Share

Bab 1011

Author: Hazel
Selesai bicara, Simon segera menghubungi koneksinya dalam dunia bisnis di ibu kota negara. Seorang senior menjawab panggilan telepon Simon, "Simon, bukannya kamu jalan-jalan di ibu kota provinsi bersama pacarmu? Kenapa kamu tiba-tiba telepon aku? Apa kamu ada masalah di ibu kota provinsi?"

Orang itu terdengar menyanjung Simon. Dia adalah rekan bisnis Simon dan tokoh hebat di dunia bisnis ibu kota negara.

Simon menegaskan, "Paman Iswar, aku memang ada masalah. Sekelompok pecundang yang nggak tahu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3146

    "Penglihatanku bagaimana, Nenek Shindy nggak perlu peduli. Karena kita dari sekte yang sama, aku sudah sampaikan semua yang perlu aku katakan. Kalau Nenek Shindy tetap keras kepala, aku juga nggak akan membujukmu lagi."Mendengar perkataan Shindy itu, Suryana tentu saja bisa menebak Shindy pasti masih akan diam-diam menargetkan Tirta. Oleh karena itu, dia juga tidak berkata apa-apa lagi."Hehe."Menanggapi hal itu, Shindy hanya tersenyum sinis.Hanya saja, Shindy sama sekali tidak tahu semua orang bisa menghargai Tirta sebenarnya karena kehendak Afifah. Begitu Suryana melaporkan masalah ini pada Afifah, Shindy pasti tidak akan mampu menanggung akibatnya. Jika bukan karena dia baik hati, mana mungkin Shindy masih bisa begitu sombong.Sejak saat itu, kedua orang itu tidak berbicara dengan satu sama lain lagi. Tatapan mereka sama-sama tertuju pada kabut hitam yang luas dan menutupi wilayah itu dengan pikiran mereka masing-masing."Guru, suamiku seharusnya baik-baik saja, 'kan?" tanya Nova

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3145

    "Benarkah? Sebelum datang ke sini, aku dengar salah satu paman di sukumu bilang tugas ini awalnya adalah tingkat dua tahap awal. Tapi, karena ulahmu, tugas ini sengaja diubah jadi tingkat tiga tahap akhir dan dibagikan. Yunda, kamu nggak berniat menjelaskan ini padamu?" kata Suryana dengan nada dingin.Suryana sangat memahami kekuatan Tirta, sehingga dia sebenarnya tidak begitu khawatir dengan keselamatan Tirta. Namun, Tirta sudah pergi begitu lama dan masih belum kembali, berarti ada sesuatu yang mencurigakan. Oleh karena itu, dia sengaja menyelidiki masalah ini sebelum berangkat.Maka dari itu, Suryana merasa sangat kesal saat menghadapi tipu muslihat dari Yunda. Tidak peduli betapa menyebalkannya Tirta, Tirta tetap adalah muridnya."Oh?"Mendengar perkataan itu, Shindy juga langsung menyipitkan matanya dan menoleh ke arah Tirta. Bahkan dia sendiri pun ditipu dalam masalah ini, sehingga dia merasa sangat kesal."Apa? Mungkin Bibi Guru yang salah dengar. Aku ... benar-benar nggak tahu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3144

    Tirta bahkan sama sekali tidak terpengaruh.Namun, saat Tirta sadar kembali, dia malah terkejut saat mendapati ada dua wanita di dalam pelukannya. Di pelukan sebelah kiri adalah Yumika, sedangkan yang di sebelah kanan tentu saja adalah cucu kandung dari ketua Dinasti Pembunuh itu. Setelah jubah hitamnya lepas, wajah cantik wanita itu memberi Tirta rasa takjub yang sama sekali tidak kalah dibandingkan saat melihat Arshala."Gawat ... aku malah meniduri mereka berdua dalam keadaan tanpa sadar. Ini benar-benar .... Ah. Kalau Kak Yumika sih masih mudah dijelaskan, setidaknya kami dari sekte yang sama. Masalahnya ... bagaimana dengan pembunuh wanita ini ya," gumam Tirta.Menghadapi situasi seperti ini, Tirta sendiri juga tidak tahu harus berkata apa. Terlebih lagi, kedua wanita itu tidak seperti dirinya yang mampu menahan racun dari naga purba jahat itu, sehingga mereka tidak memiliki akal sehat lagi ...."Ah, nggak perlu dipikirkan dulu. Paling-paling setelah mereka sadar nanti, aku akan p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3143

