بيت / Romansa / Di Balik Wajah Sang Miliuner / Bab 97. Rencana Alejandro

مشاركة

Bab 97. Rencana Alejandro

مؤلف: Miarosa
last update تاريخ النشر: 2026-05-03 16:54:13

Setelah kepergian polisi yang membawa Emiliano dan Silvia, Alejandro tidak memberikan ruang bagi dirinya untuk beristirahat. Ia segera menuju kantor pusat DeLaLuca Corp. Setibanya di sana, suasana sangat kacau, para jurnalis mengepung lobi dan para karyawan tampak lesu serta ketakutan.

​Alejandro melangkah masuk dengan aura yang begitu kuat, membuat orang-orang secara tidak sadar membukakan jalan. Ia langsung menuju ruang rapat utama di lantai paling atas, di mana para dewan direksi dan pemegan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 101. Belas Kasihan

    Di kantor pusat DeLaLuca Corp, Alejandro masih terjaga meskipun malah telah larut. Ia baru saja selesai memeriksa beberapa dokumen aset yang dibekukan oleh kepolisian. Di mejanya ada segelas kopi yang sudah mendingin menjadi teman setianya.​Fermin mengetuk pintu pelan. "Tuan, ada pesan dari pihak bank. Mereka menahan lini kredit kita sampai ada kejelasan struktur organisasi yang baru. Kita butuh suntikan dana atau jaminan dari pihak ketiga dalam waktu empat puluh delapan jam atau operasional di beberapa sektor akan lumpuh."​Alejandro menghela napas dam jemarinya memijat pelipisnya. Inilah sisi Daniel yang harus ia hadapi. ​"Siapa yang paling mungkin memberikan jaminan itu sekarang, Fermin?" tanya Alejandro tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen.​"Satu-satunya yang memiliki likuiditas cukup besar dan cukup berani mengambil risiko ini adalah Sanz Management, Tuan," jawab Fermin hati-hati. "Tapi kita tahu itu berarti Anda harus berhadapan kembali dengan Nyonya Margarita."​Alejandr

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 100. Keyakinan Margarita

    Valeria melangkah keluar dari gedung DeLaLuca Corp dengan kaki yang terasa ringan namun kepalanya dipenuhi banyak pikiran. Setibanya di butik, Valeria langsung masuk ke ruang pribadinya. Lucia yang sejak tadi menunggu dengan kecemasan yang memuncak langsung menyambar lengannya.​"Val! Syukurlah kamu kembali. Bagaimana? Apa kata Daniel? Apakah dia mengancammu? Wajahmu, kamu habis menangis?" Lucia mencecar dengan rentetan pertanyaan dan tangannya memegang segelas air untuk sahabatnya.​Valeria duduk di sofa beludru merahnya dan mencoba menenangkan napas. Ia menatap Lucia lekat-lekat, ragu apakah sahabatnya ini akan menganggapnya gila."Lucia, Daniel, dia bukan Daniel."​Lucia mengerutkan kening. "Maksudmu? Dia jadi gila karena kasus ayahnya? Atau dia melakukan sesuatu padamu?"​"Bukan itu," Valeria menggeleng cepat, air mata kembali menggenang. "Pria itu, jiwa di dalam tubuh Daniel adalah Alejandro. Alejandro kembali, Lucia. Dia tidak benar-benar mati malam itu, jiwanya berpindah ke tu

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 99. Mencari cara untuk kembali padamu

    Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Valeria menatap pria di depannya dengan tatapan kosong selama beberapa detik, kemudian sebuah tawa kecil keluar dari bibirnya, tawa yang terdengar hambar dan penuh ketidakpercayaan.​"Hahaha, kamu adalah Alejandro?" Valeria tertawa semakin keras dan tawanya berujung pada isakan yang tertahan. "Daniel, ini tidak lucu. Kamu ingin aku percaya pada cerita fantasi seperti itu?"​Valeria menggelengkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca karena amarah. "Kamu benar, kamu gila sampai kamu kehilangan akal sehat."​Namun, tawa Valeria perlahan memudar saat ia melihat Daniel tidak bergeming. Pria itu tidak tampak tersinggung, ia justru menatap Valeria dengan tatapan penuh luka.​"Tanya aku, Val," bisik Alejandro. "Tanya aku tentang apa saja. Tentang hal-hal yang hanya kita yang tahu. Tanya aku dan kamu akan tahu bahwa aku tidak sedang kehilangan akal sehat."​Valeria melangkah mundur, jemarinya meremas tali tasnya dengan sangat kuat hingga buku jarinya memutih. M

