Share

Bab 32. Menjauh sejenak

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-07 23:45:18

Meski enggan, Arka akhirnya mengangkat panggilan itu. “Ada apa, Ma?” suaranya datar.

“Nak Arka, maaf ya. Mama ganggu kerja kamu, ya?” suara lembut Rina terdengar dari seberang, tapi justru membuat kepala Arka semakin berat. Ia mengusap wajahnya kasar, mencoba menahan diri.

“Tidak, Ma. Ada apa?” jawabnya singkat.

“Begini, Nak. Mama tadi sempat ngobrol sama Dina,” ucap Rina berhati-hati. Arka mulai mengerutkan dahi. “Dan mama juga sudah bicara sama kakekmu ....”

Arka langsung tahu arah pembicaraan itu. Tangannya mengepal di atas meja, ponsel hampir terhimpit di genggamannya.

“Saran mama, coba deh kamu sama Dina ikut program kehamilan. Banyak anak teman mama yang berhasil, loh. Siapa tahu kalian juga bisa.”

“Ma ....” suara Arka merendah, menahan nada marah yang hampir meledak.

“Kalian kan sudah setahun menikah, Nak. Masa belum ada kabar baik juga? Pasti mamamu juga berharap punya cucu dari kalian,” lanjut Rina disertai tawa kecil. “Jadi coba disempatkan, ya. Nanti mama bilang ju
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 105. Berita ini

    Davin tetap menggenggam tangan Dina dengan erat, bahkan saat mereka meninggalkan kediaman Adrian dan masuk ke dalam mobil, tak ada satu pun kata yang terucap. Keheningan di dalam kabin terasa begitu menyesakkan.​Dina hanya tertunduk kaku. Kata-kata Veronika terus berputar di kepalanya, berulang-ulang seperti kaset rusak yang menyayat hati. Ia merasa seluruh harga dirinya telah lumat, habis tak bersisa di lantai marmer rumah tadi. Selama ini ia merasa benar, namun cacian itu menyadarkannya pada realitas yang telanjang: di mata dunia, ia hanyalah seorang pengkhianat.​Dina mencoba menangis, namun matanya terasa perih dan panas. Air matanya seolah telah mengering, habis terkuras oleh rentetan luka yang datang bertubi-tubi sejak tadi malam. Tak ada lagi yang tersisa untuk membasuh pipinya, apalagi untuk membalut luka batinnya yang kini menganga lebar.Dina melirik tangannya yang masih digenggam erat oleh Davin. Genggaman itu terasa begitu hangat, namun entah mengapa hatinya justru terasa

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 104. Kemarahan Veronika

    Kabar perselingkuhan itu kini sampai ke telinga Veronika dan Adrian. Tak butuh waktu lama bagi Davin untuk segera disidang di ruang tengah keluarga Halim. Namun, Veronika tidak puas hanya dengan itu. Ia memerintahkan orang-orangnya untuk menjemput paksa Dina agar bisa dikonfrontasi langsung. Di sinilah Dina sekarang, duduk kaku dengan bahu yang terasa berat di hadapan Veronika dan Adrian. “Apa benar berita tentang kalian berdua, Davin?” Adrian berujar memecah keheningan. Suaranya berat, sarat akan kekecewaan yang tertahan. Ia sangat berharap pesan misterius yang masuk ke surel pribadinya pagi tadi hanyalah fitnah murahan yang bertujuan menjatuhkan martabat keluarganya. Disamping Adrian, Veronika tampak begitu murka, dadanya naik-turun dengan napas memburu pendek. “Jangan bilang kalau alasanmu menolak perjodohan dengan Natania karena wanita ini, Davin!” tuduh Veronika. Suaranya tidak berteriak, namun penuh penekanan yang menusuk.Ia beralih menatap Dina dari ujung kepala hingga uju

