Share

Bagian 4

Penulis: Iva puji J
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-07 22:33:03

Saat Anindya dan Zevan tengah sibuk berdiskusi dan mengerjakan tugas, tak jauh dari tempat mereka duduk, terlihat Adrian dan Viona berdiri celingukan mencari meja kursi yang masih kosong.

"Mas, itu bukannya Nindy?" Jari Viona menunjuk mengarah ke depan tempat dimana Anindya dan Zevan duduk. Wanita yang perutnya mulai membesar itu memperhatikan Anindya yang duduk bersama dengan Zevan.

Mata Adrian langsung mengarah kearah jari telunjuk Viona. Ia menyipitkan matanya.

"Sama siapa dia? Adiknya?" Tanya Viona memancing reaksi Adrian. Ia sebenarnya juga tahu pemuda yang duduk disamping Anindya bukanlah adiknya. Ia hanya ingin menunjukkan pada Adrian jika Anindya bersama laki-laki lain. Dengan begitu, Adrian akan menganggap Anindya sudah melupakan dirinya.

Kepala Adrian menggeleng setelah memperhatikan lelaki yang bersama dengan mantan istrinya itu. " Bukan adik Nindy deh kayaknya. Aku kenal bagaimana wajah adik lelaki Nindy."

"Lha terus siapa dong? Apa jangan-jangan itu pacar barunya kali ya?" Tanya Viona lagi seakan-akan ia penasaran dan ingin tahu. Padahal ia ingin memancing Adrian agar mempermalukan Anindya yang tengah berdua dengan berondong di depan umum. "Kok dia mau ya pacaran sama berondong gitu. Kek nggak ada laki-laki mapan yang mau sama dia."

"Lagian gercep banget udah dapat pacar baru dia, mana masih muda lagi. Jangan-jangan asal comot aja," cibir Viona lagi.

"Jangan ngomong sembarangan kamu!" hardik Adrian terlihat kesal. Lelaki itu membalikkan badan hendak meninggalkan area foodcourt. "Udah jangan ngurusin dia. Kita cari tempat lain saja."

"Eh ...Mas, tunggu dulu." Viona menahan Adrian dengan menarik lengan lelaki itu. "Kamu nggak penasaran sama cowok itu? Barangkali cowok itu pacar baru mantan istrimu? Kasihan amat setelah cerai sama kamu malah dapat cowok mokondo. Bisa-bisa uangnya habis diporotin sama pemuda itu."

Adrian terpaksa berhenti dan menoleh lagi. Ia menatap tajam ke arah pemuda yang duduk bersama mantan istrinya itu. Mereka tertawa-tawa terlihat bahagia. Wajah Anindya sama sekali tak menunjukkan rasa sedih setelah palu diketu menandakan resminya pisahan mereka. Hal ini malah membuat Adrian meradang karena jujur dilubuk hatinya yang terdalam ia masih mencintai mantan istrinya itu. Jika bukan karena kesalahan fatal dan terpikat oleh godaan Viona, ia tak akan melepas Anindya begitu saja.

"Nindy!" Suara panggilan Adrian membuat Anindya dan Zevan mendongakkan kepalanya. Lelaki itu menghampiri meja Anindya dengan wajah geram.

"Mas Adrian," gumam Anindya langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Rupanya kamu sudah punya pengganti Mas Adrian, Nindy. Syukurlah kalo begitu," tukas Viona terdengar seperti lega seraya melirik kearah Zevan sambil mengapit lengan Adrian mesra.

"Lelaki itu kekasih barumu?!" Dengan sedikit ragu Adrian menunjuk ke arah Zevan yang masih terbengong-bengong tak mengerti apa yang terjadi.

Anindya menoleh sebentar ke Zevan. "Kalo iya memang kenapa? Apa ada yang masalah?"

"Harusnya kamu mencari sosok lelaki yang jauh diatasku, bukan anak muda yang masih bergantung pada orang tua kayak gini," sahut Adrian sedikit ketus.

"Bisa-bisanya kamu pacaran sama pemuda yang belum jelas masa depannya kayak dia gini!" Imbuh Adrian terlihat marah. Ia melirik kearah Zevan yang sedari tadi hanya bengong.

"Lah...apa masalahnya? Suka-suka aku dong. Lagian kita sudah tidak ada ikatan atau hubungan apapun, jadi Mas nggak berhak mengomentari atau mengatur hidupk. Mau berteman dengan siapa pun terserah aku, bukan urusan Mas lagi," balas Anindya tak suka.

"Aku bicara seperti ini juga demi kebaikanmu, Nindy. Laki-laki macam dia bisanya cuma morotin kamu. Dia nggak akan bisa membahagiakanmu apalagi membuat hidupnya lebih baik," tangkas Adrian jengkel. Ia merasa Anindya mulai berani melawan dirinya.

