LOGINRyan berkata, "Kalau aku nggak bisa meraih juara, aku siap menerima hukuman apa pun.""Heh heh!" Della mencibir dingin. "Kamu harus tahu, kompetisi besar kali ini sangat krusial bagi EPS Group. Kami menyerahkan proyek sepenting ini kepadamu hanya karena sebuah taruhan. Itu adalah bentuk kepercayaan mutlak kami padamu!""Kalau kamu mengkhianati kepercayaan itu, jangan salahkan kami kalau bertindak kejam!" Volume suara Della meninggi beberapa desibel. "Kalau nggak raih juara, kamu juga nggak perlu bekerja di sini lagi. EPS Group nggak pekerjakan orang yang cuma pintar bicara!"Ucapan Della sangat tajam, seolah ingin langsung menghabisi Ryan."Bukankah hukuman ini terlalu berat?" Juno mengerutkan kening."Pak, Anda jangan sampai luluh!" Della menyeringai dingin. "Hanya ketika didesak ke jalan buntu, seseorang akan punya keberanian untuk bangkit kembali. Kali ini Ryan mewakili EPS Group di kompetisi besar, dia hanya boleh menang, nggak boleh kalah. Ryan, aku yakin kamu juga punya keyakinan
Sebenarnya, orang-orang ini tidak tahu bahwa ketika Ryan baru lulus dulu, dia juga tipe orang yang penurut dan penakut.Hanya saja, sepanjang perjalanan hidupnya, dia mengalami begitu banyak pasang surut, menyaksikan terlalu banyak tipu daya dan intrik, merasakan dingin dan hangatnya hubungan manusia, benar dan salah silih berganti.Bahkan beberapa malam lalu, dia masih mengalami percobaan pembunuhan dengan senjata api.Ketenangan seseorang tidak pernah dibawa sejak lahir, melainkan ditempa di tengah badai dan hujan.Seseorang yang biasa saja, jika mengalami hal-hal seperti Ryan, juga akan mampu tetap tenang dalam situasi apa pun.Saat ini, Della merasa dirinya dihina. Dengan kesal, dia berteriak, "Ryan, kamu ingin menjadi jenderal, tapi juga harus punya tanggung jawab seorang jenderal! Boleh aku tanya, kalau kamu menjabat sebagai wakil presdir, apa yang bisa kamu bawa untuk EPS Group?""Aku akan menggunakan esensi warisan pengobatan tradisional turun-temurun keluargaku untuk membantu
Begitu mendengar perkataan Juno, semua orang terkejut.Harus diketahui, ini adalah posisi wakil presdir dari 500 perusahaan terbesar yang memegang kuasa besar!Apalagi, posisi ini bukan hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang luar biasa, tetapi juga pengalaman serta kemampuan manajemen yang sangat kaya!Ryan memang talenta yang menonjol, tetapi usianya terlalu muda. Selain itu, Ryan bahkan belum genap satu tahun sejak lulus kuliah.Membuat Ryan langsung menjabat sebagai wakil presdir EPS Group, terasa agak di luar nalar di mata semua orang.Della segera bertanya, "Pak Juno, bukankah keputusanmu ini terlalu tergesa-gesa?"Della sangat tidak menyukai Ryan. Bukan karena kebencian pribadi terhadap Ryan, melainkan karena jalur pengembangan obat barat yang dia dukung bertentangan langsung dengan konsep pengobatan tradisional yang dijalankan Ryan.Sekarang Ryan sangat dihargai oleh ketua dewan. Jika benar-benar dibiarkan naik ke posisi penting, gagasan Della akan semakin sulit diwuju
"Aku ... aku ...."Semua ini datang terlalu mendadak. Bahkan Ray yang sudah lama malang melintang di dunia kerja, benar-benar runtuh.Bam! Juno menghantam meja rapat dengan marah."Ray, sebagai presdir EPS Group, kamu menduduki jabatan itu tapi nggak menjalankan tanggung jawabnya. Kamu bersekongkol dengan bawahan, melakukan hubungan gelap yang kotor!" teriak Juno."Mulai hari ini, kamu diberhentikan dari jabatanmu dan kami akan menyerahkan kasus-kasus ini kepada pihak kepolisian untuk diselidiki, lalu menindakmu sesuai hukum!""Pak Juno, maafkan aku!" Ray buru-buru memohon, "Tapi aku benar-benar nggak tahu Jocelyn adalah mata-mata! Aku sama sekali nggak berniat berkhianat, hanya ... nggak mampu menahan godaan!"Juno menatap Ray dengan marah, tanpa berkata apa pun. Sebenarnya dia dan Ray memiliki nasib yang mirip. Orang kepercayaannya, Vido, juga telah direkrut pihak lawan.Namun bedanya, Juno berhati-hati dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Di depan Vido, dia tidak pernah membica
"Hah?" Ray benar-benar tertegun. "Jocelyn itu mata-mata?"Jocelyn? Perempuan yang selama ini dia panggil "sayang" itu, yang menemaninya di ranjang hotel dalam suka dan duka? Mata-mata?Ray bahkan agak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sendiri. Selama beberapa tahun ini, dia terus menjalin hubungan tidak pantas dengan Jocelyn. Dia memercayai Jocelyn sebagai orang dekatnya. Banyak data perusahaan, rahasia internal, semuanya dia ceritakan pada Jocelyn.Memikirkan hal itu, punggung Ray langsung terasa dingin. Hawa dingin merambat lurus sampai ke ubun-ubun. Kalau Jocelyn benar-benar mata-mata, bagi dirinya itu akan menjadi bencana besar.Saat itu, Ryan membuka data berikutnya."Jocelyn mulai bekerja sama dengan Britani Farma sejak dua tahun lalu," kata Ryan. "Ini adalah berbagai informasi yang dia berikan kepada Britani Farma selama dua tahun ini, serta beberapa hal yang dia bantu lakukan untuk Britani Farma di EPS Group."Ryan membuka file dan memperbesar tulisan. Semua orang menata
Api amarah dalam diri Ray tidak punya tempat untuk diluapkan, akhirnya dia melampiaskannya dengan memarahi Jesse habis-habisan."Aku ...."Belum sempat Jesse berbicara, Ryan sudah lebih dulu menyela, "Pak Ray, sebelum memarahi orang, mohon dipikirkan baik-baik dulu. Di kontrak Yacub tertulis jelas, kerja samanya dengan Britani Farma dimulai pada tanggal 18 bulan lalu.""Kalau aku nggak salah ingat, saat itu Jesse sudah pindah ke divisi teknologiku dan divisi litbang berada di bawah pengelolaan Marvin. Jadi, pihak yang bertanggung jawab adalah Marvin. Kamu memarahi orang yang salah!""Kamu ...." Satu kalimat itu hampir membuat Ray memuntahkan darah. Dia benar-benar mengangkat batu untuk menjatuhkannya ke kakinya sendiri. Sakit setengah mati, tetapi tak punya tempat untuk mengadu.Melihat senyuman tenang Ryan, Ray merasa marah sekaligus benci. Tubuhnya bahkan bergetar halus.Ryan tidak lagi memancing emosi Ray, melainkan melanjutkan pemutaran daftar tersebut. Dia membuka folder Mata-Mata







