Share

Bab 158 : Terlambat

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-09-28 23:48:18

Sinta menarik napas sejenak lalu mengabaikan ucapan Abimanyu sepenuhnya. Ia merasa Abimanyu mulai kehilangan akal sehatnya.

Kenapa Abimanyu tiba-tiba bersikap aneh seperti itu?

Sinta awalnya begitu terganggu, namun baru sekarang ia menyadari bahwa perasaan yang tersisa untuk mantan suaminya itu hanyalah kekosongan, sama seperti perasaan terhadap orang asing.

Padahal dipikir-pikir, ia bercerai dengan Abimanyu kurang dari setahun, tapi perasaannya terhadap pria itu telah sirna sepenuhnya.

"Pak Bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Baby Boy
Mantap, Arjuna. Jgn mau kalah dgn si brengsek Abimanyu ya ... :D
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 158 : Terlambat

    Sinta menarik napas sejenak lalu mengabaikan ucapan Abimanyu sepenuhnya. Ia merasa Abimanyu mulai kehilangan akal sehatnya.Kenapa Abimanyu tiba-tiba bersikap aneh seperti itu?Sinta awalnya begitu terganggu, namun baru sekarang ia menyadari bahwa perasaan yang tersisa untuk mantan suaminya itu hanyalah kekosongan, sama seperti perasaan terhadap orang asing.Padahal dipikir-pikir, ia bercerai dengan Abimanyu kurang dari setahun, tapi perasaannya terhadap pria itu telah sirna sepenuhnya."Pak Bima, silakan jalan duluan. Kita datang bersama bukan berarti harus terus menempel dan bergandengan tangan."Setelah berkata demikian, Sinta memalingkan wajahnya. Dari sudut matanya, diam-diam dia melirik pada mobil Arjuna yang baru saja tiba. Sudut bibirnya sedikit terangkat.Pada saat itu, tiba-tiba salah seorang tamu dari jamuan makan tersebut menghampirinya dan Abimanyu."Wah, wah... Apakah Nyonya Sinta dan Tuan Abimanyu memutuskan untuk rujuk? Luar biasa sekali..."Setelah mendengar ucapan it

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 157 : Modus Abimanyu

    Genggaman tangan Sinta pada ponselnya mengencang. Suara Abimanyu di seberang telepon terdengar begitu santai, seolah-olah telah melakukan hal yang sangat terpuji. "Sudah." Sinta menjawabnya dengan singkat dan dingin. Setelah menunggu beberapa saat dan tidak kunjung ada respons dari Abimanyu, Sinta akhirnya bertanya, "Ada lagi? Kalau tidak, saya akan tutup teleponnya." "Apa kamu menyukainya?" "Tidak. Aku benci warna hijau." Tut. Tanpa menunggu respons Abimanyu, Sinta memutuskan panggilan itu. Sesaat kemudian, ponselnya tidak berhenti bergetar karena deretan pesan singkat yang masuk. Dan semuanya dari Abimanyu. Sinta memijat pelipisnya, tampak frustrasi. "Kenapa dia berisik banget, sih?" Sinta menggerutu, sebelum akhirnya membalikkan layar ponselnya menghadap ke meja lalu menyalakan mode pesawat. Kemudian, ia kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan. Meskipun hari ini adalah hari Sabtu, Sinta tetap masuk ke kantor karena ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum har

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 156 : Hadiah Dariku Sudah Sampai?

    Senyum miring yang terukir di wajah Renata belum sempat memudar ketika derap langkah tergesa-gesa memecah ketegangan di pelataran apartemen. Dua orang petugas sekuriti berseragam lengkap berlari mendekat dengan raut wajah cemas, disusul oleh manajer operasional gedung yang tampak panik. "Bu Sinta! Anda tidak apa-apa?" tanya kepala sekuriti dengan napas terengah-engah begitu mengenali Sinta. "Wanita ini tiba-tiba datang menyerang Sinta sampai terluka," sahut Arjuna. Netra gelapnya menatap Renata dengan tajam, membuat gadis itu refleks mengambil satu langkah ke belakang. "Aku cuma mendorongnya sedikit. Dia sendiri yang lebay sampai jatuh!" seru Renata membela diri. "Renata, apa kamu benar-benar tidak punya rasa malu?" Ekspresi Arjuna menjadi lebih gelap, salah satu tangannya terkepal erat hingga urat-urat di lengannya tampak menonjol tajam. Renata tampak sedikit panik dan menelan ludahnya dengan gugup. Gadis itu sepertinya sudah tahu bahwa ia telah memancing amarah Arjuna. "Aku da

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 155 : Aku Akan Menghancurkanmu!

