Share

Jadi Panik

last update publish date: 2026-07-30 10:52:46
Kiran masih panik saat melihat kopernya ketika terdengar suara Elvano.

“Kamu sedang apa?”

Kiran tersentak. Dia buru-buru menutup kopernya lagi.

Di belakangnya. Elvano berdiri dengan kening berkerut dalam melihat gerakan cepat tangan Kiran menutup koper.

“Apa ada masalah?” Elvano kembali bicara.

Kiran buru-buru bangkit dari posisi jongkoknya. Dia berdiri menghadap pada Elvano yang memakai bathrobe putih dengan rambut setengah basah, lalu memaksakan senyumnya untuk menutupi kepanikannya.

“Ti-tidak
Aililea (din din)

Kakak, jangan lupa komentarnya, makasih banyak

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Adeena
pikiran Kiran udah ga sinkron padahal El mau ngajak dinner romantis....
goodnovel comment avatar
Magda
terimakasih up ny kk
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
hahaha ..iya kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Akan Pindah

    Alina dan Aksa saling pandang mendengar jawaban serentak dari Kiran dan Elvano.Alina langsung tersenyum mencibir. “Apa, El? Takut jauh dari Kiran? Memangnya nggak bosan kalau hampir 24 jam bersama Kiran? Kalau Kiran pindah ke posisi lain, bukankah juga bagus, Kiran bisa mengembangkan kemampuannya, kalian juga tidak bosan karena terus bersama selama 24 jam.”Elvano langsung melirik Kiran yang ada di sampingnya, lalu dia buru-buru membalas, “Pokoknya kalau sekarang jawabannya ‘tidak’, aku juga tidak akan kasih izin kalau Kiran pindah posisi.”Alina tersenyum meledek ke Elvano, lalu dia berkata, “Ya sudah, maklum pasangan baru. Sulit dipisahkan.”Kiran melipat bibir mendengar godaan sang mertua. Dia sampai melirik pada suaminya yang malah terlihat bangga.“Kalian pasti capek, ‘kan?” Alina kembali bicara dengan tatapan menggoda. “Naiklah, dan istirahat dulu.”Kiran mengangguk, lalu dia menoleh pada Elvano. Mereka berpamitan pada Aksa dan Alina, lalu keduanya pergi ke lantai atas untuk ber

  • Dimanja Mantan Posesif   Bagian Radjasa

    Kiran dan Elvano sudah meninggalkan Radja Hotel. Mereka kini dalam perjalanan menuju kediaman Radjasa.Sampai beberapa saat kemudian. Mobil Elvano memasuki halaman rumah lalu berhenti tepat di depan garasi. “Sudah sampai.” Elvano menoleh pada Kiran setelah menarik tuas rem tangan..Kiran melebarkan senyumnya, dia mengangguk pelan, lalu melepas sabuk pengaman yang menyilang di depan dada.Keduanya keluar dari dalam mobil. Elvano melangkah mendekati Kiran, lalu menggenggam telapak tangan Kiran dan mengajaknya masuk ke dalam kediaman Radjasa.Mereka melangkah masuk ke dalam rumah, sampai tatapan mereka tertuju pada Alina dan Aksa yang ada di ruang keluarga.“Kalian sudah pulang.” Alina berdiri dengan penuh semangat.Alina melangkah menghampiri Kiran, lalu dia memeluk wanita yang akhirnya menjadi menantunya ini.“Selamat bergabung dengan keluarga Radjasa.” Suara Alina lembut, penuh kasih sayang dan perhatian seperti biasanya.Kiran menatap penuh bahagia. Perasaannya selalu tenang saat me

  • Dimanja Mantan Posesif   Malam Pertama 21+

    Kiran melipat bibirnya saat tatapannya sama sekali tak teralihkan dari Elvano.Kiran mengangguk pelan untuk meyakinkan Elvano, jika dia tidak akan menunda suaminya mendapatkan apa yang seharusnya diterima.Dan, tepat saat itu, kedua pipi Kiran ditangkup mesra. Bibirnya kini bersentuhan dengan bibir Elvano. Suaminya ini menyesap lembut daging tak bertulang miliknya.Kiran memejamkan mata saat ciuman mereka semakin dalam. Kedua tangannya perlahan mengalung di leher Elvano, seiring pagutan bibir mereka yang semakin memanas.Suara napas mereka yang memburu semakin saling bersahutan, keduanya saling membalas lumatan bibir masing-masing.Saat pagutan bibir mereka sejenak terlepas. Elvano menatap Kiran dengan napas terengah. Bibirnya tersenyum lepas, lalu kedua tangannya meraup tubuh Kiran ke dalam gendongan dan membawanya ke ranjang king size milik mereka.Begitu merebahkan tubuh Kiran di atas ranjang. Elvano menundukkan tubuhnya saat kembali memagut bibir Kiran.Ciuman mereka semakin memana

  • Dimanja Mantan Posesif   Yakin?

