LOGINDi Kota Yugala, semua orang tahu Artemis Tower adalah properti Keluarga Sultan. Jangankan menyiksa seorang gadis sampai mati, kalaupun tamu Keluarga Sultan membunuh keluarga gadis itu, siapa yang berani mencari masalah dengan Keluarga Sultan?Melihat situasi ini, Tirta dan lainnya terdiam di tempat. Ekspresi mereka tampak marah.Tirta yang tidak bisa menahan diri lagi maju dan berteriak, "Kalau Tuhan nggak membantu kalian, biar aku yang bantu! Paman, Bibi, cepat berdiri. Apa kalian tahu siapa yang mencelakai putri kalian? Aku bantu kalian tegakkan keadilan!"Sepuluh wanita yang berdiri di depan pintu membatin, 'Apa ... orang ini berasal dari luar kota? Dia berani mengurus masalah Artemis Tower. Dia memang baik hati, tapi dia pasti celaka.'Bahkan mereka sangat menyayangkannya saat melihat wajah Tirta yang tampan.Pemuda kaya itu mentertawakan Tirta, "Eh? Pemuda ini benar-benar nggak tahu diri."Kemudian, pemuda itu mengamati Ayu dan lainnya sembari melanjutkan, "Tapi, semua wanita di s
Bahkan terdapat dua patung singa besar yang terbuat dari emas murni di depan pintu. Kedua patung itu ditempatkan di kedua sisi pintu.Di bawah pancaran cahaya lampu, dua patung singa besar itu tampak sepadan dengan pintu. Kedua patung singa emas yang mengilap terlihat sangat mewah. Pembuatan pintu dan patung ini pasti menghabiskan banyak uang.Selain itu, ada sepuluh wanita cantik berpakaian seksi berjaga di depan pintu. Belahan pada bagian bawah gaun mereka mencapai paha dan belahan dada mereka juga terlihat.Kemegahan Artemis Tower membuat orang merasa minder. Sepertinya orang yang tidak memiliki kekayaan di atas ratusan miliar tidak pantas masuk ke tempat ini.Namun, sekarang ada sepasang pria dan wanita paruh baya di depan pintu. Mereka tampak sedih dan marah. Keduanya mengangkat selembar foto hitam putih besar sambil berlutut di depan pintu dan memprotes."Kalian semua lihat! Tiga hari yang lalu, tamu di Artemis Tower membawa putriku pergi secara paksa dan menyiksanya! Akhirnya, p
Sebenarnya sopir taksi itu juga merupakan agen yang membantu Artemis Tower menarik pelanggan. Dia akan membujuk semua orang yang datang ke Kota Yugala dari luar kota. Jika ada yang benar-benar pergi ke Artemis Tower, sopir taksi itu akan mendapatkan komisi yang cukup besar.Mata Yasmin berbinar-binar. Dia berseru, "Wah, kedengarannya menarik. Kakak Guru, bagaimana kalau kita pergi ke Artemis Tower?"Linda menimpali, "Iya, Guru. Aku sudah datang ke Negara Darsia begitu lama, tapi aku belum pernah makan makanan lezat khas Negara Darsia."Susanti, Agatha, dan lainnya juga tergiur. Salah satu dari mereka mendesak, "Tirta, kita pergi ke sana saja kalau mereka ingin mencicipi makanan di sana.""Oke. Kalau begitu, kita pergi ke Artemis Tower," sahut Tirta. Dia memiliki uang yang sangat banyak. Tentu saja Tirta tidak peduli dengan harga makanan yang mahal, dia akan membawa Ayu dan lainnya pergi ke Artemis Tower jika mereka ingin makan di sana.Mendengar ucapan mereka, mata sopir taksi berbinar
Awalnya, Shazana ingin menelepon Tirta. Namun, Lavanya mencegahnya. Jadi, Shazana tidak jadi menelepon Tirta.Mungkin besok atau lusa Tirta sudah pulang. Nantinya Shazana akan menyuruh Tirta mencari Lavanya saja.Sementara itu, Tirta hidup santai di Desa Persik sekitar delapan hari. Akhirnya, satu kultivator tingkat pemurnian dewa di gunung Desa Persik pergi lagi.Akan tetapi, Tirta mengikuti arahan Genta untuk mengabaikan mereka. Selagi semua istri dan kekasihnya berada di Desa Persik, Tirta menyewa bus besar untuk pergi ke Kota Yugala.Beberapa waktu yang lalu, Gaurav meminta Tirta untuk menghentikan anggota keluarga besar berlatih teknik kultivasi pemurni energi. Kota Yugala adalah kota besar yang paling dekat dengan Desa Persik.Sebuah keluarga besar menguasai Kota Yugala. Tirta yang bosan membawa Ayu dan lainnya pergi ke Kota Yugala untuk sekalian mengingatkan keluarga besar itu. Tentu saja tujuan utama Tirta adalah membawa Ayu dan lainnya jalan-jalan.Tirta tidak terlalu mengangg
