Home / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Pagi Yang Membingungkan

Share

Pagi Yang Membingungkan

last update publish date: 2026-06-13 13:32:38

Kessokan harinya.

Sabrina keluar dari rumah untuk membeli sarapan. Baru saja dia mau melangkah setelah menutup pintu, tatapan Sabrina tertuju ke mobil yang terparkir di depan halaman rumahnya.

Keningnya berkerut dalam. Dia mengenali mobil ini.

Namun, untuk memastikan. Sabrina mendekati mobil di depan rumahnya ini untuk memastikan apakah ada orang di dalam.

Saat sudah berdiri di samping pintu kemudi. Sabrina melihat Aldo ada di dalam.

“Kenapa dia sepagi ini di sini? Dan ….” Sabrina mengerutkan k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
wardah
"pernah ", aku bantu jawab ya ,, wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
eva nindia
nah c aldo mabuk mlh ke rumh sabrina,,el mlh brhnti dipinggir jalan wkwk ayoo jawab sab
goodnovel comment avatar
Titin Susiyana
ayo jawab jujur Sabrina.....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Kejar Sampai Dapat

    Sabrina tersentak.Matanya membola lebar, dan wajahnya seketika berubah tegang. Bibirnya sedikit bergetar saat matanya terus menyorot ke arah Aldo dengan tatapan tak percaya.“Ap-apa maksudmu? Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Sabrina tersenyum walau begitu kaku. Dia mengelak dari apa yang baru saja Aldo tanyakan.Aldo diam melihat reaksi Sabrina. Tatapannya tak goyah pada Sabrina, dia terus memandang wanita di depannya ini, yang sudah dia sukai sejak mereka masih duduk di bangku kuliah.“Beri aku kesempatan menjelaskan semuanya, sekali ini saja dan mengungkap apa yang aku rasakan selama ini.” Aldo kembali bicara. Kepalan tangan di atas pahanya semakin menguat.Sabrina hanya bisa diam kaku. Dia bergeming di tempatnya, tatapannya tak teralihkan dari Aldo.“Wanita yang pernah kamu lihat menciumku, itu kakakku namanya Cintya. Dan hadiah kemarin yang kamu pilihkan, itu untuk kakakku juga. Aku tahu kamu salah paham padaku selama bertahun-tahun ini. Tapi perasaanku masih sama seperti berta

  • Dimanja Mantan Posesif   Pagi Yang Membingungkan

    Kessokan harinya.Sabrina keluar dari rumah untuk membeli sarapan. Baru saja dia mau melangkah setelah menutup pintu, tatapan Sabrina tertuju ke mobil yang terparkir di depan halaman rumahnya.Keningnya berkerut dalam. Dia mengenali mobil ini.Namun, untuk memastikan. Sabrina mendekati mobil di depan rumahnya ini untuk memastikan apakah ada orang di dalam.Saat sudah berdiri di samping pintu kemudi. Sabrina melihat Aldo ada di dalam.“Kenapa dia sepagi ini di sini? Dan ….” Sabrina mengerutkan kening. “Apa dia tertidur di sini?”Sabrina merasakan keanehan. Dia mengetuk kaca jendela mobil untuk membangunkan Aldo dan memastikan kenapa pria ini ada di depan rumahnya sepagi ini.Sekali, Aldo belum merespon. Sabrina sampai mengetuk tiga kali untuk bisa membuat pria ini sadar.Sabrina sedikit mundur dari sisi pintu ketika melihat Aldo yang ada di dalam mobil akhirnya bangun.Dia masih menunggu, sampai akhirnya Aldo keluar dari dalam mobil.“Apa yang kamu lakukan di sini?” Sabrina langsung be

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Khawatir

    Kiran mencoba mencari di sisi mobil satunya.Dan, dia menemukan Elvano duduk di trotoar dengan punggung bersandar di ban mobil.Kiran mengembuskan napas lega. Dia mendekat lalu berjongkok di samping Elvano.Kiran menatap wajah Elvano yang begitu merah. “El, kenapa mabuk sampai seperti ini? Bukankah kamu tadi janji tidak akan minum terlalu banyak kalau ketemu Aldo?” Elvano membuka sedikit matanya saat menoleh pada Kiran dan senyumnya terangkat lebar.“Kamu datang.” Suara Elvano lirih.Kiran mengembuskan napas lagi. “Ayo, aku antar pulang.”Kiran memegang lengan Elvano untuk membantunya berdiri.Namun, Elvano sama sekali tidak bergerak dari duduknya.“El, ayo bangun, aku antar pulang.” Kiran kembali membujuk.Tetapi Elvano bergeming. Bahkan dia menarik tangan Kiran, agar ikut duduk bersamanya.Kiran akhirnya duduk di samping Elvano. Dia menoleh ke tunangannya ini yang sekarang malah menyandarkan kepala di pundaknya.“Sangat pusing atau gimana? Kalau pulang bukannya lebih enak, kamu bis

