LOGINBab 78: Harga Sultan
Di tengah himpitan tekanan aura emas [Royal Dragon Pressure] yang membuat paving blok pelataran arena retak halus, Raka Nightfall tetap berdiri tegak. Dengan celemek beruang kesayangannya yang berkibar pelan, ia justru melipat kedua lengannya dengan santai, memancarkan aura Dominant Nanny yang secara tidak logis mampu menetralisir intimidasi kasta tertinggi tersebut. Raka tersenyum tipis, sebuah senyuman kapitalis murni yang sangat pekat. "Mohon maaf, YBab 175: Hasil BuruanWHOOOOSH!Marco akhirnya keluar dari portal.Ia masih terengah-engah dengan muka memerah."Hei, Nox!""Kau kenapa terbang secepat itu?!"Jack menyusul di belakangnya sambil memegangi lutut."Haaah...""Haaah...""Capek sekali..."Namun...Begitu mendongak...Keduanya langsung melihat seekor kura-kura Galapagos biru berdiri tenang di samping Raka.Marco berkedip heran."...Eh?""Kak Raka...""Kapan beli kura-kura?"Leviathan menoleh perlahan."..."Jack mengernyit penasaran."Familiar baru ya..."Ia segera mengangkat tangannya."Nature Dictionary!"TING!!【Nature Dictionary】Name: LeviathanTitle: Calamity of the SeaRank: ???Level: ???Attribute: ???Status: ???
Bab 174: Anggota BaruTING!!【Babysitter System】Registration Complete:Calamity of the Sea — LeviathanCahaya merah yang menyelimuti tubuh Leviathan perlahan menghilang.Gelombang raksasa yang memenuhi lautan ikut lenyap seiring surutnya mana.Air laut kembali tenang.Semua orang menatap tanpa berkedip.Tubuh Leviathan...Yang semula sebesar pulau...Kini telah menyusut drastis.Seekor kura-kura Galapagos berwarna biru kini berdiri tenang di atas permukaan laut.Tingginya hanya sekitar pinggang orang dewasa.Leviathan memandangi kaki depannya yang kini hanya sepanjang beberapa jengkal."...Aku...""...Mengecil?"Ia mencoba mengeluarkan mana miliknya.WHOOOOSH!...Tidak terjadi apa-apa.Leviathan mengernyit heran."...Kenapa aku tidak bisa kembali ke ukuran semul
Bab 173: Reuni SaudaraDi Hutan Kematian...Marco memanggul kapak raksasanya di bahu.Jack berjalan santai di sampingnya."Panennya lumayan."Marco tersenyum lebar."Kak Raka pasti senang.""Semoga malam ini Anna bikin sup jamur."Jack mengangguk."Kalau buatan Anna pasti enak."Di atas kepala Marco...Seekor naga hitam kecil masih meringkuk pulas.Napasnya terdengar pelan....Tiba-tiba...Sepasang mata emasnya terbuka."..."Nox perlahan mengangkat kepalanya.Tatapannya menembus langit."...Aura ini...""...Levi."Marco berhenti berjalan."Hah?"Aura hitam tipis mulai keluar dari tubuh mungil Nox."...Levi sudah bangun."Jack langsung membelalak."Leviathan?!"WHOOOOSH!!Tanpa menjelaskan apa pun...Nox langsung melesat ke langit."NOX!!"Marco panik."Mau ke mana?!"Namun naga kecil itu sudah berubah menjadi titik hitam.Jack langsung berlari."Cepat!""Kita susul!"Marco mengangguk."Kalau dia pergi sendirian pasti ada sesuatu!"Keduanya langsung berlari meninggalkan Hutan Kematia
Bab 172: Tuan MudaLeviathan masih berdiri tenang di tengah lautan.Gelombang raksasa yang tadi mengamuk perlahan mulai mereda.Air laut kembali tenang.Namun...Tatapan mata biru raksasa itu tidak pernah lepas dari portal yang masih terbuka."...Jadi...""...Tuan Muda masih hidup."Lullaby mengangguk pelan."Iya.""Beliau selamat."Leviathan memejamkan matanya beberapa saat.Hembusan napasnya menciptakan angin laut yang lembut."...Syukurlah."Hening.Bima yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa berkedip bingung."...Tunggu.""Kalian benar-benar mengenal Kak Raka?"Leviathan menoleh perlahan."...Tentu.""...Aku mengenalnya."Bima menggaruk kepala."Serius?""Sejak kapan?"Leviathan terdiam beberapa saat.Lalu suaranya kembali bergema.
