Share

Bab 66

Author: Saraswati_5
last update Last Updated: 2026-02-10 23:54:29
Perjalanan itu berlangsung dalam sunyi, bukan sunyi yang canggung, melainkan sunyi yang penuh jarak dan pikiran masing-masing. Mobil Gilang melaju stabil, membelah jalanan yang semakin keluar dari keramaian kota. Pepohonan mulai mendominasi sisi kiri dan kanan, bangunan tinggi berganti hamparan hijau.

Tharie masih menatap ke luar jendela. Dagunya sedikit terangkat, matanya mengikuti bayangan yang berlari mundur.

Ia tak bertanya lagi ke mana mereka akan pergi. Entah karena lelah, entah karena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 99

    Aula sekolah yang semula riuh perlahan berubah menjadi ruang penuh bisik dan tatapan tajam. Pernyataan Gilang masih menggantung di udara ketika pria yang mengaku sebagai orang tua murid itu melangkah maju.“Saya tidak puas dengan klarifikasi seperti ini,” katanya tegas. “Hubungan guru dan murid itu sakral. Sekali tercoreng, kepercayaan kami sebagai orang tua runtuh.”Beberapa orang mengangguk setuju. Beberapa lain terlihat ragu.Kepala sekolah mencoba menenangkan suasana. “Pak, kami sedang melakukan investigasi internal. Mohon beri kami waktu.”“Waktu?” pria itu mendengus. “Sementara rumor terus menyebar? Anak-anak kami melihat ini setiap hari di media sosial!”Tharie merasakan dadanya seperti diremas. Ia berdiri beberapa langkah di belakang Gilang, menyaksikan bagaimana pria itu tetap tegak di tengah tudingan.“Apa Bapak punya bukti pelanggaran?” tanya Gilang tenang.“Bukti?” pria itu tersenyum sinis. “Kadang kebenaran

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 98

    Pagi itu, halaman sekolah terasa berbeda.Biasanya suara tawa siswa memenuhi udara, bercampur dengan derap langkah yang terburu menuju kelas. Namun hari ini, bisikan lebih dominan daripada tawa. Tatapan lebih tajam daripada sapaan.Tharie merasakan semuanya.Begitu ia turun dari mobil, beberapa pasang mata langsung tertuju padanya. Ada yang pura-pura tidak melihat. Ada yang terang-terangan menatap dengan rasa ingin tahu berlebihan.“Eh itu dia…”“Katanya mau nikah sama Pak Gilang…”“Seriusan? Gila…”Bisikan itu seperti jarum kecil yang menusuk satu per satu.Tharie menunduk, mencoba menguatkan langkahnya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri—ia tidak akan lari.Di sisi lain halaman, Gilang berdiri di depan ruang guru. Wajahnya tenang seperti biasa, tapi sorot matanya menunjukkan kewaspadaan.Beberapa guru berbisik saat ia lewat.“Ini sudah keterlaluan.”“Walaupun belum terbu

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 97

    Rumah sakit itu terasa lebih dingin dari biasanya.Bau antiseptik menusuk hidung, lampu-lampu putih menyilaukan mata, dan suara langkah tergesa di lorong panjang membuat jantung siapa pun ikut berdegup tak karuan.Tharie hampir berlari menyusuri koridor, Gilang di sampingnya, Papa Elham dan Mama Ami sedikit tertinggal di belakang. Di ujung lorong, papan bertuliskan ICU berdiri seperti gerbang yang memisahkan harapan dan kehilangan.“Bagaimana kondisi Ayah saya?” tanya Papa Elham pada dokter yang baru keluar.Dokter itu menghela napas pelan. “Tekanan darah beliau turun drastis. Kami sudah melakukan tindakan stabilisasi. Untuk sementara, kondisinya kritis, tapi masih bisa dipantau.”Tharie merasa lututnya melemas.“Kakek sadar?” suaranya bergetar.“Beberapa kali membuka mata. Tapi tidak lama.”Mama Ami memeluk putrinya, namun Tharie hampir tidak merasakan pelukan itu. Dunia di sekitarnya seperti teredam, hanya menyisakan satu pikiran: waktu.Waktu yang mungkin benar-benar menipis.Setel

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 96

    Langit sore itu menggantung rendah di atas rumah besar keluarga Elham, seperti ikut menahan napas bersama seorang gadis yang duduk terdiam di tepi ranjangnya. Tharie menatap lurus ke luar jendela. Halaman rumahnya yang biasanya terasa luas dan nyaman kini seperti berubah menjadi penjara tanpa jeruji. Angin berembus pelan, menggoyangkan tirai putih yang menjuntai hingga lantai. Ia memeluk kedua lututnya, pikirannya berputar-putar pada satu kalimat yang terus terngiang sejak kemarin malam. “Kamu harus menikah dengan Gilang secepatnya.” Kalimat itu tak hanya mengejutkannya. Kalimat itu meruntuhkan dunianya. Pintu kamar diketuk pelan. “Tharie, boleh Mama masuk?” suara Mama Ami terdengar lembut, tapi ada ketegangan samar di dalamnya. Tharie tidak menjawab. Namun pintu tetap terbuka perlahan. Mama Ami masuk dengan langkah hati-hati. Ia duduk di tepi ranjang, menatap putrinya yang tampak lebih pucat dari biasanya. “Kamu belum makan dari tadi siang,” ucapnya pelan. “Aku tidak lapar, M

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 95

    Setelah pertemuan dengan Hanum, Aditya, dan Intan, hidup Tharie terasa… lebih sunyi.Bukan karena tekanan berkurang sepenuhnya.Justru karena semuanya menjadi terlalu tenang.Tidak ada lagi desakan langsung dari Papa. Tidak ada pembicaraan tentang tanggal. Tidak ada tatapan menghakimi dari keluarga Gilang. Bahkan di sekolah, rumor mulai mereda karena fokus siswa teralihkan oleh ujian akhir.Namun ketenangan itu membuat pikirannya bekerja lebih keras.Ia mulai memikirkan hal-hal yang sebelumnya tidak sempat ia pikirkan.Tentang Queen.Tentang masa lalu Gilang.Tentang bagaimana rasanya menjadi perempuan kedua dalam hidup seorang laki-laki yang pernah mencintai begitu dalam.---Suatu sore, setelah les tambahan, Tharie tidak langsung pulang. Ia duduk sendirian di bangku taman belakang sekolah—tempat yang sama di mana ia pernah mengatakan, “mari coba.”Langit berwarna jingga. Angin s

  • Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan   Bab 94

    Ketenangan itu kembali terusik ketika Papa Elham menerima tamu tak terduga di rumah.Tharie baru tahu ketika Mama memanggilnya turun dengan wajah yang tak bisa ia baca—antara tegang dan gugup.“Tharie, ada tamu.”Ia menuruni tangga perlahan. Dari balik pegangan kayu, ia melihat tiga sosok duduk di ruang tamu.Dan napasnya tercekat.Gilang tidak datang.Yang datang adalah keluarganya.Seorang wanita paruh baya dengan raut wajah tegas namun anggun duduk paling depan. Sorot matanya tajam, tetapi tidak dingin. Di sampingnya, seorang pria berusia sekitar tiga puluhan dengan pembawaan tenang dan dewasa. Dan di sebelah pria itu, seorang wanita yang wajahnya lembut, namun menyimpan kedalaman yang sulit dijelaskan.Tharie mengenali mereka dari cerita yang pernah Gilang sampaikan.Hanum.Ayah angkatnya.Aditya, kakak angkatnya.Dan Intan—istri Aditya—yang tidak lain adalah orang tua dar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status