Share

21. Sakit

Author: Daralist
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-18 06:33:05

Ernest memandang pesan itu dengan kening sedikit berkerut agak lama, sebelum kemudian membuka isi videonya.

Di layar ponselnya yang kecil itu bergerak lincah seorang perempuan tanpa hambatan di dapur rumahnya. Wajahnya fokus tanpa ada sedikitpun terganggu dengan keadaan sekitar. Keheningan yang menyebar di dapur itu justru terasa seperti seorang teman yang memandunya dalam membuat hidangan.

Ernest keluar dari video tenang nan asri itu lalu membalas pesan dengan singkat.

[Enyahlah!]

Pesa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   123. Orang dari Masa Lalu

    Evelyn membeku di tempatnya duduk untuk sementara waktu. Pikirannya tampak kosong sesaat, seolah-olah orang dengan nomor tanpa nama itu adalah seseorang yang tidak dia kenal. Namun, di sudut terdalam pikirannya, Evelyn masih bisa mencerna kata ayah yang tertulis pada pesannya.Pada akhirnya, Evelyn tidak membalas pesan itu. Dia hanya meletakkan ponselnya di meja, lalu pergi ke kasur untuk berbaring dan bersiap untuk tidur siang. Evelyn bahkan tidak sadar apa yang tengah dia lakukan sekarang. Pikirannya masih kosong dan matanya hanya terfokus memandangi langit-langit kamarnya yang berwarna putih.Evelyn bergumam di kesunyian kamarnya, “Kenapa semuanya terjadi dalam satu hari ini?”Perasaan lelah yang tidak tahu penyebabnya itu menghantamnya dengan keras. Matanya yang terfokus pada langit-langit kamar itu juga mulai buram. Evelyn baru menyadari bahwa dia sedang menangis ketika air matanya meluncur ke pipinya dalam diam.Meski begitu, Evelyn hanya berbaring miring sambil menahan isak t

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   122. Perasaan yang Ditekan

    Ernest tahu bahwa ibunya hanya ingin yang terbaik untuknya. Sebab itulah ketika dia mulai terlihat tertarik pada Evelyn, ibunya mulai memberinya pandangan lebih.Di sisi lain, Lidya merasa tertampar mendengar Ernest berkata bahwa sikapnya kekanakkan. Dia memang merasa bukan dirinya yang saat ini mengambil alih, tetapi seorang ibu yang belum siap anaknya pergi bersama orang lain. Padahal dia lah yang paling ingin agar Ernest mendapat pendamping.“Untuk saat ini tenang lah ibu,” kata Ernest dengan suara pelan. “Ibu tahu bahwa aku tidak akan berpikir berlebihan, kan?”“Ibu … aku sudah dewasa sekarang.”Ketika Ernest selesai bicara, hati Lidya sudah tenang dan rasionalitasnya pun sudah kembali. Dia tidak lagi bersikeras merasa benar seperti tadi. Sikap keras yang ditunjukkan pada Evelyn sebelumnya hanyalah agar Evelyn takut padanya.Lidya menghela napas lelah dengan kerut di kening yang masih terlihat, “Jika kamu sudah merasa dewasa, seharusnya kamu tahu bahwa kalian tidak sepantasnya ber

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   121. Tahu Mana yang Baik dan Benar

    “Mungkin Anda sudah lupa, tapi saya bukan lagi bagian dari keluarga Rowan.”Setelah mengatakan itu, baik Evelyn maupun Lidya saling berpandangan. Itu adalah Lidya yang lebih dulu mencibir sambil mengerutkan kening.“Sekarang aku tahu sifatmu yang sebenarnya. Setelah tumbuh baik dan besar di keluarga Rowan, kamu justru tidak mengakuinya ketika mereka jatuh memalukan seperti ini?”“Ibu, berhentilah memprovokasi. Ini bukan rahang kita,” tegur Ernest.“Bukankah aku bilang kamu tidak boleh menyela?!” balas Lidya sengit. Jejak ketidaksukaan Lidya saat memandang ke arah Evelyn semakin pekat. Dia jelas tahu bahwa putranya kini benar-benar memiliki kedekatan setelah bermalam bersama di villa kemarin. Padahal hanya satu hari, tapi perubahannya sebesar ini.Perasaan takut mulai merayapi Lidya. Padahal dia hanya menggertak ketika menyebut tentang cucu, sekarang dia merasa tuduhan yang dia layangkan justru terlalu berlebihan. Dia takut itu menjadi kenyataan.Di sisi lain, Evelyn tidak tahu apa ya

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   120. Sudah Bersenang-senang?

