Home / Romansa / Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku / 6. Pernikahan Yang Tak Bisa Dihentikan

Share

6. Pernikahan Yang Tak Bisa Dihentikan

Author: CacaCici
last update Last Updated: 2025-10-31 13:03:02

"Me-menikah? A-aku dengan Kakak?" gugup Shazia, menunjukkan diri sendiri kemudian menunjuk Rayden.

"Humm."

"Ti-tidak bisa, Kak." Shazia melangkah menjauh, kembali duduk di kursi yang berada di depan meja–berseberangan dengan Rayden, "Kak Rayden itu Kakakku."

"Hanya kakak angkat," datar Rayden, "kau dan aku tidak punya hubungan darah. Jadi sah-sah saja jika aku menikahimu, Ade."

Shazia menggelengkan kepala, menolak menikah dengan Rayden. Yah, benar! Pria ini hanya kakak angkatnya. Akan tetapi Shazia sangat menghormati Rayden, dan dia sudah menganggap pria ini seperti kakak sendiri. Logikanya tak terima jika dia harus menikah dengan Rayden. Tidak!

"Jangan membantah," dingin Rayden, "kau harus menikah denganku untuk menghentikan Georgie yang terus-terusan menjodohkanku."

"Ta-tapi …-"

"Kakak bilang jangan membantah!" tegas Rayden, melayangkan tatapan dingin pada Shazia. Seketika itu juga Shazia menutup rapat-rapat bibirnya, takut berbicara lalu memancing kemarahan kakaknya.

"Ikut denganku," titah Rayden, bangkit dari kursi lalu keluar dari ruangannya–diikuti oleh Shazia yang berjalan cepat-cepat di belakangnya.

Rayden membawanya ke dalam kamar pria itu, membuat Shazia gugup dan was-was. Dulu, dia biasa saat setiap kali berduaan dengan Rayden. Bahkan saat kecil, pria ini sering memandikannya.

Namun, sekarang dia mendadak canggung dan merasa tak nyaman. Mungkin karena dia telah berpisah 7 tahun dari Rayden dan juga mengingat pria ini punya niat untuk memperistri dirinya.

Rayden melepas kemeja yang membungkus tubuh bagian atas. Hal tersebut membuat Shazia semakin gugup dan waspada. Apa yang ingin Rayden lakukan padanya? Ke-kenapa Rayden melepas baju?

"Kemari," titah Rayden, di mana dia telah duduk di pinggir ranjang sambil menatap datar ke arah Shazia.

Shazia mendekat ke arah Rayden, menatap waspada pada kakaknya. Hingga tiba-tiba saja Rayden membaringkan tubuh di atas ranjang, mengambil posisi tengkurap.

"Pijat pundakku," titah Rayden.

"Iya, Kak," jawab Shazia malas, langsung memutar bola mata jengah karena harus memijat kakaknya. Shazia naik ke atas ranjang Rayden, dia duduk di sebelah kakaknya berbaring kemudian mulai memijat pundak Rayden. 'Dari kecil sampe sekarang aku sudah lulus kuliah, aku diperbabu jadi tukang pijatnya. Dulu, upahnya dikasih permen sama coklat, sekarang masih nggak yah?' batin Shazia, malas dijadikan tukang pijat oleh Rayden akan tetapi dia tak berani melawan.

"Tadi--" Rayden tiba-tiba bersuara, "kenapa kau mengatakan pada Kakek jika kau menggoda Kakak?"

Wajah Shazia langsung kusut dan muram. Dia kira Rayden tak akan menyinggung masalah itu, tetapi Rayden malah menyinggungnya.

Alasan Shazia mengaku telah menggoda Rayden tentunya supaya sekalian saja dia diusir dari keluarga ini. Selama ini yang baik pada Shazia di keluarga Malik, hanya Rayden dan Alexander. Selebihnya mereka membenci Shazia, sering menghina Shazia sebagai anak pesuruh yang bermimpi naik tahta, sering disebut benalu maupun beban untuk Rayden, dan banyak hinaan lainnya.

