LOGINSetelah dikhianati oleh tunangannya, Seruni memutuskan menjadi kekasih gelap Catra, manajernya yang sudah beristri. Berulang kali dikhianati membuatnya tak percaya lagi pada cinta dan kesetiaan. Hubungan yang dijalaninya dengan Catra hanya untuk kesenangan semata dan pelampiasan kekecewaannya. Seruni tanpa sengaja bertemu dengan Bagas, mantan tetangga yang pernah dia tolak cintanya. Tanpa diduga, manajer hotel itu masih menyimpan rasa dan menawarkan cinta padanya. Karena Seruni sudah trauma dikhianati, dia kembali menolaknya. Namun, Bagas pantang menyerah. Dia terus mendekati dan meyakinkan Seruni kalau cintanya benar-benar tulus. Apakah Seruni bisa lepas dari Catra dan menerima Bagas? Atau justru memanfaatkan Bagas sebagai pelampiasan?
View More"เธอจะตอบแทนฉันยังไงในการช่วยเหลือเธอครั้งนี้ล่ะ"
เตชินมองจันทร์เจ้าอย่างเหยียด ๆ ทว่าแม้จะมองแบบนั้นเขากลับจ้องเธอไม่วางตา คล้ายกับเสือร้ายที่พร้อมจะกระโจนเข้าหาเหยื่อแล้วเคี้ยวอย่างช้า ๆ ด้วยความสะใจ
จันทร์เจ้าเม้มปาก เธอมองไปรอบ ๆ และเห็นว่าเลขาของเขายังอยู่ในห้องนี้ด้วย เตชินเห็นหญิงสาวไม่กล้าพูดจึงโบกมือไล่เลขาของตัวเองให้ออกจากห้องไป
"คุณพนอออกไปก่อน ถ้าไม่มีเรื่องด่วนจริง ๆ อย่าให้ใครมารบกวนผมจนกว่าผมจะเสร็จธุระ"
พนอเป็นเลขาของเขาและยังมองจันทร์เจ้าแปลก ๆ เหมือนว่าเธอจะหวงเจ้านายคนนี้มาก
จันทร์เจ้าเองกลับจ้องตอบอย่างไม่สะทกสะท้าน เธอยังไม่ทิ้งนิสัยเย่อหยิ่งจองหองซึ่งเป็นนิสัยลูกคุณหนูเอาแต่ใจที่เธอมีมาแต่กำเนิด
เตชินเอนหลังพิงพนักเก้าอี้ทำงานราคาแพงอย่างสบาย หญิงสาวกวาดสายตามองเขาทั่วใบหน้า เธอรู้ว่าเขาหน้าตาดีจนกระทั่งมีผู้หญิงมาหาที่บ้านของเธออยู่บ่อย ๆ แต่เธอไม่เคยรู้มาก่อนว่าเขาจะหน้าตาดีและดูสูงส่งจนเข้าไม่ถึงเหมือนในตอนนี้
เตชินเอียงคอเล็กน้อย
"ว่ายังไงล่ะ คุณหนูจันทร์เจ้าจะตอบแทนผมยังไง ถ้าหากผมช่วยคุณ"
จันทร์เจ้ายืดตัวขึ้นแล้วตอบอย่างมั่นใจ
"ภาษาอังกฤษฉันดี สมัยก่อนเคยฝึกงานในบริษัทของคุณพ่อและเรียนรู้งานมาบ้างฉันสามารถเป็นเลขาของนายได้"
เตชินหัวเราะ "เธอยังอวดดีสินะ แม้กระทั่งตอนซมซานมาขอความช่วยเหลือก็ยังเรียกฉันว่า นาย"
จันทร์เจ้าเพิ่งนึกได้ เธอเคยชินกับการเรียกแทนตัวเขาว่านายมานาน ใช่ เพราะเขาคืออดีตลูกคนรับใช้ในบ้านของเธอและเพิ่งออกจากบ้านของเธอได้แค่สองสามปีก่อนที่ครอบครัวของเธอจะล้มละลายและเขากลายมาเป็นนักธุรกิจหนุ่มไฟแรง เจ้าของกิจการและยังมีแอพพลิเคชั่นขนส่งที่มีสาขาทั่วประเทศหลายพันสาขาในตอนนี้
เพราะเธอและเขาคุ้นเคยกัน ในตอนที่เธออับจนเธอจึงไม่มีทางเลือกวิ่งมาขอความช่วยเหลือจากเขา
"อ้อ ฉันขอโทษ แล้วนาย เอ๊ย..."
