Home / Romansa / Di Ranjang Cinta Lamaku / Bab 7. Demi Cicit

Share

Bab 7. Demi Cicit

Author: Dian Wahyu
last update publish date: 2026-09-25 23:36:46

"Tentang apa?"

Terdengar jika Gracia tidak sabar mendengarnya, apalagi cucunya itu seperti sengaja membuatnya penasaran.

"Jangan bertanya soal keluarganya, Nek. Keluarganya sudah lama bangkrut," jelas Ethan kemudian.

"Bangkrut? Dia dari keluarga perusahaan mana?"

Ethan tahu bahwa pertanyaan seperti ini akan tetap neneknya tanyakan. Namun, ia tidak ingin menjawabnya dan jujur saja sudah cukup baginya jika Celia hidup bersamanya.

"Sudah dulu, aku mau kerja."

"Anak nakal, jawab dulu pertanyaan nenekmu!" tukas wanita tua itu dengan nada tegas serta memaksa.

Namun Ethan segera mematikan sambungan karena tidak mau menjelaskan. Lagi pula, ia hanya ingin membuat Celia nyaman saat pergi dengannya nanti.

***

Baru selesai dengan rangkaian perawatan, Celia merenggangkan otot pinggangnya karena terlalu lama duduk.

Satu-satunya hal yang amat menyenangkan baginya adalah pergi ke salon dan mempercantik diri. Sudah lama sekali ia tidak melakukannya dan jujur saja menikmati seluruh treatment ini.

Dari ujung rambut sampai kukunya, semuanya sudah disulap dan Celia seperti melihat dirinya di usia 20 tahunan.

"Anda sangat cantik."

Pujian dari pegawai salon membuatnya tersenyum tipis dan ketika matanya melihat ke arah lain, ternyata ada seorang pria tinggi sedang berdiri tak jauh darinya.

Sejak kapan Ethan datang? Celia tidak mendapatkan kabar sebelumnya.

Setelan rapi dengan rambut yang menampakkan dahi membuat jantung Celia kembali berdegup.

Ia pernah menyukai pria itu, sekarang dirinya justru menjalin kerja sama yang tidak terduga.

"Sudah selesai, Tuan."

Seorang kepala pegawai memberitahu Ethan dan berharap pria tersebut puas dengan hasil kerja mereka karena pada dasarnya Celia memang sudah cantik.

Pria itu memberikan kartu miliknya untuk membayar seluruh tagihan, sementara Celia dengan gaun selutut lantas mendekat.

"Terima kasih."

Ethan tidak bereaksi, matanya masih mengamati wajah Celia yang tampak lebih bercahaya dibanding sebelumnya.

Kemudian, pria itu melihat arloji miliknya sembari berucap, "Nenekku sudah menunggu."

Celia mengangguk dan melihat pria itu menyelesaikan pembayaran. Kali ini ia tidak bisa melakukan apa pun selain menuruti perkataan Ethan.

***

Tak ada pembicaraan di dalam mobil, Celia tetap diam setelah seharian ia habiskan untuk perawatan.

Tak ada telepon dari managernya yang artinya Ethan mungkin sudah menyelesaikan urusannya sebelum melakukan ini.

Mobil itu memasuki sebuah gerbang besar dengan rumah yang sangatlah mewah.

Air mancur dengan patung kuda menyambutnya, Celia bisa melihat kemewahan pada setiap jengkal lantai yang mengelilingi halaman.

Jujur saja, ia rindu pada kehidupan mewahnya. Di mana ia bisa bersikap sesuka hati tanpa pikir panjang.

Seketika mobil itu berhenti, Celia rasakan pintu telah terbuka dan Ethan keluar lebih dulu.

Beberapa pelayan menyambutnya di depan pintu. Mereka menunduk penuh hormat dan di saat itu pula Ethan memberikan tangannya agar Celia menyambutnya.

Wajah dingin pria tersebut membuat Celia menerimanya tanpa banyak bicara.

Kepercayaan dirinya sudah runtuh setelah orang tuanya bangkrut dan juga perceraian yang dilewatinya beberapa waktu lalu.

Ethan diam. Pria itu rasakan tangan Celia berkeringat dingin.

Terlihat jelas Celia yang pastinya tidak nyaman, namun ia tetap harus membawa wanita ini untuk dikenalkan pada sang nenek.

