/ Romansa / Dok, Please Cukup! / Bab 54 Amarah Suami Sah

공유

Bab 54 Amarah Suami Sah

작가: NFLusica
last update 게시일: 2026-08-02 11:00:29

Di rumah Nindy,

Nindy turun dari pintu belakang sambil membawa tas jinjingnya, lalu berjalan perlahan menyusuri jalan setapak menuju pintu utama.

Nindy memutar gagang pintu rumah yang tidak terkunci, kemudian melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sunyi. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti saat mendengar suara denting cangkir dari arah dapur.

Seorang wanita paruh baya dengan pakaian rapi keluar dari lorong dapur sambil membawa cangkir teh hangat. Wanita itu adalah Tika, ibu kandung Fajar
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dok, Please Cukup!   Bab 59 Hamil?

    Nindy berdiri kaku di depan cermin wastafel, menatap pantulan wajahnya sendiri yang terlihat pucat. Tangan kanannya gemetar pelan saat mengusap permukaan perut bawahnya yang terasa sedikit lebih hangat dari biasanya.Nindy menghitung tanggal di dalam kepalanya, lalu menyadari bahwa jadwal menstruasinya sudah terlambat hampir sepuluh hari sejak malam terapinya bersama Malik di apartemen.Nindy merogoh tas tangannya, menarik keluar sebuah kotak kecil berisi alat tes kehamilan mandiri yang sempat ia beli di apotek kemarin sore namun belum sempat ia gunakan.Dengan jemari yang gemetar hebat, Nindy membuka kemasan plastik tes medis tersebut di dalam kamar mandi yang sunyi.Lima menit berselang.Nindy menatap pendar piringan plastik putih di tangannya dengan mata yang membelalak lebar. Dua garis merah menyala muncul secara tegas dan jelas pada layar tes tersebut, menandakan hasil positif kehamilan secara mutlak.Nindy menutupi mulutnya sendiri menggunakan telapak tangan kanan seraya merosot

  • Dok, Please Cukup!   Bab 58 Fajar Minta Cerai?

    Nindy melangkah melewati Tika yang masih berdiri kaku di tengah ruang tamu, lalu masuk ke dalam kamar tidur untuk merapikan barang-barang pribadinya sendiri.Nindy memasukkan beberapa baju dan barang pentingnya ke dalam koper sedang di atas tempat tidur. Ponsel di saku celananya tiba-tiba bergetar nyaring. Nindy melihat layar ponselnya yang menayangkan nama Malik, kemudian menggeser tombol hijau ke atas."Halo, Malik..." sapa Nindy dengan suara lirih yang masih tersisa serak."Fajar baru aja pergi dari rumah sakit," ucap Malik dengan nada bariton yang sangat tenang dari ujung telepon. "Kamu baik-baik saja di rumah?"Nindy menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan dari mulut. "Mas Fajar udah pulang ke rumah tadi, Malik. Dia ngasih aku surat gugatan cerai yang udah dia tanda tangani."Suara di ujung telepon mendadak hening selama beberapa detik. "Fajar minta cerai?""Iya," jawab Nindy seraya mendudukkan badannya di tepi kasur. "Dia blak-blakan bilang nggak mau nahan aku

  • Dok, Please Cukup!   Bab 57 Pernikahan Rasa Kasihan

    Nindy meremas amplop putih di tangannya hingga kertas tebal itu terlipat tidak beraturan. Air matanya mengalir makin deras membasahi pipinya yang pucat. Ia menahan napas seraya menggelengkan kepala secara berulang di depan suaminya."Nggak, Mas... aku nggak akan pernah mau tanda tangan kertas ini," ucap Nindy seraya membuang amplop tersebut ke atas meja kaca di belakangnya.Fajar tidak mengambil kembali amplop itu. Laki-laki itu melangkah melewati Nindy menuju kamar tidur utama, lalu membuka pintu lemari pakaian secara perlahan. Ia menarik sebuah tas jinjing besar dari rak atas, kemudian mulai memindahkan beberapa kemeja dan celana kain miliknya ke dalam tas.Nindy berlari kecil menyusul ke dalam kamar, lalu memegang lengan kemeja Fajar dari samping. "Mas Fajar, stop! Kamu mau ke mana?!""Aku mau pindah ke rumah ibuku dulu sementara waktu," jawab Fajar tanpa menghentikan gerakan tangannya yang sedang melipat baju."Kita bisa bicarain ini baik-baik, Mas," bujuk Nindy seraya menarik tas

