Beranda / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 119. Selera Pria Aneh

Share

119. Selera Pria Aneh

Penulis: Keke Chris
last update Tanggal publikasi: 2025-12-14 18:07:12

Mobil Bhaga melaju kencang menerobos malam, membawa Bhaga dan Binar pergi dari kediaman Bhaga.

Mereka kembali ke rumah mereka, yang Bhaga belikan untuk Binar.

Bhaga tahu, terlalu sulit bagi Binar untuk menetap di rumah saat Nurma seenaknya berbuat. Dia harus membawa Binar ke tempat yang aman baginya.

Begitu pagar dibukakan oleh penjaga rumah, cahaya lampu dari jendelanya terlihat samar-samar.

Begitu kembali ke kamar mereka, Binar langsung menyusup ke kasur. Bhaga mengikuti dari belakang, menar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
LUTHFIAH NOOR
Bhaga, kamu iti pemimpin. Kok bisa polos gitu. Harusnya kamu punya tameng diri untuk menghadapi intrik2 licik seperti itu
goodnovel comment avatar
Rosantirosa
sama aja crta kyak gini basi sdh setiap af maslah mabuk psti ad cwek yg manpaatin keadaan cwok it cwek yg lcik muak bnget sm si smbng nurma knpa tk struk kek apa si nurma biar tau diri
goodnovel comment avatar
Sri siti Patimah
kasihan binar udh thor jgn tega sm binar sdh saat nya binar bahagia dan lepas dari rasa sakit... aq ikut nyesek klo binar lg lg sedih dan selalu di rendahkan,, padahal jelas jelas dia korban si bagha yg cabul yg ga pernah ngakuin udh ngancurin binar,, ambil masa depannya,, ngerusak kesuciannya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Di Ranjang Majikanku   356. Rencana Kedua

    Dunia Binar siang ini rasanya jungkir balik. Selama ini dia sudah hidup dengan tenang dan berdamai dengan keadaan. Bagaimana dia tak merasakan kasih sayang kedua orang tua sejak kecil dan ketika bertemu salah satunya, ayahnya justru memperlakukan dengan jahat hingga Bhaga turun tangan dan memenjarakan ayahnya.Kini, dia mengernyit dalam. Saat telepon genggamnya berdering dan nama tetangganya di kampung yang tertera di layar.Dia berdeham. “Ya, Bude. Apa kabar?”“Bude baik-baik aja. Alhamdulillah. Kamu piye kabare?”“Aku baik juga, Bude. Ada apa, Bude? Apa rumah nenek ada yang mau beli?”“Ndak, Bin. Bude justru bingung ini mau gimana ngomongnya.”“Ngomong aja, Bude. Ada yang bisa aku bantu?”“Ndak, Bin. Bude ndak mau minta apa-apa. Ini, loh.” Suaranya terdengar ragu dan kikuk. “Ibumu.”DegBinar mengerjap sambil menelan ludah. Tiba-tiba tenggorokannya tercekat. “I-ibu? I-ibu ke-kenapa, Bude?”“Ibumu … pulang.”“Apa?! Kok bisa?!”“Bude juga ndak tau, Bin. Tau-tau aja ibumu ngetok rumah

  • Di Ranjang Majikanku   355. Gagal Melamar

    "Ardan, kalau menangis lagi, Papa tinggal di sini sendiri ya!""Tinggal saja!" balas Ardan tanpa takut. "Aku bisa pulang naik taksi!"Bhaga memejamkan mata dramatis. Tangannya terangkat dan memijat pelipis sambil berulang kali mengatur napasnya agar bisa kembali tenang.Satu pemain biola langsung berhenti memainkan nada romantis karena terkejut mendengar teriakan bocah itu dan dua pelayan di dekat mereka saling melirik.Sementara itu, Bhaga merasa harga dirinya baru saja dijatuhkan dari lantai dua puluh tujuh di salah satu gedung tertinggi kota. Padahal tiga jam sebelumnya semuanya terlihat sempurna.Rendi berdiri di tengah restoran La the Le Château yang malam itu disewa penuh oleh Bhaga. Lampu kristal berkilau lembut. Rangkaian bunga putih menghiasi setiap sudut. Lilin-lilin kecil menyala di sepanjang lorong menuju meja utama. Empat pemain biola terlatih dengan seragam siap memainkan lagu. Pemandangan kota terlihat indah dari balik dinding kaca raksasa.Rendi memeriksa semuanya seka

