Share

Akan Rindu

last update publish date: 2026-04-30 11:19:59
Kiran baru saja selesai mandi.

Dia mengambil ponsel di atas meja, tatapannya tertuju ke panggilan tak terjawab dari Elvano.

Kiran buru-buru mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.

Penuh semangat Kiran menekan tombol panggil di layar ponselnya.

Begitu ponsel menyentuh telinga, dering panggilan yang didengarnya.

Kiran sabar menunggu, sampai dia mendengar suara Elvano.

“Maaf, aku baru saja selesai mandi dan tidak tahu kamu menghubungiku.” Kiran langsung bicara setelah Elvano menyapa.

“Kenapa minta
Aililea (din din)

Kakak, Done 3 bab buat hari ini. Buat besok, kalian sudah siap baca 4 bab sehari lagi, kan? Kalau nggak ada yang nungguin, ya 3 bab aja lagi deh sehari, wkwkwkw jangan lupa drop komen kalian, ya. Makasih.

| 15
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Magda
makasih up nya lanjut....
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
dilike lho ya ಥ⁠_⁠ಥ
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
q komen terus tapi gak pernah di-like , apa komenku gak muncul apa gimana si?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Semakin Menjadi-jadi

    Napas Edo memburu saat dia melangkah lebar saat menaiki anak tangga menuju kamar utama. Kemarahan membakar dadanya, membuat Edo benar-benar murka. Begitu tiba di depan pintu kamar. Edo membuka kunci di knop lalu dengan satu sentakan kuat, pintu kamar terbuka lebar.Nandira tersentak mendengar suara benturan yang kuat. Tatapannya tertuju pada Edo yang berjalan cepat menghampirinya.Nandira beringsut panik di atas ranjang. Tubuhnya kembali gemetar melihat sorot mata Edo yang berkilat penuh amarah.“Kamu!!” Suara Edo menggeram.Nandira semakin panik, sebelum dia berhasil turun dari ranjang, Edo sudah lebih dulu mencengkeram lengannya dan melayangkan pukulan keras tepat di wajah Nandira.Nandira terpelanting di atas ranjang. Belum sempat dia merintih, Edo menarik kerah pakaiannya, memaksa Nandira untuk kembali tegak. “Berani-beraninya kau mengirim file-file itu ke Nindy, hah?!” teriak Edo tepat di depan wajah Nandira. Suaranya menggelegar, menggema di seluruh ruangan hingga memekakkan t

  • Dimanja Mantan Posesif   Tak Berhenti

    Ruangan kembali hening. Semua orang terdiam setelah mendengar cerita dari Nindy, ditambah bukti-bukti foto dan dokumen yang masih terpajang di layar laptop.Noah menyandarkan punggungnya ke sofa. Dia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, bahkan napasnya berembus kasar, dia mencoba mencerna akhir dari rahasia besar yang baru saja terungkap.“Sekarang bagaimana?” Noah akhirnya membuka suara. Dia menoleh ke arah Elvano.Elvano menatap balik Noah. Dia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan setelah menghela napas panjang. “Pertanyaannya, kamu sendiri mau bagaimana?” Elvano membalas ucapan Noah dengan tegas. “Kalau kamu mau lepas dari Edo dan menyelamatkan perusahaan, maka kamu harus ikut campur tangan dengan masalah ini. Laporkan semua perbuatan Edo ini ke polisi pakai bukti-bukti yang ada di flashdisk itu.”Nindy menatap bergantian pada Noah dan Elvano yang baru saja bicara. Tatapan Nindy penuh harap saat tertuju pada Noah dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Pak Elvano ben

  • Dimanja Mantan Posesif   Kebohongan Sejak Awal

    Semua orang kembali dibuat terkejut dengan pengakuan Nindy. Mereka saling pandang, sampai Kiran menatap serius ke Nindy.“Rahasia apa, Nindy?” Kiran menyambar cepat, dia tidak mampu menahan rasa penasarannya.Pandangan semua orang di dalam ruangan itu terkunci pada Nindy, mereka menunggu kelanjutan kalimat yang sempat menggantung di udara.Nindy mengembuskan napas berat, jemarinya semakin erat meremas satu sama lain. “Nandira … dia sebenarnya sudah pernah menikah sebelum dia bersama Edo.” Nindy menggigit bibir bawahnya setelah mengungkap masalah pribadi ini ke semua orang.Semua orang tersentak sampai menatap tak percaya.Mata Kiran seketika membola. “Apa?”“Waktu itu, mendiang ayahnya terlilit utang yang sangat besar dan sangat putus asa ingin menyelamatkan perusahaan keluarga.” Nindy kembali bicara. Dia menarik ingatan ke kejadian beberapa tahun lalu. “Mengetahui Edo yang kaya raya dan sangat menyukai Nandira, ayahnya mengambil jalan pintas. Beliau memaksa Nandira menceraikan suaminy