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 98. Pengakuan

    Di sebuah sel tahanan sementara yang dingin dan berbau karbol, Silvia Ortega duduk dengan punggung tegak. Meski mengenakan seragam tahanan, keangkuhannya belum luntur. Namun, ketenangannya goyah saat pintu besi terbuka dan sosok pria yang paling ia kenal melangkah masuk, Stefan, suaminya.​Pria itu tidak datang dengan simpati. Wajah Stefan merah padam dan rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol. Ia berdiri di balik jeruji besi, menatap wanita yang telah mendampinginya selama puluhan tahun itu dengan tatapan yang bisa membunuh.​"Stefan," panggil Silvia pelan, mencoba mencari sisa-sisa otoritas di suaranya.​"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu!" bentak Stefan. Suaranya menggelegar, membuat sipir yang berjaga di ujung lorong menoleh. "Selama ini aku hidup dengan seorang iblis? Corvus? Jadi itu pekerjaan aslimu di balik semua perjalanan bisnis yang kamu banggakan itu?"​Silvia memalingkan wajah. "Aku melakukan semuanya demi keluarga ini, Stefan. Demi masa depan Al

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 97. Rencana Alejandro

    Setelah kepergian polisi yang membawa Emiliano dan Silvia, Alejandro tidak memberikan ruang bagi dirinya untuk beristirahat. Ia segera menuju kantor pusat DeLaLuca Corp. Setibanya di sana, suasana sangat kacau, para jurnalis mengepung lobi dan para karyawan tampak lesu serta ketakutan.​Alejandro melangkah masuk dengan aura yang begitu kuat, membuat orang-orang secara tidak sadar membukakan jalan. Ia langsung menuju ruang rapat utama di lantai paling atas, di mana para dewan direksi dan pemegang saham mayoritas sudah menunggu dengan wajah merah padam karena amarah.​"Pertemuan ini tidak sah jika tidak ada pimpinan!" teriak salah satu direktur saat Alejandro masuk.​"Pimpinannya ada di sini," ujar Alejandro dingin sambil menarik kursi utama. Ia meletakkan sebuah map hitam dan flash disk di atas meja. "Saya Daniel DeLaLuca, dan mulai detik ini, saya mengambil alih kendali penuh atas perusahaan ini melalui hak suara darurat yang telah disetujui oleh otoritas bursa."​Ruangan itu mendadak

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 96. Penangkapan

    Alejandro mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih. Kenyataan bahwa Daniel juga mencintai Valeria, wanita yang sama yang ia cintai sebagai Alejandro menambah beban rasa bersalah yang menyesakkan. Daniel tidak hanya kehilangan kepercayaan pada ayahnya, tetapi ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa ia bersaing dengan saudara sendiri demi wanita yang ia cintai.​Namun, Alejandro tidak punya waktu untuk tenggelam dalam duka milik Daniel. Di bawah sana, di ruang kerja yang pengap oleh dosa masa lalu, Silvia dan Emiliano masih merencanakan langkah untuk membungkamnya.​Alejandro memungut tabletnya yang retak. Layarnya masih menyala dan masih menampilkan Silvia yang sekarang berdiri memunggungi kamera, menatap ke luar jendela dengan dingin. Alejandro tahu ia tidak bisa menunggu lebih lama.​Dengan tangan gemetar, ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponsel milik Daniel. Ia menekan nomor darurat yang sudah tersimpan di kepalanya sejak ia memutuskan untuk mengungkap kejahatan Emil

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 85. Batas yang Dipaksakan

    Emiliano berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang begitu tenang hingga terasa lebih mengancam daripada teriakan. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanyanya datar. Camila langsung berdiri tegak. “Aku yang membawanya.” “Keluar!" ucap Emiliano singkat. Valeria tidak bergerak. “Aku hanya ingin me

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 84. Jauhi Daniel!

    Keesokan paginya, matahari menyelinap lembut melalui jendela kaca besar butik milik Valeria. Gaun-gaun rancangan terbarunya tergantung rapi di rak-rak dan berkilau dalam cahaya pagi. Aroma kopi memenuhi ruangan ketika Lucia masuk sambil membawa dua gelas. “Kamu datang lebih pagi dari biasanya,” ka

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 82. Atas nama keluarga

    “Sejak itu ayahku melihat Virginia sebagai ancaman,” potong Alejandro. “Ia mencoba membungkamnya. Kecelakaan mobil itu bukan kebetulan. Semuanya sudah diatur rapi, tapi Virginia selamat. Tubuhnya lumpuh, tapi dia masih hidup dan masih bisa bicara.” Valeria membuka mata, air mata mengalir tanpa ia

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 81. Pelakunya adalah ....

    Malam turun perlahan di Madrid ketika Valeria melangkah masuk ke sebuah restoran kecil bergaya klasik di Calle Serrano. Lampu-lampu temaram memantul di meja kayu gelap dan alunan musik piano mengalun pelan untuk jantungnya yang berdegup keras. Ia melihat Daniel sudah duduk di sudut ruangan, jasny

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status