Share

Dibuang Suami Dikejar Berondong
Dibuang Suami Dikejar Berondong
Penulis: Sidney Fellice

Bab 1

Penulis: Sidney Fellice
last update Tanggal publikasi: 2026-09-23 16:00:19

"Izinkan suamimu menikah lagi, maka kau tak perlu diceraikan." 

Kalimat frontal ibu mertuanya membuat darah Alena berdesir. Semua mata di ruang keluarga itu serta merta tertancap padanya, menunggu keputusan. 

Alena Athala, wanita 29 tahun yang lima tahun lalu resmi menyandang status Nyonya Ravian Martin, kini hanya berdiri kaku di tengah ruangan, tanpa pembelaan dari siapapun. Mereka semua telah sepakat dan hanya menunggu jawaban Alena.

"Kenapa diam saja? Ibu mertuamu sedang bertanya," desak salah satu tente mewakili yang lain.   

"Diam saja seperti patung, tidak sopan!" seorang paman ikut menimpali dengan nada jengkel. 

“Ravian mau meresmikan hubungan dengan selingkuhannya, kenapa aku yang diminta berkorban?” tanya Alena tak mengerti.

“Alena, jangan bersikap seolah kau dikorbankan.” Sang tante menyela dengan wajah dingin. 

"Betul. Ravian masih bersedia mempertahankanmu. Itu sudah bagus.” timpal sepupu Ravian. “Tidak semua wanita seberuntungmu. Padahal kau hanya ibu rumah tangga biasa tanpa kontribusi apapun.”

“Tanpa kontribusi?” Alena menyelak dengan tajam.

“Kalian mungkin lupa, keluarga Athala membantu keluarga Martin memperbesar bisnis hingga seperti sekarang. Setelah orang tuaku tiada, perusahaan keluargaku bahkan dilebur dengan perusahaan keluarga ini. Apa itu bukan kontribusi?” 

Sekarang, semua orang terdiam. Mungkin tak menyangka menantu pendiam itu akan membalas dengan tajam. 

Alena menatap semua orang yang menghakiminya satu persatu. Ibu mertua, ipar, paman, tante, sepupu hingga keponakan suaminya.

“Semua orang di ruangan ini ikut merasakan kehidupan mewah yang dibangun dari sokongan keluarga Athala. Tapi, jangankan berterima kasih. Kalian mengingatnya pun, tidak.”

Sindiran itu membuat semua orang saling pandang dengan wajah kesal.

“Selama lima tahun, aku mengubur impian, mendedikasikan seluruh waktu, tenaga dan pikiranku untuk merawat keluarga ini. Jika akhirnya kalian lebih memilih menumbalkanku, maka bukan salahku jika aku bereaksi keras,” lanjut Alena makin berani. Ini mungkin kalimat terbanyak yang pernah dia ucapkan selama tinggal di keluarga itu.

Rossa Martin—ibu mertuanya—segera berdiri sambil memasang wajah sedih.

"Aku memberimu pilihan paling bagus dan masuk akal, Alena. Jangan berharap lebih dan memberatkan Ravian lagi."  

Masuk akal? 

Alena nyaris tertawa menatap wanita tua manipulatif itu. Karena baginya, itu adalah penawaran paling konyol yang pernah dia dengar. Dan hanya satu jawaban yang pantas untuk penawaran itu. 

"TIDAK!" 

Suara Alena terdengar sangat tegas begitu mengucapkan penolakannya. 

Mata Rossa membelalak terkejut. Semua orang pun spontan bereaksi keras. Tuduhan, makian dan amarah meluap memenuhi udara dalam ruangan itu. 

Alena tak bergeming. 

"Ralat kembali keputusamu itu! atau... kau akan menyesal seumur hidup," ancam Rossa geram.

Tadinya dia pikir Alena akan menurut seperti biasa. Namun ternyata, menantu pendiam yang dia anggap lemah itu kali ini berani memberontak dan menolaknya di depan seluruh keluarga inti. Mau ditaruh dimana lagi mukanya? 

"Alena, aku tak akan bertanya lagi!" ulang Rossa mengancam. 

Alena mengangkat dagu dan kembali membuka mulut. 

"Aku juga tak akan merubah jawabanku lagi." 

"Kau—" Rossa memegangi dadanya yang sesak. Alena bahkan tidak lagi memanggilnya ibu seperti biasa. 

"Aku menolak dimadu dan memilih bercerai!" ulang Alena nyaring, tanpa ragu. 

Brak! 

Pintu ruangan terbuka keras. 

Ravian masuk dengan tergesa. Wajahnya memerah dengan rahang mengeras. Tanpa basa-basi, dia langsung menuju ke arah Alena dan menarik lengan istrinya dengan kasar. 

