Compartir

Bab 186

Autor: Célia Oliveira
Seminggu setelah kunjungan Alisa, Itha masih terus memandangi gambar yang diberikan gadis kecil itu.

Hatinya terasa begitu berat, seolah semua perasaan yang bahkan tidak mampu dia jelaskan terus menekan dadanya. Itha tahu dia tidak bisa terus menjalani hidup seperti ini, tetapi dia juga tidak tahu bagaimana cara menghentikan pikiran dan perasaan yang terus menguasainya.

Sambil menatap keluar dari jendela kamar, Itha akhirnya memutuskan untuk berendam cukup lama. Setelah itu, dia berganti pakaian
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 186

    Seminggu setelah kunjungan Alisa, Itha masih terus memandangi gambar yang diberikan gadis kecil itu.Hatinya terasa begitu berat, seolah semua perasaan yang bahkan tidak mampu dia jelaskan terus menekan dadanya. Itha tahu dia tidak bisa terus menjalani hidup seperti ini, tetapi dia juga tidak tahu bagaimana cara menghentikan pikiran dan perasaan yang terus menguasainya.Sambil menatap keluar dari jendela kamar, Itha akhirnya memutuskan untuk berendam cukup lama. Setelah itu, dia berganti pakaian yang ringan, mengenakan sandal, lalu berjalan-jalan di dalam rumah.Pembantu yang dipekerjakan Samuel, Teresa, belum datang. Hari masih pagi dan Itha sendirian karena Samuel sudah kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa, terutama pada hari itu.Itha keluar rumah dan memandang sekeliling. Dia bertanya-tanya apakah suatu hari nanti hidupnya bisa kembali normal. Perlahan, dia berjalan melewati halaman yang luas hingga tiba di jalan setapak menuju salah satu area perkebunan.Itha teringat beta

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 185

    Dua hari setelah percakapan menyakitkan itu dengan Itha, Samuel masih terus berusaha membujuknya agar tidak mengakhiri hubungan mereka. Namun, usahanya seolah tidak membuahkan hasil. Itha selalu menghindarinya setiap ada kesempatan.Hari itu Jumat. Samuel sedang bekerja di kantor Lembara Estate ketika ponselnya berdering. Nama Alverio muncul di layar."Halo, Sobat.""Gimana keadaanmu, Samuel? Aku mengganggu nggak?" tanya Alverio."Nggak kok. Ada apa?""Apa kamu bisa bantu jemput Alisa dari sekolah? Aku dan Aura sedang di ibu kota untuk membawa anak-anak pemeriksaan rutin. Pak Johan tadi mengantar Bi Imel mengunjungi kerabat, tapi mobilnya mogok di jalan. Dia nggak akan sempat kembali tepat waktu.""Baiklah. Aku berangkat sekarang.""Makasih, Sobat. Setelah itu, bisa tolong antar Alisa pulang dan titipkan dia sama Fiola? Kamu nggak keberatan, 'kan?""Siapa Fiola?" tanya Samuel yang kebingungan."Pengasuh baru kami. Ternyata, mengurus anak sebanyak ini lumayan kewalahan.""Oh begitu. Bai

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 184

    Enam bulan berlalu. Selama itu, ada banyak hal yang berubah. Salah satunya bahkan mengubah hidup mereka sepenuhnya.Dua minggu setelah kembali ke Verdan, Samuel dan Itha pindah ke rumah baru mereka. Hadiah dari Alverio itu memberi mereka privasi yang sangat dibutuhkan, terutama karena Itha sudah menegaskan bahwa dia tidak ingin menerima tamu ataupun berbicara dengan paman dan bibinya. Keputusannya itu membuat semua orang sedih.Kabar tentang depresi yang dialami Itha juga sangat memengaruhi semua orang. Selama ini, Itha dikenal sebagai pribadi yang ceria dan selalu bisa membuat orang lain tertawa. Semua orang di Lembara Estate sudah menganggapnya seperti keluarga dan ingin membantu sebisa mungkin. Namun, mereka juga tahu harus bersabar dan menghargai waktu yang dibutuhkan Itha. Mereka siap melakukan apa pun untuknya, sambil tetap memberinya ruang untuk menghadapi kesedihannya.Meski tinggal di bawah satu atap, Itha memilih tidur di kamar terpisah. Awalnya, Samuel tidak mengatakan apa-a

