Share

151

Author: Eselitaa
last update Huling Na-update: 2026-01-15 19:04:30

Ketika Zayna, Ira, dan Alisha makan di dalam ruangan, sebab mereka malu untuk makan di luar dimana para tamu terus berdatangan.

"Makanannya benar-benar enak. Akankah jika kalian menikah, kalian akan catering ini?" tanya Ira.

Zayna tersedak. Dia mengulurkan tangan meminta minum pada Ira dan Ira memberikannya. Sementara itu, Alisha tidak menanggapi dan malah dia menyuruh Ira untuk tidak berbicara ketika sedang makan.

"Makan itu tidak boleh diganggu tahu," ucap Zayna.

"Maafkan aku," ucap Ir
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   158

    Pagi itu, Zayna melangkah masuk ke rumah sakit dengan perasaan yang tidak biasa. Lorong-lorong yang setiap hari ia lewati terasa sama—bau antiseptik, langkah cepat para perawat, suara roda brankar—namun ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang membuat dadanya terasa kosong sejak ia turun dari motor.Ia menyapa beberapa perawat yang berpapasan, senyum tipis terbit seperti kebiasaan. Namun langkahnya melambat ketika sampai di depan ruang dokter jantung senior. Pintu itu tertutup. Tidak ada suara, tidak ada aktivitas. Zayna berdiri cukup lama di sana.“Dokter Langit sudah pindah, Za,” suara seseorang menyapa dari belakang.Zayna menoleh. Itu salah satu perawat senior yang sering satu shift dengannya.“Pindah?” Zayna mengulang pelan.“Iya. Resmi per minggu ini. Beliau dipindahkan ke Rumah Sakit A. Katanya keputusan mendadak.”Zayna mengangguk, meski dadanya terasa nyeri. Jadi benar. Bukan sekadar ancaman, bukan emosi sesaat. Dokter Langit benar-benar pergi. Tanpa pamit. Tanpa penjelasan.Ia

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   157

    Zayna memutuskan untuk membicarakan mengenai pernikahan dengan Dokter Langit. Dia telah memutuskan untuk tidak membatalkan pertunangan dengan Zafran. Tentu saja, dia tidak akan mengabaikan mimpinya. Dia tetap mengejar menjadi dokter spesialis jantung. "Dokter Langit, ada yang ingin saya bicarakan," ucap Zayna. "Kenapa formal sekali Za?" tanya Dokter Langit setelah diam sejenak. Dokter Langit mengira ada yang tidak beres dengan juniornya itu. Zayna tersenyum tipis. "Saya...ingin menikah," ucap Zayna tiba-tiba. Dokter Langit terperangah dan menatap Zayna. "Kau ingin berhenti menjadi seorang dokter?" tanya DOkter Langit. Zayna menggelengkan kepalanya. "Tidak dokter tentu saja tidak," balas Zayna. "Saya tetap fokus menjadi seorang dokter. Saya tetap mengejar impian saya menjadi seorang dokter spesialis jantung. Alhamdulillah calon suami saya pengertian. Dia akan mendukung mimpi say-""Zayna, apakah itu sudah menjadi keputusan bulatmu?" tanya Langit. Zayna seketika terdiam. Zay

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   156

    Keesokan harinya, Zayna bertemu dengan Zafran di sebuah cafe. Meskipun masih terbilang pagi, cafe itu cukup ramai. Zayna merasa kurang nyaman tetapi ini lebih baik untuk mengurangi kecanggungan dengan Zafran. "Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Zafran. "Kau itu...alim kan?" tanya Zayna tiba-tiba yang membuat Zafran yang sedang menatap kopinya langsung beralih menatap wajah Zayna cuma cuma beberapa saat. "Maksudmu apa menanyakan itu?" tanya Zafran dengan pelan dan lembut. Zafran pikir, Zayna sangat emosional dan sensitif. Barangkali sepanjang hidupnya, Zayna tidak pernah dimarahi oleh kedua orang tuanya. Tidak pernah mendengarkan suara yang tegas, kasar, dan keras. Zafran yang dingin. Telah tertanam dalam benak Zayna dan sekarang Zafran menyadarinya. "Iya kau itu orang yang alim kan?" "Serius menanyakan itu?" tanya Zafran cepat. Itu refleks. Zafran menjawab dengan nada yang seperti marah refleks. Zayna justru bingung sendiri. Zayna pikir dia sudah salah bertany