"Apa yang baru saja kudengar? Katakan padaku itu tidak benar, Alena!" 

Alena terdiam tanpa berkedip. 

"Apapun yang kau dengar, maka itu tidak salah," lirih alena tenang. "aku baru saja membuat keputusan." 

"Kau gila?" teriak Ravian marah. "Menurutmu pernikahan kita sebuah lelucon?" 

"Kau yang membuatnya jadi lelucon." Alena menyela cepat dan bergegas melepaskan diri dari cengkeraman Ravian. 

"Alena! Suamimu berusaha untuk mempertahankan pernikahan demi dirimu dan anak kalian, kau benar-benar tidak tahu terima kasih." Suara Risya, adik iparnya ikut terdengar menekan. 

Alena tersenyum kecut. 

Dia tahu persis, Ravian tidak melakukan itu demi dia ataupun putranya. Tapi demi kepentingannya sendiri. Begitu pula dengan keluarga ini. Mereka tak pernah memikirkan nasib Alena, mereka hanya khawatir rumor yang akan merebak di luar merusak reputasi Ravian dan menodai nama baik keluarga Martin. 

Alena menatap Ravian tajam. "Kau sudah mendapatkan jawabanku, urusan kita selesai," desisnya lalu melepas cincin pernikahan dari jarinya. 

Ravian mengamati dengan was-was.

Alena mengangkat cincin itu tinggi-tinggi di depan wajah Ravian. “Kau tak bisa menukar harga diri seorang wanita dengan sekeping logam.”

Bersamaan dengan itu, cincin tadi terhempas dari tangan Alena dan menggelinding di lantai. Alena pun berbalik pergi tanpa keraguan. 

"Alena, hentikan!" Ravian menyusul Alena dengan tergesa. Berusaha keras menghadanganya.  

Mau tak mau, Alena harus kembali menghentikan langkah yang sudah hampir melewati pintu. Bibirnya terkunci rapat, namun tatapan matanya jelas melayangkan pertanyaan. 

Kenapa Ravian harus mencegahnya pergi setelah mengusirnya secara halus dari hidup pria itu? 

"Alena..." napas Ravian tersengal. "Apa kau lupa pengorbananku untukmu selama lima tahun ini?" 

Senyum simpul terbit di wajah Alena yang dingin. "Kalau kau melepasku sekarang, kau tak perlu lagi berkorban apapun." 

Wajah kesal Ravian spontan mengendur. 

"Lagi pula, kau tidak pernah membantuku dengan gratis, Ravian." 

Napas Ravian tercekat, Alena baru kali ini menyebut namanya langsung selama pernikahan mereka. 

"Jangan lupa, aku juga membantumu memenangkan kursi pimpinan perusahaan dan memberimu gelar ayah," lanjut Alena tajam. Lalu perlahan volume suaranya mengecil. "Kau pikir aku tak tahu, masalah serius yang kau sembunyikan dari keluargamu?" 

Ravian langsung pucat.  

Dia menatap Alena dan keluarganya bergantian.  

Bagaimana Alena bisa tahu tentang hal itu?

"Aku tunggu surat cerai itu secepatnya, Tuan Ravian Martin." 

Kali ini, Alena sungguh pergi tanpa bisa dicegah oleh siapapun. 

"Ravian, kenapa kau biarkan dia pergi?" Teriak Rossa terkejut. Namun Ravian hanya terdiam dengan ekspresi kebingungan yang sulit diutarakan. 

** 

Pagi itu, sepucuk surat mendarat di tangan Alena. 

Sebelah alisnya sedikit terangkat saat memastikan bahwa itu adalah undangan pertunangan dari mantan suaminya, Ravian Martin. 

Tiga bulan berlalu setelah palu sidang perceraian mereka diketuk.  

Alena mulai membangun hidupnya dari nol dengan membuka kantor konsultan pesta. Ravian tak memberinya sepeserpun harta perceraian. Bukan hanya itu, dia juga merebut paksa hak asuh anak dari tangan Alena yang tak berdaya. 

"Dasar sinting! Baru tiga bulan bercerai, dia sudah mau buat pengumuman ke semua orang? Apa dia sungguh tidak memikirkan nama baikmu?" Kristi—sahabat sekaligus asisten Alena—menyemburkan amarahnya dengan gemas. 

Alena mengulum senyum, tidak terkejut sama sekali. Dia hanya tak menyangka, Ravian tak melepaskannya untuk bernapas lega, bahkan setelah mereka resmi bercerai. 

"Jangan pergi! Mereka mengundangmu pasti untuk mempermalukanmu di sana." 

"Aku tahu,” lirih Alena pasrah. “Tapi kalau aku tidak pergi, aku akan kehilangan kesempatan bertemu putraku."  

