เข้าสู่ระบบKakak, done 4 bab buat hari ini, ya. selamat membaca, Makasih banyak.
Keesokan harinya.Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar, membiaskan pendar cahaya tipis di atas ranjang berukuran besar. Suasana di dalam kamar resort itu terasa begitu tenang dan hangat.Di balik selimut tebal yang membungkus tubuh mereka, Kiran dan Elvano masih terlelap dalam posisi saling memeluk. Kehangatan tubuh Elvano yang mendekapnya begitu erat membuat Kiran perlahan menyadari bahwa hari sudah pagi.Kiran membuka matanya perlahan. Wajah Elvano yang masih tertidur lelap berada begitu dekat di depan matanya. Senyum kecil terbit di bibir Kiran saat memandangi betapa polosnya wajah pria ini saat terlelap, dan betapa tampannya Elvano saat terbangun yang bisa membuat jantungnya senantiasa berdetak dengan cepat.“Tidurlah lebih lama,” bisiknya lalu mengecup pelan pipi Elvano.Saat mencoba bergerak untuk bangun, Kiran menyadari kondisi mereka yang sama sekali tidak mengenakan pakaian di balik selimut tebal tersebut.Rasa canggung dan panas seket
Kiran dan Elvano keluar dari kamar mereka setelah selesai membersihkan diri.Langit yang semula jingga kini bertukar warna menjadi kebiruan gelap yang dihiasi pendar cahaya bulan dan bintang. Angin malam berembus perlahan, membawa aroma khas laut yang menenangkan.Kiran melangkah bersama Elvano dengan terus menggenggam tangan suaminya ini. Sesekali dia tersenyum saat menoleh pada Elvano.Sedang Elvano sudah menyiapkan kejutan kecil untuk istrinya. Di salah satu sudut pantai yang agak terpisah dan tenang, sebuah meja makan bundar lengkap dengan lilin aroma terapi serta hiasan bunga segar sudah tertata rapi. Cahaya lampu gantung kekuningan yang dipasang melingkar di sekeliling area tersebut memberi kesan hangat dan intim di tengah gelapnya malam pesisir."El... ini kamu yang minta siapkan?" tanya Kiran dengan mata berbinar, menatap sekeliling area makan malam mereka yang sangat spesial.Elvano lebih dulu mengajak Kiran menuju meja yang sudah disiapkan pelayan resort sesuai pesanan Elv
Kening Kiran berkerut dalam mendengar ucapan Elvano.“Jangan aneh-aneh, El. Jika kamu memintaku berenang, aku belum berani.” Kiran menggeleng. “Bahkan berani berjalan di air, jika bukan karena bersamamu, aku pasti—”Kalimat Kiran terpotong saat Elvano menarik pinggangnya, sampai merapat ke tubuh Elvano.Bahkan bibir mereka saling menyentuh, bertautan satu sama lain.Mata Kiran membola lebar. Dia tersentak karena ulah kekasihnya ini.Saat Elvano melepas bibir Kiran, Elvano berkata, “Aku tidak akan mengajakmu berenang, tapi ….”Kiran mengerutkan kening karena ucapan Elvano yang menggantung di udara. Hingga tubuhnya diangkat ke dalam gendongan Elvano.Kedua kaki Kiran secara refleks melingkar di pinggang Elvano, begitu juga dengan tangannya yang langsung berpegangan pada pundak suaminya ini.“El. Bagaimana kalau jatuh dan tenggelam?” Kiran kembali panik.Namun, bukannya cemas dengan kepanikan Kiran, Elvano malah tersenyum hangat dengan mata yang menyorot penuh arti.“Bukankah ada aku? Ak
Elvano menoleh ke belakang, tatapannya tertuju pada Kiran yang berdiri termangu memakai kaus dan celana pendek.Dia membalikkan tubuhnya ke arah Kiran, lalu kedua tangannya terulur ke arah istrinya.“Kemarilah dan turun, aku akan memegangmu.” Elvano bicara dengan nada yang sangat lembut.Kiran melipat bibirnya dalam-dalam, matanya menyorot ragu sampai kedua kakinya masih bergeming di tempatnya.“Ki.” Elvano memanggil pelan. “Percayalah padaku,” ucap Elvano kemudian.Kiran menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskan napas pelan. Setelahnya dia melangkah pelan mendekat ke kolam, begitu tiba di tepian, Kiran menundukkan tubuhnya, lalu duduk di tepian dengan kedua kaki yang masuk ke dalam air.Tatapan Kiran terus tertuju pada Elvano, wajahnya tampak begitu tegang.Sedang Elvano langsung menggenggam kedua telapak tangan Kiran, matanya menyorot penuh perhatian dan senyumnya terpajang di bibir.“Hanya berendam agar kamu tahu, jika air dalam tidak semenakutkan yang kamu pikirkan.” Elvano kemb
Elvano diam mendengar ucapan Kiran. Dia tidak bicara lagi, jari-jarinya semakin kuat mencengkram pundak Kiran, bersamaan dengan kedua kaki mereka yang masih terayun menuju resort.Setibanya di tempat yang sudah dibooking Alina.Mereka berdua akhirnya melangkah masuk ke dalam area resort. Pelayan yang mengantar mengarahkan mereka melewati lorong privat sebelum membukakan pintu kayu jati berukuran besar yang menjadi akses masuk ke unit mereka.Kiran mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Desain resort ini mengusung konsep modern tropis dengan dominasi kayu bernuansa hangat dan dinding kaca besar yang langsung menghadap ke luar. Begitu melangkah ke area teras belakang, pandangan Kiran tertuju pada sebuah private pool yang membentang tepat di depan kamar, lengkap dengan latar pemandangan laut lepas di balik pembatas kaca satu arah.Suasana tempat ini sangat nyaman, tenang, dan indah. Namun, tatapan Kiran yang semula berbinar perlahan meredup saat menatap air kolam yang berkilau disir
Keesokan harinya.Elvano dan Kiran keluar dari kamar bersama pelayan yang membawakan koper mereka.Mereka menuruni anak tangga, di bawah sudah ada Alina dan Aksa yang menunggu keduanya untuk mengantar kepergian mereka.“Kalian sudah memasukkan semua barang-barang yang kalian butuhkan, ‘kan?” Alina memastikan.Kiran mengangguk pelan. “Sudah kok, Ma.”“Baguslah, takutnya nanti ada yang ketinggalan.” Lalu Alina memandang pelayan yang membawa koper Kiran dan Elvano, dia meminta dua pelayan itu untuk segera memasukkan koper ke bagasi mobil.Mereka keluar dari rumah bersama.Sebelum Kiran dan Elvano masuk ke dalam mobil. Alina lebih dulu memeluk Kiran.“Nikmati liburan kalian, jangan memikirkan pekerjaan. Pokoknya, kalian harus bersenang-senang.” Alina bicara sambil mengusap-usap lembut punggung Kiran.Kiran mengangguk-angguk pelan.” Iya, Ma.”Setelah melepas pelukan dari Kiran, kini Alina menatap putranya yang berdiri di samping Kiran.“Jaga diri kalian baik-baik. Begitu tiba di tujuan, ja







