LOGINCelyna meremas pakaiannya. Wajahnya mendadak pucat. Ucapan nenek Felicia menampar dirinya, dan harus ia akui. Ucapan nenek tidak ada yang salah. Dia memang selingkuh, ia membalas perselingkuhan Kaizen, dengan cara yang sama.Ia kembali jatuh cinta kepada mantan kekasih yang kini menjadi adik iparnya.Nenek Felicia tenang, ia menatap Davis. Sophia pandai menyembunyikan ekspresi di wajahnya. Sebelum Felicia menjawab. Suara Kaizen sudah terdengar lebih dulu.“Celyna, tidak akan melakukan hal buruk sepertiku. Jadi, Nenek tidak perlu menakut-nakutinya.”“Tidak. Aku tidak sedang menakut-nakutinya. Kesalahan tetaplah kesalahan. Tidak ada kebenaran untuk kesalahan.” Felica menatap tajam semua orang. “Tapi, aku tahu ... Celyna perempuan baik. Ia tidak akan mengotori dirinya dengan perselingkuhan. Satu lagi, selama hukuman berlangsung, Celyn akan tetap tinggal di rumah ini.”Ucapan Felica lagi-lagi menampar hatinya, sekaligus membuatnya terkejut. Rasa bersalah, sedih, membalut hatinya. Tidak ad
Dan setelah sekian lamanya, akhirnya Celyna dan Kaizen berbagi ranjang yang sama. Keduanya tampak canggung, Celyna terus membelakangi tubuh Kaizen. Sementara Kaizen sama sekali tidak bisa tidur dan terlihat gelisah.Celyna dapat merasakannya. Namun, kali ini Celyna melihat Kaizen dapat mengontrol sifatnya yang selama ini dingin padanya. Mana mungkin dalam waktu yang sangat cepat, seorang Kaizen berubah. Jika bukan karena menginginkan sesuatu.Meskipun jika pada akhirnya Kaizen berubah dan berakhir jatuh cinta padanya. Hatinya sudah milik Caelan, cinta lama yang bersemi kembali. Perasaan dapat disembunyikan sedalam samudera. Namun, tidak dengan mata.Mata yang bercahaya, yang hanya bersinar saat bersama orang yang dicintainya. Mata tidak akan berbohong.“Celyna, kamu sudah tidur?” tanya Kaizen.Celyna yang belum tidur, memilih diam. Ia memunggungi Kaizen, pria itu berbalik arah. Ia menatap punggung istrinya. Dulu berbaring di sisinya saja, sudah membuatnya marah. Namun, kali ini dia be
Malam itu, Celyna kembali ke kediaman keluarga Kendrick, kepulangannya disambut oleh nenek Felicia.Nenek memeluk Celyna. Pelukan yang terasa rapuh, tapi cukup kuat.“Nenek pikir, Nenek tidak lagi melihatmu.”“Maaf sudah membuat Nenek cemas,” jawab Celyna terisak.Selain neneknya. Nenek Felicia, adalah nenek kedua yang memiliki perasaan tulus terhadapnya.“Kamu yakin tidak akan menyesal kembali ke keluarga ini. Kaizen, aku yakin dia—““Tidak,” potong Celyna berbohong. “Dalam pernikahan pasti ada pertengkaran dan permasalahan seperti ini. Aku sudah memaafkannya. Aku percaya dia bisa berubah.”Celyna memegang kedua tangan nenek Felicia.“Nenek tenang saja, tidak ada paksaan di sini. Aku bersedia merajut kembali hubunganku bersama dengan Kaizen.”Setelah meyakinkan Felicia, barulah mereka berjalan menuju ruang makan. Malam itu, secara terbuka di hadapan mertuanya Celyna meminta maaf sudah membuat masalah sebesar ini.Air matanya menetes. Namun, siapa yang menyangka kalau Kaizen juga angk
Keputusan Celyna membuat terkejut kedua keluarga, yang sama sekali tidak tahu skenario dipegang kendali oleh Sophia.Sore harinya Celyna tertahan di sebuah hotel milik keluarga Kendrick. Di dalam kamar hotel sudah ada penata rias dan penata busana. Serta seseorang yang baru saja memberikan kertas berisikan apa saja yang boleh Celyna katakan dan tidak boleh Celyna katakan.Celyna yang duduk di depan meja rias, tidak pernah menyangka akan kembali ke posisi ini. Ketika hidupnya dalam semua pengaturan.“Celyna, oh Celyna.”Dari cermin, Celyna dapat melihat sosok Kaizen yang masih berstatus sebagai suaminya. Kaizen tersenyum kepada Celyna, lalu semua orang di dalam ruangan itu keluar.Kaizen berdiri di belakang Celyna berbisik pelan di telinga Celyna.“Aku tahu kamu akan kembali kepadaku.”“Jauhkan wajahmu dariku.”Kaizen tersenyum miring. “Aku sudah memutuskan akan memperbaiki hubungan denganmu. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Safira. Aku juga sudah memberinya banyak uang, dia tida