Baru beberapa langkah memasuki kediaman besar yang ditinggali neneknya sendirian, sebuah hentakan sepatu membuat keduanya menatap ke depan.

"Ethan!" ujar wanita itu seraya berjalan mendekat dengan senyuman lebar lalu memberikan pelukan kecil untuk cucunya.

Celia yang melihatnya lantas tersenyum samar.

Nampaknya Ethan memang cucu kesayangan. Entah apa jadinya jika wanita tua itu tahu bahwa cucu kesayangannya akan menikahi janda sepertinya.

Setelah pelukan terlepas, Gracia tersenyum lagi sembari melihat ke arah Celia yang nampak cantik sekali di matanya.

"Oh, cucu menantuku."

Celia takut jika wanita tua ini hanya baik di depannya.

Terlihat senyuman Gracia terasa mencurigakan baginya dan ia takut jika apa yang terjadi di drama-drama juga terjadi padanya.

"Nek, perkenalkan. Ini Celia, calon istriku."

Sontak Gracia memeluk Celia karena untuk pertama kalinya sang cucu membawa pulang seorang wanita.

"Selamat datang, Celia. Salam kenal, namaku Gracia dan kau bisa memanggilku nenek!"

Celia balas pelukan itu dengan sikap yang canggung.

Ketika pelukan itu terlepas, Gracia berkata, "Akhirnya ada kabar baik setelah lama menunggu. Ayo kita duduk!"

Diajak dengan ramah, kini Gracia menggandeng lengan Celia sebagai ungkapan bahwa dirinya menyukai wanita yang dibawa oleh cucunya.

"Nenek hanya bersama pelayan di rumah ini. Ethan sangat sibuk dan tidak sempat menjenguk Nenek," curhatnya pada Celia.

Mendengar curhatan itu, Celia tersenyum tipis mendengarnya.

Sudah lama dirinya tak bertemu dengan Ethan. Jadi, seluruh hal yang dilakukan pria ini sama sekali tak diketahui lagi olehnya.

Orang tua Ethan sudah meninggal karena kecelakaan saat pria tersebut masih kecil. Makanya Ethan dibesarkan oleh neneknya sendirian karena sang kakek juga telah berpulang.

Celia tahu cerita tersebut. Mungkin hal itulah yang membuat Ethan menjadi pribadi yang dingin dan tak banyak bicara.

Sejak muda selalu ditekan untuk belajar dan mengembangkan diri, jelas hal itu merupakan fondasi utama agar seorang pewaris benar-benar bisa diandalkan di masa depan.

Sampai di meja makan yang ada di halaman samping dengan dinding kaca yang terlihat begitu mewah namun elegan.

Pelayan menyiapkan semuanya dengan baik dan untuk pertama kalinya, Celia bisa merasakan kemewahan lagi setelah sekian lama.

Mereka bertiga duduk dan meja bundar ini menyajikan banyak sekali menu.

Ketika makan malam langsung dimulai, Celia menjaga image dan menikmatinya dengan tenang.

Sama halnya dengan Ethan, pria itu menyimak sang nenek yang terus bercerita pada Celia.

Satu hal yang ia pahami dari apa yang dilakukan neneknya, terlihat jelas jika Gracia begitu menyambut Celia dengan baik.

"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?"

Pertanyaan itu membuat Celia berhenti dan memandang ke arah Ethan.

Hanya pria itu yang tahu kapan mereka akan menikah. Sementara dirinya akan mengikutinya sampai mana hal itu terjadi.

Ethan belum memberikan jawaban. Wajah pria itu terlihat datar dan matanya fokus pada makanan di depannya.

Gracia memandang ke arah cucunya yang tidak suka diatur itu, "Percepat tanggalnya saja, Ethan. Nenek mau menimang cicit."

Sontak jantung Celia serasa ingin lepas dari tempatnya.

Cucu? Bagaimana mungkin?

Jika harus ada anak, maka pernikahan mereka tidak seharusnya dilakukan karena kondisi Celia yang tidak memungkinkan.

"Kami akan mendaftarkan pernikahan sesegera mungkin, Nek. Jangan khawatir," balas Ethan akhirnya.

Gracia tersenyum lebar dan terlihat tidak sabar.

"Baguslah. Nenek akan menyiapkan acara untuk resepsi pernikahan kalian."

