Startseite / Romansa / Dibutakan Cinta CEO Tampan / Chapter 95. Dipandang Sebelah Mata

Teilen

Chapter 95. Dipandang Sebelah Mata

last update Veröffentlichungsdatum: 30.11.2025 20:52:12

“Permisi! Saya kepala pengawas gabungan dari Dasena Group yang baru. Apa ruangan sudah disiapkan?”

Pegawai di balik meja administrasi itu menyusuri penampilan Shen dari ujung sepatu sampai ujung rambutnya yang menjuntai diikat satu. Pakaiannya normal, bahkan terbilang lebih sederhana dari sekedar penampilan anak magang.

Bukan tanpa alasan, Shen hanya sudah membulatkan tekad tidak ingin dikuasai oleh kekuasaan itu sendiri. Dulu ia menikmati semua yang ia dapatkan, Hanya bisa membuatnya semaki
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 112. Membuat Salah Paham

    Tok! Tok!“Masuk!”“Hi! Apa kau sibuk?” “ ... Ya?”Emily langsung masuk tanpa kecanggungan. Ia duduk di depan Shen seolah akrab, membuat Shen sedikit kebingungan.“Makan malam tim, kau ikut kan?”Shen menggeleng, “Aku harus pulang ke Seapearls.”“Oh ayolah!” Emily menampakkan wajah kecewa, “Semua orang ingin kau hadir. Bukannya tidak sopan menolak keinginan rekan-rekan kerjamu?”Apa lagi kali ini? Apa yang dia katakan memang benar, tapi ... Seperti kepalsuan.Shen memandang penuh selidik secara terang-terangan. Ia tidak mau kecolongan lagi setelah menderita sekian lama. Emily berubah dalam satu malam? Cinderella saja berubah di jam 12 malam dan kembali ke kehidupan lamanya.EhMana mungkin ia percaya?“Aku tidak mengerti kenapa kau mengajakku kali ini, “ Shen menjawab, “Ada rencana baru lagi?”Wajah Emily langsung pucat. Ia tak menduga Shen bisa waspada atas ajakannya yang memang normal. Jangan sampai ia menolak, Ruby bisa kecewa dan rencana mereka berantakan.“Aku hanya

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 111. Merencanakan Jebakan

    “Kapan kau suruh datang?”“Sebentar lagi, katanya ke kantor sebentar.”Ruby terdiam. Rasanya sudah tak sabar akan melanjutkan rencana yang sudah mereka susun bersama Emily. Seseorang yang ditunggu itu pun mulai menampakkan batang hidungnya. Ia berjalan tenang, seolah sedang menikmati dunia yang indah, di mana karpet merah sudah tersedia untuk dia injak.Wajahnya tersenyum, tapi penuh kelicikan.Ia melihat Ruby dan Emily tengah gelisah, membuat ia semakin percaya diri, tanpa dirinya, usaha semua orang akan sia-sia, terutama dalam berbuat onar.“Kalian sangat tidak sabaran!” ucapnya kemudian sambil duduk di hadapan dua wanita itu.Yang satu menghela nafas, satu lagi terlihat antusias.Ruby senang dengan kehadiran Anton di sana.“Cara kecil tidak mempan lagi. Kita harus pakai cara kasar!”“Apa yang coba kau pikirkan?” Ruby berusaha tenang dengan menyeruput teh-nya. Ia tak mau kelihatan buru-buru karena terdesak.“Pabrik Ranjaya.” Seketika itu mata Ruby melotot sempurna. Ia ta

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 110. Menjenguk

    “Bagaimana kabarmu?”“Siapa yang bilang kalau aku di sini?”Wajah yang tadinya cemas kini berubah tersenyum.“Kakakmu. Maaf aku tidak tahu soal kejadian ini! Kemarin aku menjemput istriku pulang dari rumah sakit.”“Seharusnya kau terus menemaninya, pak.” Jawab wanita itu lesu. Berharap apa dia soal pria yang sudah beristri? “Aku juga mengkhawatirkan rekanku. Apalagi itu karena salah satu anggota keluargaku yang melakukannya.”“Aku baik-baik saja. Pergilah pak!”“Kau mengusirku? Aku juga menemui Anggika kalau terjadi sesuatu padanya.”Shen tak bisa berkilah lagi. Jika dia terus mendorongnya untuk pergi, tidak sopan apalagi dia adalah atasannya sendiri. Shen hanya bisa mempersilahkannya duduk.Hansandy entah ke mana setelah ditinggal pergi sebentar ‘katanya’. Kalau ia memberitahu Sky untuk datang, kenapa ia malah pergi?“Bagaimana kejadiannya? Aku harus dengar cerita darimu sebelum memperkarakan Anton.”“Bapak yakin?”Bukan ia tidak percaya Sky, tapi selama ini mati-matian