จันทร์เจ้าไม่รู้ว่าจะเรียกเขาว่ายังไง เตชินหัวเราะแล้วพูดว่า
"ช่างเถอะ ดูก็รู้ว่าความตั้งใจไม่มีเธอกลับไปเถอะ คุณหนูจันทร์เจ้าคนยโสแบบเธอฉันไม่อยากยุ่งเกี่ยว"
ถ้าเป็นเมื่อก่อนจันทร์เจ้าคงหยิบเอกสารที่กองอยู่บนโต๊ะของเขาฟาดหน้าเตชินไปแล้ว แต่ตอนนี้เธอไม่มีทางเลือกนอกจากยอมทิ้งศักดิ์ศรีขอร้องเขา
"คุณเตชินคะ ฉันเดือดร้อนจริง ๆ ฉันไม่มีทางเลือกแล้วแม่ของฉันก็บอกให้มาขอร้องคุณ"
จันทร์เจ้าเสียงเบาและพูดออกมาไม่เต็มปาก ผู้ชายคนนี้หล่อแล้วยังไงในเมื่อเขาแล้งน้ำใจแบบนี้ ถึงที่ผ่านมาเธอจะไม่ชอบเขาและคอยแกล้งเขาอยู่เรื่อย ๆ แต่เขาควรจะเป็นลูกผู้ชายไม่ถือสาเธอไม่ใช่เหรอ
คนอะไรหน้าตัวเมียคิดเล็กคิดน้อยกับเธอได้
เตชินหัวเราะเสียงดัง เขารู้ว่าจันทร์เจ้านิสัยเป็นยังไง คุณหนูนิสัยเสียที่พ่อแม่สปอยล์มาตั้งแต่เด็ก ขี้วีนและเอาแต่ใจตอนที่เขาอาศัยอยู่ในบ้านของเธอ จันทร์เจ้ามักจะแกล้งเขาโดยไม่มีเหตุผล
ทั้ง ๆ ที่เตชินเป็นคนติวหนังสือให้เธอ แต่จันทร์เจ้าไม่เคยนึกถึงความดีของเขากลับใส่ร้ายเขาจนคุณนายลงโทษเขาอยู่หลายครั้ง
เด็กหญิงตัวร้ายที่โตขึ้นมาเป็นผู้หญิงร้ายกาจคนหนึ่งที่แม้เขาจะพยายามหลีกเลี่ยงแต่ก็ยังต้องเจ็บตัวเพราะเธอคนนี้อยู่บ่อย ๆ
"น้ำเสียงไม่จริงใจสักนิด แต่เอาเถอะเห็นว่าแก่คุณนายที่เคยดีกับแม่ของฉัน ฉันจะลองฟังข้อเสนอของเธออีกสักครั้ง เผื่อว่าจะดีขึ้น"
ดวงตาของเตชินหรี่ลงเล็กน้อย เขาจ้องมองใบหน้าสวย ๆ นั้นอย่างเจ้าเล่ห์ มิหนำซ้ำยังกวาดสายตาไปทั่วร่างของสาวน้อยอย่างไม่เกรงใจ และสุดท้ายดวงตาคู่นั้นกลับหยุดที่หน้าอกคู่งามของเธอที่แม้จะใส่เสื้อปกปิดเอาไว้แต่มันกลับเด้งท้าทายสายตาของเขานัก
"นี่นาย หยุดมองฉันแบบนี้นะ"
จันทร์เจ้ายกมือปิดหน้าอกของตัวเองเอาไว้ เมื่อเตชินเปิดเผยความต้องการของตัวเองโดยไม่ปิดบัง พวงแก้มของหญิงสาวกลายเป็นสีแดงด้วยเลือดลมที่วิ่งไหลผ่านไปทั่วร่าง
"เธอไม่อยู่ในฐานะที่จะมาสั่งฉันได้อีกแล้ว จันทร์เจ้าปีนี้เธออายุสิบแปดปีแล้วไม่ใช่เหรอ ไม่ใช่เด็กแล้วนะนอกจากงานเลขาที่ฉันเดาว่าเธอคงจะทำหน้าที่ได้ห่วยมาก ๆ แล้ว ยังมีอะไรมาเสนออีกหรือเปล่า..." เขาเว้นเสียงเล็กน้อยก่อนจะพูดต่อ
"ข้อเสนอที่ตรงใจของฉัน"
จันทร์เจ้าเม้มปาก เธอคิดว่าเขากำลังจะแก้แค้นและหาทางเอาคืนเธอแน่ ๆ ผู้ชายคนนี้แค้นฝังหุ่นจริง ๆ หากย้อนเวลาไปได้ จันทร์เจ้าคงทำดีกับเขาให้มาก ๆ ไม่แตะต้องเขาแม้แต่ปลายขน แต่เธอไม่รู้อนาคตเพราะเขาชอบมีผู้หญิงมาหา มันทำให้เธอโกรธจึงมักหาเรื่องเขาเป็นประจำ
เธอไม่ชอบให้ใครเข้าใกล้เขา ก็แค่คนรับใช้พวกผู้หญิงพวกนั้นทำไมตาต่ำแบบนี้กัน ในตอนนั้นนอกจากแกล้งเตชินแล้วจันทร์เจ้ายังพาลไปถึงผู้หญิงพวกนั้นที่เธอเคยไปตบสั่งสอนว่าอย่ามายุ่งกับเขาอีก ที่เธอทำไปทั้งหมดนั่นเพราะฮอร์โมนวัยรุ่นแท้ ๆ ไม่น่าโง่ขนาดนั้นเลย
