Share

24. After Care

Penulis: Keke Chris
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-08 08:44:06

Bhaga memperhatikan, dengan gerakan yang lembut, menuntun Binar yang masih lemas ke bawah pancuran yang perlahan dinyalakan.

Sudah terlalu lama mereka di kamar mandi, dengan Bhaga yang melampiaskan hasratnya lagi dan lagi hingga puas.

Bahkan sekarang, Bhaga masih menginginkannya. Bersama Binar, Bhaga seolah kecanduan, entah mengapa.

"Biarkan aku," bisiknya, suaranya serak namun penuh perhatian di telinga Binar.

Tangannya yang besar dengan hati-hati membasuh tubuh Binar, membersihkan sisa-sia aktivitas mereka. Dia begitu terpesona akan Binar. Jemarinya dengan halus menelusuri kulitnya yang bersih, lekukan tubuhnya yang indah.

Bhaga jadi gila. Gila akan Binar. Pria itu kecanduan Binar, dari ujung kepala sampai kaki, luar dan dalam.

“Setiap kali aku dekat denganmu, Binar, aku tidak bisa berpikir jernih,” aku Bhaga, sambil jari-jarinya menyusuri lekuk punggung Binar. “Bahkan saat kau tidak ada, bayanganmu menghantuiku. Aku benar-benar membutuhkanmu…”

Bhaga memandikan Binar dengan penuh ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Farhan Fadhilah
Menurutku cerita seksual dikurangi kalau bisa ditiadakan. Binar adalah korban rudal paksa yg halus. Binar juga punya nafsu jd dr paksaan jd buat dia menikmati juga.
goodnovel comment avatar
ArcMoon
bukankah setiap keputusan memang memiliki konsekuensinya sendiri Binar? dan ini konsekuensi yang harus kamu tanggung karena pilihanmu sendiri. ya.. kamu yg memilih menerima sentuhan itu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Di Ranjang Majikanku   155. Celia Kembali

    Kebahagiaan yang menyelimuti Binar sepanjang hari tadi seakan menguap. Malam ini, semua itu digantikan oleh kecemasan yang menggeliat di dalam dadanya.Malam semakin larut, sudah hampir tengah malam, tetapi Bhaga belum juga pulang. Tidak ada telepon, tidak ada pesan. Hanya rasa penasaran yang berubah menjadi kekawatiran pada benak Binar.Binar duduk di tepi tempat tidur paviliun, matanya tak lepas dari layar ponsel yang gelap. Dia mencoba menelepon, sekali, dua kali, tapi keduanya langsung masuk ke voice mail.Gelisahnya bertambah. Pikiran-pikiran buruk mulai merayap. Apakah terjadi sesuatu? Kecelakaan? Atau… adakah hal lain?Dia terus menunggu, mencoba mengisi waktu dengan membereskan kamar yang sudah rapi, hingga akhirnya kelelahan dan kegelisahan mengalahkannya.Dia tertidur dalam keadaan duduk bersandar di kepala ranjang, masih mengenakan pakaian yang dia kenakan siang tadi, dengan lampu kamar yang masih menyala.***Fajar menyingsing. Dan Binar tergagap karena kaget dan kekawatir

  • Di Ranjang Majikanku   154. Aku Di Sini Bersamamu

    Binar tak bisa berhenti tersenyum. Hatinya sedang berbunga-bunga saat mengingat kembali percintaannya dengan Bhaga semalam. Pipinya memerah meski sedang sendirian di kamar.Setiap kali bayangan sentuhan Bhaga, bisikan sayang, dan keintiman yang mereka bagi muncul di benaknya, sebuah kebahagiaan yang dalam dan hangat mengalir di dadanya.Belum lagi, tadi pagi dia terbangun dengan sarapan yang sudah disiapkan dan dibawakan ke kamar oleh pria itu. Di atas nampan kayu sederhana di atas nakas, terhampar sarapan lengkap. Sepiring bubur ayam hangat yang harum, jus jeruk segar, seporsi buah potong, dan secangkir teh lemon kesukaannya Dia tak pernah berani membayangkan akan mendapatkan perlakuan seperti apa yang dia dapatkan dari Bhaga. Dia terlalu tahu diri dengan asalnya. Namun, Bhaga menempatkan di tempat yang tinggi. Membuatnya terbuai keadaan. Tangannya terulur dan mengambil kertas kecil yang terselip di pinggiran nampan. "Makan yang baik. Aku sayang kamu. Bhaga." Binar membacanya sam

