Beranda / Romansa / Dirty Office / Bab 342 Mainkan Untuk Ku

Share

Bab 342 Mainkan Untuk Ku

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-03-27 17:00:21

​Aruna hanya bisa pasrah. Meski tubuhnya masih dalam masa pemulihan, gairah yang dipicu oleh sentuhan nakal Keenan membuat rasa nyeri pasca operasinya selalu terlupakan. Ia menggerakkan tangannya, menyelinap ke dalam celana Keenan, meraih 'naga' yang sudah menegang hebat dan berdenyut menuntut pelepasan.

​"Sshhh... Ya, Aruna... Mainkan untukku, dia selalu merindukan sentuhan mu.." rintih Keenan saat jari tangan terampil Aruna mulai bergerak naik turun secara intens.

<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dirty Office   Bab 365 Meeting Online yang Meresahkan

    ​Pagi itu, suasana di penthouse keluarga Arkana terasa sibuk namun tetap hangat. Sinar matahari terasa mulai menyengat menembus kaca jendela besar, menerangi Aruna yang sedang duduk di sofa ruang tengah, menyusui Kenzo untuk terakhir kalinya sebelum berangkat ke kantor. Keenan baru saja selesai berpakaian, ia melangkah mendekat sambil memakai jam tangan mewahnya. ​Tatapan Keenan terkunci pada pemandangan di depannya. Aruna yang sedang memberikan 'nutrisi' pada jagoan mereka selalu menjadi pemandangan paling menggairahkan sekaligus menenangkan baginya. Ia berlutut di depan Aruna, mengusap pipi Kenzo yang tembam sebelum tangannya merayap masuk ke balik bathrobe Aruna yang sedikit terbuka. ​"Keenan, jangan sekarang... Kenzo sedang tenang," bisik Aruna dengan napas sedikit tertahan saat jemari suaminya mulai nakal. ​"Aku cuma mau mengintip milikku, Aruna. Tapi ingat, nanti di kantor kita ada meeting online besar. Jangan sampai kamu kehilangan

  • Dirty Office   Bab 364 Persiapan Untuk Terbang

    ​Setelah mandi bersama dan berpakaian rapi, Keenan memperhatikan Aruna sambil tersenyum. Tapi istrinya itu justru manyun. “Jangan gitu dong wajahnya..” goda Keenan. “Kamu terlalu banyak ambil jatah Daddy! Punya Kenzo pun kamu minta! Dasar Daddy nakal!” gerutu Aruna. Keenan hanya terkekeh, ia memeluk Aruna di pinggang sambil meremasnya dengan gerakan sensual. Mereka berjalan ke arah ruang makan, saat keduanya berdiri di ruang makan penthouse, suasana terasa lebih tenang namun tetap terasa menegangkan. Pak Alexander dan Bu Sofia sudah duduk di sana, sementara Kenzo tampak tenang di gendongan kakeknya. ​"Papa sudah dengar semuanya dari Nando pagi ini," buka Pak Alexander sambil meletakkan korannya. Tatapannya pada Keenan sangat serius. "Wanita itu... Mona, benar-benar nekat. Beruntung kamu memasang kamera tersembunyi itu, Keenan." ​"Aku tidak pernah percaya pada orang asing dengan mudah, Pa. Apalagi yang mende

  • Dirty Office   Bab 363 Mencicipi Sedikit

    Keenan membawa Aruna kembali ke kamar, ia mendudukkan istrinya di tepi ranjang lalu berlutut di depannya. ​"Maafkan aku, Sayang... Aku tidak bermaksud membuatmu ragu padaku," kata Keenan tulus, suaranya melembut. Ia menggenggam tangan Aruna dan menciumnya berkali-kali. ​Aruna mengusap air matanya, lalu tersenyum tipis. "Aku yang minta maaf karena sempat ragu. Tapi foto itu... Dan test pack itu... Rasanya sangat nyata." ​Keenan menarik Aruna ke dalam pelukannya. "Itulah sebabnya kenapa aku posesif padamu. Dunia bisnis ini kejam, Aruna. Mereka akan menggunakan segala cara untuk menjatuhkan Arkana, termasuk menghancurkan kita dari dalam. Tapi mereka lupa satu hal..." ​Keenan mendongak, menatap Aruna dengan tatapan dominan yang penuh gairah. "...bahwa tidak ada yang bisa memisahkan singa dari pasangannya." ​Keenan mulai menciumi leher Aruna lagi, mencoba menghapus trauma pagi itu dengan sentuhannya yang panas. "L