Namun, Ethan menggeleng dan berkata, "Tak perlu, Nek. Aku tidak suka pesta."

"Ethan, menikah hanya satu kali. Buatlah pesta yang meriah," ujar Gracia yang kini membujuk.

Lantas Ethan melihat ke arah Celia yang tiba-tiba nampak pucat dan tegang kali ini.

"Bukankah yang paling penting adalah pernikahan itu sendiri?"

Gracia menghela napasnya, "Ya sudah. Intinya Nenek ingin kalian segera memiliki anak setelah menikah."

Ethan kembali sibuk dengan makan malamnya. Sementara Celia mendadak tidak nafsu.

Wanita itu bingung. Ada hal yang harus ia bicarakan dengan Ethan tentang kondisinya yang tidak bisa mengandung.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
melati 🌸
hayooo, udah d tagih cicit ama nenek, jd setelah menikah kalian berdua harus rajin ngadon yahh, ...... jgn sampai nenek marah krn cicit nya blm otw juga krn klean tunda ehem nya. skwm
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 9. Jangan Menghindar

    "Selamat atas pernikahan Anda, Tuan dan Nyonya Oldheron. Semoga selalu diberkati!"Ucapan selamat penuh harapan itu membuat Celia lantas menanggapinya dengan senyuman tipis.Pagi ini di kantor catatan sipil, Ethan benar-benar memberikan akta pernikahan padanya dan dalam hitungan menit saja status keduanya sudah berubah.Pria itu terlihat rapi dengan setelan kantornya seperti biasa, sementara Celia dengan gaun putih selutut pemberian Ethan hanya berada di sisinya tanpa banyak bersuara.Menyelesaikan langkah terakhir, mereka berdua keluar dari kantor ini dan berjalan beriringan."Publikasikan pernikahanku hari ini," ujarnya datar pada sang asisten yang lantas menghubungi pihak media terpercaya."Baik, Tuan Muda."Semudah itu, rasanya Celia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.Lelaki yang dirinya puja sebenarnya tidak berubah dari segi karakter.Ethan tetaplah orang yang dingin dan tanpa perasaan. Apa pun yang dilakukan pria ini tidak bisa Celia tebak, termasuk mendaftarkan perni

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 8. Aku Mandul

    Setelah pembicaraan itu, kini Celia bersama Ethan tampak memasuki mobil dan menunggu asisten pria itu mengantar keduanya kembali.Memikirkan apa yang dikatakan Gracia membuat Celia menjadi tidak tenang sampai akhirnya ia membuka pembicaraan pada pria di sampingnya."Ada yang ingin kukatakan."Ethan masih biasa saja. Pria itu tetap datar tanpa ekspresi penasaran saat Celia membuka obrolan."Katakan," balas Ethan.Celia menarik napas dalam. Ada banyak hal yang wanita itu pikirkan. Wajah marah Rigel kala itu tiba-tiba menghampirinya dan jujur saja sebenarnya Celia tidak ingin memikirkannya.Perkataan dari nenek Ethan membuatnya takut.Namun Celia tetap berusaha untuk tenang. Ia tidak boleh terlihat rapuh di depan pria ini meskipun keadaannya benar-benar memilukan."Aku tidak bisa memiliki anak denganmu." Ethan tersenyum miring mendengarnya.Pria itu menghela napas dan kemudian membalas, "Kalau kau butuh uang lebih banyak, tak masalah jika kau melahirkan anakku."Celia melotot mendengar

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 7. Demi Cicit

    "Tentang apa?"Terdengar jika Gracia tidak sabar mendengarnya, apalagi cucunya itu seperti sengaja membuatnya penasaran."Jangan bertanya soal keluarganya, Nek. Keluarganya sudah lama bangkrut," jelas Ethan kemudian."Bangkrut? Dia dari keluarga perusahaan mana?"Ethan tahu bahwa pertanyaan seperti ini akan tetap neneknya tanyakan. Namun, ia tidak ingin menjawabnya dan jujur saja sudah cukup baginya jika Celia hidup bersamanya."Sudah dulu, aku mau kerja.""Anak nakal, jawab dulu pertanyaan nenekmu!" tukas wanita tua itu dengan nada tegas serta memaksa.Namun Ethan segera mematikan sambungan karena tidak mau menjelaskan. Lagi pula, ia hanya ingin membuat Celia nyaman saat pergi dengannya nanti.***Baru selesai dengan rangkaian perawatan, Celia merenggangkan otot pinggangnya karena terlalu lama duduk.Satu-satunya hal yang amat menyenangkan baginya adalah pergi ke salon dan mempercantik diri. Sudah lama sekali ia tidak melakukannya dan jujur saja menikmati seluruh treatment ini.Dari