Shazia tahu Rayden sangat tulus dalam menjaga dan membesarkannya, akan tetapi tetap saja Shazia sakit hati mendengar semua hinaan yang dilontarkan oleh keluarga Malik lainnya. Terlebih sekarang Georgie mulai agresif dalam menunjukkan ketidak sukaannya pada Shazia.

Dijodohkan dengan Sandi–pria berusia 45 tahun yang sudah satu kali gagal dalam pernikahan, itu adalah hal mengerikan bagi Shazia yang bahkan belum bisa sepenuhnya dikatakan dewasa.

"Soalnya aku takut Kakek memarahi Kakak, jadi aku berbohong," jawab Shazia pelan. Dia memilih berbohong karena dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa dia menyinggung Rayden dan dia berakhir dimarahi oleh pria ini.

"Jadi kau berniat melindungiku, Humm?" Rayden berdehem rendah pada akhir kalimat. Dia sama sekali tak menoleh pada Shazia, matanya tertutup–menikmati pijatan tangan halus Shazia pada punggungnya.

"Iya. Karena itu … kesalahanku, Kak. Gara-garaku Kakek salah paham pada Kakak. Jadi aku bilang begitu supaya Kakek berhenti menyalahkan Kakak," jelas Shazia dengan suara pelan, dia menjaga nada bicara.

Rayden sama sekali tak menanggapi. Shazia sudah menunggu lima menit tapi pria itu tetap diam. Shazia langsung mendumel dalam hati, menatap berang dan kesal pada Rayden.

Shazia menatap Rayden yang menutup mata, sepertinya kakaknya sudah tidur. Shazia berhenti memijat pundak Rayden, diam sejenak untuk menunggu apakah Rayden sudah tidur sungguhan atau tidak. Lima menit ia menunggu dan pria itu tak merespon.

Shazia langsung senyum cerah, buru-buru turun dari ranjang king size milik kakaknya. Namun, tiba-tiba saja …-

"Ade," panggil Rayden tiba-tiba.

Ah yah, Adena adalah nama tengahnya yang dijadikan nama panggilan dari Rayden. Namun, Rayden lebih sering memanggilnya Ade.

"Iya, Kak?" sahut Shazia, kembali naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Rayden.

Rayden mengangkat kepala lalu menoleh tajam ke arah Shazia. "Ada yang menyuruhmu berhenti?"

"Kukira Kakak sudah tidur," jawab Shazia dengan raut muka muram. Dia kembali memijat pundak Rayden, sedangkan pria arogan dan dingin ini kembali tidur.

****

Hari ini adalah hari pernikahan Rayden dengan Shazia. Pernikahan mereka dilaksanakan di kediaman Malik yang luas, akan tetapi menyuguhkan model bangunan yang klasik dan tradisional.

Pernikahan mereka hanya dihadiri oleh keluarga besar Malik, mitra, dan orang terdekat. Pernikahan tetap dipublikasi akan tetapi identitas istri Rayden akan disembunyikan.

Keputusan tersebut telah disepakati oleh para tetua di keluarga Malik, mulai dari kerabat hingga keluarga inti. Tentunya Georgie lah pencetus pertama agar identitas Shazia sebagai istri Rayden disembunyikan.

Alexander dan Rayden setuju karena untuk sekarang hal tersebut memang harus dilakukan. Shazia memang hanya anak angkat di keluarga Malik, dan sah-sah saja jika Rayden memperistrinya. Namun, Shazia baru lulus kuliah, spekulasi negatif akan bermunculan bila pernikahan keduanya dipublikasi. Mungkin setelah Shazia berusia matang, pernikahan keduanya akan dipublikasikan.

"Beristirahatlah di sini," ucap Rayden, mengantar Shazia ke sebuah kamar. Tak lain kamar tersebut adalah kamarnya di rumah kakeknya, kediaman utama keluarga Malik.