Celyna menahan napas. Ia mulai bertanya-tanya bagaimana ibu mertuanya bisa mengetahui studio yang bahkan orang tuanya tidak ketahui?“Celyna, waktumu tidak banyak. Kita bisa berbicara baik-baik.”Celyna tidak sempat berpikir lebih jauh. Ia tidak bisa kabur, meskipun bisa. Semua itu hanyalah sia-sia, ia tidak akan bisa melarikan diri.Dengan berat hati, Celyna membukakan pintu. Matanya bertemu dengan mata ibu mertuanya, dingin.Sophia melangkah masuk, tanpa ragu.“Jadi, ini tempat persembunyianmu.” Sophia menatap sekelilingnya. “Apakah di tempat ini juga kamu bersenang-senang dengan kekasih gelapmu.”Deg—Celyna membeku. Sophia berterus terang. Lalu memutar tubuhnya menatap Celyna dengan tatapan tajam.“Aku tidak mempermasalahkan perselingkuhanmu. Kembali denganku, akhiri hubungan gelapmu dengan Caelan.”Celyna membuka katup bibirnya.“Bagaimana aku tahu?” Sophia tersenyum miring dengan kedua tangan yang disilangkan di bawah dada. “Sejak awal aku sudah tahu hubungan kalian. Jauh sebelu
Celyna gemetar, menatap Caelan. “Kau gila.”“Ya, aku tergila-gila padamu, Celyna. Aku ingin segera memiliki kamu seutuhnya, menjadi istriku.”Celyna terkejut, ia meneguk salivanya.“Sejak awal kita saling mencintai Celyna.”Caelan mendekatkan kembali wajahnya dan berusaha memagut kembali bibir Celyna. Celyna dapat merasakan napasnya, detak jantungnya.Perlahan tangan Celyna menyentuh dada Caelan.“Aku tahu kamu mencintaiku, aku juga mencintaimu.” Celyna menatap Caelan. “Jika di dunia ini aku bisa memilih, aku ingin terlahir sebagai putri dari keluarga biasa. Lalu bertemu denganmu, yang hanyalah Raiden saja.” Mata Celyna berkabut. “Bukan sebagai Celyna dari Diwangkara, dan bukan sebagai Caelan Kendrick.”Celyna mengecup bibir Caelan persekian detik, saat mata mereka bertemu ada cinta yang terlihat jelas di matanya.Celyna dan Caelan saling mendekatkan wajah mereka. Bibir menyatu, hangat, lembut. Mata perlahan terpejam, keduanya saling memagut kehangatan. Sementara tangan Caelan membela
Celyna membelalak, bukannya ciuman yang mendarat di bibir Caelan. Melainkan jemari Celyna yang sebelumnya sudah lebih dulu ditempelkan pada bibirnya. “Sudah. Sekarang lepaskan tanganku.”Caelan tersenyum, dan melepaskan tangan Celyna. Lalu, dia masuk ke dalam kamar melihat Kaizen menunggunya.“Ken
Celyna datang ke rumah mertuanya. Malam ini akan ada makan malam keluarga, sebagai perayaan bergabungnya Caelan di perusahaan.Celyna datang lebih awal, ia mengendarai mobilnya sendiri memasuki perumahan mewah milik keluarga Kendrick. Celyna turun dari mobil, menteng tasnya dan masuk ke dalam rumah
Pelukan Caelan semakin erat. Air mata Celyna kembali menetes, lalu Caelan melepaskan pelukannya. Ia menyeka dengan ibu jarinya.“Jangan menangis lagi.”Caelan melangkah, ia menarik tangan Celyna dan menutup pintu. Mata mereka saling menatap.“Bagaimana kamu bisa tahu aku ada di sin—”Caelan membung
Tangan Caelan masih berpegangan pada tangan Celyna. Meski kini ia sedang memakan gorengan.“Lusa, aku akan kembali,” kata Celyna tiba-tiba.Caelan menoleh. “Lusa, aku pikir kamu akan lebih lama di sini?” tanyanya.“Kaizen, pasti akan segera mencariku.”“Kamu mencintainya?” tanya Caelan nadanya ber







