Home / Young Adult / Diasuh Bos Besar / Bab 39. Mengubur Rasa

Share

Bab 39. Mengubur Rasa

Author: Maemoonah
last update publish date: 2025-10-17 22:00:54
"Kamu menyadarinya juga rupanya. Lantas, kenapa kamu tidak mempermasalahkannya?” Sorot tajam mata Marlena meminta penjelasan pada Alisa.

“Mempermasalahkan gimana maksud kamu, Lena?” Alisa jadi bingung dengan maksud dari pertanyaan Marlena.

“Maksudku, harusnya kamu bertanya langsung ke Tuan Malik si tamu member VIP mu itu. Sebenarnya, Status kamu di matanya itu sebagai apa? Kenapa tidak ada perasaan cemburu sama sekali di hatinya? Tanya dengan tegas, dia itu suka sama kamu, atau hanya kasihan s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diasuh Bos Besar   Bab 115. Topeng Penyamaran

    Malam ini acara Pentas Seni Pelepasan kelas XII pun digelar.Alisa meletakkan tas olah raganya yang berisikan seragam cheerleader beserta pom-pom miliknya ke dalam bagasi mobil. Didalamnya tak lupa ia membawa serta rambut palsu serta pakaian ganti yang akan ia gunakan untuk mengibuli para pengawal Tuan Malik nantinya.Apa pun yang terjadi, rencana tetap harus berjalan sesuai dengan kesepakatan awal. Meskipun hal-hal tidak terduga terjadi bersusulan.“Kamu sudah siap, sayang?” Tanya Tuan Malik yang sudah duduk di kursi penumpang. Ia menyambut tangan Alisa saat memasuki kendaraannya dengan mata penuh binar bahagia.“Huh, sok romantis segala!” Dengus Alisa didalam hati. Jengah melihat kepalsuan yang ditunjukkan pria didepannya.Namun, sikapnya justru mengkhianati keinginannya, yaitu malah melakukan hal yang sebaliknya.Alhasil, seulas senyum manis pun disunggingkannya untuk pria itu. “Sudah, Tuan!” Ucapnya tersipu malu.Setelah tangan pria itu hinggap dan memeluk pinggang Alisa yang meng

  • Diasuh Bos Besar   Bab 114. Pentas Seni

    Alisa sekuat tenaga menepis tangan Marlena dari dadanya, dan balas berkata,“Apa kamu pikir Farel tidak curiga dengan keadaan wajahku yang sungguh menyedihkan seperti ini? Sadarlah! Aku justru menyelamatkanmu dari amukan Farel, Lena!” Jelas Alisa yang tidak ingin disalahkan Marlena.Marlena terdiam sejenak. Memikirkan ucapan Alisa yang menurutnya ada benarnya juga. Farel pasti akan mendesak Alisa untuk berkata jujur padanya. Bila Alisa menceritakan kelakuannya, alamat semua rencananya berakhir berantakan. Marlena kemudian mengamati wajah Alisa, menunjukkan seringai bibirnya yang ganjil sebelum berbicara,“Tapi wajahmu kini sudah kembali sembuh seperti semula. Bahkan lebih mulus dari sebelumnya. Jadi, bisa khan kalau kamu menemui Farel sekarang?” Tuntut Marlena yang secepatnya ingin memisahkan Alisa dari Tuan Malik.Alisa sungguh benci melihat seringai memuakkan yang diperlihatkan Marlena tersebut. “Ya bisa sih, Lena! Hanya saja, aku harus mencari alasan dulu pada Tuan Malik agar dia

  • Diasuh Bos Besar   Bab 113. Ada Apa Denganmu

    Tanpa basa-basi lagi, Tuan Malik sengaja membongkar rahasia yang sejak tadi disembunyikan Alisa.“Jujurlah! Aku tahu ada seseorang yang sudah menjambak rambutmu dan menampar wajahmu berulang-ulang hingga membuat wajahmu begitu mengenaskan seperti itu, bukan? Siapa pelakunya?” Desaknya ingin tahu.“Buat apa? Kalau aku mengaku, apa Tuan mau menghukum pelakunya, begitu?” Alisa justru balik bertanya dengan sinis.“Tentu saja. Aku akan melaporkan pelakunya ke pihak sekolah lalu ke pihak yang berwajib agar dihukum dengan sepantasnya.” Rencana Tuan Malik ke depannya nanti.“Jangan sok suci dan sok peduli padaku, Tuan! Kamu sendiri juga pernah bersikap kasar padaku, dengan sengaja menjambak rambutku malam itu? Apa kamu lupa ingatan? Jadi, kenapa tidak kau laporkan saja dirimu sendiri ke pihak yang berwajib, Tuan?” Tanpa rasa takut, Alisa mencemooh perbuatan Tuan Malik yang pernah bertindak kasar padanya saat berada di night club waktu itu.Dengan cepat Tuan Malik membanting setir ke sisi jala