"Umm." Shazia menganggukkan kepala, masuk ke dalam kamar dan memilih duduk di sofa.

Shazia kira Rayden akan ikut masuk dengannya, akan tetapi dia salah. Pria itu pergi, menutup pintu dari luar. Shazia menghela napas pelan, memilih bangkit untuk mengganti kebaya yang ia gunakan dengan pakaian yang lebih santai.

Untuk pernikahannya, Shazia mengenakan sebuah kebaya putih elegan yang sangat anggun di tubuhnya. Kebaya tersebut memiliki panjang hingga sepuluh sentimeter di atas rok pas body panjang yang ia kenakan. Lalu dipadu dengan sebuah selendang yang dikenakan di ubun-ubun kepala dan menjuntai hingga lantai. Selendang tersebut transfaran dengan motif buka edelweis yang dibordir di sepanjang selendang.

Shazia sangat cantik, elegan, dewasa, dan bak putri zaman kerajaan dahulu di negeri ini saat mengenakan kebaya ini. Shazia menyukai menampilannya yang seperti ini. Hanya saja, Shazia tak tahan menggukanannya dalam jangka waktu yang lama. Pergerakannya tak bebas!

"Lega!" gumam Shazia setelah berhasil melepas kebaya dan seluruh atribut pernikahan yang melekat pada tubuhnya.

Sebelum Rayden datang, Shazia buru-buru mengganti pakaiannya.

Ah yah, dia sudah resmi menjadi istri Rayden Haitham Malik. Pernikahan yang Shazia sama sekali tak inginkan tetap terjadi.

Dia tidak bisa menggagalkan dan juga tak bisa kabur karena selama seminggu ini Rayden mengurungnya di rumah–hukuman atas perbuatannya yang nekat menyewa model pria untuk pura-pura tidur dengannya.

"Malam ini adalah malam … argkk! Iuhh, kok aku bisa-bisanya nikah dengan Kakakku sendiri? Ya Tuhan!" Shazia yang tengah membersihkan wajah, refleks mengusap wajah secara kasar.

Dia sangat frustasi dan masih tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Logikanya menolak pernikahan ini!

"Waktu kecil aku diasuh sama dia, dibesarkan olehnya. Trus gedenya, aku malah dinikahi. Haaaah, apa kata kecebong di sawah?!" gerutu Shazia sambil keluar dari kamar mandi sebab sudah selesai membersihkan wajahnya.

Demi Tuhan! Shazia rasa dia tak akan bisa memandang Rayden sebagai suaminya. Bayangkan saja, pria itu adalah orang yang sama dengan orang yang memandikan Shazia sewaktu kecil, orang yang menyuapi Shazia ketika malas makan, orang yang menjadi wali setiap dia menerimaan rapot, orang yang menggendongnya ke sana kemari ketika dia sakit, dan orang yang sama dengan orang yang jelasnya sering memarahinya. Dan sekarang orang itu menjadi suaminya. Ouh, God!

"Tenang, Shazia. Malam pertama itu tak akan terjadi. Soalnya Kak Rayden menikahiku karna dia ingin menghindari perjodohan yang diatur oleh si Tua Bangka," gumam Shazia, keluar dari kamar untuk sekadar mencari udara segar. Ini sudah malam dan pastinya di lantai satu masih ramai, jadi tak ada salahnya jika dia keluar sekalipun sudah tengah malam bukan?!

Yah, daripada dia tetap di kamar pengantin yang berakhir membuatnya merasa pusing dan banyak pikiran.

"Rayden, ini Evelyn Wijaya. Putri dari Pak Ruth Wijaya dan Anjeli Wijaya."

Mendengar itu, Shazia menghentikan langkah kakinya.