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   155

    Zayna membayangkan. Dia melihat dirinya di laboratorium modern, mengenakan jas dokter, dihormati oleh banyak orang.Tetapi pulang ke apartemen yang sepi, tidak ada yang menyambut, tidak ada yang peduli apakah dia sudah makan atau belum."Sekarang bayangkan kamu menikah dengan Zafran, punya keluarga, tetapi tidak jadi dokter spesialis. Apakah kamu bahagia?" lanjut Summayah.Zayna membayangkan lagi. Dia melihat dirinya di rumah yang hangat, Zafran menyambutnya dengan senyuman, mungkin ada anak-anak yang berlari memeluknya. Tetapi ada rasa kosong di hatinya, ada impian yang tidak tercapai."Aku... aku tidak bahagia di kedua skenario itu, umi," bisik Zayna."Karena kamu sebenarnya ingin keduanya, sayang. Kamu ingin karir dan cinta. Dan itu tidak salah," ucap Summayah. "Pertanyaannya adalah, apakah Zafran adalah lelaki yang bisa memberikan keduanya untukmu?"Zayna terdiam. Pertanyaan ibunya membuatnya berpikir."Zayna, coba bicara dengan Zafran. Sampaikan tentang beasiswa ini. Lihat reaksi

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   154

    Zayna menundukkan kepalanya, mengaduk-aduk sup di hadapannya tanpa selera makan. "Dokter, aku... aku bingung."Dokter Langit meletakkan sendoknya dan menatap Zayna dengan penuh perhatian. "Bingung tentang apa? Tunangan kamu itu?"Zayna mengangguk pelan. Air matanya mulai berkumpul di pelupuk mata. "Tadi aku melihat Zafran berbicara dengan perempuan lain. Mereka terlihat sangat akrab, tertawa bersama. Dan aku..." suaranya bergetar. "Aku merasa dadaku sesak, dokter.""Kamu cemburu," ucap Dokter Langit datar."Tetapi seharusnya aku senang kan? Kalau Zafran tertarik dengan perempuan lain, aku bisa membatalkan pertunangan dengan mudah. Tetapi kenapa aku malah merasa sakit?" Zayna akhirnya menangis.Dokter Langit menghela nafas panjang. Dia meraih tisu dan memberikannya pada Zayna. "Zayna, dengarkan aku baik-baik. Perasaan itu hanya ilusi. Kamu merasa cemburu bukan karena cinta, tetapi karena ego. Kamu merasa kepemilikan terhadap Zafran karena dia adalah tunanganmu. Itu wajar, tetapi jangan

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   153

    Summayah melihat putrinya yang termenung sambil melempar pakan ikan dengan gerakan mekanis. Ada yang tidak beres dengan Zayna, dan sebagai seorang ibu, Summayah bisa merasakannya."Zayna sayang, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Summayah sambil duduk di samping putrinya.Zayna menghela nafas panjang. "Umi, aku melihat Zafran berbicara dengan perempuan lain. Mereka terlihat sangat akrab.""Dan itu membuatmu...?" Summayah menggantung pertanyaannya, menunggu Zayna melanjutkan."Aku tidak tahu, umi. Harusnya aku senang kan? Kalau Zafran tertarik dengan perempuan lain, itu memudahkanku untuk membatalkan pertunangan. Tetapi kenapa..." suara Zayna bergetar. "Kenapa dadaku sesak melihat mereka?"Summayah tersenyum lembut, mengelus rambut putrinya. "Itu namanya cemburu, nak.""Tetapi umi, aku kan tidak mencintai Zafran. Aku bahkan ingin membatalkan pertunangan ini. Kenapa aku harus cemburu?" Zayna menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca."Zayna, hati itu tidak bisa dibohongi. Kamu bisa saja

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status