    Pada saat yang bersamaan, Yunda juga berharap Yandi percaya pada ucapannya. Saat Yandi pergi mencari orang lain, dia bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri."Huh. Ini nggak perlu. Tapi, setelah aku dapat artefak itu, kamu harus ikut aku ke Dinasti Pembunuh untuk verifikasi secara langsung," kata Yandi dengan tegas yang ternyata sama sekali tidak percaya dengan ucapan Yunda."Baik, aku setuju .... Aku setuju," jawab Yunda dengan terpaksa karena tidak memiliki pilihan lain."Oh ya, masih ada satu pertanyaan. Karena artefak itu bisa menahan siapa pun yang mendekat, jadi bagaimana kita mengambilnya?" tanya Yandi lagi yang tiba-tiba teringat sesuatu."Yandi, tadi kamu sendiri sudah bilang bocah itu pakai teknik rahasia, kultivasinya pasti akan segera habis dan dia juga akan mengalami serangan balik yang besar. Begitu kultivasinya benar-benar habis, dia masih mampu mengendalikan artefak itu?" kata Yunda."Benar juga. Tadi aku terlalu gugup sampai melupakan hal yang begitu pent

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3142

    "Apa caranya? Kalau kamu nggak bisa bilang jelas dalam hitungan ketiga, aku akan langsung membunuhmu. Lagi pula, aku juga nggak akan bisa hidup lagi, jadi nggak peduli dengan reputasi Dinasti Pembunuh lagi," kata Yandi itu dengan tatapan dingin dan suara rendah serta muram.Buzz buzz buzz!Saat itu, tiba-tiba ada banyak pedang tajam yang berkumpul di udara sampai memenuhi langit dan mengunci Yunda dari segala arah. Semuanya terlihat seolah-olah pada detik berikutnya tubuhnya akan ditusuk-tusuk hingga muncul banyak lubang."Satu ... Dua ....""Yandi, jangan gegabah. Aku ... sudah memikirkannya, kamu nggak perlu begitu," seru Yunda buru-buru tepat saat Yandi hampir meneriakkan angka tiga."Aku juga nggak mau membunuhmu. Cepat bilang!" teriak Yandi.Sebenarnya, semua yang dikatakan Yunda tadi hanya karangan untuk mengulur waktu saja. Namun, di saat genting seperti ini, dia benar-benar berhasil memikirkan sebuah cara."Aku bilang ... aku bilang .... Sebenarnya ... aku mau bunuh bocah itu k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3141

    Pembunuh pria di samping berbicara dengan penuh penyesalan. Pada saat yang bersamaan, dia juga merasa heran mengapa kedua naga purba jahat itu tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyerang karena tidak mengetahui keberadaan pedang kecil itu."Itu juga nggak masalah. Selama bisa mendengar suara itu, sudah cukup untuk buat Yumika nggak bisa angkat kepala di Istana Samara selamanya," kata Yunda dengan nada tidak rela. Saat ini, naga purba jahat telah menyemburkan racun. Bukan hanya dia tidak berani mendekat, bahkan pembunuh di sampingnya pun tidak ingin mengambil risiko.Jangan lihat kultivasi pembunuh pria itu jauh lebih tinggi daripada naga purba jahat itu. Namun, begitu terkena racun dari naga itu, dia juga akan langsung kehilangan akal sehat.Di tempat lain, pembunuh wanita itu buru-buru hendak mundur ribuan mil saat naga purba jahat menyebarkan racunnya agar tidak ikut terkena dampaknya. "Celaka .... Kenapa ... bisa jadi begini ...."Namun, karena Tirta mengeluarkan pedang kecil itu,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1772

    Bahera mengangkat alisnya dan menanggapi dengan pandangan tajam, "Tirta? Kenapa nama ini terdengar sangat familier? Sepertinya tokoh utama dalam masalah Keluarga Hadiraja yang heboh beberapa waktu lalu bernama Tirta."Pria paruh baya itu menimpali, "Pak Bahera, memang itu orangnya. Dia sangat dekat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1677

    Devika memang membenci Tirta. Dia merasa tidak nyaman berbicara dengannya. Sekarang Devika tentu ingin membunuh Tirta setelah tahu Tirta melakukan hal seperti itu kepadanya.Melihat Devika hendak membuat perhitungan dengan Tirta, Marila yang panik segera mengejar Devika dan menghentikannya dengan ek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1687

    Melihat situasi ini, Nabila, Tina, dan lainnya berseru kaget, "Yasmin, hati-hati!"Mereka berkeringat saking takutnya. Mulut anjing hitam yang besar itu seperti hendak menelan lengan Yasmin. Anjing hitam meraung.Namun, Yasmin sama sekali tidak panik. Dia mengitari anjing hitam setengah putaran deng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1704

    Mendengar perkataan Bahera, master itu mendengus dan mundur. Sudah jelas dia merasa tidak puas melihat Jairus hendak melawannya tadi.Jairus yang merasa kesal mengepalkan tangannya dengan erat. Dia membatin, 'Master ini .... Kalau pelatih ada di sini, dia pasti akan menghajar master ini habis-habisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status