"Ah... benar juga." Kristi menepuk jidat, seperti baru tersadar. "Mereka pasti sudah menebak kau tak bisa menolak karena Arion. Benar-benar jahat." 

Alena tertunduk menatap layar ponselnya. Gambar bocah laki-laki berusia hampir lima tahun muncul di sana. Tersenyum lebar di depan sebuah kue ulang tahun. Pelupuk mata Alena perlahan mulai berair.  

Tiga bulan. Tak sekalipun dirinya diijinkan menemui Arion. Kesempatan bertemu putranya ini, tak akan dia lewatkan walau harus menanggung malu. 

"Kalau kau mau datang ke sana, jangan datang sendirian," ujar Kristi memecah lamunan Alena.  

"Kau tak perlu menemaniku, Ravian benci padamu juga. Aku tak mau kau terseret." 

"Bukan denganku, tapi dengan pasangan barumu." 

Alena refleks menoleh terkejut pada Kristi. "Maksudmu?" 

"Aku akan mencarikanmu pria yang bisa disewa untuk semalam. Dia akan menemanimu sebagai kekasih palsu agar kau tidak jadi bulan-bulanan di sana. Anggap saja dia juga jadi bodyguardmu," jelas Kristi terencana. 

"Aku rasa... itu sedikit nekat." 

"Ini demi harga dirimu di depan keluarga Ravian," potong Kristi cepat. "Tenang saja, akan kucari pria paling tampan di kota ini dan tentu saja masih muda. Biar bedebah itu tahu, kalau bukan hanya dia yang bisa mendapatkan daun muda." 

Alena tersenyum kecil mendengar ide gila sahabatnya itu. Dia merasa solusi Kristi cukup bagus.

“Ravian dan keluarga Martin menunggu untuk tertawa melihat hidupku yang menyedihkan. Sayangnya, itu tak akan kubiarkan.” 

** 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 6

    “Aku baru bertemu anakku, tolong beri kami waktu lagi.” Alena memasang wajah memelas. Tapi pelayan itu tetap bereaksi datar. “Izin anda dari Tuan Ravian hanya sebentar.” Leon segera maju. “Sebentar atau lebih lama, apa bedanya? Mereka hanya bertemu. Kenapa kalian suka sekali mempersulit sesuatu?" Pelayan itu tersentak dan menunduk ragu. “Saya cuma—” “Kalau begitu tunjukkan perintah yang mengatakan berapa menit dia boleh memeluk anaknya.” Pelayan itu tidak bisa menjawab. Pengasuh Arion juga ikut bungkam. Leon menunjuk kursi di dekat mereka. “Biarkan mereka duduk. Tak ada yang mau membawanya kabur.” Kalimat tegas Leon mau tak mau membuat pelayan itu harus mundur. Alena menatap Leon dengan mata berkaca-kaca. “Terima kasih.” “Jangan berterima kasih dulu. Aku masih perlu dibayar untuk pekerjaan ini,” bisik Leon membantu Alena duduk memangku putranya. “Sayang, ini teman Mama. Namanya Paman Leon.” Arion langsung memandang Leon dari ujung kepala hingga kaki dengan pandangan curi

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 5

    "Apa maksudmu?"Nyonya Rosa segera tersenyum, berusaha meredam suasana sebelum perhatian para tamu semakin tertuju kepada Alena.“Anak muda, sepertinya kau salah memahami keadaan.”Nada suaranya terdengar lembut, tetapi sorot matanya memperingatkan.“Arion sedang bersama pengasuhnya. Anak kecil tentu tidak seharusnya dibawa ke tengah urusan orang dewasa. Lagipula, acara pertunangan Ravian dan Sera sebentar lagi dimulai. Kami tidak ingin masalah keluarga mengganggu kebahagiaan mereka.”Beberapa tamu mengangguk kecil. Nyonya Rosa tersenyum kepada mereka seolah semuanya baik-baik saja.“Silakan semua kembali menikmati jamuan. Acara utama akan segera dimulai,” seru wanita tua itu sebelum mendekati Ravian dan berbisik, “biarkan mereka bertemu.”Ravian langsung menoleh. “Tidak, Bu.”“Kau mau kita semua menjadi bahan pembicaraan?”Rahang Ravian mengeras. Nyonya Rosa menghela napas.“Ini bukan lagi soal kau dan Alena. Ini soal keluarga kita. Lihat sekelilingmu. Semua orang memperhatikan.”Ra