Runi terkesiap mendengar pertanyaan Bagas. Dia tidak menduga manajer hotel itu akan menanyakan hal itu padanya. "Maksud Mas Bagas pacarku?" Bagas menggeleng. "Ga harus pacar, siapa pun yang sekarang sedang dekat denganmu."Seruni diam sejenak sebelum menanggapi Bagas. "Aku ga punya pacar, Mas. Aku ga mau berkomitmen lagi, Mas. Aku trauma dikhianati," akunya."Maaf karena sudah mengingatkanmu pada hal yang menyakitkan." Bagas jadi merasa bersalah. Seruni tersenyum ke arah Bagas. "Tidak ada yang perlu dimaafkan karena Mas Bagas tidak salah," ucapnya.Setelah itu tak ada lagi yang berbicara. Hening menguasai saat mobil Bagas melaju dengan kecepatan sedang. Seruni yang duduk di samping Bagas, memilih menatap keluar jendela, sementara manajer hotel itu fokus mengendarai mobil sambil sesekali melirik ke samping kirinya."Runi, kamu marah sama aku?" tanya Bagas tiba-tiba. Memecah kesunyian di antara mereka.Seruni menoleh dengan kening mengerut. "Marah? Enggak kok. Memangnya aku kelihatan
Seruni menatap Intan lekat. Dia seolah bertanya pada sahabatnya itu lewat tatapan mata, apakah mau menemani Bagas mencari sepatu atau pulang saja seperti niat mereka sebelumnya. Intan memandang Bagas dengan senyum menyeringai. "Nanti kita dapat apa kalau nemenin Mas Bagas?" Dia tidak mau kalau tidak mendapatkan apa-apa dari kakak sepupunya itu. "Kalian bisa beli apa pun yang kalian mau. Sepatu, tas, baju, atau apa saja terserah," timpal Bagas dengan santai. Dia terus menampakkan senyum di wajah tampannya. Intan mengangguk. "Oke kalau begitu. Ayo, kita temani Mas Bagas, Run," ucapnya dengan penuh antusias. Ketiga orang itu akhirnya masuk ke salah satu toko yang menjual sepatu impor. Bagas melihat-lihat model sepatu olahraga, tapi tak ada yang cocok di hatinya. Mereka pun masuk dan keluar toko beberapa kali karena lagi-lagi Bagas belum menemukan yang sesuai keinginannya. "Mas, sebenarnya model kaya apa sih yang pengen dibeli. Masa sudah lima toko kita masuki tapi belum ada yan
Seruni menutup matanya sambil menghela napas panjang. “Aku tahu, In, tapi aku ga bisa berhenti begitu saja. Jujur, aku nyaman saat bersama dia. Baru kali ini aku merasa dihargai.”"Apa dia pernah menyatakan cinta dan bilang mau berpisah dengan istrinya kalau kamu menerimanya?" tanya Intan dengan nada sinis.Seruni mengangguk. "Pernah. Tapi aku ga mau, In. Aku ga mau jatuh cinta dan berkomitmen lagi. Aku benar-benar trauma."