CacaCici

Holla, MyRe kesayangan CaCi. Kita kembali lagi di novel baru kita.(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Semoga kalian suka dengan kisah Rayden dan Shazia yah. Dukung novel kita dengan memberikan ulasan manis di kolom review, hadiah, gems, dan komentar di bab. Oh iya, MyRe sudah ada yang suka nggak nih sama Rayden? Atau … Georgie? IG:@deasta18

| 38
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (14)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Halo, Kak. CaCi sudah up nih. Selamat membaca dan semoga suka, Kak. (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Wkwkwk ...
goodnovel comment avatar
CacaCici
Terima kasih, Kakku. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   185. (Z 46)

    --Beberapa bulan kemudian-- Zaiden tertawa jahat saat melihat seorang pria paruh baya yang duduk di lantai. Pria itu menangis, setelah menonton sebuah video yang memperlihatkan sosok wanita pujaan hatinya yang ternyata ada di negara ini. Hati Nicolas sangat hancur, istri pertamanya sudah menikah dengan pria lain dan Stella terlihat sangat mencintai suaminya tersebut. Kehancuran Nicolas lebih dalam lagi ketika melihat putrinya–Kiara, memanggil 'ayah pada suami Stella. Bahkan Kiara akrab dengan suami Stella tersebut, mereka bercanda bersama dan bahkan ada video yang memperlihatkan keduanya sedang memasak bersama-sama sambil mengobrol santai. Hatinya seperti tertusuk duri ketika melihat video tersebut. Dia tidak rela dan tidak terima Kiara memanggil Ken sebagai ayah. Hatinya sakit! "Senang bisa melihat penderitaanmu, Pak Tua." Zaiden berkata santai, menyuruh Marcus–dengan isyarat untuk memperlihatkan video baru. Itu video putri kesayangannya yang saat ini tinggal di kolom jemba

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   184. (Z 45)

    Kiara kembali menundukkan kepala. Ucapan mamanya sungguh enak didengar olehnya. Hanya saja dia tetap ragu. "Sayang, Tuan Zaiden memang melakukan kesalahan. Namun, dia baru sekali melakukan kesalahan. Apakah kesalahannya yang satu ini bisa membuat kebaikannya padamu hangus?" Kiara masih diam karena tak tahu harus merespon apa. "Begini saja, coba ceritakan pada Mama sebuah moment yang membuat kamu kagum atau berasa beruntung punya suami seperti Tuan Zaiden." "Banyak, Mah," jawab Kiara pelan, "Ketika dia tahu Pak Nikolas jahat padaku, Mas Zaiden langsung berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk anak kami kelak. Padahal waktu itu, kami menikah saja belum." Kiara berkata pelan sambil menatap malu pada mamanya. Mengenai Nicolas yang jahat padanya, mamanya sudah tahu. Mamanya mengetahui itu dari mertua Kiara. "Dia juga rutin belajar mengepang rambutku dengan model yang berbeda di setiap harinya. Katanya … jika kami punya putri kelak, Mas Zaiden ingin mengepang rambut putri k

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   183. (Z 44)

    Marcus buru-buru menghampiri mertua sang tuan, menyalamnya dengan sopan sambil senyum ramah. Disusul oleh 20 bodyguard yang mereka bawa ke sana. Stella dan Ken hanya bisa senyum kaku, menyalam para pasukan yang Zaiden bawa. Ah ya Tuhan! Situasi mendadak berubah. **** Kiara akhirnya kembali ke kediaman Malik. Sejujurnya dia masih belum siap untuk kembali pada Zaiden, akan tetapi pria itu memaksanya pulang. Bahkan Zaiden membawa orang tua dan adik Kiara ke rumah ini. Saat ini Kiara sedang makan disuap oleh Zaiden, di halaman samping rumah. Sedangkan orang tuanya tengah mengobrol dengan mertuanya. "Sejak kejadian itu, Kiara trauma melihat seseorang berdiri di belakangnya saat dia makan. Untungnya sekarang traumanya sudah berkurang," ucap Rayden pada orang tua Kiara, di mana sebelumnya dia menceritakan masalah Kiara yang spontan menjatuhkan wajah ke piring saat dia muncul. Ketika mengetahui Ken adalah ayah baru Kiara, suami ke-dua dari ibu kandung Kiara, Rayden merasa sedikit w