  • Dok, Please Cukup!   Bab 56 Surat Gugatan Cerai

    Mendengar itu, Malik hanya terkekeh. "Sabotase? Aku ngelakuin itu karena aku tahu cuma aku yang bisa dan rela mengambil risiko hukum buat nyembuhin dia! Dokter lain cuma bakal ngasih dia obat penenang dosis tinggi yang bikin ginjalnya rusak dalam jangka panjang!"Fajar menelan ludahnya secara kasar seraya merasakan sesak yang kian menumpuk di dadanya. "Tapi kamu melanggar kode etik, Malik! Kamu tidurin istri orang di apartemenmu!""Aku ngelakuin prosedur medis itu sesuai surat izin yang kamu tanda tangani sendiri di ruangan ini," potong Malik membedah realita hukum di antara mereka. "Dan kamu bisa cek sendiri kondisi fisik istri kamu sekarang. Apa dia masih nangis kesakitan menahan kram perutnya pagi ini?"Fajar teringat pada ucapan Nindy di ruang tamu tadi. Nindy mengaku bahwa rasa ngilu dan kedutan di perut bawahnya telah hilang sepenuhnya setelah menjalani terapi semalaman bersama Malik.Malik berjalan mendekati mejanya, meraih map rekam medis Nindy, lalu menyodorkannya tepat ke ar

  • Dok, Please Cukup!   Bab 55 Sudah Tahu Semua

    "Jadi solusi kalian berdua adalah membodohi aku?" balas Fajar dengan napas yang memburu kencang. "Kalian bikin aku kelihatan kayak suami tolol yang dengan sukarela menyerahkan istrinya ke tangan mantan pacarnya sendiri!"Nindy menggelengkan kepalanya secara cepat seraya meyakinkan suaminya. "Nggak begitu, Mas. Terapi itu beneran berjalan dan penyakitku emang butuh penanganan medis itu!""Tapi ceritanya bohong, Nindy!" bentak Fajar sambil menepuk dadanya sendiri dengan keras. "Malik nggak pernah dapet beasiswa dari ayahmu. Dia anak orang kaya yang kuliah di luar negeri pakai beasiswa penuh pemerintah luar negeri. Dia sengaja tukar ruang praktik sama Dokter Sita tepat seminggu sebelum kamu datang!"Nindy membelalakkan matanya saat mendengar fakta mengenai manipulasi ruang praktik tersebut. Informasi itu terasa menampar kesadarannya, membuktikan betapa jauh Malik telah merancang skenario ini."Mas... tolong tenang dulu," pinta Nindy seraya memegang lengan kemeja Fajar.Fajar menepis geng

  • Dok, Please Cukup!   Bab 54 Amarah Suami Sah

    Di rumah Nindy,Nindy turun dari pintu belakang sambil membawa tas jinjingnya, lalu berjalan perlahan menyusuri jalan setapak menuju pintu utama.Nindy memutar gagang pintu rumah yang tidak terkunci, kemudian melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sunyi. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti saat mendengar suara denting cangkir dari arah dapur.Seorang wanita paruh baya dengan pakaian rapi keluar dari lorong dapur sambil membawa cangkir teh hangat. Wanita itu adalah Tika, ibu kandung Fajar yang wajahnya langsung menegang kencang saat melihat kedatangan Nindy."Bagus ya, baru pulang jam segini!" seru Tika sambil meletakkan cangkir kaca itu secara kasar ke atas meja kayu.Nindy refleks memeluk tas jinjingnya erat-erat ke depan dada, mencoba menahan getaran gugup di kakinya. "Ibu... kok udah di sini dari pagi?""Kalau Ibu nggak datang pagi-pagi, Ibu nggak bakal tahu kalau menantu Ibu ini hobi kelayapan semalaman!" cerca Tika dengan tatapan mata menelanjangi. "Fajar tuh mukanya kusam

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status