Home / Urban / Dewa Beladiri Menuntut Balas / 20 Rancangan Mahkota Raja

Share

20 Rancangan Mahkota Raja

Author: Lembean
last update publish date: 2026-05-15 11:32:10

Kantor pusat perusahaan Rosamund berdiri di salah satu gedung komersial tiga lantai di kawasan pusat bisnis Kota Alfa. Lobi lantai dasarnya sudah penuh dengan para peserta penilaian saat Sarah tiba, perempuan dan laki-laki dengan map di tangan dan ekspresi yang mencerminkan berbagai tingkat kepercayaan diri. Beberapa terlihat sangat siap. Beberapa terlihat seperti Sarah, berusaha keras untuk terlihat siap.

Sarah mengambil nomor antrian dan duduk di kursi tunggu di sudut ruangan, memegang map be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   25 Rasanya Luar Biasa

    Kevin terus menggenjot Sarah dari belakang di bawah *shower*, tubuh mereka bergesekan licin oleh air dan sabun yang mulai mengalir. Namun, Kevin ingin Sarah merasakan variasi lain dari gaya berdiri. Dengan satu gerakan halus, Kevin memutar tubuh Sarah agar mereka berhadapan, kaki Sarah masih melingkari pinggangnya. Batangnya tetap tertanam dalam-dalam di Sarah, menciptakan sensasi yang berbeda saat tubuh mereka saling menempel dari depan. "Sekarang kita berhadapan," bisik Kevin di telinga Sarah, mencium bibirnya yang basah oleh air *shower*. "Rasakan bagaimana setiap dorongan ini membuat kita semakin dekat." Kevin mulai menggenjot dengan ritme yang lebih dalam, pinggulnya menghantam pinggul Sarah. Tangan Kevin melingkari punggung Sarah, menariknya semakin erat, sementara tangan Sarah mencengkeram bahu Kevin, menopang tubuhnya. Air hangat terus mengguyur mereka, membasahi wajah dan rambut, membuat suasana semakin erotis. Kevin menatap mata Sarah, melihat gairah yang membara di sana.

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   24 Lebih Cepat, Kevin

    Kevin terus menggenjot Sarah dengan ritme yang stabil dan penuh perhitungan dalam gaya *spooning*. Tangannye melingkari pinggang Sarah, menariknye semakin erat ke tubuhnye, memastikan setiap dorongan mengenai titik kenikmatan Sarah. Bibirnye mengecup leher Sarah, menjilat telinganye, membisikkan kata-kata manis yang membuat Sarah makin melayang. Kevin tahu ini adalah bagian dari pengajaran, ia ingin Sarah sepenuhnya merasakan kenikmatan yang ia tawarkan. Sarah mengerang makin keras, napasnye memburu seiring dengan setiap genjotan Kevin. Tubuhnye menggeliat di pelukan Kevin, paha dalamnya menggesek paha Kevin, menciptakan gesekan tambahan yang memabukkan. "Kevin... ahh... lebih dalam... lebih cepat," rintihnye, tak lagi malu-malu. Kevin menurut, mempercepat ritmenye, tapi tetap menjaga kendali penuh atas dirinya, fokus pada kenikmatan Sarah. Batangnye terasa panas terbakar di dalam Sarah yang basah, tapi Kevin mengeraskan tekadnya untuk tidak orgasme dulu. Getaran mulai merambat di t

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   23 Aneh Tapi Enak

    Setelah Kevin berhasil menembus keperawanan Sarah, dan batangnya sepenuhnya tertanam dalam dirinye yang ketat, Kevin menghentikan gerakannya sejenak. Ditatapnye mata Sarah, mencari kepastian. "Bagaimana? Sakitnye masih?" bisiknye lembut. Sarah mengangguk pelan, air mata tipis masih menggenang di sudut matanye, tapi kini bibirnye melengkung ke atas. "Sudah tidak terlalu, Kevin. Rasanya aneh, tapi juga... enak. Penuh sekali." Kevin tersenyum, mengelus rambut Sarah dari dahinye yang berkeringat. "Oke. Kalau begitu, aku akan mulai pelan-pelan sekali, ya. Bilang kalau sakit lagi." Dengan hati-hati, Kevin mulai menggerakkan pinggulnye maju-mundur, penetrasi pertamanya sangat dangkal, hanya menggesekkan pangkal batangnye di pintu masuk rahim Sarah. Sarah mendesah pelan, merasakan gesekan yang lembut itu. "Ah... Kevin... seperti itu," rintihnye. Gerakan Kevin makin dalam sedikit demi sedikit, ia bergerak sangat lambat, memberi waktu pada tubuh Sarah untuk terbiasa dengan ukuran batangnye ya

