Share

Penjualan Rumah

last update publish date: 2026-06-04 15:29:18
Dua hari kemudian.

Kiran mendapatkan pembayaran dari Aldo.

Sore itu Kiran menemui ayahnya yang ada di kamar.

“Kamu sudah pulang.” Surya menatap pada Kiran yang baru saja masuk. Senyumnya mengembang sempurna menyambut kedatangan putrinya.

Langkah Kiran begitu riang menghampiri sang ayah.

Di tangan kirinya, memegang amplop cokelat berisi uang hasil penjualan rumah.

“Sini, ada yang mau aku bicarakan dengan Ayah.” Kiran merangkul lengan Surya, lalu mengajak ayahnya duduk di tepian ranjang.

S
Aililea (din din)

Kakak, done 4 bab buat hari ini, maaf terlambat update, agak hetic banget hari ini, selamat membaca.

| 16
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (17)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
syukurlah mila sudah berubah dan semua berkat kiran yg baik hatinya
goodnovel comment avatar
Adeena
Alhamdulillah Mila bener2 berubah ga ada drama lagi...semoga yoga juga nyusul sadar....
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
yoga Kak, itu aku komwn di paragraf, udah aku revisi belum di acc
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Apa Harus Resign?

    Nindy terkejut dan diam sambil mengunyah makanan di mulutnya ketika mendengar ucapan Kamila.Dia tidak tersinggung atau kesal karena belum apa-apa Kamila sudah mengatur soal pekerjaannya.Nindy justru mengulas senyum kecil lalu menjawab pelan. "Sebenarnya kerja juga capek, tapi aku juga tidak bisa kalau harus diam di rumah saja, Bibi."Kamila menatap Nindy lekat. "Kenapa? Kamu takut tidak punya penghasilan sendiri?"Nindy terkejut mendengar sambaran kalimat dari Kamila."Eh, bukan begitu, Bibi!" Nindy buru-buru menyanggah. Dia takut Kamila salah paham dan mengira dia sedang menuduh Noah tidak bisa mencukupi kebutuhannya kelak. Nindy pun buru-buru meluruskan alasannya. "Aku hanya sudah terbiasa bekerja. Kalaupun tidak kerja, aku maunya tetap ada kegiatan."Kamila tersenyum kecil mendengar balasan Nindy, lalu dia kembali bicara. "Kalau begitu resign saja. Nanti bikin kegiatan bersama Bibi. Banyak hal yang bisa dilakukan meski jadi ibu rumah tangga."Nindy seketika bingung dan panik menca

  • Dimanja Mantan Posesif   Belanja Bersama

    Nindy menggeleng sambil terus tersenyum. “Tidak, tidak untuk menyenangkan siapa pun, Bibi.”“Siapa yang tidak mengakui Noah tampan, tapi siapa juga yang berani mendekati pria dengan status tinggi sepertinya. Karena itu, meski tertarik padanya, aku mana berani mengakui itu.” Nindy meyakinkan kalau semua ucapannya benar-benar sebuah kejujuran yang dia miliki.Kamila diam beberapa detik mendengar ucapan Nindy, sampai senyum kecil terangkat di bibirnya.“Bibirmu manis sekali, hm ….” Tatapan Kamila berubah hangat ke Nindy. “Pantas saja Noah menyukaimu.”Meski masih ada senyum di bibirnya, tetapi Nindy tidak tahu apakah ucapan Kamila ini sebuah sindiran atau pujian untuknya.Sampai Kamila menggenggam telapak tangan Nindy, lalu menepuk-nepuk punggung tangan Nindy dengan lembut.“Aku senang kamu mau bersama Noah, setidaknya sebentar lagi dia akan menanggalkan status lajangnya di usianya ini.” Senyum Kamila merekah, begitu tulus dan hangat seperti saat pertama kali Nindy dan Kamila bertemu.Da

  • Dimanja Mantan Posesif   Didatangi Kamila

    Beberapa hari kemudian, siang hari di RDJ Group.Nindy sedang fokus merapikan beberapa dokumen di mejanya ketika ponsel di samping laptopnya berdering. Nomor telepon interkom dari bagian resepsionis gedung kantor terpampang di layar ponselnya. Nindy segera menjawab panggilan itu karena dikhawatirkan ada hal mendesak yang ingin disampaikan.“Halo, selamat siang.” Nindy menyapa ramah."Selamat siang, Bu Nindy. Di lobby ada tamu yang ingin bertemu dengan Mbak." Terdengar suara petugas resepsionis dari seberang panggilan.Nindy sedikit berkerut keningnya. "Tamu? Siapa, ya?" tanya Nindy memastikan."Beliau menyebut namanya Ibu Kamila."Nindy tertegun sejenak mendengar nama sang calon mertua disebut. Meski Kamila merestui hubungannya dengan Noah, tetapi sikap Kamila belum sepenuhnya menghangat seperti dulu. Namun, Nindy juga tak menolak atau menghindar. Tanpa menunda waktu, dia segera mengiyakan dan merapikan pakaiannya sebelum melangkah turun menuju lobby utama.Begitu sampai di lobby, N

