مشاركة

74. Hangat

مؤلف: Blue Rose
last update آخر تحديث: 2025-12-30 23:50:14
Hari-hari berikutnya berjalan dengan pola yang sama.

Jika Aron harus rapat dengan rekan perempuan, ia melakukannya di ruang terbuka. Jika harus lembur, ia selalu memberi kabar. Jika pulang larut dari rumah sakit, selalu ada pesan singkat sebelum subuh.

Bahkan Aron konsisten membawa sesuatu untuk sang istri saat pulang ke Mansion. Dari bunga, coklat, jajanan jalanan seperti cilung, cireng, dan lain-lain. Meski ia sebenarnya tak suka jika Lusi mengonsumsi jajanan tak sehat, ia tetap membelikannya.

Gosip perlahan mereda. Orang-orang mulai bosan karena tidak ada drama baru.

Suatu sore, Ayu mendekati Lusi sambil membawa dua gelas kopi.

“Suami lo… niat banget,” katanya pelan.

Lusi tersenyum. “Iya.”

“Lo beruntung,” lanjut Ayu jujur. “Dan… gue ikut seneng.”

Lusi menoleh. “Hehe...."

Ayu tersenyum senang. “Ya...sekarang gue tau, lo gak sendirian. Kalo ada apa-apa, ada yang belain lo."

"Tapi selama ini aku gak sendirian tuh, kan ada Kak Ayu dan temen lainnya."

Ayu menghela
Blue Rose

Adem ya hehe Simpen di daftar baca ya❤☺

| 4
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   97. Kepulangan Suami & Kejutan

    "Sayang!" sapa Aron dari luar kamar. Ia awalnya ingin memberi surprise pada istrinya, berharap hubungan mereka tidak dibangun dengan kecemburuan lagi seperti sebelumnya. Namun ketika ia menunggu sang istri sampai 30 menit, Lusi bahkan tak mau keluar. Aron jadi khawatir apakah istrinya benar-benar marah padanya karena tak mau menjawab telpon dan pesannya? Ia mengetuk pintu lagi. “Sayang? Kamu di dalam?”Tetap tidak ada jawaban dari dalam membuat Aron semakin khawatir. Alis Aron berkerut, kekhawatiran kecil menyusup, bercampur dengan rasa bersalah yang sejak tadi ia pendam. Ia sadar, keputusannya mendiamkan tanpa banyak penjelasan, mematikan ponsel, dan pergi begitu saja, bukan hal yang mudah diterima Lusi.Mungkin ia marah, kecewa atau mungkin ia lelah. Aron menarik napas dalam-dalam, lalu memutar kenop pintu.Begitu pintu terbuka, aroma lembut langsung menyambutnya. Bukan aroma biasa. Ada wangi essential oil yang hangat, sedikit manis, dengan sentuhan floral yang tidak terlalu

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   96. Saran yang Cukup Membantu?

    Lusi jadi kepikiran soal saran Ayu tadi saat di kantor, sepertinya ia harus pakai saran itu. Ia tak punya sarana lain untuk membujug suaminya. Terlebih Aron tak mau diajak bicara, bahkan pesannya tak dibalas atau setidaknya angkat telponnya. Kata Ayu, ia harus berdandan cantik pada malam Aron pulang. Aron pulang dua hari lagi, ia jadi gugup bagimana caranya mengimplementasikan saran dari Ayu. Itu sedikit menggelikan untuknya yang selama ini memiliki citra kalem yang bersahaja. Ia pun kemudian meminta Ayu untuk menemaninya memilih baju di mansion, dan memintanya memberi saran gaya yang cocok untuknya. Kata Ayu, ia biasanya menggunakan 'gaya pemikat suami'. Lusi menyadari kalau ia harus belajar menjadi istri yang aktif juga. Karena selama ini Aronlah yang erus aktif saat bersamanya. Aron yang membangun kepercayaan dirinya, mengatakan hal-hal baik yang romantis, dan masih banyak lagi. Maka hari Sabtu, libur dan kebetulan Ayu tidak ada jadwal dengan keluarganya. Tapi ia mem

