Home / Romansa / Dirty Office / Bab 9 ‘Panasnya’ Meja CEO

Share

Bab 9 ‘Panasnya’ Meja CEO

Author: Cynta
last update publish date: 2026-01-14 17:38:12

​Aruna menatap mata Keenan tanpa rasa bersalah. “Anda yang terlalu mudah terpancing, Pak Keenan. Apa benar hanya karena saya pergi dulu, Anda sampai harus membawa alat bantu itu di saku Anda? Apa saya sehebat itu sampai merusak fungsi tubuh Anda?” bisik Aruna, sebuah senyum terukir di sudut bibirnya..

​Wajah Keenan mengeras. Ia menarik syal yang melilit leher Aruna dengan satu hentakan kasar, memperhatikan tanda merah yang ia buat tadi.

​”Jangan pernah bertanya tentang kemampuanku kalau ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dirty Office   Bab 476 'Bertemu' Di Ruang Kerja

    ​“Nama untuk jagoan kedua kita,” Aruna tersenyum menggoda. “Kamu bilang sudah menyiapkannya. Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi. Berikan daftar itu padaku, aku ingin nama untuk adik Kenzo, Keenan..”​Keenan memberikan senyum miring yang berbahaya. Ia meraih pinggang Aruna, menariknya hingga tidak ada celah di antara mereka. Aruna bisa merasakan ‘naga’ Keenan kembali terbangun, menekan perut bawahnya dengan tuntutan yang jelas.​“Daftar itu ada di meja,” bisik Keenan tepat di telinga Aruna, hembusan napasnya membuat bulu kuduk Aruna meremang. “Tapi, apa kamu tahu? Informasi berharga selalu memiliki harga yang harus dibayar, Asisten Aruna.”​Keenan mengangkat Aruna dengan satu sentakan, mendudukkannya di atas meja kerja yang luas. ​“Keenan… ini ruang kerja. Bagaimana kalau Papa atau Nando tiba-tiba masuk?” Aruna mendesah saat bibir Keenan mulai menciumi ceruk lehernya, memberikan gigitan-gigitan kecil yang meninggalkan jejak kemerahan.

  • Dirty Office   Bab 475 Di Balik Dinding Mansion

    “Semuanya cepat masuk!” Keenan memberi kode pada Aruna untuk membawa Stella dan yang lainnya masuk, sementara dia menggendong bayinya, memeluknya erat. ​Keenan bertindak secepat kilat. Begitu teriakan Keenan menggema, tim keamanan Nando yang sudah bersiap di titik-titik tersembunyi langsung menghambur. Pelayan wanita yang tadi mencoba melarikan diri itu terjepit di dekat gerbang samping. Ia tidak menyangka bahwa pelayan-pelayan lain yang selama ini terlihat sibuk menyapu daun sebenarnya adalah agen keamanan terlatih di bawah komando Nando. ​“Bawa Mama dan anak-anak masuk! Sekarang!” Keenan kembali memberikan instruksi mutlak. Ia menyerahkan bayi mungil di gendongannya kepada Zaskia dengan sangat hati-hati namun penuh ketegasan. “Zaskia, ke bunker internal di lantai dua. Jangan keluar sampai aku yang memanggil.” ​Aruna segera merangkul bahu Stella yang kembali bergetar. “Ayo, Ma. Kita ke tempat aman. Percaya pada Keenan.” Satu tangannya m

  • Dirty Office   Bab 474 Janji Sensual Menuju Mansion

    ​"Di Mansion nanti, kamu harus tetap fokus padaku juga. Jangan biarkan anak-anak dan Mama mencuri seluruh perhatianmu. Aku masih suamimu yang haus akan sentuhanmu, Aruna," Keenan membisikkan itu tepat di depan bibir Aruna sebelum kembali melumatnya dalam ciuman yang menuntut kepatuhan. “Keenan.. Kamu benar-benar tidak ada habisnya ya..” Wajah Aruna memerah, tangannya berusaha mendorong tubuh Keenan menjauh darinya, tapi dengan cepat Keenan menangkapnya. “Tentu saja, gairah ku tidak akan habis karena istriku begitu mengoda.. Sekarang tidur atau aku akan melanjutkan ronde kedua, sayang.” “Tidur Keenan, kita akan menempuh perjalanan jauh besok..” Aruna cepat-cepat menarik selimutnya sebelum Keenan benar-benar melanjutkan ronde keduanya. ** ​Pagi hari, suasana di Villa berubah sibuk. Tim keamanan Nando sudah bersiap di perimeter luar. Alexander tampak berdiri kaku di ruang tamu, wajahnya kusam karena tidak tidu

