Home / Romansa / Di Bawah Kendali Sugar Daddy / 9. Apa Kamu Masih Perawan?

Share

9. Apa Kamu Masih Perawan?

Author: NARA
last update publish date: 2026-09-12 17:02:35

Dada Belle berdebar tidak karuan ketika Mattias kini sudah bertelanjang dada dan duduk santai di sofa. Kedua tangannya berada di atas sandaran, sementara tatapan pria itu tidak pernah lepas sedikit pun dari Belle.

Tatapan itu membuat Belle semakin gugup, Apalagi sejak tadi Mattias hanya diam memperhatikan Belle menyantap makanan di atas meja. Seolah-olah pria itu sedang menunggu sesuatu.

Begitu Belle selesai menyantap makanannya, suara Mattias akhirnya terdengar.

"Apa kamu sudah selesai menyant
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    30. Sempurna

    Mulut dan juga tindakan Belle benar-benar tidak sinkron. Mulutnya sendiri mengatakan bahwa ia tidak ingin kembali kepada Mattias, tetapi kini kedua kakinya justru telah membawanya sampai ke perusahaan pria itu.Dan itu semua karena uang. Sejak uang milik Belle dijambret, uang yang seharusnya ia gunakan untuk mencari kontrakan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum Belle mendapatkan pekerjaan, kini lenyap sudah.Belle menghela napas panjang. Langkahnya terasa semakin berat ketika ia berdiri di depan ruang kerja Mattias."Benar apa yang Natt katakan," gumam Belle lirih. "Harga diri tidaklah penting. Yang penting uang."Belle menundukkan wajahnya. Perkataan sahabatnya itu terus terngiang-ngiang di kepalanya sejak tadi. Ia tahu keputusan yang hendak diambilnya bukanlah sesuatu yang benar. Belle bukan lagi gadis yang suci sekarang. Dan kenyataan itu adalah sesuatu yang harus ia terima sendiri.Belle sendiri yang telah mengambil keputusan, kehilangan sesuatu yang selama ini ia jaga. Ka

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    29. Air Mata Buatan

    Mattias hanya tersenyum mendengar permintaan Belle. Pergi dari gadis yang begitu ia sukai? Tentu saja tidak akan pernah Mattias lakukan.Pria itu justru melihat kesempatan untuk membuat Belle merasa bersalah kepadanya."Maafkan aku, sayang," ujar Mattias dengan suara lirih, memasang wajah sedih seolah-olah dirinya adalah pihak yang paling terluka.Mattias menghela napas panjang, kemudian mundur beberapa langkah dari ranjang tempat Belle berada. Ia sengaja memberikan jarak, seakan-akan sedang berusaha menghormati keinginan gadis itu."Aku salah," katanya kemudian. "Aku tahu aku sudah memiliki istri. Seharusnya aku tidak pernah tertarik padamu, Belle."Belle hanya diam sambil mengerutkan kening mendengar apa yang Mattias katakan.Namun, Mattias tidak berhenti. "Aku kesepian selama ini." Suaranya semakin berat. "Istriku tidak pernah mau menyentuhku. Tidak pernah memperhatikanku. Aku menjalani rumah tangga yang terasa begitu kosong."Mattias menundukkan wajahnya. "Tapi kemudian aku bertem

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    28. Hentikan, Pak Mattias!

    Belle akhirnya sampai di rumah sakit tempat nenek Maria masih menjalani perawatan. Setelah membuka pintu ruang perawatan, Belle segera masuk dan menutupnya perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik.Tubuhnya terasa lemas dan pusing. Belle bahkan harus menyandarkan tubuhnya di ambang pintu sambil memegang keningnya yang masih terasa pusing.Perlahan Belle mengangkat wajah dan menatap ke arah ranjang perawatan.Nenek Maria sudah tertidur dengan tenang. Melihat sang nenek tidak terbangun, Belle mengembuskan napas lega. Ia tidak ingin membuat nenek Maria khawatir dengan keadaannya. Apalagi hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Belle yakin neneknya akan bertanya banyak hal jika mengetahui ia pulang hingga larut malam.Belle kemudian berniat menuju sofa untuk beristirahat.Namun, baru beberapa langkah, ia langsung menghentikan langkahnya.Di sofa yang berada tidak jauh dari ranjang nenek Maria, Zayn duduk di sana.Pria itu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Belle dengan se

