Xuan berniat membantah perkataan Guangyi barusan. Akan tetapi, seolah sudah tahu Ying Xuan akan mengelak, Guanyi langsung memegang kedua pundak Ying Xuan, dan menatap lurus ke arah mata Ying Xuan. "Ying Xuan, bukankah tujuanmu adalah Nirvana?! Jika kau terus tenggelam dalam amarah dan dendam, pda akhirnya semua mimpimu itu akan sirna!" Tatapan Ying Xuan saat menatap Guangyi mulai menajam."Kenapa kau bisa tahu semuanya. Tidak mungkin kau yang seorang pedagang biasa, mengetahui hal seperti itu, kan!" Guangyi yang memang sudah tidak berniat menyembunyikan apa yang ia ketahui, mulai mendekati Ying Xuan seraya berkata. "Aku tahu banyak hal tentang dirimu. Baik di kehidupan ini, atau pun di kehidupan sebelumnya." "Siapa kau?! Apa kau Penguasa Matahari? Atau Penguasa lainnya?!" tanya Ying Xuan seraya menodongkan sebuah kelopak teratai

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   81.Identitas terbongkar

    Setelah menghabisi para murid Sekte Awan Malam, Ying Xuan kemudian berbalik untuk melihat keadaan Guangyi. "Nampaknya, kau tidak terkejut sama sekali," ujar Ying Xuan. "Sebagai pedagang, sudah banyak hal mengejutkan yang aku lihat dan alami. Jadi, keanehan semacam ini sudah tidak asing lagi," sahut Guangyi. "Baguslah. Kalau begitu, ayo kita temui patriaknya." "Hum," sahut Guangyi seraya mengangguk pelan. Setelah menelusuri setiap bangunan sambil menghabisi para murid yang menghalanginya, Ying Xuan akhirnya sampai di salah satu ruangan, yang ia duga ruangan sang Patriak. "Kau yakin ini ruangannya?" tanya Guangyi sembari memperhatikan ruangan yang pintunya tertutup rapat. "Karena di ruangan ini auranya paling kuat, ku

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   80. Kematian damai

    Setelah memperhatikan penampilan Ying Xuan dan Guangyi, pria dengan pedang tadi, langsung bersikap ramah. "Apakah kalian Tuan dan Nona muda dari keluarga terhormat? Apa yang anda berdua lakukan di sini?" "Ohh...kau mengerti bagaimana bersikap, ya. Aku datang untuk menemui Patriak Sekte Awan Malam," sahut Ying Xuan. Melihat betapa cerah dan ramahnya senyum Ying Xuan, Guangyi yang sedari tadi mendapat tatapan jengkelnya, seketika membelalakkan matanya. Dalam hatinya Guangyi berkata."Apakah dia orang yang sama?!" "Apakah kalian ingin bertemu Patriak? Kalau begitu, bisakah saya mengetahui tujuan kalian berdua menemui Patriak?" tanya si pria yang tampak antusias. "Jika aku mengatakannya, apakah kau sanggup menanggung konsekuensinya?" tanya Ying Xuan balik. Hal itu membuat si pria terd

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   6.Tarian pedang

    Melihat betapa semangatnya Selir Shuan Shu ingin menjatuhkan dirinya, dari balik cangkir anggur yang ia pegang saat itu, Ying Xuan menyeringai. "Manusia fana sangat sombong. Dulu, aku memang pernah menjadi manusia fana, dan sekarang aku juga telah menjadi manus

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   5. Bentrok dengan Selir Shuan Shu

    Soal perjamuan yang akan diadakan istana untuk menyambut para utusan dari Kekaisaran Xianlong. Ying Xuan yang tidak ingin datang dengan penampilan gendutnya, berusaha mati-matian untuk diet sebelum hari perjamuan tiba. Selama diet, Ying Xuan hanya memakan sayur saja

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   4. Perlawanan pada Ibu Suri

    Melihat sikap Ying Xuan yang tenang dan tegas, Kaisar yang merasa situasi itu semakin menarik, mulai melirik ke arah Ibu Suri yang tampak sangat kesal. "Selir Agung, seperti yang kau katakan, atas dasar apa Pelayan rendahan sepertinya harus dipercaya. Kau

  • Dendam Penguasa Di Tubuh Selir Lemah   3. Pelayan lancang

    Setelah Ying Xuan secara tidak langsung menentang otoritas Ibu Suri, para pelayan yang melayani Ibu Suri, mulai menunjukkan sifat sombong mereka terang-terangan. "Humph! Coba lihat siapa ini? Bukankah ini Selir Agung kita yang mulia," ujar salah satu Pelayan yang saat itu tidak sengaja berpapasan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status