  • Dimanja Mantan Posesif   Rahasia Edo dan Nandira

    Suara ruangan mendadak begitu sunyi.Semua orang diam mendengar pengakuan Nindy, ditambah bukti-bukti yang baru saja mereka dapatkan.Noah bergeming di tempatnya, tatapannya terkunci rapat pada layar laptop yang masih menampilkan deretan dokumen dan foto-foto lebam pada tubuh Nandira.Jemari Noah bergerak lambat, telunjuknya menyentuh touchpad untuk menggulirkan satu demi satu bukti visual yang memuakkan itu. Rahang Noah mengeras, ada urat yang menegang di sekitar lehernya. Bagaimana bisa seorang pria tega menyiksa wanita seperti ini?Apa Edo benar-benar seorang manusia? Atau iblis yang menjelma untuk menjerat wanita seperti Nandira?“Jadi ....” Noah membuka suara, memecah kesunyian dengan nada rendah yang bergetar menahan amarah. Noah mengangkat pandangannya ke arah Nindy yang duduk tepat berhadapan dengannya. “Apakah ini yang Nandira maksud dengan bertanggung jawab saat menghubungiku kemarin?”Kiran dan Elvano menoleh bersamaan ke arah Noah yang baru saja bicara.Noah mengembuskan

  • Dimanja Mantan Posesif   Punya Bukti

    “Bisakah kita naik dulu? Lebih enak kalau dibicarakan langsung di atas.”Farhan mengangguk. Dia juga kurang sopan langsung bertanya karena terlalu mencemaskan masalah Noah.Farhan langsung mempersilakan Kiran dan yang lain jalan lebih dahulu.Mereka naik ke lantai tempat ruangan Noah berada. Begitu keluar dari lift, mereka langsung berjalan menuju ruang kerja Noah.Farhan membuka pintu ruangan Noah setelah mengetuk lebih dahulu. Dia mempersilakan Kiran dan yang lain masuk lebih dulu, sebelum dia masuk lalu menutup pintu dengan rapat.Noah langsung berdiri saat melihat kedatangan Kiran dan yang lain.Tatapan Noah berakhir pada seorang wanita yang datang bersama Kiran dan Elvano. Membuat kening Noah berkerut dalam dengan rasa penasaran yang membeludak.“Ada apa? Kenapa kamu meminta bertemu sekarang juga sampai harus mendatangi kantor?” Noah memastikan, tatapannya kembali tertuju bergantian pada semua orang.“Ya, karena ada hal penting yang harus kamu dengar.” Kiran juga penasaran karena

  • Dimanja Mantan Posesif   Bertemu Noah

    Kiran dan Elvano menatap bingung setelah mendengar permintaan Nindy. Mereka saling tatap selama beberapa detik, kening Elvano dan Kiran sama-sama berkerut dalam. Dari sorot mata mereka seolah melempar pertanyaan sama. ‘Apa Nindy ada masalah dengan Noah?’Tatapan Kiran kembali tertuju pada Nindy. “Kenapa kamu mendadak ingin bertemu dengan Noah?” Kian memastikan. Menahan rasa penasarannya dan menunggu Nindy menjelaskan.Nindy masih menatap begitu panik pada Kiran dan Elvano secara bergantian, gurat di wajahnya cukup memperlihatkan betapa gelisahnya dia saat ini.Nindy meremat jemarinya dengan kuat saat bibirnya berucap, “Ada hal sangat penting yang harus aku sampaikan langsung kepada Pak Noah, Kiran.”Kening Kiran berkerut dalam. Kiran melihat kecemasan berlebih dari sikap Nindy yang biasanya tenang dan cerita. Dia mencoba tenang dan bicara dengan nada pelan agar Nindy tidak semakin tertekan. “Sebenarnya ada apa, Nindy? Dan dari mana kamu bisa mengenal kakakku?”Nindy menelan ludah de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status