    Elvano menatap Kiran dengan kening berkerut dalam.“Mau apa? Memangnya mau apa?” Elvano membalik ucapan Kiran.Kiran tertegun dengan mata membola.Sampai Elvano mengerutkan kening melihat ketakutan Kiran yang begitu kentara di wajahnya. Sekali lagi Elvano menahan senyum, dia melepas genggaman tangan mereka, kemudian beralih memegang kedua pundak Kiran.“Memangnya mau apa? Tentu saja makan malam, Ki. Kamu belum makan apa pun sejak tadi, apa kamu tidak lapar?” Elvano bicara sambil masih menahan senyumnya. “Tadi aku pesan makanan dari layanan kamar dan sudah datang, jadi sekarang kita makan dulu, baru beristirahat.”Bibir Kiran terlipat begitu dalam mendengar ucapan Elvano. Rasa malu dan canggung seketika menggelayuti hatinya.Kenapa kepanikan dan kegugupan yang dialaminya, membuat Kiran tak bisa bersikap tenang seperti biasanya. Dia benar-benar terlihat seperti orang bodoh.Elvano kembali menggenggam telapak tangan Kiran, lalu dia mengajak istrinya pergi ke tempat yang sudah disiapkan.

  • Dimanja Mantan Posesif   Jadi Panik

    Kiran masih panik saat melihat kopernya ketika terdengar suara Elvano.“Kamu sedang apa?”Kiran tersentak. Dia buru-buru menutup kopernya lagi.Di belakangnya. Elvano berdiri dengan kening berkerut dalam melihat gerakan cepat tangan Kiran menutup koper.“Apa ada masalah?” Elvano kembali bicara.Kiran buru-buru bangkit dari posisi jongkoknya. Dia berdiri menghadap pada Elvano yang memakai bathrobe putih dengan rambut setengah basah, lalu memaksakan senyumnya untuk menutupi kepanikannya.“Ti-tidak, tidak ada masalah.” Kiran melipat bibir setelah bicara.Kening Elvano berkerut dalam melihat sikap aneh Kiran, sebelum Elvano kembali bicara, dia sudah lebih dulu mendengar Kiran berkata, “Kamu sudah selesai, ‘kan? Kalau begitu aku mandi dulu.”Kiran kembali mengangkat bagian depan gaunnya untuk memudahkan langkahnya, lalu dia berjalan menuju kamar mandi.Sedang Elvano menatap Kiran dengan kening berkerut dalam. Saat melihat pintu kamar mandi tertutup, pandangan Elvano tertuju ke koper kecil m

  • Dimanja Mantan Posesif   Sudah Lulus

    Mobil Noah berhenti di dekat rumah keluarga Nindy.Mereka meninggalkan hotel lebih awal, dan sekarang Nindy siap turun dari dalam mobil.Di dalam kabin mobil yang hening, jemari Nindy meraba kalung berlian yang melingkar cantik di lehernya. Kemudian dia membuka pengait kalung itu perlahan, lalu melepaskan antingnya juga. Nindy mengambil kotak beludru merah maroon di dalam tasnya, menata perhiasan itu kembali ke tempatnya dengan sangat hati-hati.Saat menoleh pada Noah, Nindy menyodorkan kotak beludru pada Noah sebelum turun."Noah, tolong kembalikan ini ke mamamu, ya. Sekalian sampaikan terima kasihku karena mamamu mau meminjamkan perhiasan ini padaku," kata Nindy dengan nada suara lembut.Noah menoleh, dia menatap kotak beludru di tangan Nindy lalu beralih menatap wajah kekasihnya. Pria itu menggeleng pelan."Tidak usah dikembalikan, Nindy. Itu sudah jadi milikmu," tolak Noah santai. “Bukankah kalung itu memang dibeli untukmu, jadi simpan saja,” katanya kemudian.Nindy mengernyit ra

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status