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Bisa Pulang

    Kedua pipi Aldo panas. Dia berdecak kesal karena harus menanggung malu akibat ulah kakaknya.“Kamu tahu dari mana?” Aldo mengulang pertanyaannya. “Cintya memang menyebalkan,” gerutunya kemudian.Elvano membuang napas pelan. Ternyata ini hanya sebuah kesalahpahaman.“Kamu mau tahu, kenapa sampai saat ini kamu tidak bisa mendapatkan Sabrina?” Elvano menenggak minuman di kelas setelah bicara.Aldo menoleh setelah mendengar apa yang Elvano katakan.“Apa?” Aldo menatap penasaran.Elvano meletakkan gelas di atas meja. Saat dia menoleh pada Aldo, Elvano berkata, “Dia salah paham. Dia mengira kakakmu adalah kekasihmu.”“Hah?!” Mata Aldo melebar. Bibirnya mendadak gagap saat dia berkata, “Bagaimana bisa?”Elvano menceritakan semua yang Kiran katakan. Dari perhiasan yang Aldo beli sampai kejadian waktu kuliah.“Itu alasan Sabrina tidak menerimamu, dia takut dijadikan selingkuhanmu.” Elvano menatap serius pada Aldo setelah bicara.“Kalau hanya itu alasannya, jika aku menjelaskan padanya, mungkin

  • Dimanja Mantan Posesif   Siapa Wanita Itu?

    Malam hari. Elvano masuk ke klub malam untuk menemui Aldo. Saat menginjakkan kaki di dalam klub, tatapannya mengedar mencari keberadaan sahabatnya. Sampai tatapan Elvano tertuju ke Aldo yang melambaikan tangan ke arahnya. Elvano melangkah menghampiri Aldo yang duduk di depan meja bartender. Elvano lebih dulu memesan minuman setelah duduk di kursi samping Aldo sebelum mulai mengulik informasi dari sahabatnya ini. “Tiba-tiba sekali kamu mengajak bertemu di klub, apa Kiran tidak akan mengamukmu karena takut kamu mabuk?” Aldo meledek Elvano. Dia menoleh ke temannya ini yang terlihat santai. Elvano tak langsung menanggapi ucapan Aldo. Dia menerima minuman dari bartender. Elvano lebih dulu menyesap minuman beralkohol rendah ini, lalu setelahnya kembali menatap pada Aldo. “Aku sudah minta izin Kiran, dia memperbolehkanku pergi ke klub.” Elvano bicara dengan sangat santai. Sedang Aldo tersenyum mencibir. “Ya, ya. Yang sekarang kalau pergi-pergi harus dapat izin.” Elvano tersenyum mi

  • Dimanja Mantan Posesif   Ikut Bingung

    Setelah bicara dengan Sabrina.Kiran naik ke ruangan Elvano berada.Kiran tak pergi ke meja kerjanya. Dia lebih dulu masuk ke ruang kerja Elvano untuk menemui tunangannya ini.Kiran melihat Elvano yang langsung menatap ke arahnya.“Bagaimana? Sudah selesai bicara dengan Sabrina?” Elvano langsung melontarkan pertanyaan.Kiran mengangguk. Wajahnya lesu.Melihat Kiran yang tak bersemangat. Elvano berdiri dari duduknya lalu menghampiri Kiran. “Kenapa? Apa ada masalah?” Kiran langsung memeluk Elvano yang sudah ada di depannya.Elvano semakin bingung. Dia mengusap punggung Kiran.“Ada apa? Kenapa datang-datang malah sedih begini? Sabrina bicara apa?” Elvano memastikan.“Peluk sebentar, nanti aku cerita.” Nada suara Kiran begitu manja.Elvano akhirnya diam. Dia membiarkan Kiran memeluknya, tangannya secara konstan mengusap rambut Kiran.Setelah cukup lama, akhirnya Kiran melepas pelukan. Dia mengajak Elvano duduk berdua.“Ada apa? Kenapa kamu lesu seperti ini?” Elvano memastikan.Kiran mena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status