"Sudah Mas biarin aja, nanti kalo kehabisan uang diporotin sama berondongnya baru tahu rasa," cetus Viona asal mencibir.

Adrian menoleh sebentar kearah Viona. "Dari awal aku tidak yakin kamu bisa hidup dengan benar tanpaku. Sekarang aku yakin tanpaku, hidupmu akan semakin berantakan dan sengsara."

Anindya mengepalkan tangannya. Ia merasa mantan suaminya itu terlalu meremehkannya dab sudah sangat keterlaluan mempermalukan dirinya di depan umum seperti itu. Apalagi sekarang banyang pasang matang yang melihat ke arah mereka. Adrian seakan lupa jika sebelum menikah dengannya, Anindya sudah memiliki karir yang cemerlang.

"Dia siapa sih? Sok iye banget!" Tanya Zevan lirih sambil menowel lengan Anindya dengan wajah keheranan.

"Dua penghianat nggak penting!" Jawab Anindya pendek penuh penekanan membuat wajah pasangan suami istri itu merah padam.

"Ooohhh...." Zevan membulatkan mulutnya seraya manggut-manggut.

"Sudahlah Mas, aku malas berdebat denganmu. Lebih baik kamu segera pergi dan bawa istri barumu itu juga. Muak aku lihat wajah kalian disini," ujar Anindya dengan tenang sengaja mengusir Adrian dan Viona secara halus. Ia juga kembali duduk seakan tak mempedulikan kehadiran dua orang itu.

"Nindy! Kamu!?" Adrian melotot. Wajahnya memerah.

"Udah Mas, ayo kita pergi. Kita cari tempat lain saja." Viona segera menyeret lengan Adrian lalu melangkah meninggalkan meja Anindya.

Anindya tertunduk lemas setelah kepergian dua orang itu. Tubuhnya lunglai begitu saja diatas kursi. Hatinya yang belum sembuh, kembali terasa perih. Bagaimana pun juga tak mudah melupakan lelaki yang sudah mengisi hidupnya 5 tahun belakangan ini, meski lelaki itu sudah menghianatinya dan menorehkan luka yang teramat dalam.

"Siapa lelaki itu?" Tanya Zevan penasaran.

"Dia mantan suamiku," jawab Anindya lirih.

"Ternyata kamu janda??" Mulut Zevan ternganga, menatap Anindya tak percaya.

*****

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 29

    Anindya mematut dirinya di depan cermin. Ia sudah memilih baju terbaik dan berdandan secantik juga serapi mungkin. Namun, hatinya masih ragu dan terus menatap ke cermin barangkali ada sesuatu yang kurang. Ia mengambil ponsel yang tiba-tiba berdering. Sebuah pesan masuk. Pesan dari adiknya, Haikal. Anindya memang menyuruh adiknya itu untuk datang menemaninya bertemu dengan mama Zevan. Sebenarnya ia cukup berani menghadapi wanita itu sendiri, tapi setelah berpikir lebih baik sang adik tahu dan menemaninya. "Ngapain sih pake ngajak aku segala? Bukannya ini cuma pertemuan dan makan malam biasa," protes Haikal yang enggan menemani kakaknya bertemu dengan mama Zevan. "Udah jangan bawel, tinggal nemenin doang apa susahnya sih?!" Anindya menyahuti sambil memasukkan ponsel, dompet dan beberapa barang ke dalam tas. "Kak, kamu yakin mau serius sama si Zevan itu?" Haikal menatapnya ragu. "Kenapa memangnya?" Anindya menoleh. "Ya nggak kenapa-kenapa sih, tapi dia lebih muda dari kamu.

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 28

    Nyonya Martha mengetuk-ngetuk meja seraya mengingat kejadian yang dilihatnya beberapa hari lalu. Ia masih tak menyangka jika anaknya telah banyak berubah. Ia tak bisa menyangkal jika perubahan positif itu karena kehadiran Anindya, meski hatinya belum sepenuhnya menerima. Hari ini dia juga menerima laporan dari orang kepercayaannya yang ia tugaskan untuk mencari informasi tentang kemajuan putranya di kampus. Kenyataan yang ia terima tentu sangat mengejutkan, antara senang dan terheran. Ia senang saat orang itu melaporkan jika Zevan sekarang rajin masuk kuliah, menyelesaikan tugas tepat waktu, nilai ujiannya pun naik. Progressnya sungguh membuat nyonya Martha terperangah. Sebenarnya hal inilah yang ia harapkan sejak dulu. Lalu yang membuatnya heran adalah perubahan sikap Zevan. Walau dalam hatinya menyangkal jika perubahan itu sebagian besar karena Anindya, namun ia aku bahwa kenyataannya memang seperti itu. Hal ini membuat hatinya gamang. Ia yang semula tak merestui dan berencana