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   182. (Z 43)

    "Tuan Zaiden Haitham Malik?" panik Stella dan Ken secara bersamaan saat sang kepercayaan dari sosok berbahaya itu memperkenalkan diri Zaiden. Mata Stella hampir keluar dari tempat, begitupun dengan Ken yang pucat dan tegang. Saat ini mereka sedang khawatir karena Kiara dan Karina tidak ada di rumah. Kiara masih menjadi incaran Nicolas, oleh sebab itu selama seminggu di sini mereka tidak membiarkan Kiara ke mana-mana. Namun, rasa panik mereka semakin bertambah karena sang tuan muda Haitham Malik ada di rumah mereka. Mimpi apa Stella dan Ken sehingga sosok ini ada di sini?! "To the point saja, kembalikan istriku dan kalian tidak akan kenapa-napa," ucap Zaiden dengan nada dingin, menatap angkuh pada sosok orang tua di depannya. "Hah?" Stella terlihat bingung, mengerutkan kening sambil menatap aneh pada sosok berbahaya tersebut. Setelah itu dia bersitatap dengan suaminya yang juga terlihat sama bingungnya dengannya. "Nyonya dan Tuan Moris, Tuan Zaiden bisa marah jika kalian b

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   181. (Z 42)

    Plak' Razia langsung menampar punggung telanjang Zaiden, membuat kembarannya tersebut langsung membalik tubuh lalu melayangkan tatapan tajam padanya. "Makan tuh goreng pisang biar kenyang," ucap Razia, menyebut tamparannya di punggung Zaiden adalah goreng pisang. "Keluar!" dingin Zaiden, memilih duduk sambil menatap membunuh pada kembarannya. "Kelewer!" nyinyir Razia, memutar bola mata jengah sambil bersedekap di dada. Percayalah, dia di sini karena dihubungi oleh mamanya. Zaiden mogok makan selama tiga hari, mama dan papanya sudah membujuk, akan tetapi Zaiden bersikeras tidak mau makan sebelum papanya mempertemukannya dengan Kiara. Razia sudah tahu apa yang terjadi pada Zaiden dan Kiara. Dia sendiri dipihak Kiara. Yah, siapa suruh Zaiden kasar pada Kiara. Ditinggal kan?! "Pria itu diberi tenaga lebih dan dijadikan pemimpin, itu supaya bisa melindungi perempuan. Tapi kamu malah … mentang-mentang lebih kuat, malah bersikap kasar pada Kiara. Mampus! Kamu ditinggal kan?!"

  • Dinikahi CEO Dingin Yang Membesarkanku   180. (Z 41)

    Ken senyum cerah, semakin terharu saat Kiara memanggilnya dengan sebutan ayah. "Halo, Nak. Sangat senang rasanya bertemu denganmu," ucapnya sambil mengusap pucuk kepala Kiara. "Senang bertemu dengan Ayah juga," ucap Kiara sambil senyum manis, "ouh, tidak apa-apa kan aku manggil Ayah Ken dengan sebutan Ayah?" "Tentu tidak apa-apa. Kau putriku dan Ayah sangat senang bila dipanggil demikian olehmu, Nak." Ken senyum tulus pada Kiara. Hati Kiara sangat terharu mendengarnya. Setelah itu, dia menghampiri Karina, gadis yang ada saat dia terbangun tadi. Karina terlihat gugup, berdiri tepat di sebelah ayahnya. "Hai," sapa Kiara, di mana dia dan Karina sama-sama bersalam, "aku Kiara Khansa." "Karina Moris," jawab Karina gugup, "senang bertemu dengan Kakak," lanjutnya. Kiara senyum tipis, efek gugup dan canggung. Lagi-lagi dia harus katakan, dia punya saudara tiri yang jahat dan arogan. Jadi Kiara sedikit parno! Gadis 15 tahun ini sepertinya terlihat gadis yang baik. Hanya saja, Kia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status