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   95. Ngambeknya Suami

    Aron tersenyum tipis. “Bagus.” Namun di balik senyum itu, ada cemburu, dan ia baru menyadari sesuatu. Bahwa cinta bukan hanya soal melindungi atau memiliki. Kadang, cinta juga berarti berani merasa tidak paling penting dan tetap menemani pasangan dalam keadaan apa pun. Ia merefleksi dirinya sendiri, tentang malam itu dan gosip yang beredar. Ternyata benar, ia melukai Lusi tanpa disadari. Dan lihatlah bagaimana Lusi merespon semua itu. Ia tenang dan tetap pada pendiriannya. Kalau Aron bersama perempuan lain, mungkin kebanyakan orang akan tantrum, cemberut, atau benar-benar mendiamkannya selama beberapa hari. Namun Lusi tidak. Ia selalu berusaha mengerti, meski dirinya sendiri terluka. Mungkin hanya Lusi yang bisa seperti itu dalam hidup Aron. Bahkan Evelyn, ibunya sendiri, sering mendiamkannya hanya karena perbedaan pendapat. Kadang Evelyn juga marah-marah padanya tanpa alasan yang jelas. Tapi Lusi tidak. Kalau dilihat dari usianya, memang Lusi sudah cukup dewasa, tiga puluhan. N

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   94. Balasan

    Berita gosip berganti lagi menjadi Aron dan Gabriella sebagai topik utamanya. Mereka yang Awalnya hanya satu artikel kecil di portal gosip bisnis. Judulnya tidak frontal, tapi cukup menggiring. “Kedekatan Aron dan Gabriella Kembali Terlihat di Acara Amal Internasional.” Lusi tidak membacanya dari awal. Ia hanya melihat potongan tangkapan layar yang beredar di grup kantor, lalu menyebar ke mana-mana. Foto itu memperlihatkan Aron dan Gabriella berdiri berdampingan. Tidak terlalu dekat, tapi terlihat sangat serasi dan akrab. Mere terlihat pasangan baagia yang lagi hangat-hangatnya. Cara mereka berdiri, bahasa tubuh mereka, semuanya tampak alami. Seolah dunia itu memang tempat mereka berdua. Komentarnya lebih kejam dari judulnya yang menggiring opini. Lusi yang baru saja keluar dari masalah dengan manan suaminya, kini kembali menjadi topik di dunia nyata. “Kalau istrinya gak bisa ngimbangin, ya wajar suaminya kelihatan cocok sama yang lain.” “Bukan nyalahin siapa-siapa,

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   93. Tersingkir

    Hari pertama Lusi kembali ke kantor tidak terasa seperti kembali ke medan perang. Ia sempat mengira akan ada tatapan aneh, bisik-bisik tertahan, atau sikap canggung yang dibuat-buat. Namun yang ia temui justru sebaliknya, orang-orang bersikap lebih hati-hati, lebih sopan, bahkan sebagian tampak kasihan. Beberapa rekan kerja menyapanya seperti biasa. “Pagi, Lu.” “Udah lama gak kelihatan.” Tidak ada nada menghakimi. Tidak ada sindiran. Ada juga yang hanya tersenyum kecil, seolah ingin mengatakan kami tahu, dan kami mengerti, tanpa perlu kata-kata. Lusi duduk di mejanya, menyalakan komputer, lalu berhenti sejenak. Dadanya terasa ringan. Bukan karena semuanya sempurna, tapi karena ia tidak lagi merasa harus menjelaskan hidupnya pada siapa pun. Di sela-sela pekerjaan, ia sempat membuka ponsel. Bukan untuk membaca komentar, tapi untuk melihat pesan dari Aron. “Semoga hari pertamamu lancar.” Lusi tersenyum kecil dan membalas singkat. “Aku baik-baik saja.” Kalimat itu benar-benar m

  • Dibeli Mantan Ayah Mertua yang Hot   92. Rencana Damai

    Setelah badai besar berlalu, tidak ada euforia kemenangan. Yang tersisa justru ruang kosong, hening yang aneh, seperti setelah rumah porak-poranda, lalu semua orang pulang, meninggalkan debu dan sisa-sisa emosi yang belum sepenuhnya reda. Lusi merasakannya sejak pagi. Ia bangun tanpa degup cemas yang biasanya menghantam dadanya begitu mata terbuka. Tidak ada refleks meraih ponsel, atau dorongan memeriksa notifikasi, dan rasa takut akan headline baru yang memutarbalikkan kisahnya. Dunianya yang damai mulai kembali lagi. Ia duduk di tepi ranjang beberapa saat, membiarkan perasaan itu hadir. Bukan bahagia berlebihan. Lebih seperti tenang yang hati-hati. Tenang yang belum sepenuhnya berdamai dengan keadaan, tak menyangka kalau semuanya benar-benar selesai. Di luar jendela, cahaya pagi jatuh lembut ke halaman Mansion. Burung-burung beterbangan tanpa peduli siapa yang kemarin dicaci publik dan siapa yang hari ini dibela. Hidup berjalan tanpa perlu validasi siapa pun. Lusi menghe

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status