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 27

    Wanita itu masih bersembunyi di balik tembok menunggu Anindya kembali ke rumah putranya. Tak lama yang ditunggu pun datang. Anindya kembali ke rumah itu dengan membawa setumpuk buku di tangan. Nyonya Martha masih memperhatikannya dari balik tembok. "Dia benar mengajari putraku?" Gumam nyonya Martha tak percaya. "Atau jangan-jangan hanya modusnya untuk mendekati Zevan?!"Setelah melihat Anindya masuk ke dalam rumah, nyonya Martha keluar dari tempat persembunyiannya dan kembali mengintip di jendela kaca. Ia melihat Zevan keluar dari kamar mengenakan kaos pendek, sarung dan juga peci di kepalanya. Selanjutnya, Zevan mengambil laptop miliknya dan duduk di sebelah Anindya. "Apa benar mereka belajar privat atau ada hal lain terjadi setelahnya?!" Nyonya Martha terus saja dengan prasangka buruknya. Ia tak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Hatinya terlanjur tidak suka dengan sosok Anindya. Apalagi Amelia mengatakan hal-hal buruk tentang wanita itu.Tanpa ia sadari, seseorang berjalan men

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 26

    "Cepat kamu kembali ke rumah dan putuskan¹ hubunganmu dengan wanita itu!" Perintahnya lantang membuat Zevan membelalakkan matanya. "Apa Ma!?! Apa telingaku tak salah dengar?!" Mata Zevan terbelalak lebar. Ia juga mencondongkan tubuhnya ke meja. "Zevan, dengarkan Mama sekali ini saja. Dia tak pantas untukmu. Selain kalian berdua tidak cocok sebagai pasangan, dia juga tak akan bisa memberimu keturunan," ujar bu Martha dengan nada tinggi. "Kamu anak Mama satu-satunya. Bagaimana bisa kamu menjalin hubungan dengan wanita mandul yang tak akan bisa memberimu anak? Siapa yang akan menjadi penerus perusahaan kita jika anak satu-satunya yang Mama miliki tak memiliki keturunan? Apa kamu tidak pernah berpikir sejauh itu?" Nyonya Martha terlihat sangat ngotot. "Mama belum mengenal siapa Anindya? Dia bukan wanita mandul, Ma. Percayalah padaku??!" Wajah Zevan memelas. Ia berharap hati sang mama melunak dan mau menerima kehadiran Anindya secara perlahan."Jangan egois kamu Zevan! Pikirkan juga

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 25

    "Aku sudah memperingatkannya tapi dia tak mau tahu!" Ujar nyonya Martha kesal. Amelia datang ke rumah keluarga Martha untuk berbicara setelah ia menekan Anindya. Amelia adalah putri dari teman baik nyonya Martha. Mereka sudah berteman baik sejak jaman kuliah. Mereka memiliki kesepakatan untuk menjodohkan anak-anak mereka suatu saat nanti. Hal ini lah yang membuat Amelia seperti diatas angin karena mendapatkan dukungan dari calon mertuanya sendiri. Ia tak peduli Zevan mencintainya atau tidak, baginya yang terpenting adalah masuk dalam keluarga Matha dan menjadi nyonya muda disana. Masalah jatuh cinta bisa diaturnya seiring berjalannya waktu. "Aku rasa Zevan pasti diguna-guna olehnya Tante," ujar Amelia mengompori. Ia akan melakukan berbagai cara untuk memisahkan Zevan dan Anindya, juga membuat nama baik wanita itu terlihat jelek di mata nyonya Martha. "Apa kamu yakin?" Nyonya Martha menatapnya penuh keraguan. Amelia menganggukkan kepalanya. "Maksudku di jaman modern seperti s

  • Dibuang suami, dikejar berondong manis    Bagian 24

    "Tugasmu sudah aku periksa." Anindya menutup map yang baru saja diperiksanya. "Semuanya bagus. Kamu memgerjakannya dengan benar. Kamu bisa kembali ke mejamu." Perempuan itu mengambil map yang diulurkan oleh Anindya, namun ia tak segera beranjak pergi. Ia masih tetap berdiri di depan Anindya. "Ada hal lain lagi?" Anindya menoleh. "Saya ingin bicara penting pada Anda," jawabnya datar. "Hal penting? Soal apa?" Anindya mengerutkan dahinya. Ia merasa semuanya sudah ia ucapkan, jadi tak ada hal lain lagi yang perlu dibicarakan. "Semua sudah aku periksa. Tugasmu bagus, kamu mengerjakannya dengan baik. Aku juga sudah memberikan laporan yang baik pada dosen kalian. Ini penting sebelum masa magang kalian disini selesai. Apa aku melewatkan sesuatu?" Papar Anindya terheran. Perempuan itu bernama Amelia. Dia satu kelompok dengan Zevan dan masuk dalam timnya. Selama kurang lebih 3 bulan ini, Anindya merasa bahwa kerja Amelia baik. Gadis itu menyelesaikan semua tugas tepat waktu dan r

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status