Home / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Mimpi atau Ingatan?

Share

Mimpi atau Ingatan?

last update publish date: 2026-05-13 10:07:10

“Bunganya cantik, kupu-kupunya cantik.”

Mata bulat kecil itu mengamati bunga di tepi sungai. Bibir mungilnya tersenyum memandang kupu-kupu berdatangan di sana.

“Yessica pasti suka lihat ini.”

Dia siap bangkit dari posisi jongkoknya, tetapi sebelum bisa berhenti sempurna, tiba-tiba tubuhnya ada yang mendorong.

Dia jatuh ke dalam air.

Riak air bergema beriringan dengan suara teriakannya yang berbalut ketakutan.

“Noah, Noah,” teriaknya panik.

Dalam kepanikannya, dia melihat wajah yang tak asing, b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
eva nindia
untung kiran gak trluka fatal.... itu ingatan kiran kecil,, ayoo hubngi noah..... kalian bertiga hrus mecahin mslah ni wkw
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
semoga Noah bisa bantu Kiran....
goodnovel comment avatar
Adeena
tunggu Noah balik baru nanya kebenaran'y El...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Noah Mulai Curiga

    Noah duduk di mobil yang berhenti di sisi jalan.Setelah mendengar Fania menceritakan tentang Nania yang pernah dibully Yessica, juga beberapa cerita lainnya. Noah berterima kasih sebelum pamit.Sekarang, Noah malah termangu di dalam mobil, memikirkan semua cerita yang benar-benar membuatnya terkejut.Selama ini, dia benar-benar tidak pernah tahu apa yang dilakukan Yessica di sekolah atau di tempat kuliahnya.Yang dia dan orang tuanya tahu, saat tiba di rumah, Yessica menjadi gadis manis penurut yang selalu bertutur lemah lembut.Noah mengembuskan napas kasar. Dia menegakkan kepalanya, tangannya mengeluarkan ponsel dari dalam saku kemeja.Noah mendial nomor Farhan.“Halo, Pak.” Suara Farhan terdengar dari seberang panggilan.“Farhan, cari informasi teman sekelas Yessica dari sekolah dasar sampai kuliah, aku ingin semua informasi tentangnya dari teman-temannya ini. Jika mereka ragu, katakan jika aku akan melindungi mereka.”“Pak, kenapa Anda tiba-tiba sekali ingin mencari tahu tentang Y

  • Dimanja Mantan Posesif   Sekarang Tahu

    Noah tersentak.Dia menggeleng cepat menyanggah, apalagi Noah melihat ekspresi tak suka di wajah Fania.“Bukan seperti itu maksudku, Bibi.” Noah sedikit menurunkan pandangan agar tidak menyinggung Fania.“Hanya saja, Kiran hilang ingatan dan tidak tahu apa pun tentang keluarganya sendiri. Jika memang ada yang mengganjal di hatinya, aku sebagai kakaknya harus mencari tahu, apa yang membuatnya tidak nyaman.” Noah bicara dengan tenang.Fania diam mengamati sikap Noah sebelum dia menghela napas. “Padahal kamu belum lama menemukannya, tapi kamu bersikap seolah-olah sangat peduli padanya.”“Bukan seolah-olah, tapi aku memang peduli.” Noah menyambar cepat. “Bagaimanapun, walau tidak tumbuh bersama, Kiran tetaplah adikku. Jika ada masalah yang mengganggunya, maka aku akan menyelesaikannya.”Fania melihat keseriusan dari sorot mata Noah.Fania mengembuskan napas panjang, setelahnya tangannya membuat gestur mempersilakan. “Duduklah, baru bicara.”Noah mengangguk. Lega Fania menerima kedatangann

  • Dimanja Mantan Posesif   Mencari Tahu Sendiri

    Di tempat Noah. Noah ada di ruang kerjanya sejak kembali dari mengantar Kiran ke bandara. Noah memandang ponselnya, bertanya-tanya kenapa Kiran tidak mengabarinya jika sudah landing. Bukankah seharusnya Kiran sudah tiba sejak tiga jam lalu? “Tahan Noah, kalau kamu yang menghubunginya dulu, takutnya Kiran kesal.” Noah mencoba menahan diri. Jari-jarinya gatal ingin menekan tombol panggil pada nomor Kiran, tetapi untungnya Noah masih bisa menahannya. Memasukkan ponsel ke saku kemeja, Noah bangkit dari duduknya untuk pergi ke kamar. Sebelum kakinya melangkah, terdengar suara dering ponsel Noah. Noah kembali mengeluarkan ponselnya, nama Farhan terpampang di layar. “Bagaimana?” Noah langsung bicara begitu menjawab panggilan Farhan. “Saya sudah menyelidiki meski belum mendapat semua yang Anda inginkan. Tapi, sepertinya Anda harus tahu ini, Pak.” Kening Noah berkerut dalam. “Apa?” “Yessica memang tidak pernah berbuat hal-hal yang aneh, hanya saja beberapa orang yang aku temui, sepe

  • Dimanja Mantan Posesif   Mimpi atau Ingatan?

