ホーム / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 210. Mendadak Pulang

共有

210. Mendadak Pulang

作者: Keke Chris
last update 公開日: 2026-02-10 22:19:52

Suasana pagi ini sungguh menyenangkan. Langit cerah dengan angin pantai yang membuai membuat suasana hati Binar kembali baik. Dia sudah memikirkan ucapan Bhaga dan akan mulai mempraktekkannya.

Tak ada yang akan menyakitiku, kecuali aku membiarkannya masuk.

Kalimat itu bagai ajian yang terus diulang oleh Binar setiap kali pikiran negatifnya datang. Dia menyipitkan mata, melirik ke arah matahari dan menyadari bahwa hari sudah beranjak siang, tapi kedua laki-laki kesayangannya masih juga belum ban
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Rosantirosa
soalnya celia malah di beritakan terus nghak selesai2malah brta baik lagi istri yg trsisih di slngkuhi suami pdahal dialah yg bobrok bosan bah malah celia2aja yg naik daun
goodnovel comment avatar
Planting Tree
wkwwkwkk.....ini mah sinetron....mendingan nonton novel yang lain...parah berbelit2nya...wkwkwwk....kacau yg buat novelnya...
goodnovel comment avatar
Nia Rezeky Wati
gw heran deh ini gk selesai2 kirain celia ud slesai ini ud perusahaan lg hadeuh nti galau lg bhaga nti jahat lg nurma gt aj trus2 ntr ad perempuan lg d jodohin k bhaga
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Di Ranjang Majikanku   355. Gagal Melamar

    "Ardan, kalau menangis lagi, Papa tinggal di sini sendiri ya!""Tinggal saja!" balas Ardan tanpa takut. "Aku bisa pulang naik taksi!"Bhaga memejamkan mata dramatis. Tangannya terangkat dan memijat pelipis sambil berulang kali mengatur napasnya agar bisa kembali tenang.Satu pemain biola langsung berhenti memainkan nada romantis karena terkejut mendengar teriakan bocah itu dan dua pelayan di dekat mereka saling melirik.Sementara itu, Bhaga merasa harga dirinya baru saja dijatuhkan dari lantai dua puluh tujuh di salah satu gedung tertinggi kota. Padahal tiga jam sebelumnya semuanya terlihat sempurna.Rendi berdiri di tengah restoran La the Le Château yang malam itu disewa penuh oleh Bhaga. Lampu kristal berkilau lembut. Rangkaian bunga putih menghiasi setiap sudut. Lilin-lilin kecil menyala di sepanjang lorong menuju meja utama. Empat pemain biola terlatih dengan seragam siap memainkan lagu. Pemandangan kota terlihat indah dari balik dinding kaca raksasa.Rendi memeriksa semuanya seka

  • Di Ranjang Majikanku   354. Rencana Lamaran

    "Aku jamin kau bakal ditertawakan semua orang kalau melamar Binar di restoran mewah." Bhaga yang sedang menyeruput kopi langsung menurunkan cangkirnya. Dia menatap Rendi—teman yang sudah lama tak dia temui, dan hari ini pria itu terpaksa datang untuk membantunya mencari solusi untuk melamar—dari balik meja kerja dengan sorot mata tidak percaya. "Apa maksudmu ditertawakan? Itu cara yang keren." "Maksudku sederhana." Rendi bersandar santai di kursi. "Kau terlalu lama jadi CEO sampai lupa cara menyenangkan perempuan jaman sekarang." Bhaga mengembuskan napas panjang. Pagi itu ruang kerjanya berubah menjadi markas darurat lamaran. Berkas laporan perusahaan tersingkir ke sudut meja. Laptop terbuka menampilkan berbagai model cincin berlian. Beberapa gambar restoran mewah juga bergantian memenuhi layar. "Coba lihat yang ini." Bhaga menunjuk salah satu foto. "Menurutmu bagaimana?" "Cantik." "Nah, keren bukan pilihanku?" "Terlalu mahal." Rendi menggelengkan kepala. Bhaga mendecak kesal