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 6. Perkara Bayar Utang

    Bukti transfer masuk pagi ini, Celia menarik napas dalam dan kemudian ia berdiri seraya mengambil tasnya untuk bekerja sesuai kesehariannya.Baru keluar dari kamar, pemandangan orang tuanya yang masih bertengkar karena kedatangan rentenir semalam lantas membuat Celia menarik napas pelan."Pergilah ke kantor pinjaman itu, Celia. Hanya melayani Pak Bondy dua kali dan setelah itu utang keluarga kita lunas," ucap Julian pada putrinya tanpa belas kasih.Sebenarnya Celia marah mendengarnya.Sebisa mungkin wanita itu bersikap biasa dan berjalan melewati orang tuanya sembari berkata, "Ayah dan Ibu tak perlu khawatir, aku akan membayarnya pagi ini."Mendengar itu, Lidia hanya diam.Tak ada yang menanggapi perkataan Celia kali ini, bahkan Julian mengalihkan pandangnya karena mereka telah berkali-kali mengorbankan putri mereka.Membuka pintu apartemen itu, Celia menutupnya pelan dan wajahnya menatap ke depan.Ethan belum mengabarkan kapan mereka akan bertemu lagi, namun pria itu sudah memberikan

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 5. Hanya Menikah, Bukan?

    Celia membeku, teringat apa yang dikatakan ayahnya kemarin. Ternyata memang benar jika dirinya akan dijadikan jaminan jika sampai utang itu belum lunas juga.Ia pikir hal itu hanyalah gertakan semata agar dirinya mau menghasilkan uang lebih banyak.Dua rentenir tersebut tertawa-tawa dan menatap Celia dari atas hingga bawah. Hal itu membuat Celia jijik seketika, lagi dan lagi dirinya hanya dipandang sebagai objek nafsu."Bos kalian gila, ya?"Celia marah. Ia seperti hanya dijadikan mainan yang bisa dilempar ke sana kemari demi uang, meski saat ini marah pada ayahnya pun percuma."Hanya itu tawarannya. Kalau tidak mau, makanya cepat bayar!"Celia menelan ludahnya. Ia hanya wanita miskin dan utang ayahnya terus berbunga, sementara gajinya masih bulan depan. Jika ia menyerahkan sisa uangnya, lantas sampai akhir bulan dirinya mau makan apa?Ketika memikirkan semua ini, Celia teringat apa yang terjadi siang tadi. Tawaran Ethan cukup menarik. Pria itu juga kaya raya dan jika ia mempertimbang

  • Di Ranjang Cinta Lamaku   Bab 4. Gara-gara Rentenir

    Celia menebak jika pria itu akan membahas kondisi keluarganya atau mungkin malah mengejeknya. Orang-orang yang berasal dari kampusnya dulu selalu bersikap seperti itu saat menemuinya."Maaf, saya harus kembali bekerja," balasnya sembari membalikkan tubuhnya dan ingin keluar.Merasa ditolak, pria itu pun berkata, "Aku bisa ajukan komplain agar kau dipecat dari pekerjaan ini jika menolak bicara denganku."Tidak bisa. Tak boleh terjadi.Celia butuh pekerjaan ini dan bayaran yang ia terima selama bekerja cukup untuk memenuhi biaya hidupnya. Ditambah dengan utang orang tuanya yang terus berbunga membuatnya harus menahan segala gejolak yang ada.Terpaksa menyetujuinya, Celia akhirnya duduk tepat di depan pria itu.Ethan masih melanjutkan makan siangnya tanpa hambatan, pria itu melihat ke arah Celia yang diam tak bicara apa pun."Ambil garpumu. Makanlah. Sekarang waktunya istirahat makan siang," ucapnya, dengan gestur tubuhnya menunjuk ke piring di sisi meja tempat Celia duduk. Pria itu meme

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status