Share

49. Senyum Culas Ayusita

Penulis: Songdeok eunjoo
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-12 17:18:24

Danis berhenti, tatapannya datar lalu tangan kirinya menangkup wajah kecil adiknya dan mendorongnya ke belakang dengan pelan, "Minggir!"

Ayusita terhuyung dengan bibir mencebik, dia langsung memeluk sebelah kaki kakaknya dan berteriak, "Tidak boleh pulang!"

Danis memutar bola matanya dan tidak peduli dengan tingkah kekanak-kanakan adiknya itu. Dia hanya berjalan keluar sambil membawa adiknya yang memeluk kakinya.

Ajeng tertawa kecil, menyaksikan kakak beradik beda ibu itu berinteraksi. Mereka b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   Bab 80

    Emran tersentak. Sorot mata Emran goyah, saat melihat Zahira yang berdiri menatapnya dengan kecewa. Dengan malu dia berkata, "Aku tidak bermaksud begitu. Ra ... Kakak bisa jelaskan."Zahira tersenyum getir, "Aku tidak menyangka, kamu ternyata tega sekali."Emran mengusap wajahnya dengan kasar dan mulai kehilangan kendali. Pria itu berteriak seperti orang gila, "Aku tidak seperti itu! Aku tidak egois ataupun kejam! Ini semua gara-gara kamu Danis! Kamu yang sudah mencuci otak Zahira agar dia membenciku! Sialan! Aku akan membunuhmu!"Emran yang sudah seperti kesurupan langsung menerjang Danis dan melayangkan sebuah pukulan di wajahnya.Bug!Danis terhuyung, wajahnya tertoleh. Zahira menangkap tubuh Danis, saking beratnya dia hampir ikut terjatuh.Melihat darah segar mengalir dari sudut bibir Danis, Zahira merasa sakit hati. Gadis itu merasa Emran sudah keterlaluan. Dia langsung berjalan maju untuk menghardik pria itu. Dia langsung berteriak tepat di depan wajahnya."Emran, cukup! Kamu s

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   Bab 79

    "Cukup! Berhenti sampai di sini, Emran!" gadis itu menarik kembali tangannya dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja, pria itu tidak mau mengalah. Emran meremas tangan gadis itu hingga otot tangannya menegang. Biarpun wajahnya terlihat khawatir, tapi sikapnya sangatlah kejam. "Aku peduli padamu! Aku satu-satu orang yang peduli padamu!" ujarnya. Zahira meringis, matanya memerah dan berair. Sekujur tubuhnya merinding karena rasa sakit di tangannya. Sepuluh jari jemarinya rasanya akan remuk. Hingga seseorang berteriak dengan lantang, "Lepaskan pacarku!" Zahira tersentak, wajahnya semakin pucat, tenggorokannya terasa kering. Dia telah ketahuan berbohong. Emran melirik ke sumber suara, matanya langsung menggelap. Seorang pria dengan setelan baju mahal, rapi dan terlihat elegan berjalan mendekat dengan langkahnya yang panjang. Melihat Emran menggenggam kedua tangan gadisnya, dia pun menyipit. "Lepaskan!" suara Danis terdengar berat dan dominan. Emran melepaskan genggamannya bukan karena t

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   Bab 78

    Danis menunduk menatap kopi yang tinggal setengah dan masih mengepul. Dia sebenarnya ingin sekali membahas soal pertunangan. Tapi Zahira sudah bangun dari kursinya dan berkata, "Aku masuk ke kamar dulu. Sebelum pergi, habiskan dulu kopinya."Suaranya tidak dingin tapi juga tidak hangat. Datar!Sambil meregangkan pinggangnya, Zahira masuk ke dalam kamar. Gadis itu berdiri di balik pintu dengan dahi berkerut.Sorot mata Danis menggelap, dia marah dan kecewa. Walaupun dia kehilangan sebagian ingatannya. Tapi dia sangat yakin bahwa seumur hidupnya, dia pasti tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang wanita.Buktinya, banyak wanita yang mengaku mengenal dan bahkan mengaku menjadi pacarnya setelah keadaannya yang amnesia bocor keluar. Setelah dia sadar dari koma, tersebar rumor bahwa dia kehilangan ingatan. Untungnya rumor itu sudah dibersihkan.Pria itu bangkit dan mengangkat cangkirnya dan cangkir Zahira dan mencucinya. Setidaknya, saat gadis kejam itu bangun, dia tidak perlu me