    “Bunganya cantik, kupu-kupunya cantik.”Mata bulat kecil itu mengamati bunga di tepi sungai. Bibir mungilnya tersenyum memandang kupu-kupu berdatangan di sana.“Yessica pasti suka lihat ini.”Dia siap bangkit dari posisi jongkoknya, tetapi sebelum bisa berhenti sempurna, tiba-tiba tubuhnya ada yang mendorong.Dia jatuh ke dalam air.Riak air bergema beriringan dengan suara teriakannya yang berbalut ketakutan.“Noah, Noah,” teriaknya panik.Dalam kepanikannya, dia melihat wajah yang tak asing, berdiri di tepian sungai tanpa melakukan apa pun untuk menolongnya.“Noah, tolong!” Kiran bangun dengan cepat.Kiran baru sadar terduduk di atas ranjang, di dalam kamarnya.Keringat bermanik di wajahnya. Napasnya terengah seperti baru saja berlari berkilo-kilo meter.“Kiran, akhirnya kamu bangun.” Surya menatap panik pada Kiran.Dada Kiran naik turun tak beraturan. Wajahnya sangat pucat.Dia yakin tadi tenggelam di sungai, tetapi ternyata dia ada di kamarnya.Apa Kiran bermimpi?“Ada apa? Kamu mi

  • Dimanja Mantan Posesif   Jujur ke Surya

    Kiran dan Surya akhirnya kembali ke rumah.Rumah sederhana ini, ternyata tetap menjadi ternyaman untuk Kiran.Tetapi ada yang lebih nyaman, yang harus dia tinggalkan demi melindungi ayahnya.Kiran teringat rumah lama mereka.Kiran menoleh pada Surya yang baru saja keluar dari kamarnya setelah meletakkan koper mereka.“Apa kamu sudah lapar? Mau Ayah masakin?” Surya menatap pada Kiran yang hanya berdiri diam.Senyum Kiran terangkat pelan.“Yah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Ayah.”Kening Surya berkerut samar. “Ya, tentu.”Surya mengangguk-angguk.Kiran meminta ayahnya duduk lebih dulu.Setelah memastikan satu sama lain duduk dengan nyaman, Kiran siap bicara.“Aku mau membahas soal rumah lama kita.” Kiran bicara dengan sangat hati-hati.Punggung Surya menegak. Dia menatap Kiran yang terlihat serius.“Kenapa tiba-tiba membahas soal rumah itu lagi? Kalau sudah hilang, ya sudah biarkan saja. Anggap saja memang belum rezeki kita.”Bibir Kiran dilipat mendengar ucapan sang ayah.

  • Dimanja Mantan Posesif   Minta Upah

    Malam hari.Elvano dan Kiran duduk di Coffee Shop yang ada di samping hotel.Keduanya pergi ke sana setelah makan malam.“Aku kira, keluargamu akan menahanmu dan tetap memintamu pergi besok.” Setelah bicara, Elvano menyesap kopi miliknya.“Meskipun menahan, aku juga akan tetap pergi.” Kiran membalas santai.Elvano menahan tawanya.“Baiklah, baiklah, aku percaya kamu bisa melakukan itu.”Senyum Kiran terangkat kecil mendengar ucapan Elvano.“Tapi aku masih ada yang mengganjal.” Kiran mengaduk kopinya. Tatapannya lantas tertuju pada Elvano lagi.“Apa?” Elvano menatap penasaran pada Kiran.“Soal Yessica. Aku masih penasaran, apakah aku dan dia dulu benar-benar berhubungan baik? Tidak seperti saat bertemu Noah, aku bisa melihat kasih sayang dari tatapan Noah. Sedang Yessica, entah kenapa aku merasa dia sangat membenciku, setiap kali menatapku, walau ada senyum di wajahnya.” Kiran bicara sambil membayangkan bagaimana Yessica tersenyum dan bicara padanya.Meski semua sikap Yessica tampak ba

  • Dimanja Mantan Posesif   Persaingan

    Suasana mendadak tegang. Apalagi saat Kiran melihat Dania menatap tajam padanya. “Bukan seperti itu maksud saya, Bu. Saya hanya–” “Aku tahu, mungkin kamu sulit percaya pada orang lain, apalagi posisimu sekarang bisa dibilang lebih tinggi dari staff lain di divisi pemasaran.” Dania memotong ucapan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif   Akhir Sandiwara

    Kedua pundak Dania menegang, bola matanya bergerak liar mencari kata-kata untuk membalas ucapan Kiran.“Kamu tidak usah mengelak lagi! Aku tahu, semua yang aku alami ini karena laporan darimu!” Kiran tersenyum hambar. Dania masih saja kukuh memfitnahnya.Melihat tenangnya Kiran, emosi Dania semaki

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Dimanja Mantan Posesif   Bukan Miliknya

    Wajah Kiran memucat melihat kepanikan sang ayah. Jangan sampai ayahnya syok dan sakit lagi kalau tahu dia menggadaikan kalung itu demi biaya operasi ayahnya.“Tidak, Yah. Tidak aku jual, kok. Tapi, memang tidak aku pakai karena takut hilang karena kalung itu sangat berharga.” Senyum Kiran begitu kak

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status