Share

Gemas

last update publish date: 2026-06-04 14:43:32
Kening Kiran berkerut dalam.

Mendadak Kiran melihat sorot mata menggebu-gebu dari Aldo.

“Apa kamu sudah ada sesuatu yang butuh bantuanku?” Kiran menebak.

Aldo melipat bibir sejenak, senyumnya terangkat penuh arti.

“Palingan soal Sabrina.” Tebak Elvano cepat.

Kiran langsung menoleh pada Elvano yang baru saja bicara, dan tebakan itu sepertinya benar saat melihat senyum kecil di bibir Aldo.

“Kamu, masih ingin mengejar Sabrina meski dia sudah menolakmu?” Kiran memastikan lagi.

Aldo tidak langsung m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Adeena
nyosor terus El kalo ada kesempatan....
goodnovel comment avatar
Wida
mas El nyosor trus
goodnovel comment avatar
wardah
El udah ketar ketir duluan takut bener Kiran pindah ke rumah Bimantara yg asli
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Akan Mencoba

    Sabrina terkejut mendengar apa yang Kiran katakan. Sebelum dia memprotes, Aldo sudah lebih dulu membalas, “Tentu, tidak sia-sia aku jalan-jalan hari ini. Jadi bisa ketemu dan gabung dengan kalian.”Setelah selesai bicara, tatapan Aldo tertuju pada Sabrina dengan senyum semringah. Tetapi Aldo melihat Sabrina yang langsung mengalihkan pandangan darinya.“Ya sudah, kita pergi sekarang.” Dengan sengaja Kiran melepas lengan Sabrina. Kedua tangannya merangkul lengan Elvano, lalu melangkah lebih dulu mengajak kekasihnya itu pergi menuju bioskop.Sedang Sabrina bergeming karena ditinggal Kiran begitu saja.Tatapannya tak sengaja bertemu dengan Aldo yang tersenyum padanya.“Kita ikut pergi.” Aldo mempersilakan Sabrina berjalan lebih dulu.Sabrina tidak banyak bicara. Dia mengangguk, lalu berjalan menyusul Kiran dan Elvano yang sudah ada di depan mereka.Senyum Aldo terangkat kecil di bibirnya. Dia akan memanfaatkan dengan baik kesempatannya kali ini.Mereka membeli tiket menonton film romance a

  • Dimanja Mantan Posesif   Jadi Obat Nyamuk Lagi?

    Keesokan harinya sabtu.Kiran berdiri di depan cermin, tatapannya tertuju pada pantulan bayangannya. Kiran memakai kaus warna biru langit dengan celana jeans. Rambutnya dia gerai, menonjolkan wajah manis dan cerianya.Masih fokus dengan penampilannya. Kiran menoleh ke ponselnya yang terus berdering di atas meja.Nama Aldo terpampang di layar.“Hm … ada apa?” Kiran langsung bicara begitu menjawab panggilan dari Aldo.“Hari ini jadi, ‘kan?” Kiran mengembuskan napas kasar mendengar pertanyaan Aldo.“Jadi, kita nanti ketemu di mall. Aku dan El akan jemput Sabrina dulu.” Kiran membalas cepat. Satu tangannya sibuk menyemprotkan parfum ke tubuhnya.“Baiklah, terima kasih, Ki.”“Jangan terima kasih, aku cuma bantu bawa Sabrina bertemu denganmu. Sisanya kamu atur sendiri.” Kiran meletakkan botol parfum di atas meja, lalu kembali bicara. “Ingat ya, nanti kamu pura-pura nggak sengaja ketemu kami. Jangan bikin Sabrina kabur sebelum kita bertemu.”“Iya, aku paham. Aku akan melakukan apa yang kam

  • Dimanja Mantan Posesif   Dibagi Rata

    Kiran menggeleng saat melihat kepanikan di wajah Widya.“Kami tidak akan menuntut apa pun lagi,” kata Kiran dengan tenang.“Dengarkan dulu penjelasan Kiran.” Surya akhirnya bicara setelah sejak tadi diam karena larut dalam kecanggungan.Widya benar-benar panik. Bagaimanapun mereka baru saja mau memulai kehidupan mereka agar lebih baik, sehingga pembahasan masa lalu menjadi begitu sensitif untuk mereka.Kiran menatap semua orang yang diam. Dia lebih dulu mengambil napas panjang, sebelum bicara.“Rumah itu sebenarnya aku tebus.” Kiran menatap satu persatu pada Widya, Mila, dan Yoga setelah dia bicara. “Tapi, aku menjualnya agar adil untuk semua orang.”Widya seperti ingin memprotes, tetapi dia sadar diri juga sudah menerima uang dari Kiran, sehingga Widya memilih diam.“Ayah sudah setuju, uang itu harus dibagi untuk tiga anaknya. Aku, Kak Mila, dan Kak Yoga, setelah dipangkas biaya penebusan rumah dan biaya lainnya.” Kiran bicara dengan tegas.Kiran mengeluarkan selembar kertas berisi ri