    Beberapa pengunjung restoran di sekitar mereka sempat menoleh ke arah meja akibat teriakan histeris Lula. Lula yang sadar jadi pusat perhatian cepat-cepat menutup mulutnya dengan kedua tangan, lalu terkekeh canggung seraya membungkukkan badan sedikit untuk meminta maaf kepada pengunjung lain."Lula, pelankan suaramu..." bisik Sinta sambil menutup wajahnya yang makin merona karena malu."Bagaimana aku bisa tenang?!" seru Lula dengan suara tertahan, melotot girang. "Ini berita terbesar tahun ini! Sahabatku akhirnya dilamar oleh pria yang benar!"Tak lama kemudian, Mas Jay kembali ke meja setelah dari kamar mandi. Pria itu menatap bingung ke arah Lula yang masih berkedip-kedip heboh dan Sinta yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus."Ada apa ini? Suara jeritan Lula bahkan terdengar sampai ke lorong toilet," goda Jay seraya mendaratkan tubuhnya di kursi sebelah Lula."Babe, kamu tidak akan percaya ini!" Lula mengguncang-guncang lengan Jay tanpa ampun. "Tuan Muda kita baru saja

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 154 : Ya, Aku Bersedia

    Napas Sinta tercekat. Ia tidak menyangka bahwa Arjuna akan mengatakan hal itu padanya.Menikah?"J-Juna...""Sinta... aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak bersedia. Tapi, menikah denganku juga merupakan cara yang paling ampuh untuk membuatnya menyerah."Sinta mengerti, "dia" yang dimaksud tidak lain adalah Abimanyu."Maksudmu, kamu mau menikah denganku hanya agar dia menyerah?" tanya Sinta. Meski hanya sedetik, wajahnya tampak kecewa.Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Arjuna menjadi lebih serius. "Tentu saja tidak. Aku mau menikah denganmu karena aku..."Arjuna menggigit bibir bawahnya, tampak bimbang dan khawatir. Sementara itu, Sinta kini menatap pemuda itu lekat-lekat, tanpa sadar meremas ujung blazernya kuat-kuat."Kamu... kenapa?"Arjuna menelan ludahnya dengan cepat, wajahnya memerah hingga ke telinga. Tak lama kemudian, pemuda itu menatap Sinta dalam-dalam. Setelah mengambil napas sejenak, ia berkata, "Aku mencintaimu. Sangat. Sinta, aku sangat mencintaimu."Sinta tercengan

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 153 : Lakukan Sesuatu Untukku

    "Tuan Abimanyu berpikir terlalu jauh. Saya hanya sedikit mengingatkan, bukan berarti saya akan mengingkari janji." Sinta berusaha untuk tetap tenang, kemudian melanjutkan, "Lagi pula, perjanjian itu hanya menyatakan bahwa saya wajib mendampingi Anda sebagai partner bisnis setiap akhir pekan. Tidak ada klausul khusus yang menyatakan bahwa saya harus memakai gaun pemberian Anda."Abimanyu menyandarkan punggungnya ke sofa, lalu melipat kedua tangannya di dada. Senyum tipis yang sarat akan dominasi kembali terukir di bibirnya."Memang tidak tertulis secara spesifik, Bu Sinta," ucap Abimanyu santai, namun terdengar begitu mengintimidasi. "Namun, saya punya standar sendiri, jadi sebaiknya Bu Sinta mengikuti standar saya. Bu Sinta tahu, kan, bahwa saya sangat menjaga martabat dan kehormatan keluarga Djaja?""Apa hubungannya gaun dengan kehormatan keluarga?""Tentu saja ada hubungannya, Bu Sinta. Jamuan makan yang saya hadiri merupakan acara bergengsi yang dihadiri oleh banyak pejabat, pengus

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status