Share

BAB 85

Author: Riichan
last update publish date: 2026-08-27 12:44:03

“Anda belum memberitahu mereka?” tanya Loraine.

Nathan menggeleng. “Iya. Belum sempat.”

Seketika semua orang di dalam mobil menatap Nathan. Tatapan Loraine masih bisa dibilang lembut. Namun tatapan Amber, Darren, dan terutama Aurora terasa jauh lebih menusuk.

Nathan yang sedang mengemudi bahkan bisa merasakan bulu kuduknya berdiri.

“Apa?” tanyanya akhirnya.

Tidak ada yang menjawab.

Nathan berdeham pelan. “Banyak hal terjadi sejak kami data
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 85

    “Anda belum memberitahu mereka?” tanya Loraine.Nathan menggeleng. “Iya. Belum sempat.”Seketika semua orang di dalam mobil menatap Nathan. Tatapan Loraine masih bisa dibilang lembut. Namun tatapan Amber, Darren, dan terutama Aurora terasa jauh lebih menusuk.Nathan yang sedang mengemudi bahkan bisa merasakan bulu kuduknya berdiri.“Apa?” tanyanya akhirnya.Tidak ada yang menjawab.Nathan berdeham pelan. “Banyak hal terjadi sejak kami datang ke panti. Jadi aku belum sempat menghubungi mereka.”Ia melirik sekilas melalui kaca spion. “Kalau sudah terlanjur begini, jadikan saja kejutan untuk mereka.”Aurora langsung mengangkat alis. “Paman ternyata suka bikin kejutan.”Nathan mengabaikannya. Ia kemudian menoleh sedikit kepada Loraine. “Loraine, coba kau hubungi Ibu. Tanyakan apakah Ayah dan Ibu ada di rumah.”Loraine mengangguk. “Baik.” Ia mengambil ponselnya.“Kalau Kak Adrian?”

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 84

    “Paman? Kok bisa Kak Loraine mau menikah dengan Paman?”Belum sempat Nathan menjawab, tangan Amber langsung melayang.Tok!“Aw!”Aurora memegangi kepalanya. “Ibu!”“Jangan sembarangan bertanya seperti itu kepada orang lain.” Amber menatap putrinya dengan tegas. “Kau sebentar lagi dua puluh tahun. Jaga sikapmu.”“Tapi aku cuma penasaran.”“Itu bukan alasan.”Darren yang duduk di sebelah Aurora langsung ikut menyela, “Sudahlah. Kau memang terlalu banyak bicara.”Aurora menoleh tajam. “Kau diam saja!”“Aku hanya mengatakan kenyataan.”“Darren!”“Cukup,” potong Amber.Loraine yang duduk di depan akhirnya tersenyum kecil. “Tidak apa-apa, Kak. Aurora memang hanya penasaran.”Nathan yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. “Karena Paman sangat bisa diandalkan.”Semua orang menoleh kepadanya.Nathan melanjutkan dengan tenang, “Jadi Loraine mau men

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 83

    Tangisan terdengar cukup keras dari dalam ruangan.“Huaaa... hiks...”Aurora duduk di sofa sambil menangis sesenggukan. Kedua tangannya menutupi wajahnya. Bahunya naik turun setiap kali ia mencoba menahan isakannya.Darren yang duduk di sampingnya hanya bisa menghela napas. Ia kemudian menepuk-nepuk pundak saudara kembarnya itu. “Sudahlah, Aurora.”“Aku... aku tidak tahu kalau Ibu mengalami semua itu...” isak Aurora.Darren terdiam. Sejujurnya, ia juga baru mengetahui sebagian besar kisah hidup ibunya. Namun dibandingkan Aurora, dirinya masih bisa menahan air mata.Aurora kembali menyeka pipinya. “Ternyata aku punya ayah...”Darren langsung menatapnya.“...”Tangisan Aurora kembali pecah. “Ternyata aku punya ayah!”Darren menutup wajahnya dengan satu tangan. “Ya, kau kan sudah tahu dari penjelasan Ibu.”“Tapi selama ini aku tidak tahu!”“Sekarang kan kau sudah tahu.”

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 82

    “Jangan,” ucap Amber. Satu kata itu membuat Nathan terdiam.Ia menatap Amber yang masih berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat sangat cemas, seolah ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar pertemuan kembali dengan keluarganya.“Kenapa, Kak?” tanya Nathan.Amber menggenggam kedua tangannya erat. “Pelakunya belum diketahui.” Suaranya terdengar pelan. “Bagaimana jika orang yang membuat semua itu terjadi masih mencariku?”Nathan mengerutkan dahi. “Kakak ipar.” Suaranya menjadi lebih serius. “Kalau Kakak tetap tinggal di sini, mungkin justru akan lebih berbahaya.”Amber menatapnya.“Apalagi sekarang Loraine sudah datang ke sini.”“Apa hubungannya dengan Loraine?” tanya Amber bingung.Nathan menghela napas. “Loraine memutuskan komunikasi dengan kalian karena Leon.”Ekspresi Amber langsung berubah ketika mendengar nama itu.“Leon tidak pernah menerima kenyataan bahwa mereka sud

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 81

    “Ka-kakak ipar?” Nathan refleks mengucapkan kalimat itu begitu melihat sumber suara gelas pecah.Loraine yang masih duduk di sampingnya langsung menoleh. “Apa?” batinnya. Ia menatap Nathan dengan bingung.Ekspresi pria itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Nathan bahkan sudah berdiri dan menatap Amber dengan mata yang membesar.Loraine mengerutkan dahi. “Kakak ipar?” tanyanya dalam hati. Apa dirinya tidak salah dengar?Nathan langsung berjalan cepat menghampiri Amber yang masih berdiri mematung di tempatnya. Wanita itu bahkan belum bergerak sedikit pun sejak gelas di tangannya terjatuh.“Kak Daisy?” Nathan berhenti tepat di hadapan Amber. “Kakak ipar!”Tangannya refleks memegang kedua pundak wanita itu. “Ini benar Kakak, kan?”Amber masih membeku. Aurora yang melihat Nathan memegang pundak ibunya langsung maju dan mendorong tangan pria itu. “Lepaskan Ibu!”Nathan sedikit terhuyung. Darren juga langsung be

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 80

    “...”Nathan masih mematung menatap pemuda di hadapannya.Loraine yang sejak tadi memperhatikan reaksinya akhirnya ikut menatap pemuda tersebut. Ia mengerutkan dahi, mencoba mengingat wajah yang sudah bertahun-tahun tidak dilihatnya.“Darren?”Pemuda itu yang masih berdiri di hadapan Nathan langsung menoleh kepada Loraine. Ia menyipitkan matanya sejenak. Tatapannya terlihat seperti sedang berusaha mengingat sesuatu dari masa lalu.Beberapa detik kemudian, matanya melebar.“...Kak Loraine?” Wajahnya langsung berubah cerah.“Kak Loraine!” Darren tersenyum lebar. Ia bahkan terlihat jauh lebih bersemangat daripada sebelumnya. “Kemana saja Kakak selama ini?”Loraine ikut tersenyum. “Darren... sudah lama sekali.”Namun sebelum Loraine sempat mengatakan lebih banyak, Darren tiba-tiba menoleh ke arah bawah pohon besar yang berada tidak jauh dari mereka. “Aurora!”Seorang gadis muda terlihat duduk di ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status