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 103. Ibu jatuh sakit

    Suara ibunya yang melengking parau membuat kaki Dina terasa lemas seketika. Ia membeku di ambang pintu, lidahnya kelu tak sanggup untuk memberi jawab.​“Mereka sudah tidur bersama, Ma,” ujar Arka pelan. Ia sengaja mengatur nada suaranya agar terdengar gemetar, seolah dialah korban yang paling tersakiti di ruangan ini.​Arka menunduk, menutupi matanya yang licik dengan gestur seolah sedang menahan tangis. “Dina telah mengkhianati pernikahan kami. Davin adalah alasan kenapa dia selalu menolak punya anak dariku selama ini,” sambungnya dengan nada pilu yang dibuat-buat.​Dunia seolah runtuh saat Dina melihat binar kekecewaan yang mendalam di wajah Rina dan Ramdani.​“Dia bohong, Ma, Pa! Jangan percaya!” seru Dina histeris. Ia berusaha melangkah maju, tangannya terjulur ingin meraih ibunya, namun tatapan tajam sang ayah menghentikannya. “Semua yang dia katakan itu fitnah! Dia hanya ingin menutupi keburukannya sendiri!”“Dina ... kamu beneran sudah tidur dengan pria ini?" tanya Rina dengan

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 102. Terbongkar

    “Kamu pikir kamu sudah menang?” desis Arka dengan nada mengancam. “Jangan lupa, aku juga punya rahasiamu yang bisa menghancurkanmu dan keluargamu seketika.”Arka menatapnya dengan tatapan merendahkan seolah Dina tidak lebih dari sampah yang menjijikan di matanya. “Aku akan pergi ke rumah orang tuamu sekarang dan membongkar semua perselingkuhanmu dengan Davin,” desis Arka. Dina terpaku, telapak tangannya mulai mendingin.“Bagaimana reaksi ibumu nanti saat melihat anak yang selama ini ia banggakan, ternyata melakukan hal yang menjijikan di belakang suaminya sendiri?” lanjut Arka, senyumnya terasa menyakitkan di mata Dina. Arka terkekeh sinis melihat perubahan ekspresi Dina. “Mari kita hancur bersama, Dina!” “Mas, jangan lakukan itu! Aku mohon!" seru Dina dengan suara bergetar. Ia bersujud menahan kaki Arka. “Bayangkan bagaimana reaksi ibumu nanti. Semoga saja dia tidak terlalu terkejut sampai mati di depan matamu!" Arka tertawa puas menyaksikan ketakutan yang terpancar jelas di waj

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 101. Kehilangan segalanya

    Dina dengan cepat menyembunyikan ponselnya di balik saku bajunya, lalu keluar dari kamar mandi dengan wajah setenang mungkin. Namun, Arka sudah berdiri tepat di hadapannya, menatapnya penuh selidik.​Tanpa basa-basi, Arka menyodorkan telapak tangannya. "Mana ponselmu?"​Dina membelalakkan mata, mencoba menutupi kegugupannya. "Ponsel?" ulangnya, berusaha mengulur waktu.“Ya, mana ponselmu? Berikan padaku!" tuntut Arka dengan nada memerintah.​Dina sekuat tenaga menahan diri agar tidak panik. Jantungnya berdegup kencang karena video rekaman tadi masih tersimpan di sana. Belum lagi riwayat panggilan dan pesan terakhir dari Davin yang belum sempat ia hapus. Jika ponsel itu jatuh ke tangan Arka, hancurlah semua rencana mereka.“Untuk apa, Mas?" tanya Dina, mempererat genggamannya pada benda di balik saku bajunya. Ia tidak akan menyerahkan benda itu begitu saja.“Kemarikan, Dina!" bentak Arka, langkahnya maju satu tapak untuk mengintimidasi.“Tidak, Mas. Aku tidak mau. Ini ponselku dan ini

  • Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya   Bab 100. Belum cukup

    Namun, tepat sebelum telapak tangan Arka menghantam kulitnya, suara dering ponsel tiba-tiba memecah ketegangan yang mencekam itu. Dina perlahan membuka mata, menatap tangan Arka yang membeku di udara; seolah waktu berhenti tepat satu detik sebelum serangan itu mendarat di wajahnya.​Dina bisa merasakan napas pria itu yang masih memburu di depan wajahnya, membawa hawa panas dari amarah yang meledak-ledak. Ia melihat wajah Arka yang merah padam karena kebencian, namun sorot mata beringas itu seketika teralih oleh getaran di sakunya. Perlahan, cengkraman kuat di leher Dina melonggar saat tangan kanan Arka turun untuk merogoh ponselnya, memberikan celah bagi Dina untuk kembali menghirup udara dengan rakus.​Tubuh Dina merosot ke tembok sambil berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya ke paru-paru yang terasa sesak. Sementara itu Arka terlihat gusar saat melihat layar ponselnya. Pria itu berdehem pelan mencoba menetralkan suaranya sebelum menjawab panggilan tersebut. “Halo, Kek?” Dina

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status