  • Dimanja Mantan Posesif   Ada Saja Isengnya

    Malam hari. Di kamar Elvano. Suasana kamar terasa tenang dan hangat. Kiran baru saja selesai mandi saat tatapannya tertuju ke suaminya yang baru saja keluar dari walk in closet."Ki, coba kamu lihat isi lemari pakaian di walk-in closet. Tadi Mama bilang ada beberapa baju baru yang disiapkan buatmu dan sudah mengatur lemari khusus untukmu," ujar Elvano dengan senyum penuh arti.Kiran menaikkan sebelah alisnya heran. Namun, dia tetap melangkah masuk ke dalam walk-in closet. Kiran mengedarkan pandangan ke banyaknya pintu kaca yang ada di ruangan ini, sampai tatapannya tertuju ke beberapa lemari yang memang terisi dengan tas, sepatu, sampai pakaian wanita.Sampai saat membuka salah satu pintu lemari kaca yang ada di sudut ruangan, mata Kiran seketika membola lebar.Di dalam sana tersusun rapi berbagai jenis pakaian tidur, dan di rak bagian tengah, berderet beberapa helai lingerie dengan bahan sutra dan renda yang minim. Pipi Kiran seketika memerah panas. Dia berdiri tertegun penuh rasa

  • Dimanja Mantan Posesif   Hangatnya Keluarga

    Mata Kiran membola lebar mendengar pengakuan Kamila.Bukan hanya Kiran, semua orang juga langsung tersenyum lega mendengar penuturan wanita ini soal hubungan Noah dan Nindy.Suasana ruang keluarga yang semula sempat tegang kini berubah penuh kehangatan."Lamarannya akan diadakan sebulan lagi," tambah Noah memajang senyum lebar. "Mengingat Kiran juga baru saja menikah, kami merasa waktu sebulan cukup pas untuk persiapan."“Baguslah.” Nada bicara Kamila sedikit mencair lebih hangat dari sebelumnya. “Dengan begitu, kamu bisa cepat-cepat nyusul Kiran, masa kakaknya kalah dari adiknya.” Kali ini ucapan Kamila mengandung sedikit nada sindiran.Kiran melipat bibir mendengar ucapan Kamila, sepertinya mulai terbiasa dengan sikap sang mama yang seperti ini.Raihan mengangguk-angguk setuju. Dia memandang Noah dan Nindy dengan raut bahagia. "Papa akan siapkan semuanya. Yang penting kamu dan Nindy benar-benar serius membina rumah tangga nantinya.""Pasti, Pa," sahut Noah cepat tanpa keraguan sediki

  • Dimanja Mantan Posesif   Kepulangan Kiran dan Elvano

    Di kediaman Radjasa. Suasana rumah terasa begitu hangat dan ramai. Seluruh keluarga sedang berkumpul menyambut kepulangan Kiran dan Elvano dari liburan honeymoon mereka.Kamila dan yang lain berdiri di depan teras, mereka menunggu kedatangan Kiran dan Elvano yang sedang dijemput dari bandara.“Kenapa mereka belum sampai-sampai? Memangnya jalanan di weekend begini macet?” Kamila menatap pada Alina yang duduk di sampingnya.“Duh, ya mana kutahu.” Alina juga sebenarnya tak sabar. “Mungkin bentar lagi, Aksa juga bilang sudah dalam perjalanan pulang sejak 30 menit lalu.”Kedua wanita itu benar-benar sangat antusias menunggu kedatangan anak mereka pulang.Sampai beberapa saat kemudian, mobil yang menjemput Kiran dan Elvano tiba, memasuki halaman rumah lalu berhenti tepat di area parkir depan garasi.Alina dan Kamila berlomba mendekati mobil, keduanya menunggu dan menyambut Kiran yang baru saja keluar dari dalam mobil.“Mama.” Tatapan Kiran tertuju bergantian pada Kamila dan Alina.Kamila l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status