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   22 Aku Ingin Menyerahkan Tubuhku Padamu

    Di kamar kost sederhana Kevin di Kota Alfa, suasana malam terasa hangat dan penuh makna. Sarah, gadis berusia 23 tahun dengan rambut panjang bergelombang dan mata cokelat lembut, berdiri di depan Kevin. Berkat rancangan mahkota dinasti Tang yang Kevin buat khusus untuknya—lengkap dengan detail ukiran naga emas dan permata giok autentik—Sarah diterima langsung sebagai perancang utama di perusahaan perhiasan ternama. Kini, ia menatap Kevin dengan tatapan penuh syukur dan hasrat. "Kevin, aku ingin menyerahkan tubuhku padamu malam ini. Kamu yang ajari aku semuanya. Aku masih perawan." Kevin terdiam, hatinya berdebar. Ia mendekat, memegang bahu Sarah lembut. "Sarah, kamu yakin? Kamu tidak akan menyesal nanti?" tanyanya pelan. Sarah mengangguk mantap. Kevin bertanya lagi, "Benar-benar yakin? Ini keputusan besar." Sarah tersenyum, menggenggam tangan Kevin. "Iya, Kevin. Aku yakin. Kamu yang bikin mimpiku jadi nyata. Sekarang, aku mau kasih semuanya buatmu." Kevin mengangguk, menarik Sarah

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   21 Carla Dipecat

    "Ini..." Suaranya, yang tadi tajam dan terlatih, sekarang terdengar seperti milik orang yang berbeda. "Ini tidak mungkin." Dia menatap gambar itu lagi, mendekatkan wajahnya ke kertas. "Ini rancangan mahkota raja dari Dinasti Tang yang hilang. Yang asli. Ini bukan reproduksi, bukan interpretasi modern. Ini..." Dia mengangkat wajahnya menatap Sarah dengan mata yang sudah tidak kering lagi di sudutnya. "Di mana kamu mendapatkan ini?"Setiap kepala di ruangan itu berpaling ke arah Sarah.Rosamun berdiri dari kursinya.Sarah ingat perkataan Kevin sebelum dia pergi. Tanggung jawab ada di saya, bukan di kamu."Itu hasil rancangan saya," kata Sarah.Penasehat tua itu menatapnya beberapa detik. Di wajahnya ada banyak pertanyaan yang tidak diucapkan. Tapi dia tidak membantah, karena yang ada di tangannya adalah karya yang sudah lama menjadi objek pencarian di dunia yang menjadi hidupnya, dan orang yang bisa memproduksi sesuatu seperti ini dengan pengetahuan dan kepekaan yang terkandung di dalam

  • Dewa Beladiri Menuntut Balas   20 Rancangan Mahkota Raja

    Kantor pusat perusahaan Rosamund berdiri di salah satu gedung komersial tiga lantai di kawasan pusat bisnis Kota Alfa. Lobi lantai dasarnya sudah penuh dengan para peserta penilaian saat Sarah tiba, perempuan dan laki-laki dengan map di tangan dan ekspresi yang mencerminkan berbagai tingkat kepercayaan diri. Beberapa terlihat sangat siap. Beberapa terlihat seperti Sarah, berusaha keras untuk terlihat siap.Sarah mengambil nomor antrian dan duduk di kursi tunggu di sudut ruangan, memegang map berisi rancangannya dengan kedua tangan di pangkuan."Sarah?"Suara itu datang dari arah yang tidak Sarah harapkan. Dia menoleh.Seorang perempuan berdiri beberapa langkah darinya, mengenakan seragam karyawan perusahaan Rosamund dengan lencana nama di dada kirinya, senyumnya seperti buah yang terlihat manis dari luar tapi sudah terlalu matang di dalamnya.Carla.Sarah butuh dua detik untuk memproses bahwa ini nyata sebelum senyumnya terpasang otomatis sebagai respons pertama. "Carla. Kamu kerja di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status