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 183

    Samuel dan Alverio masuk ke mobil, lalu melaju menuju danau di dekat rumah utama.Saat mobil berbelok mengikuti jalan, Samuel melihat sebuah rumah besar di kejauhan."Kamu membongkar pondok lama itu?""Ya. Pondok itu sudah nggak cocok lagi dengan tempat ini.""Terus kenapa kamu malah membangun rumah baru?" tanya Samuel.Alverio mematikan mesin, lalu mereka berdua turun dari mobil.Beberapa pekerja sedang mengecat bagian luar rumah, sementara yang lain mengangkut perabotan ke dalam."Sebenarnya, rumah ini mau kujadikan ... kejutan untuk pernikahan kalian." Alverio mengakuinya."Apa?" Samuel menatapnya kaget."Ini rencananya hadiah pernikahanku untuk kalian berdua.""Rumah ini?""Ya. Kenapa? Kamu nggak suka?""Alverio, tentu saja aku suka. Aku cuma ...." Samuel terbata-bata. Dia tidak tahu harus berkata apa."Kamu tahu sendiri, aku sudah menganggapmu seperti saudara. Aura juga sayang banget sama Itha. Bukannya menyenangkan kalau kalian tinggal dekat dengan kami? Apalagi, Itha juga bisa t

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 182

    "Kita bicarakan soal itu nanti, setelah keadaan sudah lebih tenang."Setelah meninggalkan ruang rawat ayahnya, Samuel pergi ke ruang rawat Itha.Itha sedang tertidur di ranjang, sementara Angie duduk di kursi sambil membaca buku."Angie, gimana keadaannya?""Masih sama. Dia nggak mau bicara dan juga nggak mau makan. Dokter tadi sempat datang. Katanya, reaksi seperti ini masih wajar setelah apa yang dia alami, tapi kita harus terus mengawasinya. Kalau kondisinya nggak ditangani dengan baik, Itha bisa mengalami depresi berat.""Angie, menurutmu aku harus gimana?" tanya Samuel dengan cemas. Saat itu, dia benar-benar membutuhkan sudut pandang seorang wanita."Pertama, berikan sebanyak mungkin kasih sayang pada tunanganmu. Kamu harus sabar dan berusaha memahami perasaannya. Kedua, carikan terapis yang bagus untuknya. Kalau bisa, seorang wanita."....Lima belas hari kemudian, Itha akhirnya diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Saat itu, Samuel sudah memberi tahu semua orang di Lembara Esta

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 181

    Begitu melihat ekspresi anaknya, Brenda langsung merasa takut."Nak ... apa maksudmu?""Bu, kamu sadar nggak apa yang sudah kamu lakukan? Perbuatanmu benar-benar kejam. Selain itu, dengar baik-baik. Kalau keputusan ada di tanganku, kamu akan menghabiskan sisa hidupmu sendirian di penjara sampai mati dan nggak akan pernah bebas lagi.""Anak macam apa yang lebih memilih wanita asing daripada ibu kandungnya sendiri?!" bentak Brenda."Kalau begitu, ibu macam apa yang nggak bisa menghormati pilihan anaknya? Kamu sudah menyerang tunanganku dan membunuh anakku!""Aku nggak tahu dia hamil. Aku cuma mau menakut-nakutinya dan membuatnya sadar diri kok.""Kamu membayar Adam dan Harry untuk membantu melakukan kejahatan! Kalau sampai menemukan mereka, aku bersumpah akan membuat mereka menyesali semua hal yang sudah mereka lakukan!""Kalau sejak awal kamu mau mendengarkanku, semua ini nggak akan terjadi. Sudah kubilang, aku nggak suka wanita itu dan nggak akan pernah menerima hubungan kalian," bela

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 5

    "Tuan Alverio, berapa hari usia bayi ini?""Dua hari.""Apa dia sudah menjalani tes tusuk tumit?" tanyaku penasaran."Apa?" jawabnya seolah-olah dia sama sekali tidak paham apa yang kubicarakan."Ini tes penting yang dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Tes ini membantu mendeteksi beberapa pe

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 4

    Saat itu, jantungku membeku, terhenti sejenak. Aku hampir menyaksikan sebuah adegan bunuh diri jika aku tidak bertindak. Naluriku mengambil alih. Aku harus menghentikan pria itu sebelum tragedi terjadi."Pak!" Aku berteriak agar dia bisa mendengar. "Tolong, jangan lakukan itu!"Saat itu juga, kuliha

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 3

    "Aura, Aura!"Aku menoleh ke samping dan melihat temanku, Isya. Dia mengenakan gaun panjang berwarna biru langit, rambut pirangnya terurai, melambai padaku sambil berjalan mendekat."Aku kira kamu tidak jadi datang, Aura!" katanya sambil memelukku."Isya, kamu tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 2

    "Aura, bangun!" teriak Ibu dari ambang pintu kamarku."Ini baru jam lima pagi. Hari ini bukan giliranku keluar," jawabku kaget sambil melirik jam di ponsel."Kamu tidak pergi hari ini. Alisa demam, jadi kamu harus menemaninya. Rendi tidak bisa mengurusnya sendirian saat dia sakit.""Tapi aku sudah b

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status