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 109. Terkejut

    Gubrakkkkk!!“Hei! Ada apa? Kau bisa membukanya pelan, kan?”Han langsung masuk. Tak peduli lagi setidak-sopan apa orang menganggapnya, ia hanya perlu bicara dengan Sky saat itu juga. Han berdiri di depan Sky dengan wajah marah. Ketidak-tahuan Sky membuat otaknya berpikir lebih kalut. Kenapa semua orang di kantor tenang-tenang saja sementara adiknya tengah merana di rumah sakit!“Sia-sia papa mengeluarkan semua uangnya di perusahaanmu! Kau tahu apa yang membuatnya yakin? Shen ingin melakukannya. Sebagai balas budi karena ia ditampung di sana dengan baik, meski semua orang juga tahu perlakuan buruk keluargamu kepadanya!”Sky berdiri. Tak mengerti dengan permasalahan yang diucapkan Han tiba-tiba. Tapi ia jelas tahu, ada yang salah.“Kau bisa bicara baik-baik? Aku tak pernah mengizinkan keluargaku menyakitinya.”“Baik, aku akan coba bicara baik-baik.” Han duduk di hadapan meja kerja Sky dengan sedikit senyum paksaan. “Apa kau tahu Shen tak masuk kerja?”Sky sama sekali tak tahu

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 108. Pertolongan Kakak Angkat

    “Ehem!”Tanpa sengaja Shen menoleh kepada lelaki yang sedang berdiam di balkon, karena ia berjalan agak jauh, wajahnya belum jelas. Sampai beberapa langkah ia baru sadar, lelaki itu adalah Anton yang memandanginya dengan sorot aneh.“Kau semakin cantik saja!”Tadinya Shen akan berlalu, tapi tangan Anton menahannya untuk tetap di sana.“Sombong sekali, apa kau lupa kalau kita hampir menikah?”Shen masih diam saja, tapi dari kepalan tangannya yang masih dipegang Anton, ia terlihat menahan hati. Mimpi apa dia semalam, sampai bisa dihadang manusia aneh macam dia.“Jangan sok jual mahal, dulu kau murah saja aku tak mau!” Anton semakin mencengkeram tangannya dengan kuat.Ingin melepas pun Shen tak kuat, perbandingan tenaganya dan Anton benar-benar berbeda.“Lepas, tidak?!!”“Akhirnya kau mau buka mulut juga!” Anton menatapi wajah Shen dengan pandangan menjijikkan. Seolah Shen tahu apa yang ada di pikirannya.“Kalau kau tidak mau lepas, aku akan ...”“Mengadukanku pada Sky?” She

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 107. Pertengkaran Demi Pertengkaran

    “Kau tidak menginap?” melirik dengan ekspresi dingin kepada istrinya. Ia baru mengantarkan Ruby pulang ke rumah Bussara setelah dinyatakan baik-baik saja oleh dokter. Ia tahu, istrinya itu berusaha mendapatkan perhatiannya, namun entah kenapa rasanya hatinya menolak.Ia hanya memandangi Ruby dengan tatapan kasihan. Tak lepas ia menyalahkan diri sendiri karena bagaimana pun semua dipicu oleh kedekatannya dengan Shen kembali. Sebelum Shen muncul saja, Ruby tetap uring-uringan, apalagi ia melihatnya langsung di depan mata.Ruby berusaha meraih tangan suaminya, ia memandang penuh harap agar Sky mau tinggal sebentar.“Apa kau tidak khawatir padaku?” ucapnya memelas.“Aku punya rapat penting besok. Pagi-pagi sekali ...”“Aku akan membangunkanmu dan menyiapkan sarapan. Kumohon, ya?”Hatinya membenarkan, seharusnya pun, Ruby adalah istri sahnya. Kalau ia mengabaikan, bukankah ia menelantarkannya?Akhirnya Sky membuka jasnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Wani

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 87. Tak Memilih Lari

    “Para investor sudah menarik diri, tuan. Saham kita anjlok di pasaran seperti tak bernilai. Padahal kita tidak pernah ada di tahap seperti ini.” Orlando menutup agendanya hari ini dengan laporan terakhir.Sekali lagi ia melihat tuannya duduk saja, tak merespon, bahkan berangan jauh menembus apa ya

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 86. Tak Mau Dengar Nasehat

    Setelah agak tenang, Ruby merebahkan dirinya berpasrah.Ia menatap langit-langit putih dengan lampu yang bersinar terang. Nampak bersih tanpa cacat, tapi sayangnya itu hanya warna, ia juga bosan lama-lama.Ia coba membaringkan diri menyamping ke kanan, dagunya bertopang pada lengan yang masih di

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Bab 85. Kecemasan Esktrim

    “Ibu, Oniell bosan di sini.”Rengek Daniell kecil pada suatu pagi. Karena dokter sudah berkunjung dan mengatakan kondisinya cukup baik, Shen bermaksud mengajaknya keluar setelah sarapan pagi.Ia mendorong kursi rodanya pelan, sambil memandu anaknya menghirup udara pagi yang masih cukup segar. Ses

  • Dibutakan Cinta CEO Tampan   Chapter 84. Tuduhan Tak Berdasar

    “Aku mencelakaimu?” Shen sungguh tak percaya, ia bahkan tak menyangka bertemu dengan Ruby di suatu kota yang ia sendiri tidak memiliki teman.“Lantas? Mau sok peduli? Karena kau sempurna buat sky dan mau membuatku terlihat menyedihkan?”Cih! Tuduhan tak berdasar. Kata-katanya terlalu kejam untuk

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status