Inicio / Romansa / Di Ranjang Cinta Lamaku / Bab 11. Noda Malam Pertama

Compartir

Bab 11. Noda Malam Pertama

Autor: Dian Wahyu
last update Fecha de publicación: 2026-09-27 23:51:51

Rona merah terlihat di wajah Celia yang nampak tersiksa karena ulahnya.

Ethan sendiri menurunkan bathrobe miliknya dan melepaskan jemarinya dari rongga basah milik wanita itu.

Ketika tak ada lagi jemari di area pribadinya, Celia membuka matanya lalu melihat Ethan melemparkan bathrobe itu hingga kini matanya melotot kaget.

Pria ini tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.

Perutnya yang berotot dengan tulang bahu yang menawan membuat Celia terpana sejenak.

Ethan masih menjaga tubuhnya dengan b
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 13. Tanda Merah di Leher

    "Ekhem!"Liam berdehem keras dan pria itu melakukan tugasnya dengan tidak memberikan ruang bagi Mona bertanya lebih jauh.Sementara Celia lantas menghindar dari pertanyaan tersebut.Ia ingin datang untuk sekadar membantu menjualkan hasil kerajinan anak-anak di sini, bukan untuk pamer tentang siapa suaminya.Melihat Celia yang menghindari pertanyaan darinya, Mona mengikuti Celia untuk masuk ke ruang bermain dan di sana ada banyak sekali anak-anak yang mengerubungi wanita tersebut.Liam yang berdiri di ambang pintu masuk masih mengawasinya dan sekecil apa pun petunjuk yang ia dapatkan, akan dirinya beritahukan kepada Ethan."Celia, siapa suamimu?"Bisikan Mona sungguh mengganggu Celia.Untuk kali ini Celia tidak akan mengatakannya. Terakhir kali saat datang bersama Rigel, Mona justru mengeluh tentang biaya pembangunan dengan nominal yang cukup besar."Suamimu kaya, Celia. Berikan donasi jelas bukan hal yang berat, bukan?"Kalimat memohon Mona di masa lalu membuat Celia tidak bisa menola

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 12. Kalian Rujuk?

    Sarapan yang penuh dengan keheningan telah terlewati, Celia kembali bersantai dan wanita itu sama sekali tidak memiliki kegiatan setelah Ethan meresmikan pernikahan mereka.Duduk di halaman belakang dengan luas bangunan yang membuatnya tidak heran lagi, Celia lantas bangkit dan teringat sesuatu."Ini hari sabtu."Ia punya kegiatan setiap akhir pekan, meski hanya dilakukan dua minggu sekali.Saat langkahnya beralih masuk, kepala pelayan tiba di depannya dan membuat Celia berhenti melangkah."Selamat pagi, Nyonya. Pakaian Anda sudah saya rapikan, beberapa hadiah juga sudah kami tata dengan baik. Jika Anda membutuhkan sesuatu, silakan mencari saya."Celia tahu bahwa Ethan pastinya membelikan banyak sekali barang-barang untuknya. Pria itu tidak akan membiarkan dirinya kelihatan lusuh."Terima kasih.""Saya permisi dulu, Nyonya."Saat pelayan membungkuk padanya, Celia lantas membuka suaranya lagi untuk bertanya."Di mana Ethan?"Menghadap kembali ke arah Celia, kepala pelayan itu menjawabn

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 11. Noda Malam Pertama

    Rona merah terlihat di wajah Celia yang nampak tersiksa karena ulahnya.Ethan sendiri menurunkan bathrobe miliknya dan melepaskan jemarinya dari rongga basah milik wanita itu.Ketika tak ada lagi jemari di area pribadinya, Celia membuka matanya lalu melihat Ethan melemparkan bathrobe itu hingga kini matanya melotot kaget.Pria ini tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.Perutnya yang berotot dengan tulang bahu yang menawan membuat Celia terpana sejenak.Ethan masih menjaga tubuhnya dengan baik. Dulu ia begitu mengaguminya, namun kini rasanya sungguh tidak pantas sampai akhirnya matanya turun ke area perut dan sebuah benda di bawahnya yang membuatnya langsung membuang muka.Rasanya malu. Ini tidak pantas.Pria itu masih menatapnya seolah-olah dirinya adalah tersangka yang tidak akan termaafkan.Melihat Celia yang kembali membuang muka, Ethan menghela napasnya lalu menarik wanita itu agar duduk. Sementara dirinya mendekat."Pegang."Terkejut, Celia menatap wajah pria itu dan bertany