  • Di Ranjang Majikanku   153. Tubuhmu Membuatku Gila

    Bhaga tadinya hanya ingin menunjukkan kepemilikan akan dirinya pada Binar, ciuman itu hanya sebagai upaya meyakinkan Binar akan cintanya. Tapi dia salah. Gairahnya malah dengan cepat tersulut.Dia memang tak pernah bisa lepas dari pesona Binar. Wanita yang selalu pasrah bila dia melakukan apapun, namun selalu bisa memberikan umpan balik yang sesuai harapan, dan yang paling penting... Binar bisa bersikap nakal bila dibutuhkan. Membuat Bhaga tergila-gila akan dirinya. Seperti saat ini, meskipun sedang menangis, Binar tetap membalas ciuman Bhaga dengan tak kalah dalam. Tangannya bahkan sudah mengelus punggung telanjang Bhaga dan tangan lainnya berada di rahang pria itu. Binar selalu bisa menyenangkan hati Bhaga setiap kali mereka di atas ranjang. Darah keduanya berdesir hebat. Suara kecapan mereka terdengar memenuhi kamar dan kini napas mereka mulai terengah. Bhaga hanya melepaskan ciumannya sebentar, kemudian mencium Binar lagi dengan lebih panas dari sebelumnya. “Aku selalu

  • Di Ranjang Majikanku   152. Ciuman Penghapus Keraguan

    Binar terdiam. Dia kehilangan kata-kata. Saat kalimat itu meluncur dengan isak tangis dari Ardan, hatinya teriris. Baru saja dia dibilang sebagai wanita perebut kebahagiaan orang lain, kini anak yang katanya dirampas merasakan kehilangan ibu kandungnya.Dia tersenyum kecut. Terasa getir di sudut bibirnya,Air mata sudah terkumpul di sudut matanya, tapi dia menarik napas dalam, dan mendongak untuk menghalau air mata itu jatuh.Dengan perlahan, Binar kembali memeluk Ardan. Kali ini lebih erat sambil menepuk punggung kecilnya yang masih terisak. "Enggak apa-apa, Sayang. Kangen itu wajar. Makanya, Ardan jangan pernah putus buat selalu mendoakan Mama Celia, ya. Doa Ardan pasti akan sampai dan mama Celia akan bisa merasakannya juga."Sambil tersedu, Ardan menjawab dari dalam pelukan Binar. “Mama bisa rasain doa aku?”“Iya, dong. Karena hati kalian terpaut dan saling menyayangi.”Ardan mengangguk pelan di bahu Binar, lalu mendekatkan telinganya ke dada Binar. "Detak jantung Kak Bin enak. Bik

  • Di Ranjang Majikanku   151. Aku Kangen Mama

    Perjalanan pulang itu terasa sangat panjang. Rudi sesekali harus memanggil Bhaga untuk mengembalikan fokusnya. Sudah beberapa kali Rudi meminta agar dia yang menyetir, tapi Bhaga menolaknya.“Aku harus mengalihkan pikiranku,” jawab Bhaga.Biar bagaimanapun, dia sudah bersama dengan Celia beberapa tahun. Bahkan mereka memiliki Ardan. Meski tak mencintainya, hati Bhaga tetap tak tega melihat kondisi Celia sekarang, tapi ada hati yang mesti dia jaga.Dia merasa memiliki tanggung jawab untuk mengobati Celia. Bhaga menghela napas lagi, entah sudah untuk yang keberapa kalinya setelah keluar dari rumah itu.Rudi tak lagi berani menginterupsi, tapi matanya terus focus pada jalanan di depannya.Hingga tak terasa, mobil Bhaga sudah terparkir di halaman rumah utama dan Rudi sekalian berpamitan.Dengan langkah sedikit lunglai, Bhaga berjalan menuju paviliun, dan begitu pintunya terbuka, dia langsung memeluk Binar erat.“Aku merindukanmu, sangat merindukanmu,” ucap Bhaga.Binar terkesiap, tapi tet

  • Di Ranjang Majikanku   150. Mencoba Bunuh Diri

    Bhaga baru saja keluar dari gedung kantor milik Hans. Perasaannya campur aduk, tapi kelegaan lebih mendominasi.Dia baru saja berhenti di lampu merah saat teleponnya bordering. Dia menekan tombol pengeras suara dan suara seorang pengawal yang menjaga rumah pengasingan Celia terdengar."Tuan Bhaga, maaf mengganggu. Nona Celia… dia… dia mencoba bunuh diri. Kami baru saja berhasil mencegahnya. Sekarang kondisinya sangat histeris, tidak bisa ditenangkan. Kami sudah memanggil dokter, tapi… mungkin lebih baik Tuan datang sendiri."Dingin menyergap tulang punggung Bhaga. "Jaga dia! Aku segera ke sana!" teriaknya sebelum menutup telepon.Tanpa pikir panjang, dia memutar balik mobilnya dengan kasar, ban berdecit di aspal. Satu-satunya pikiran adalah dia tidak mau tanggung jawab atau rasa bersalah lebih besar jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi pada Celia.Dalam perjalanan, dia menelepon Rudi. "Rud, aku butuh teman ke rumah Celia. Ini darurat."Sekitar satu jam kemudian, mereka tiba di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status