  • Dirty Office   Bab 473 Desahan di Balik Perlindungan

    ​Keenan melepaskan ciumannya sejenak, hanya untuk merobek kemeja kerjanya sendiri hingga kancingnya berhamburan. Ia lalu meraih ujung gaun Aruna yang sudah kotor, mengangkatnya melewati kepala Aruna hingga wanita itu kini hanya mengenakan pakaian penghalang terakhir yang tipis. ​Keenan menggendong Aruna dalam dekapan bridal style, membawanya menuju ranjang besar di tengah ruangan. Ia merebahkan Aruna di atas sprei sutra hitam, lalu segera mengungkung tubuh istrinya. Tangan Keenan mulai menjelajahi kulit halus Aruna, memberikan remasan posesif pada bagian sensitif istrinya, 'choco chips' yang selalu ia inginkan. ​"Aahhh... Keenan... Lebih cepat..." pinta Aruna dengan napas yang terputus-putus. Matanya sayu, penuh dengan luapan gairah yang haus akan penyatuan. ​Keenan menanggalkan sisa pakaiannya dengan gerakan cepat. Ia memposisikan dirinya di antara kedua paha Aruna yang terbuka lebar. Sebelum melakukan penetrasi, ia mem

  • Dirty Office   Bab 472 Lolor Dari Maut

    ​Suara pelatuk yang ditarik menggema di tengah kesunyian itu. Aruna memejamkan mata, membenamkan wajahnya di dada Keenan yang keras. Keenan memeluk Aruna dengan sangat posesif, siap melindungi istrinya dari pemandangan berdarah yang mungkin terjadi sedetik lagi.​Namun, tidak ada ledakan peluru. Hanya kesunyian mencekam yang mengikuti suara gesekan logam kosong itu. Pistol di tangan Stella ternyata tidak berisi peluru, kosong, sama seperti kehampaan yang selama puluhan tahun menyiksa batinnya.​Tubuh Stella seketika lemas. Pistol itu terjatuh ke tanah berbatu, menimbulkan suara denting yang menyakitkan. Stella jatuh berlutut, kedua tangannya menutupi wajahnya yang kini basah oleh air mata yang meledak hebat.​"Kenapa..." rintih Stella parau di sela isakannya. "Kenapa bahkan untuk mati pun kamu tidak memberiku kesempatan untuk membalas semuanya, Alex?!"​Alexander membuka matanya perlahan. Napasnya yang tadi tertahan kini keluar dalam satu embusan

  • Dirty Office   Bab 471 Hari Pembalasan 

    ​Asap hitam pekat membumbung tinggi dari SUV yang meledak, menciptakan tirai maut yang memisahkan Keenan dari dua wanita yang paling dicintainya. Telinga Keenan berdenging hebat, namun insting predatornya tidak mati. Melalui sela-sela asap, ia melihat tali penjerat dari helikopter mulai melilit tubuh Stella yang membeku ketakutan. ​"Tidak akan kubiarkan!" raung Keenan. ​Tepat saat pria bertato serigala itu hendak menarik pelatuk ke arah Aruna yang merayap di tanah, rentetan tembakan presisi menggema dari arah perbukitan. Door.. Door.. Door.. ​Peluru-peluru itu bukan berasal dari Keenan, melainkan dari tim taktis yang dipimpin oleh Nando yang muncul dari balik bunker alam. Penumpang di pintu helikopter yang memegang tali penjerat langsung terhempas jatuh dengan dada bolong. Helikopter itu limbung, mencoba menjauh saat rentetan peluru menghujam bodinya. ​"A

  • Dirty Office   Bab 136 'Hukuman' di Ruang Arsip

    ​Keenan menarik lengan Aruna dengan langkah kaki lebar, menyusuri koridor samping mansion yang remang-remang. Aruna terseok-seok mengikuti, tangannya sibuk memegang kancing kemejanya yang belum sempat dikaitkan sempurna. ​"Keenan, berhenti! Kita mau ke mana? Ini bukan jalan keluar

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dirty Office   Bab 8 ‘Jejak' yang Disengaja

    ​Keenan terdiam sejenak. Pelukannya mengerat, bukan lagi pelukan penuh nafsu, tapi pelukan yang penuh kerinduan terpendam. Ia memutar tubuh Aruna kembali, menatap matanya dalam-dalam. ​”Karena luka beberapa tahun lalu itu terlalu dalam, Aruna,” suara Keenan melembut namun tetap berat. “Dan satu-s

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dirty Office   Bab 299 Pengumpulan Bukti di Rumah Sakit

    ​Keenan berdiri di koridor rumah sakit dengan kemeja hitam yang masih lembap, tidak lama Nando datang membawakannya pakaian ganti untuknya. Di tangannya, Keenan memegang ponsel yang berisi bukti-bukti baru tentang upaya sabotase perusahaan dan pelecehan pada Aruna. ​"Nando, pastik

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Dirty Office   Bab 302 Pewaris Arkana

    ​Suasana mendadak hening. ​Keenan menarik napas dalam. Ia menatap Aruna sejenak, seolah meminta izin. Aruna hanya mengangguk pelan, wajahnya merona merah, perpaduan antara malu dan haru bahagia. Yosua, yang tadinya sibuk dengan ponselnya, kini ikut menoleh dengan rasa penasaran.​"Aruna tidak hanya

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status