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    27. Mattias Sialan

    "Tolong sayang, mau ya. Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau," kata Mattias, masih berusaha membujuk Belle agar menerima tawarannya. "Tenang saja, istriku tidak akan tahu."Mattias bahkan berusaha meyakinkan Belle bahwa hubungan mereka bisa dilakukan tanpa diketahui siapa pun. Baginya, uang, kemewahan, dan apa pun yang Belle inginkan bukanlah masalah, karena Mattias hanya ingin Belle.Namun, Belle sama sekali tidak tertarik menanggapi ucapan pria itu.Belle justru memilih turun dari atas ranjang. Tubuhnya memang masih terasa sedikit lemas dan kepalanya masih terasa pusing, tetapi Belle tidak ingin berlama-lama berada di kamar hotel tersebut."Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Mattias ketika melihat Belle hendak melangkah pergi.Tangannya segera meraih pergelangan tangan Belle, membuat langkah gadis itu terhenti."Aku harus segera pulang," jawab Belle tanpa menatap ke arah Mattias."Tapi kamu sedang sakit, sayang.""Aku sudah sembuh." Belle berusaha melepaskan tangannya. "Nenek pas

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    26. Main Sendiri

    Setelah minum obat dan juga vitamin yang diberikan Mattias, Belle merasa tubuhnya jauh lebih enak. Demam dan juga pusing perlahan berkurang, meskipun kepalanya masih terasa sedikit berat.Belle membuka matanya perlahan. Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar hotel dengan tatapan kosong. Ia bahkan tidak langsung menyadari berada di mana. Sampai akhirnya ingatannya kembali sedikit demi sedikit.Mattias pria itu yang memberikan obat dan vitamin kepadanya sebelum Belle akhirnya tertidur begitu nyenyak.Belle mengembuskan napas pelan, lalu mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Ia menoleh ke sekeliling kamar hotel yang luas itu.Tidak ada Mattias, Belle langsung merasa sedikit lega. Ia sempat mengira pria itu sudah pergi. Setidaknya, dengan begitu, Belle tidak perlu terus-menerus merasa waspada terhadap pria yang selalu berhasil membuat jantungnya berdetak tidak beraturan.Belle meraih tas miliknya yang berada di meja kecil tepat di samping ranjang. Tangannya segera mencari

  • Di Bawah Kendali Sugar Daddy    25. Syarat

    Belle melepaskan diri dari pelukan Mattias, lalu menatap pria itu dengan wajah pucat. Napasnya terasa berat, sementara tubuhnya mulai kehilangan tenaga."Maaf, Pak. Aku akan menarik perkataanku tadi," ujar Belle pelan. Ia benar-benar tidak ingin mengulang malam panas itu bersama Mattias. Baginya, perkataan yang sempat ia ucapkan hanyalah sebuah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi.Namun, Mattias tidak langsung menanggapi ucapan Belle. Pria itu justru mengangkat satu tangannya, lalu menyentuh pipi Belle.Belle segera menyingkirkan tangan tersebut dan menjauhkan kepalanya."Sayang, kamu sedang tidak sakit, kan?" tanya Mattias ketika menyadari wajah Belle semakin pucat.Belle tidak menjawab, sebenarnya, sejak berada di dalam mobil menuju hotel, tubuhnya memang terasa tidak enak. Kepalanya pusing dan tubuhnya terasa lemas. Awalnya Belle mengira semua itu terjadi karena rasa takutnya kepada Mattias. Pria itu selalu berhasil membuatnya gugup, bahkan tidak mampu berpikir jernih.Namun, s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status