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 4

    Senyum Leon semakin lebar.“Bukan. Aku pria sewaanmu. Kristi hanya perantara," ralatnya dengan santai.Alena langsung mundur menjauh. Tanpa membuang waktu dia berbalik, mengambil ponsel dan menelepon Kristi. “Aku butuh penjelasan soal pria yang kau sewa,” tuntutnya begitu panggilannya diangkat. Di seberang sana, Kristi terdengar gugup.“Alena, dengarkan aku dulu. Aku benar-benar tidak punya pilihan lain.”“Tidak punya pilihan lain?” Alena melirik Leon yang masih berdiri santai tak jauh darinya. “Dari semua pria di kota ini, kenapa kau memilih dia?”“Semua pria di kota ini tahu kalau kau mantan istri Ravian. Tidak ada yang berani menyinggung keluarga Martin hanya demi bayaran yang tidak seberapa. Aku sudah menghubungi hampir semua pria yang bisa kutemukan.”Kristi buru-buru melanjutkan sebelum Alena menyela.“Begitu mereka tahu siapa yang akan mereka dampingi, semuanya menolak. Bahkan ada yang langsung mematikan telepon.”Alena menarik napas panjang. “Harusnya kau bilang lebih awal.”

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 3

    Semua orang menoleh terkejut ke arah suara asing itu. Langkah yang jelas dan tegas membelah kerumunan hingga memunculkan sosok seorang pemuda dalam balutan stelan jas hitam yang rapi. Semua orang kembali berdesis, terutama tamu wanita. Mereka takjub pada tampilan dan kharisma pemuda itu. Postur ideal yang menarik, rahang yang tajam, serta senyum menawan. Aura tenangnya membuat suasana yang semula penuh ejekan mendadak berubah. Bisikan para wanita langsung terdengar. “Siapa dia? Ya, Tuhan, tampan sekali.” “Dia tamu keluarga Martin? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?” "Dia masih sangat muda, mungkin hampir seumuran putraku." Tatapan kekaguman itu kian meluas. Alena menyipitkan mata. Entah kenapa, ada sesuatu yang terasa sangat dikenalnya dari pria itu. Semakin dekat, wajahnya semakin jelas. Lalu Alena mendadak terpaku. Leon? Jantungnya seperti berhenti sesaat. Alena mengerjapkan mata berkali-kali. Tidak salah lagi, pemuda yang membuat ruangan itu berdecak adalah Leon San

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 2

    Malam itu, Alena berdandan lebih berani dari biasanya. Dia mengenakan gaun terbaik yang sanggup dia beli, tak lupa menata rambut dengan teliti. Malam ini, dia tidak boleh terlihat seperti perempuan yang kalah. Sebelum berangkat, Alena menghubungi Kristi. “Dimana pria sewaanmu itu? Pesta sudah hampir dimulai.” “Alena, kau berangkat duluan. Dia akan menyusul.” “Dia sudah tahu tempatnya? Bagaimana dia akan mengenaliku nanti?” “Dia akan menghubungimu setelah sampai.” Kening Alena berkerut. Nada suara Kristi terdengar aneh. Cepat dan sedikit panik. “Kristi, kau dimana?" "E... sudah dulu, ya. Tunggu saja dia mencarimu." "Tapi—” Tut. Telepon terputus. Alena menatap ponselnya dengan kesal. “Astaga, anak ini kenapa? Setidaknya beritahu aku siapa namanya,” keluh Alena pada layar ponsel. Jarum jam terus berdetak. Alena tak mau membuang waktu. Dengan langkah berat, dia meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya. Satu-satunya yang tersisa dan luput dari keserakahan keluarga Martin.

  • Dibuang Suami Dikejar Berondong    Bab 1

    "Izinkan suamimu menikah lagi, maka kau tak perlu diceraikan." Kalimat frontal ibu mertuanya membuat darah Alena berdesir. Semua mata di ruang keluarga itu serta merta tertancap padanya, menunggu keputusan. Alena Athala, wanita 29 tahun yang lima tahun lalu resmi menyandang status Nyonya Ravian Martin, kini hanya berdiri kaku di tengah ruangan, tanpa pembelaan dari siapapun. Mereka semua telah sepakat dan hanya menunggu jawaban Alena."Kenapa diam saja? Ibu mertuamu sedang bertanya," desak salah satu tente mewakili yang lain. "Diam saja seperti patung, tidak sopan!" seorang paman ikut menimpali dengan nada jengkel. “Ravian mau meresmikan hubungan dengan selingkuhannya, kenapa aku yang diminta berkorban?” tanya Alena tak mengerti.“Alena, jangan bersikap seolah kau dikorbankan.” Sang tante menyela dengan wajah dingin. "Betul. Ravian masih bersedia mempertahankanmu. Itu sudah bagus.” timpal sepupu Ravian. “Tidak semua wanita seberuntungmu. Padahal kau hanya ibu rumah tangga biasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status