  • Diasuh Bos Besar   Bab 112. Meracuni Pikiran Alisa

    Marlena tampak tersenyum puas. “Baguslah! Aku senang kamu sudah sadar dan mengambil keputusan dengan tepat, Liz!”Alisa hanya diam membisu tidak menanggapi. “Oh iya, apakah kamu tidak penasaran kenapa aku menyuruhmu untuk meninggalkan Bos besar, Liz?” Kata Marlena sambil membuka keran air, lalu membilas tangannya.Kembali Alisa hanya diam saja tidak menanggapi, tapi matanya melirik ke arah Marlena.Dari cermin, Marlena bisa membaca pergerakan mata Alisa yang terus memperhatikannya.“Selama bersamanya, Bos besar tidak pernah sekali pun berkata kasar apalagi berbuat kasar padaku, Liz! Dia tidak pernah memarahi, mengumpat apalagi memukulku seperti yang sudah dia lakukan terhadapmu yang dengan mudahnya menjambak rambutmu. Kamu lihat sendiri malam itu, bukan? Bagaimana dia hanya marah-marah sambil menjambak rambutmu, tetapi dia masih betah bahkan dengan senang hati berlama-lama memangku tubuhku.” Cerita Marlena panjang lebar, sengaja memanasi hati Alisa, sekaligus meracuni pikirannya.“Se

  • Diasuh Bos Besar   Bab 111. Rencana Licik Marlena

    Ketika di sekolah, Alisa tidak mengharapkan bertemu dengan Marlena pada istirahat jam pertama maupun kedua. Ia yakin, teman akrabnya itu pasti sangat membencinya, karena wanita yang selama ini ia cari, wanita perebut pacarnya ternyata selalu berada tidak jauh darinya, bahkan disampingnya setiap saat. Dan kenyataan bahwa wanita pelakor itu adalah dirinya sendiri, begitu membuat Alisa resah sekaligus frustrasi.Sumpah mati, ia sendiri tidak tahu bahwasannya Tuan Malik tamu member VIP itu adalah Bos besarnya sendiri, yang juga merupakan kekasih Marlena. Tuan Malik lah yang sengaja membohongi dan membodohinya selama ini.Sayangnya, Marlena tidak tahu kejadian yang sebenarnya, dan Alisa begitu takut untuk menjelaskan kebenaran itu pada teman akrabnya tersebut.Hanya pengertian, kelapangan dada, dan mau memaafkan saja yang bisa Alisa harapkan dari diri Marlena, bukan kebencian darinya.Sungguh, Alisa belum siap menghadapi amukan Marlena apabila dirinya tak sengaja bertemu nanti. Itu sebabn

  • Diasuh Bos Besar   Bab 110. Dari Cinta Jadi Benci

    Tatapan Tuan Malik kini terhunus ke arah Alisa, “Ikut aku! Kamu harus menjelaskan perbuatanmu di Klub tadi!” Tarik Tuan Malik di tangan Alisa. Menyeretnya menuju kendaraan.“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri tanpa harus kau seret, Tuan!” Hardik Alisa melayangkan protesnya. Ia tidak suka diperlakukan kasar oleh calon suaminya itu.Sengaja tuli, Tuan Malik terus menyeret Alisa lalu menghempas tubuh kecil tunangannya itu ke kursi penumpang. “Lebih cepat kau sampai rumah, lebih cepat kita menyelesaikan masalah.”Ia tidak sabar dan masih geram dengan perbuatan Alisa.“Akh...” Muka Alisa sampai nyungsep mencium alas duduk leather seat empuk didepannya saking kuatnya tenaga pria itu menghempas tubuh kecilnya.“Kenapa Tuan marah sama aku? Harusnya aku yang marah sama Tuan!” Protes Alisa mempertanyakan perbuatan Tuan Malik yang sungguh kasar itu. Apa bedanya pria itu dengan para pengawalnya yang arogan. Tidak ada!“Kita bahas masalah kita setelah kita didalam kamar!” Ujar Tuan Malik ketika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status