Beranda / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Pagi Yang Membingungkan

Share

Pagi Yang Membingungkan

last update Tanggal publikasi: 2026-06-13 13:32:38

Kessokan harinya.

Sabrina keluar dari rumah untuk membeli sarapan. Baru saja dia mau melangkah setelah menutup pintu, tatapan Sabrina tertuju ke mobil yang terparkir di depan halaman rumahnya.

Keningnya berkerut dalam. Dia mengenali mobil ini.

Namun, untuk memastikan. Sabrina mendekati mobil di depan rumahnya ini untuk memastikan apakah ada orang di dalam.

Saat sudah berdiri di samping pintu kemudi. Sabrina melihat Aldo ada di dalam.

“Kenapa dia sepagi ini di sini? Dan ….” Sabrina mengerutkan k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
knapa si Aldo dan El kok sampai mabuk berat
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Pernah dong ...Sabrina pernah menyukaimu Al ...
goodnovel comment avatar
Adeena
jujur Sab dari pada nanti nyesel belakangan....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Say Godbye

    Halo, Kakak semua. Akhirnya ga terasa ya, kisah Elvano dan Kiran berakhir sampai sini. 7 bulan cerita ini menemani aku dan kalian, kini kita harus berpisah dengan cerita mereka.Tapi, jangan khawatir, aku sudah ada buku lain yang tak kalah menarik dari kisah mereka, lho. Kisah Amaya Risjad dan Dhanadoya Kusuma Wardhana, dalam cerita Pernikahan Kontrak: Diam-diam Bos Dingin Memanjakanku. Jangan lupa mampir ke kisah mereka juga ya, Kakak.Selamat tinggal pada Elvano dan Kiran. Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini. (^^) Love u all

  • Dimanja Mantan Posesif   Bonus Chapter 3~Akhir

    Tiga tahun berlalu begitu cepat. Suasana sore di halaman samping kediaman Bimantara terasa sangat sejuk dan hangat. Angin sepoi-sepoi menggoyangkan dedaunan hijau, mengiringi suara gelak tawa anak-anak yang memenuhi area padang rumput mini tersebut.Kiran dan Nindy duduk santai di kursi taman kayu di bawah naungan pohon rindang. Di tangan mereka masing-masing menggenggam cangkir teh hangat, menatap lurus ke arah halaman di mana sebuah pertandingan sepak bola mini sedang berlangsung seru.Di sana, Elvano dan Noah tampak melepas atribut formal mereka. Hanya mengenakan kaus polos dan celana santai, kedua pria itu terlihat begitu telaten dan bersemangat bermain bola bersama buah hati mereka.Keanu yang kini sudah berusia empat tahun berlari kencang mengejar bola plastik warna-warni dengan kakinya yang mungil. Wajahnya yang mirip sekali dengan Elvano tampak memerah menggemaskan karena kegirangan. Sementara Danendra yang berusia tiga tahun berlari kecil di belakangan Keanu sambil berteria

  • Dimanja Mantan Posesif   Bonus Chapter 2

    Beberapa bulan kemudian.Di tengah malam yang sunyi, Nindy mendadak terbangun dari tidurnya karena merasakan perut bagian bawahnya yang tiba-tiba sakit luar biasa sampai dia merasakan sesuatu mengalir di pahanya. Saat menyibak selimut, dia melihat sprei tempat tidurnya sudah basah oleh cairan ketuban.Nindy tersentak, dia berusaha membangunkan Noah yang tidur di sampingnya.“Noah, Noah bangun.” Nindy memanggil sambil menahan kontraksi yang dialaminya. Satu tangannya memegang perutnya yang tegang. “Ada apa, hm? Kamu mau minum?” Suara Noah terdengar parau, matanya belum terbuka sempurna.“Noah, ketubanku pecah.” Suara Nindy bergetar menahan mulas yang luar biasa.Noah terlonjak kaget. Dia segera bangun dari posisi berbaring dan melihat wajah istrinya yang pucat dan merintih kesakitan.“Ketuban pecah? Kamu mau melahirkan sekarang?” tanya Noah panik setengah mati. Begitu melihat Nindy mengangguk-angguk. Noah membopong Nindy keluar dari kamar yang ada di lantai bawah, lalu segera menuju