Para wanita Negara Raigorou yang menjadikan hal ini sebagai hiburan sehari-hari lanjut menunggu dengan sabar setelah berkomentar.Awalnya, Lavanya juga berpikiran seperti itu. Namun, Tirta tetap tidak muncul sampai siang. Para wanita Negara Raigorou berkomentar lagi."Wah, jangan-jangan Tuan Tirta sudah menyerah karena merasa Lavanya sulit didekati?""Belum tentu. Mungkin Tuan Tirta ada urusan. Dia datang terlambat.""Bukannya masih ada waktu sepanjang sore? Mungkin ... Tuan Tirta datang setelah makan siang."Hanya saja, Tirta tidak datang setelah makan siang. Dia juga tidak datang waktu sore. Bahkan Tirta tidak datang saat matahari terbenam. Para wanita Negara Raigorou kembali berkomentar."Oke. Kita nggak usah tunggu Tuan Tirta lagi. Kelihatannya Tuan Tirta memang sudah menyerah.""Aku rasa begitu.""Sikap Lavanya begitu dingin, nada bicaranya juga ketus. Kalau aku jadi Tuan Tirta, aku juga nggak mau mendekatinya lagi. Itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan."Mereka berkomentar sa
Lavanya mulai waswas, tetapi dia salah paham. Tirta hanya ingin dekat dengan Lavanya karena melihat dia cantik dan memiliki aura yang menonjol.Melihat Lavanya tidak bicara dan memandanginya dengan tatapan galak, Tirta yang tahu diri langsung pergi. Dia juga tidak mengganggu Lavanya lagi.Tirta memang tahu dirinya tampan dan memiliki kemampuan yang hebat, bahkan dia sangat kaya. Namun, Tirta harus tahu batasan saat mendekati wanita seperti Lavanya. Jika Tirta terlalu ramah, takutnya malah menimbulkan efek negatif.Melihat Tirta langsung pergi, Lavanya membatin dengan perasaan bimbang, 'Um ... apa maksudnya? Sebenarnya dia sudah tahu identitasku atau belum? Apa dia cuma ingin mendekatiku karena aku cantik?'Lavanya memutuskan jika besok Tirta mencarinya lagi, dia akan mengajak Tirta ke suatu tempat untuk mengujinya. Selain itu, Tirta adalah murid wanita berwajah biasa itu. Mungkin Lavanya bisa mencari tahu keberadaan wanita itu dari Tirta.Setelah membuat keputusan, Lavanya lanjut beker
Jika jawaban Tirta bisa membuat Bella puas, tentu saja Bella akan menelepon Darwan untuk memberitahunya kabar ini."Tentu saja bukan begitu. Bella, bukan itu maksudku. Aku cuma nggak ingin Paman Darwan khawatir," ucap Tirta.Tirta yang tidak mengetahui kebenaran seketika merasa gugup setelah mendeng
Irene tampak agak gugup saat berhadapan dengan Bella."Kamu nggak perlu tegang begitu. Aku bukan sedang menginterogasimu kok. Nanti kita bakal jadi sahabat yang baik. Harus sering-sering ngobrol ya," ucap Bella sambil tersenyum."Kalau begitu, aku panggil kamu Kak Bella saja seperti Nabila ya?" Iren
Seketika Nabila merasa tidak nyaman. Dia berpura-pura sinis saat berbicara. Pada saat yang sama, Nabila juga kagum dengan kecantikan dan karisma Bella yang berdiri di samping Tirta.Nabila diam-diam mendengus. Pantas saja Bella bisa membuat Tirta tergila-gila padanya. Ternyata dia memang menawan.N
Genta bisa merasakan perubahan di tubuh Tirta. Dia tidak pernah merasa semalu ini sebelumnya. Genta menegaskan, "Jangan bicara sembarangan! Biarpun ke depannya aku punya tubuh, aku juga nggak akan hamil anakmu! Kita nggak mungkin bersama! Ke depannya jangan nggak tahu diri begini lagi. Kalau nggak







