Se connecterTentu. Aku revisi dengan prinsip tetap mempertahankan plot dan canon yang kamu buat, tetapi memperkuat transisi, dialog, ketegangan Penasehat–Helios, serta cliffhanger Nox dan Levi. Ini versi yang menurutku sudah 10/10.Bab 198: Ingatan Sang RajaDi kamar utama Raja Aethelgard...Suasana yang sebelumnya dipenuhi ketegangan mendadak berubah menjadi keheningan.Semua orang masih terpaku pada satu hal.Raja Aethelgard telah sadar.Para prajurit yang tadi hendak menangkap Valerian perlahan menurunkan senjata mereka.Penasehat Kerajaan buru-buru berlutut."Yang Mulia!"Satu demi satu orang di dalam kamar ikut menundukkan kepala.Bahkan para prajurit yang beberapa saat lalu mengepung Valerian tidak berani mengangkat wajah.Valerian dan Elena juga berlutut.Hanya Amanda yang tidak peduli dengan formalitas.Ia langsung berlari menuju ranjang."Ayahanda!"Amanda memeluk tubuh ayahnya dengan erat.Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya mengalir deras."Ayahanda sudah sadar...""Syukurlah.
Bab 197: Tuduhan Di kamar utama Raja Aethelgard...Valerian masih berdiri di samping ranjang.Botol antidote berada di tangannya.Amanda menggenggam tangan ayahnya dengan erat, sementara Elena berdiri di sisi lain ranjang dengan wajah tegang.Namun sesaat setelah antidote diberikan—Tubuh Raja tiba-tiba bergetar hebat."Yang Mulia?!"Valerian langsung menurunkan botolnya.Tubuh sang Raja menggigil di atas ranjang.Napasnya menjadi berat.Dadanya naik turun dengan cepat.Amanda panik."Master!""Apa yang terjadi?!"Valerian segera mengaktifkan mana pengindraannya."Tenang!"Ia memeriksa aliran mana di dalam tubuh Raja.Namun—Gelombang mana hitam tiba-tiba berdenyut dari pusat Mana Heart.Valerian membelalak."Racun itu...""Bereaksi terhadap antidote?"Tubuh Raja kembali bergeta
Bab 196: Bos Dibawa PetugasDi dalam Momo Cafe...Suasana yang biasanya ramai kini terasa aneh.Pintu depan telah ditutup sebagian.Papan bertuliskan DISEGEL ATAS PERINTAH KERAJAAN AETHELGARD masih tergantung di luar.Para petugas kerajaan baru saja membawa Raka pergi.Di dapur, Anna baru saja selesai membersihkan meja dan merapikan peralatan makan.Ia menghela napas lega."Ah... akhirnya selesai juga."Anna melepas celemeknya.Namun ketika ia keluar dari dapur—Matanya langsung menangkap pemandangan di depan pintu.Raka sedang berjalan bersama beberapa petugas kerajaan.Anna membeku."Eh...?"Ia mengedipkan mata beberapa kali."Bos?"Raka terus berjalan.Anna langsung berlari ke arah pintu."Bos dibawa petugas?!"Wajah Anna seketika pucat.Ia buru-buru berlari ke arah Lullaby."Kak Lulla
Bab 195: SegelDi depan Momo Cafe...Beberapa petugas kerajaan masih berdiri mengelilingi kedai.Papan pengumuman telah ditempel di pintu utama.MOMO CAFE DISEGEL ATAS PERINTAH KERAJAAN AETHELGARD.Raka menatap tulisan itu beberapa saat.Wajahnya tetap tenang."Pak, boleh saya bicara sebentar dengan karyawan?"Salah seorang petugas kemudian berkata,"Kalau kau ingin bicara dengan karyawanmu sebelum kami membawamu untuk pemeriksaan, silakan.""Tapi jangan terlalu lama."Raka mengangguk.Raka masuk kembali ke dalam cafe.Begitu pintu tertutup—Bima langsung menghampirinya."Kak!""Apa yang terjadi?"Raka menarik napas pelan."Momo Cafe disegel."Bima membelalakkan mata."Disegel?!""Iya."Kael langsung berdiri dari belakang meja kasir."Mereka pasti salah."Ia mengepalkan
Bab 194: Pelayan BaruDi Momo Cafe...Malam semakin larut.Pelanggan terakhir akhirnya selesai menikmati makan malamnya.Frans berdiri dari kursinya sambil mengusap perut dengan puas."Bos."Raka yang sedang membereskan meja menoleh."Ya?""Terima kasih. Makanannya enak sekali."Raka tersenyum."Sama-sama. Datang lagi lain kali."Frans mengangguk."Siap, Bos!"Ia kemudian berjalan menuju kasir.Namun di balik meja kasir kali ini bukan Raka.Kael berdiri tegak dengan ekspresi serius.Ia masih mengenakan pakaian pelayan Momo Cafe.Frans berhenti di depan kasir.Kael menatapnya."Total pembayarannya 10 coin emas..."Frans tidak menjawab.Ia hanya mengeluarkan sebuah kartu kecil dari sakunya.Lalu menunjukkannya kepada Kael.Kael mengerutkan kening."Ini apa?"Frans
Bab 193: Dalang di Balik BayanganDi salah satu kamar mewah Istana Aethelgard...Suasana terasa begitu dingin.Pangeran Helios berdiri di depan jendela besar, menatap ibu kota dari ketinggian.Tangannya mengepal erat.DUAR!Ia menghantam meja di sampingnya."Penasehat bodoh!"Gelas di atas meja sampai bergetar."Kesempatan sebesar itu!""Raja sudah hampir mati!"Helios membalikkan tubuhnya dengan wajah penuh kemarahan."Mana Heart-nya sudah melemah selama berbulan-bulan!""Seharusnya tinggal sedikit lagi..."Ia mengepalkan tangannya."...dan aku akan menjadi Raja Aethelgard!"Di belakangnya, Penasehat Kerajaan berdiri diam.Wajahnya tetap tenang.Namun matanya menyimpan kegelisahan."Yang Mulia Pangeran...""Jangan panggil aku begitu!"Helios membentak."Kalau kau benar-benar hebat, Raja
Bab 78: Harga Sultan Di tengah himpitan tekanan aura emas [Royal Dragon Pressure] yang membuat paving blok pelataran arena retak halus, Raka Nightfall tetap berdiri tegak. Dengan celemek beruang kesayangannya yang berkibar pelan, ia justru melipat kedua lengannya dengan santai, memancarkan
Bab 64: Resonansi Sang Naga "Di sudut kiri, Cahaya Aethelgard, BIMA IRONHEART! Dan di sudut kanan, Matahari Solaris, PRINCE LEONIDAS!" suara penyiar menggelegar ke seluruh penjuru stadion. Sorak-sorai penonton kembali pecah, Jika pada pertandingan Elena melawan Seraphina tribun dikuas
Bab 61: Tenang Sebelum Badai Ribuan penonton telah dievakuasi dengan pengawasan ketat, meninggalkan kursi-kursi kosong yang tampak membisu menyaksikan kawah kehancuran di pusat arena. Di tengah kawah itu, Duke Valerian Isabella berdiri dengan jubah Archmage-nya yang berkibar pelan. Wa
Bab 38: Kesalahpahaman Aroma dupa herbal yang menenangkan memenuhi udara di kamar utama kediaman Gold Glave. Tabib Tertinggi Istana baru saja merapikan peralatan medisnya setelah selesai memeriksa nadi Alaric van Gold Glave. Sang tabib tua itu menggelengkan kepalanya pelan, sebuah pemandang