  • Dimanja Mantan Posesif   Suasana Canggung

    Mila menahan senyum dan air matanya secara bersamaan.Sampai dia memeluk erat sang ayah, walau terhalang perutnya yang besar.“Aku lega Ayah mau datang ke sini.” Suara Mila bergetar.Surya menarik napas dalam-dalam. Dia usap lembut punggung Mila tanpa kata.Saat sudah melepas pelukan dari Surya, tatapan Mila kini tertuju pada Kiran.“Bagaimana kabarmu, Kiran?” Mila menatap penuh syukur. Jika bukan karena bantuan Kiran, Mila tidak akan bisa membuka usaha miliknya ini.Kiran mengangguk pelan menjawab pertanyaan Mila. “Sepertinya sebentar lagi kamu akan melahirkan?” tanya Kiran balik.Mila mengangguk-angguk. “Jika tidak meleset, harusnya bulan depan.”Mila kembali menatap pada Surya. Setelah beberapa bulan tak melihat ayahnya, akhirnya sekarang Mila bisa melihatnya.Mata Mila tiba-tiba berkaca-kaca, lalu dia berkata, “Ayah, maafkan kesalahanku dulu yang sering membangkang dan tak patuh pada Ayah. Aku belum sempat minta maaf.”Melihat Mila yang siap menangis, Surya langsung mengusap lenga

  • Dimanja Mantan Posesif   Penjualan Rumah

    Dua hari kemudian. Kiran mendapatkan pembayaran dari Aldo. Sore itu Kiran menemui ayahnya yang ada di kamar. “Kamu sudah pulang.” Surya menatap pada Kiran yang baru saja masuk. Senyumnya mengembang sempurna menyambut kedatangan putrinya. Langkah Kiran begitu riang menghampiri sang ayah. Di tangan kirinya, memegang amplop cokelat berisi uang hasil penjualan rumah. “Sini, ada yang mau aku bicarakan dengan Ayah.” Kiran merangkul lengan Surya, lalu mengajak ayahnya duduk di tepian ranjang. Surya menatap Kiran yang baru saja meletakkan amplop cokelat di pangkuannya. “Apa ini?” tanya Surya sambil menatap penasaran pada Kiran. “Uang penjualan rumah. Rumahnya sudah laku dan hasil penjualannya lebih dari harga pasar. Ayah lihatlah dulu.” Kiran menjelaskan lalu meminta ayahnya mengecek uang di dalamnya. Surya malah diam memandang amplop cokelat di pangkuannya, lalu dia menoleh pada Kiran. Amplop itu dia serahkan kembali ke tangan Kiran. Kiran terkejut, dia menatap bingung pada sang ay

  • Dimanja Mantan Posesif   Gemas

    Kening Kiran berkerut dalam.Mendadak Kiran melihat sorot mata menggebu-gebu dari Aldo.“Apa kamu sudah ada sesuatu yang butuh bantuanku?” Kiran menebak.Aldo melipat bibir sejenak, senyumnya terangkat penuh arti.“Palingan soal Sabrina.” Tebak Elvano cepat.Kiran langsung menoleh pada Elvano yang baru saja bicara, dan tebakan itu sepertinya benar saat melihat senyum kecil di bibir Aldo.“Kamu, masih ingin mengejar Sabrina meski dia sudah menolakmu?” Kiran memastikan lagi.Aldo tidak langsung menjawab. Dia diam sepersekian detik karena kepalanya penuh dengan banyak pikiran.“Kamu jangan salah paham, aku tidak terobsesi. Aku memang menyukainya dan aku ingin tahu pasti alasan dia menolakku.” Aldo menjelaskan. “Dia bilang tidak bisa saat aku mengajaknya bersama.”Napas Aldo dihela kasar, lalu dia kembali bicara. “Maksudku, apa yang membuat dia tidak bisa? Bukankah harusnya ada alasannya? Tidak bisa karena dia punya pacar? Tidak bisa karena dia mau fokus kerja? Atau tidak bisa karena dia

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Bingung

    Keesokan harinya.Elvano memperhatikan Kiran yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.Elvano memperhatikan wajah Kiran yang lesu. “Ada apa, Ki? Apa ada masalah?”

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Dimanja Mantan Posesif   Untuk Ayah Kiran

    Elvano tersentak mendengar semua omelan sang mama, apalagi kini Aksa juga melotot ke arahnya.Dia menarik napas dalam-dalam dan siap menjelaskan ke sang mama, tetapi sebelum bibirnya sukses bergerak, Elvano kembali mend

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status