Bab 171: Lulla dan LeviDi Momo Cafe...Suasana siang itu begitu tenang.Valerian sudah kembali bersandar di dalam stroller miliknya.Botol susu madu pisang masih berada di tangannya.Ia menghela napas panjang."...Sudahlah.""...Memang tidak ada yang membutuhkan Archmage."Perlahan...Ia memejamkan mata."Aku tidur siang saja..."Hening....Tiba-tiba—Mata birunya langsung terbuka lebar."...!"Tubuh penyihirnya seketika duduk tegak.Wajah yang tadi malas berubah menjadi sangat serius."...Aura ini...""...Leviathan?"Pada saat yang sama—TING!!Di dapur...Raka yang sedang menghias kue berhenti menggerakkan tangannya.Sebuah layar sistem kuning pastel mendadak muncul di hadapannya.【Babysitter System】[Hidden Quest Updated]
Bab 170: Aura House NightfallAngin laut berhenti berembus.Seluruh pantai tenggelam dalam keheningan yang mencekam.Gelombang raksasa masih bergulung di belakang makhluk itu.Tempurung birunya yang menyerupai pulau mengapung tenang di atas lautan.Sepasang mata biru tua itu tidak pernah lepas dari tiga murid Akademi Aethelgard.Suara beratnya kembali menggema."...Siapa...""...yang membawa aura House Nightfall?"Tidak ada yang menjawab.Bima menelan ludah."House Nightfall...""Itu... nama keluarga Kak Raka."Di sampingnya, Kael mengernyit."House Nightfall?""Apa itu?"Elena masih menatap Leviathan tanpa berkedip.Suaranya pelan."...Sebuah keluarga kuno.""Kak Raka adalah pewaris terakhir House Nightfall."Kael sedikit membelalak."...Pewaris?"Belum sempat Elena
Bab 53: Antrean kematian Matahari tepat berada di atas ubun-ubun, membakar arena utama Akademi Aethelgard yang kini dipenuhi debu dan sisa-sisa ledakan sihir. Hari pertama babak penyisihan Turnamen Akbar seharusnya menjadi ajang unjuk gigi yang penuh darah, keringat, dan kebanggaan. Namun, pemanda
Bab 51: Turnamen Pagi itu, area lobi pendaftaran Turnamen Akbar Akademi Aethelgard dipenuhi oleh lautan manusia yang seolah tak berujung. Panji-panji raksasa berwarna emas dan perak berkibar megah di sepanjang dinding marmer setinggi dua puluh meter, ditiup angin pegunungan yang membawa hawa ding
Bab 38: Kesalahpahaman Aroma dupa herbal yang menenangkan memenuhi udara di kamar utama kediaman Gold Glave. Tabib Tertinggi Istana baru saja merapikan peralatan medisnya setelah selesai memeriksa nadi Alaric van Gold Glave. Sang tabib tua itu menggelengkan kepalanya pelan, sebuah pemandang
Bab 37: Kepanikan Instruktur Di bagian luar Hutan Kematian, situasi tidak kalah kacaunya dengan medan perang sungguhan. Akar-akar berduri mencuat dari dalam tanah, merobek dan melilit tubuh belasan Lunar Wolf yang mengamuk. "Nature's Wrath!" teriak Instruktur Marry. Ia mengayunkan ton