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   Bab 77

    Emran hanya berbalik tanpa mengucapkan apa-apa. Sedangkan Talitha, dia hanya tersenyum getir. Karena tujuan Talitha sebenarnya bukan untuk menemui Emran, gadis itu berjalan menuju toilet sambil mengirim pesan.[Aku di toilet.]Tidak lama kemudian, pesan balasan itu datang.Ting![Ya.]Talitha tersenyum, dia masuk ke dalam toliet dan menaruh papan peringatan di depan toilet agar tidak ada yang masuk kecuali orang yang dia tunggu. Gadis itu bersandar di wastafel sambil menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dengan hidmat.Klekk!Seorang wanita memakai pakaian seragam suster masuk mendekat dan menyapa, "Selamat pagi, Nona Talitha."Talitha tidak menjawab, dia hanya sibuk menghisap rokoknya. Asap keabuan itu mengepul menutupi ekspresi wajahnya. Hingga perlahan asap itu memudar, wajah yang selalu tampak hangat dan lembut itu terlihat dingin. Talitha mengambil amplop coklat di dalam tasnya dan melemparnya tanpa aba-aba.Bela menangkap amplop yang cukup tebal itu. Wanita itu membukanya t

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   76. Air Mata Buaya

    Zahira yang sedang berkemas menoleh dan terseyum lalu berkata, "Dokter Emran tidak di sini, Ta."Talitha tertawa, "Aku tahu."Setelah mendengar jawaban Talitah, Zahira tidak berkata apa-apa lagi. Setelah selesai berkemas dia pergi melewati Talitha dengan acuh tak acuh. Kedua tangan Talitha terkepal kuat, senyumnya langsung menghilang. Gadis itu mengejar Zahira dan menarik lengannya, "Tunggu, Ra. Aku datang kesini mau ngomong sesuatu."Zahira melepas cekalan tangan Talitha dengan hati-hati, "Aku ngantuk, kapan-kapan aja ya."Mata Talitha berkaca-kaca, dia bahkan sampai menitikkan air mata dan berkata dengan sedih, "Kamu ngindari aku ya? Mentang-mentang kamu adik Zaidan dan pacar Danis jadi lupa sama ak.""Bukan begitu, Ta. Tapi menurutku, kita sebaiknya emang jaga jarak," ujar Zahira dengan canggung.Sebenarnya Zahira memang ingin jaga jarak kepada Talitha dan Emran. Tapi karena dia orang yang tidak enakan, Zahira menjadi merasa bersalah.Talitha tersenyum. "Aku cuma bercanda kok. Kam

  • Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak   75. Ancaman Emran

    "Ya! Lagian perawat itu kekasihku. Dia hanya sedang merajuk." Emran kembali menegakkan punggungnya, kedua tangannya terlipat di dada dan mengangkat wajahnya dengan bangga. Revan mendengkus dan membuang muka. Tidak lama kemudian, pintu kembali terbuka,. Zahira datang sambil membawa nampan yang berisi perlengkapan merawat luka. Tanpa sadar, dua pria itu tersenyum lembut, yang satu menatapnya dengan penuh kerinduan dan yang satu menatapnya dengan cinta yang mengebu-gebu. Emran menyingkir dan membiarkan Zahira melakukan tugasnya. Zahira memegang tangan Revan dan perlahan melepaskan perban. "Lukanya kembali robek. Tolong tahan ya Pak." Revan memiringkan kepalanya lalu berkata dengan nada menggoda, "Tidak masalah. Aku bahkan rela dirawat oleh Suster secantik anda seumur hidup." Tepat saat Zahira mengangkat wajahnya, Revan berkedip dengan genit. Zahira hampir tersedak air liurnya sendiri. Gadis itu hanya bisa tersenyum canggung. Kenapa selalu seperti ini? Siapapun pria yang Zahira t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status