  • Di Ranjang Majikanku   354. Rencana Lamaran

    "Aku jamin kau bakal ditertawakan semua orang kalau melamar Binar di restoran mewah." Bhaga yang sedang menyeruput kopi langsung menurunkan cangkirnya. Dia menatap Rendi—teman yang sudah lama tak dia temui, dan hari ini pria itu terpaksa datang untuk membantunya mencari solusi untuk melamar—dari balik meja kerja dengan sorot mata tidak percaya. "Apa maksudmu ditertawakan? Itu cara yang keren." "Maksudku sederhana." Rendi bersandar santai di kursi. "Kau terlalu lama jadi CEO sampai lupa cara menyenangkan perempuan jaman sekarang." Bhaga mengembuskan napas panjang. Pagi itu ruang kerjanya berubah menjadi markas darurat lamaran. Berkas laporan perusahaan tersingkir ke sudut meja. Laptop terbuka menampilkan berbagai model cincin berlian. Beberapa gambar restoran mewah juga bergantian memenuhi layar. "Coba lihat yang ini." Bhaga menunjuk salah satu foto. "Menurutmu bagaimana?" "Cantik." "Nah, keren bukan pilihanku?" "Terlalu mahal." Rendi menggelengkan kepala. Bhaga mendecak kesal

  • Di Ranjang Majikanku   353. Tekad Menikah

    "Mi, Papi akan menggantikan Bhaga menjaga Mami. Bhaga pulang ya?""Pulang saja sana! Mami enggak suka anak laki-laki yang enggak bisa serius dengan hidupnya. Masa depan enggak dipikirkan. Kasihan Binar, cuma buat mainanmu!" Nurma bahkan tak mau menengok pada wajah Bhaga. Bhaga baru hendak menjawab, tapi kalimat Nurma membuat bibirnya tertutup rapat.“Kalau kamu enggak mau menikahi Binar, biar mami nikahkan dia dengan anak teman arisan mami yang enggak kalah tampan dan kaya.” Nurma melirik kesal sekilas ke Bhaga. “Dan mami pastikan, Binar akan menyetujui."Tak ada lagi obrolan, karena Djati langsung mendorong Bhaga untuk keluar dari kamar itu.Langkah Bhaga terasa berat saat melintasi koridor sepi rumah sakit malam menjelang pagi itu. Djati yang tak bisa tidur memutuskan tidur di rumah sakit lalu menyuruh Bhaga pulang di jam dua pagi. Setelah meninggalkan diskusi panas di rumah sakit, rasa bersalah karena kemarahan Nurma masih menggerogoti dadanya saat dia tiba di rumah.Suara langka

  • Di Ranjang Majikanku   352. Ultimatum Nurma

    Hari dijalani dengan begitu tenang, Bhaga kembali merasakan kedamaian yang belakangan tak dia miliki karena kecemasan yang berlebihan. Tak hanya Ardan, Binar pun menjadwalkan Bhaga untuk bertemu juga dengan psikolog dan hal itu membuat semua menjadi jauh lebih baik.Hingga, siang itu ada telepon yang berulang kali masuk dari nomor rumah orang tua Bhaga. Awalnya Bhaga mengira kedua orang tuanya pasti menanyakan kabar karena dia sudah lama tidak pulang kesana. Tapi ketika suara asisten Djati yang terdengar, hatinya mulai kuatir.Benar saja.“Pak Bhaga, Nyonya Nurma masuk rumah sakit.” “Apa?!” Bhaga yang baru saja memulai rapat langsung membeku. Dia bingung, rasanya baru semalam dia mendengar maminya telepon dengan Binar dalam keadaan sehat, kenapa tiba-tiba masuk rumah sakit?Panggilan itu masih berlangsung, tapi pikiran Bhaga mendadak blank. Sampai telinganya menangkap suara Rudi yang sedikit panik saat mencoba menyadarkannya. “Kami baru dapat kabar dari Pak Djati. Tekanan darah be

  • Di Ranjang Majikanku   351. Kamu Sudah Hadir

    Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Bhaga benar-benar menepati janjinya. Dia perlahan berubah dan perubahan itu juga terjadi secara pelan dan bertahan. Hal itu membuat semua berubah lebih baik dan menjadi lebih menyenangkan.Awalnya, Bhaga hanya pulang lebih cepat dari biasanya. Bukan karena rapat batal, tapi karena dia sadar bahwa waktu yang dimiliki dengan anaknya tidak pernah cukup.Sekarang, dia mulai pulang sebelum malam benar-benar turun.Binar tidak pernah banyak bertanya. Dia hanya menatap Bhaga, tersenyum bangga, lalu kembali ke apa yang sedang dia kerjakan. Bhaga tidak menjelaskan. Dia hanya meletakkan jas di sofa, mencuci tangan, lalu duduk di ruang keluarga, menemani Ardan bermain.Di hari-hari berikutnya, pola itu mulai terulang. Bhaga pulang lebih awal. Dia tidak langsung ke kamar atau ruang kerja, tapi memilih duduk di ruang keluarga, atau ke dapur.Ardan awalnya tidak langsung percaya dan ragu. Minggu pertama, dia masih kikuk. Kadang dia menatap Bhaga dengan ek

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status