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 10. Permainan Jari

    Ketika mendengar kalimat Ethan, Celia rasakan tubuhnya kaku dan hatinya terus berdesir.Bibir pria itu menelusuri lehernya dan kini Celia membuang tatapannya ke samping.Perasaannya kalut. Dua kali pernikahannya dan ia hanya menjajakan tubuhnya pada seorang pria.Tanpa cinta. Tanpa perasaan yang jelas.Hanya harapan tentang ekspetasi keluarganya yang ingin keluar dari kemiskinan hingga Celia merasa bahwa ia tidak begitu berharga.Melihat Celia yang mengalihkan tatapannya seolah tak ingin memandangnya, Ethan rasakan kemarahan dari dalam hatinya.Ke mana Celia yang dulu selalu ingin menyentuh tangannya?Wanita ini berubah menjadi kaku dan tidak mau menatapnya, padahal Ethan berharap jika Celia menyambutnya dengan baik.Celia yang mengejarnya tanpa rasa malu meskipun satu angkatan mengoloknya kini sudah berubah dan tidak ingin menunjukkan perasaannya lagi.Ethan kemudian berucap pelan, "Tatap aku, Celia."Wanita itu tetap pada posisinya. Jantungnya berdebar-debar tidak karuan karena hal

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 9. Jangan Menghindar

    "Selamat atas pernikahan Anda, Tuan dan Nyonya Oldheron. Semoga selalu diberkati!"Ucapan selamat penuh harapan itu membuat Celia lantas menanggapinya dengan senyuman tipis.Pagi ini di kantor catatan sipil, Ethan benar-benar memberikan akta pernikahan padanya dan dalam hitungan menit saja status keduanya sudah berubah.Pria itu terlihat rapi dengan setelan kantornya seperti biasa, sementara Celia dengan gaun putih selutut pemberian Ethan hanya berada di sisinya tanpa banyak bersuara.Menyelesaikan langkah terakhir, mereka berdua keluar dari kantor ini dan berjalan beriringan."Publikasikan pernikahanku hari ini," ujarnya datar pada sang asisten yang lantas menghubungi pihak media terpercaya."Baik, Tuan Muda."Semudah itu, rasanya Celia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.Lelaki yang dirinya puja sebenarnya tidak berubah dari segi karakter.Ethan tetaplah orang yang dingin dan tanpa perasaan. Apa pun yang dilakukan pria ini tidak bisa Celia tebak, termasuk mendaftarkan perni

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 8. Aku Mandul

    Setelah pembicaraan itu, kini Celia bersama Ethan tampak memasuki mobil dan menunggu asisten pria itu mengantar keduanya kembali.Memikirkan apa yang dikatakan Gracia membuat Celia menjadi tidak tenang sampai akhirnya ia membuka pembicaraan pada pria di sampingnya."Ada yang ingin kukatakan."Ethan masih biasa saja. Pria itu tetap datar tanpa ekspresi penasaran saat Celia membuka obrolan."Katakan," balas Ethan.Celia menarik napas dalam. Ada banyak hal yang wanita itu pikirkan. Wajah marah Rigel kala itu tiba-tiba menghampirinya dan jujur saja sebenarnya Celia tidak ingin memikirkannya.Perkataan dari nenek Ethan membuatnya takut.Namun Celia tetap berusaha untuk tenang. Ia tidak boleh terlihat rapuh di depan pria ini meskipun keadaannya benar-benar memilukan."Aku tidak bisa memiliki anak denganmu." Ethan tersenyum miring mendengarnya.Pria itu menghela napas dan kemudian membalas, "Kalau kau butuh uang lebih banyak, tak masalah jika kau melahirkan anakku."Celia melotot mendengar

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status