“Terus hubunganmu sama dia itu apa kalau tidak ada komitmen, Run?” desak Intan yang merasa gemas pada sahabatnya.“Kami tidak ada komitmen apa pun, In. Hanya saling memberi kenyamanan satu sama lain,” aku Seruni.Intan membelalakkan mata mendengar pengakuan sahabatnya. Dia tak percaya sahabatnya yang dulu sangat lugu, benar-benar berubah 180 derajat dalam waktu sebentar. Tak bertemu dua bulan saja, Intan sudah merasa asing dengan perubahan Seruni.“Jadi hubungan kalian tanpa status?” tanya Intan memastikan.Seruni mengangguk. “Iya, In. Aku sudah trauma dikhianati.
Pertanyaan Intan sontak membuat Seruni terkejut. Bukannya bercerita tentang keseharian mereka malah menanyakan pria yang sudah mengkhianati cintanya. Namun dia juga bisa mengerti kenapa sahabatnya itu bertanya, mengingat betapa hancur hatinya saat mengetahui perselingkuhan sang mantan tunangan. Dan setelah peristiwa tersebut, baru hari ini mereka bertemu.Seruni mengulum senyum. “Buang-buang waktu dan energi saja kalau aku tidak langsung move on dari dia, In. Buat apa mengingat-ingat pria yang sudah mengkhianati cinta tulus kita,” tukasnya.Intan tampak menghela napas lega. “Syukurlah kalau kamu sudah move on. Apa itu berarti sekarang kamu lagi dekat sama seseorang?” tanyanya sambil menatap san
Catra menggeleng. “Buat apa? Tidak ada gunanya.”“Apa Pak Catra tidak merasa dikhianati?” Seruni semakin penasaran.Pria berkacamata itu diam sejenak. “Harga diriku jelas terluka, tapi aku tak mau ambil pusing dan mempermasalahkan soal itu. Toh kami sama-
“Seruni!” panggil Catra. “Jangan tinggalin Mas dong, Sayang!” teriaknya.Seruni sontak membalikkan badan lagi. Dia batal pergi karena orang-orang yang mendengar teriakan Catra jadi memperhatikan mereka. Wanita itu kembali mengambil tas yang tadi diturunkan. “Pa
Seruni mengedikkan bahu. “Saya juga tidak tahu. Saya hanya berjaga-jaga kalau bapak saya tahu status Pak Catra,” jawabnya.Catra tertawa kecil. Dia mencubit ujung hidung Seruni karena gemas. “Aku pikir kamu yang ngasih tahu. Aku sendiri tidak pernah bilang kalau sudah nika
Seruni tak menjawab, dia malah balas memandang Catra hingga keduanya seolah bicara lewat tatapan mata. Membuat pria itu kembali mencium bibir sang wanita. Mereka pun saling memagut selama beberapa saat hingga Catra menjauhkan diri.“Seruni, tolong jawab pertanyaanku tadi,” pinta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.