  • Dimanja Mantan Posesif   Bonus Chapter 1

    1 bulan kemudian.Hari pernikahan Sabrina dan Aldo tiba.Kiran dan Elvano datang berdua, sedang Keanu ditinggal di rumah bersama babysitter dan Alina.Kiran tampak anggun meski ada sedikit perubahan di tubuhnya yang kini lebih berisi pasca melahirkan. Dengan gaun yang tertutup bagian dada, tetap memancarkan kecantikannya.“Harusnya kita datang lebih awal, jadi lihat prosesi akadnya,” ucap Kiran sambil melangkah mendekat ke altar pernikahan untuk menemui Sabrina.“Kamu tadi repot pumping dan mengurus Keanu. Sabrina pasti memahami posisi kita dan alasan kenapa kita terlambat,” ucap Elvano lalu menepuk pelan punggung tangan Kiran yang memegang lengannya.Wajah Kiran tetap mengisyaratkan rasa bersalah karena tak bisa menemani Sabrina dan Aldo dari awal.Mereka sudah tiba di altar. Sabrina langsung menyambut haru kedatangan Kiran.“Akhirnya kamu datang.” Sabrina langsung memeluk Kiran.Kiran mendekap erat sahabatnya ini. “Maaf ya, Sab. Aku tidak bisa menemanimu dari awal, padahal kamu mene

  • Dimanja Mantan Posesif   Hidup Yang Sempurna

    Malam hari.Kiran baru saja keluar dari kamar mandi. Tatapan Kiran tertuju pada Elvano yang sedang memberi susu Keanu, karena ASI yang dihasilkan Kiran memang belum lancar.“Apa dia sudah tidur?” Kiran bertanya dengan nada pelan saat mendekat pada Elvano.Elvano mengangkat pandangannya. Dia memberi isyarat agar Kiran tidak berisik, tangannya masih sibuk memegang botol dot, susu di dalam botol belum habis.Kiran melipat bibirnya. Dia duduk perlahan di samping Elvano, lalu tatapannya tertuju pada Keanu yang masih menyusu dengan dot.“Biar aku pangku kalau kamu capek,” kata Kiran dengan suara pelan.Elvano menoleh pada Kiran, dia menggeleng pelan. “Tidak usah,” katanya, “Keanu sudah hampir tidur, kalau dipindah, takutnya dia bangun lagi.’Kiran tersenyum mendengar ucapan Elvano. Dia lega suaminya begitu peduli dan terus membantunya menjaga Keanu.“Tapi besok kamu harus ke kantor. Kamu butuh istirahat,” kata Kiran.“Aku bisa mengerjakan urusan kantor dari rumah.” Elvano membalas dengan sa

  • Dimanja Mantan Posesif   Kabar Baik Lain

    Dada Kiran mendesir mendengar ucapan Ayudhia. Dia menganguk-angguk.“Iya, Kak. Aku akan ingat,” kata Kiran sambil mengangguk-angguk pelan di dalam pelukan.Ayudhia melepas pelukan. Tangannya mengusap pipi Kiran dengan tatapan sayang sebagai kakak yang siap melindungi adiknya, lalu dia beranjak meninggalkan Kiran untuk mengurus hal yang lainnya.Elvano duduk merapat pada Kiran. Dia menautkan jemari mereka, mata Elvano memancarkan kehangatan dan kasih sayang untuk Kiran.“Aku harap kamu tidak memendam lelahmu sendiri,” ucap Elvano dengan nada lembut. “Sekarang, kamu tidak sendiri, ada aku, ada orang tuaku, orang tuamu, keluarga kita. Kami akan bersamamu, jangan lagi memendam semua masalahmu sendirian seperti dulu.” Setelah bicara, Elvano mengecup lembut punggung tangan Kiran.Kiran mengangguk pelan, senyumnya lebar dan matanya berkaca-kaca. “Iya, aku akan memanfaatkanmu dan keluarga untuk menjagaku,” seloroh Kiran kemudian yang dia akhiri dengan tawa kecil.“Boleh,” balas Elvano, lalu d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status