    Bukan tanpa alasan Evelyn bersikap demikian. Pemandangan di depannya ini benar-benar tidak bisa lagi dia pikirkan semalam. Entah apa yang ada di kepala Ernest sampai berbuat sejauh ini.Tadi pagi, Evelyn bangun seperti biasa dengan tugas memasak seperti biasanya juga. Namun, Ernest memanggilnya dan menyuruhnya untuk pergi ke kolam terlebih dahulu.Sekarang dia sudah ada di tepi kolam tebing itu, sambil tercengang melihat meja panjang dengan berbagai macam bahan masakan serta peralatan memasak yang ada di atasnya.“Kemarilah,” ajak Ernest. Tangannya terulur ke arah Evelyn.Evelyn terdiam di tempatnya berdiri. Kakinya kaku ketika lagi-lagi penampilan kasual Ernest tampak mengacaukan konsentrasinya.Untungnya Evelyn sadar tepat waktu, sebelum kemudian pergi ke arah Ernest, tapi dengan jarak tertentu. Tidak jauh, tetapi juga tidak dekat.Ernest mengerutkan keningnya, “Apakah kamu menghindari ku sekarang?”“Saya tidak menghindar, hanya menjaga jarak saja,” jawab Evelyn dengan senyuman.Er

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   119. Tidak Mau Membicarakannya

    “Hanya dalam satu jam, beritanya sudah menjadi ramai diperbincangkan.” Suara Jack tampak tenang saat melaporkan, seolah dia sudah biasa mendapat perintah seperti itu. Dia juga memberikan beberapa informasi pasar saham keluarga Rowan serta keluarga Durant yang kini memiliki hubungan besan lewat pernikahan Sira dan Kevin. “Kirimkan beberapa tautan berita yang bisa aku baca secara ringkas,” ujar Ernest sambil melihat pintu villa yang tidak lagi menampakkan sosok Evelyn di sana. “Baik, saya akan mengirimkannya segera,” balas Jack dari seberang telepon. Setelah selesai, Ernest mematikan ponselnya dan masuk ke villa. Wajahnya tidak lagi menampilkan kelembutan dan keceriaan saat bersama Evelyn sebelumnya. Yang ada hanya dingin dan pendiam seperti dirinya sebelumnya. “Mereka terlalu banyak menuntut,” bisik Ernest. Ernest hanya tidak menyangka selama Evelyn di sana, tidak ada satu pun keluarga yang mau menyambutnya. Ketika mereka mendapat balasan dengan aib yang menyebar ke publik sepert

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   118. Panggil Namaku

    Ernest ternyata sudah duduk sambil menonton drama keluarga Rowan yang kini semakin memanas. Hanya Evelyn yang masih terpaku pada tempatnya.Evelyn kemudian menoleh kembali pada mereka yang dulu dia anggap keluarga, sekarang bertengkar dan saling melemparkan kata-kata kotor tanpa menahan diri.Evelyn memutuskan berpaling tepat ketika Sira berseteru sengit dengan Tiara, menyangkal fakta apapun yang Tiara coba katakan.“Ayo pulang saja,” ajak Evelyn pada akhirnya.Ernest tidak mengatakan apapun saat Evelyn menjawab dengan lemah seperti itu. Dia hanya berdiri dari duduknya, lalu menggandeng tangan Evelyn dalam diam.Evelyn agak terkejut dengan tindakan Ernest yang mendadak, tapi di sisi lain, dia juga menikmatinya dan membiarkan tangan Ernest menariknya pergi dari kerumunan itu.Untung saja kebanyakan orang lebih banyak terfokus pada drama keluarga Rowan. Mereka jadi bisa meninggalkan acara kacau yang tidak lagi bisa diselesaikan dengan mudah oleh orang-orang yang terlibat.Eveleyn kemudi

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   97. Bertingkah Aneh

    Ketika mata Ernest bertemu pandang dengan Evelyn, dia secara refleks menghindar dan mencoba menutupi kegugupannya dengan batuk palsu. Baru saat itulah Ernest merasakan bahwa tenggorokannya sudah kering sejak tadi. Memang, Ernest merasa bahwa hari ini berbicara banyak dengan Alex tentang Evelyn memb

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   96. Apakah Aku Bisa Kembali Saja?

    "Apa yang kau lakukan?!" teriak Ernest seraya bangkit dari duduknya dan mencoba untuk meraih ponsel di tangan Alex. Alex yang sudah siap dari awal itu menghindar dengan cepat dan tanpa diduga, Robby menghalangi Ernest untuk mencapai Alex. Ernest mengurutkan kening dengan kesal, "berikan ponsel

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   95. Bereaksi Terlalu Keras

    Semua orang akhirnya tersadar dengan apa yang dikatakan oleh Alex. Meski mereka sedikit terkejut karena Alex bisa melihat kotak makan siang yang sedikit jauh dari Ernest, mereka pada akhirnya saling menatap dan kini masing-masing mendelik ke arah Ernest. "Kamu tidak mau makan sarapanmu hari ini?

  • Dibuang Keluarga, Diperistri CEO Berkuasa   91. Dia Sudah Berani Mengancam

    Pandangan Ernest tampak dingin dan menusuk saat melihat dua wanita yang dia lindungi ini Tengah berdebat. Ernes bingung apa yang mereka lakukan sampai bisa membuat mereka berdebat seperti itu. “Apa yang terjadi dengan ibu sampai seperti ini? Itu adalah masalah Evelyn, seharusnya ibu tidak perlu ik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status