  • Di Ranjang Majikanku   353. Tekad Menikah

    "Mi, Papi akan menggantikan Bhaga menjaga Mami. Bhaga pulang ya?""Pulang saja sana! Mami enggak suka anak laki-laki yang enggak bisa serius dengan hidupnya. Masa depan enggak dipikirkan. Kasihan Binar, cuma buat mainanmu!" Nurma bahkan tak mau menengok pada wajah Bhaga. Bhaga baru hendak menjawab, tapi kalimat Nurma membuat bibirnya tertutup rapat.“Kalau kamu enggak mau menikahi Binar, biar mami nikahkan dia dengan anak teman arisan mami yang enggak kalah tampan dan kaya.” Nurma melirik kesal sekilas ke Bhaga. “Dan mami pastikan, Binar akan menyetujui."Tak ada lagi obrolan, karena Djati langsung mendorong Bhaga untuk keluar dari kamar itu.Langkah Bhaga terasa berat saat melintasi koridor sepi rumah sakit malam menjelang pagi itu. Djati yang tak bisa tidur memutuskan tidur di rumah sakit lalu menyuruh Bhaga pulang di jam dua pagi. Setelah meninggalkan diskusi panas di rumah sakit, rasa bersalah karena kemarahan Nurma masih menggerogoti dadanya saat dia tiba di rumah.Suara langka

  • Di Ranjang Majikanku   352. Ultimatum Nurma

    Hari dijalani dengan begitu tenang, Bhaga kembali merasakan kedamaian yang belakangan tak dia miliki karena kecemasan yang berlebihan. Tak hanya Ardan, Binar pun menjadwalkan Bhaga untuk bertemu juga dengan psikolog dan hal itu membuat semua menjadi jauh lebih baik.Hingga, siang itu ada telepon yang berulang kali masuk dari nomor rumah orang tua Bhaga. Awalnya Bhaga mengira kedua orang tuanya pasti menanyakan kabar karena dia sudah lama tidak pulang kesana. Tapi ketika suara asisten Djati yang terdengar, hatinya mulai kuatir.Benar saja.“Pak Bhaga, Nyonya Nurma masuk rumah sakit.” “Apa?!” Bhaga yang baru saja memulai rapat langsung membeku. Dia bingung, rasanya baru semalam dia mendengar maminya telepon dengan Binar dalam keadaan sehat, kenapa tiba-tiba masuk rumah sakit?Panggilan itu masih berlangsung, tapi pikiran Bhaga mendadak blank. Sampai telinganya menangkap suara Rudi yang sedikit panik saat mencoba menyadarkannya. “Kami baru dapat kabar dari Pak Djati. Tekanan darah be

  • Di Ranjang Majikanku   351. Kamu Sudah Hadir

    Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Bhaga benar-benar menepati janjinya. Dia perlahan berubah dan perubahan itu juga terjadi secara pelan dan bertahan. Hal itu membuat semua berubah lebih baik dan menjadi lebih menyenangkan.Awalnya, Bhaga hanya pulang lebih cepat dari biasanya. Bukan karena rapat batal, tapi karena dia sadar bahwa waktu yang dimiliki dengan anaknya tidak pernah cukup.Sekarang, dia mulai pulang sebelum malam benar-benar turun.Binar tidak pernah banyak bertanya. Dia hanya menatap Bhaga, tersenyum bangga, lalu kembali ke apa yang sedang dia kerjakan. Bhaga tidak menjelaskan. Dia hanya meletakkan jas di sofa, mencuci tangan, lalu duduk di ruang keluarga, menemani Ardan bermain.Di hari-hari berikutnya, pola itu mulai terulang. Bhaga pulang lebih awal. Dia tidak langsung ke kamar atau ruang kerja, tapi memilih duduk di ruang keluarga, atau ke dapur.Ardan awalnya tidak langsung percaya dan ragu. Minggu pertama, dia masih kikuk. Kadang dia menatap Bhaga dengan ek

  • Di Ranjang Majikanku   350. Terombang-ambing Kenikmatan

    Bhaga beralih menciumi sepanjang kaki Binar, naik perlahan dari betis sampai ke paha. Tanpa banyak bicara, dia mencengkeram dan membuka paha Binar lebar-lebar dengan gerakan yang agak kasar. Tangannya tak berhenti mengelus dan menggoda setiap inci kulit kaki Binar. Sentuhan dan ciuman Bhaga yang mulai menyusuri bagian dalam pahanya membuat napas Binar makin memburu.Sesaat kemudian, Bhaga menarik lepas celana dalam dan pakaian tidur Binar dengan satu tarikan cepat. Dia melanjutkan ciumannya, kali ini lebih dalam dan intens langsung pada titik sensitif. Sengaja menggoda dengan lidahnya yang menjilat panjang dari bawah ke atas, lalu berputar dan menyedot inti kewanitaan Binar dengan rakus.Binar refleks melengkungkan tubuhnya, membusung ke atas dengan kepala mendongak. Satu tangannya menahan tubuhnya, dan satu lagi sudah masuk ke sela rambut Bhaga dan sesekali menjambaknya. Mulutnya setengah terbuka, menikmati sensasi yang menjalar di seluruh tubuhnya. Lidah Bhaga begitu lihai menari, m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status