  • Dirty Office   Bab 362 Drama Panas Pagi Hari

    Tepat saat jam menunjukkan pukul setengah lima pagi. Aruna terbangun karena merasakan dadanya sesak, asinya terasa penuh pertanda Kenzo membutuhkannya. Ia menoleh ke samping, melihat Keenan masih tertidur lelap dengan posisi tengkurap, punggungnya yang lebar tampak begitu kokoh. ​Aruna bangkit pelan, mengenakan bathrobe sutranya, dan berjalan menuju meja rias untuk mengambil ikat rambut. Namun, langkahnya terhenti. ​Di atas meja rias, tepat di samping botol parfum mahalnya, terletak sebuah amplop putih polos. ​"Apa ini? Surat dari Nando?" gumam Aruna. ​Ia membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat isinya. Sebuah foto hasil test pack dengan dua garis merah yang sangat jelas. Dan yang membuat darahnya mendidih adalah foto itu diletakkan bersandingan dengan sebuah foto candid Keenan yang sedang tidur, foto yang diambil dari jarak sangat dekat, di kamar ini. ​"Breng

  • Dirty Office   Bab 361 Bayangan di Balik Pintu

    ​Keenan menendang pintu kamar utama dan menguncinya dari dalam. Ia menjatuhkan Aruna di atas ranjang yang luas. Tanpa menunggu, ia melepas kemeja hitamnya, memamerkan dada bidang yang dipenuhi otot-otot tegang. ​"Keenan, pelan-pelan..." Aruna merangkak mundur, namun Keenan menarik pergelangan kakinya, menyeretnya kembali ke tengah ranjang. ​"Tidak ada kata pelan untuk malam ini, Aruna. Aku sudah menahan diri sepanjang rapat, sepanjang di laboratorium aku menundanya, bahkan saat melihat wanita sialan tadi mencoba menggodaku. Aku hanya ingin kamu," Keenan merangkak di atas tubuh Aruna, mengungkungnya dengan kedua tangan yang kokoh. ​Ia mulai melumat bibir Aruna dengan liar. Ciuman itu bukan lagi sekadar kasih sayang, melainkan hasrat kepemilikan. Tangan Keenan bergerak teeampil membuka kancing blus Aruna satu per satu. Saat kulit mulus Aruna terekspos udara dingin AC, Keenan segera memberikan kehangatan dengan lidahnya, menjelajahi tulang s

  • Dirty Office   Bab 360 Lihatlah Dia Menggodaku.. 

    ​Aruna menghentikan gerakannya, menoleh ke arah Keenan dengan alis bertaut. "Mana bisa begitu? Kenzo pasti mencariku untuk menyusu. Aku akan bersamamu setelah Kenzo tidur nyenyak, Keenan. Itu kesepakatannya di awal, kan?!" ​"Tidak! Kenzo sudah ditemani Oma, Opa, dan Mona. Biarkan mereka yang mengurusnya semalam ini saja. Aku suamimu, Aruna. Aku juga butuh 'nutrisi' darimu," protes Keenan dengan nada dominan namun terdengar manja. ​"Kamu cemburu pada anakmu sendiri? Dia masih bayi, Keenan!" Aruna tertawa tidak percaya. ​"Dia bukan bayi biasa, dia sainganku! Dia selalu tahu kapan saat yang tepat untuk menangis dan merusak momen kita," gerutu Keenan sambil memalingkan muka, menatap ke arah jendela besar laboratorium. ​Aruna menghela napas panjang, membiarkan suaminya merajuk di sudut ruangan. Ia kembali fokus pada mikroskopnya, mengabaikan gumaman kesal Keenan yang sesekali terdengar. Suasana laboratorium kembali hening, hanya

  • Dirty Office   Bab 39 Amarah di atas Sofa

    ​Sementara itu, di luar ruangan CEO, suasana menjadi tegang. Saat Nando menerima pesan dari Keenan, ia langsung bergerak cepat. Sebagai asisten yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan Keenan, mencari identitas seseorang adalah hal mudah baginya.​Nando mengetuk pintu ruangan Keenan dan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dirty Office   Bab 47 Hukuman Menanti

    ​Keenan masih mengusap pipinya yang baru saja terkena ‘tamparan sayang’ dari Aruna. Bukannya marah, matanya justru berkilat penuh gairah yang tertahan. Ia memperhatikan Aruna yang makan dengan lahap seolah tidak ada beban, padahal separuh isi kafetaria sedang menahan napas menyaksikan interaksi mer

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dirty Office   Bab 49 Desahan yang Tertahan

    Aruna mendengus, menahan rasa kesalnya. Ia berjalan mengikuti Keenan menuju lift khusus CEO. Begitu pintu lift tertutup, Keenan langsung memojokkan Aruna ke dinding kaca lift. Ia mencium bibir Aruna dengan penuh hasrat, seolah-olah waktu dua jam di dalam ruangan tadi masih belum cukup baginya.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dirty Office   Bab 40 Kebenaran yang Menyiksa

    ​Suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar dari balik pintu ruangan CEO. Aruna berusaha melepaskan diri dari dekapan Keenan, ia semakin meronta dalam pangkuan Keenan, jantungnya pun berdegup kencang karena ketakutan. ​"Keenan, aku mohon... Lepaskan aku. Jangan seperti ini!" ri

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status