MasukLavanya lanjut bergumam, "Entah seberapa jauh jarak tempat ini dengan tempat Sirius dibunuh ...."Lavanya langsung teringat kematian Sirius saat melihat jalur ini. Ekspresinya menjadi masam. Dia sangat sedih dan juga marah. Lavanya memancarkan niat membunuh yang intens.Kerangka inti formasi yang menyelubungi tubuh Lavanya terlihat seperti aturan dunia dan rahasia alam semesta. Setiap kerangka inti formasi itu dimurnikan selama ribuan tahun dan memancarkan kekuatan yang luar biasa.Lavanya merencanakan di dalam hati, 'Tapi, tempat ini kampung halaman kultivator tingkat pengguncang langit itu. Jadi, aku nggak bisa mengerahkan kemampuan tingkat pemurnian dewa sepenuhnya. Aku cuma bisa berusaha mencari cara untuk menemukan pelakunya, lalu memancingnya ke dunia awani. Aku baru bisa mengerahkan seluruh kemampuanku.'Setelah membuat keputusan, Lavanya mengingat kembali momen Sirius dibunuh. Dia bergumam, "Lokasinya di daerah pegunungan yang luas ... bahkan nggak ada desa atau bangunan di sek
Devika memutar bola matanya dan menanggapi, "Untuk apa dia merasa nggak senang? Lagi pula, dia sudah terima menantu genit sepertimu. Kalau kamu sudah setuju, aku juga kabari ayahku.""Nggak masalah," timpal Tirta. Dia berpesan lagi, "Kak Nabila, ini masalah penting. Kamu harus beri tahu Kak Irene, Agatha, Susanti, Naura, Aiko, dan Bella. Suruh mereka datang. Lebih cepat, lebih baik."Sewaktu Bella dan lainnya kembali ke Desa Persik terakhir kali, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengunjungi orang tua mereka atau membereskan masalah penting.Sampai sekarang, mereka belum kembali. Tirta akan menikah. Tentu saja dia harus mengabari mereka.Nabila menggoyang ponselnya dan membalas, "Cih, kamu nggak usah atur-atur aku! Aku sudah memikirkan hal ini dari tadi. Sebaiknya kamu bawa orang lanjut bangun rumah sekarang. Lebih baik kalau rumahnya selesai lebih cepat. Jadi, kamu bisa segera menikahi Bi Ayu dan Bi Elisa."Tirta tertawa, lalu menyetujui, "Oke!"Kemudian, Tirta memba
Ayu dan Elisa sangat malu sampai-sampai tidak bisa mengangkat kepala mereka. Keduanya berujar, "Aduh ... kenapa kalian semua bicara begitu ...."Saat diam-diam memandang Tirta, tatapan mereka berdua tampak senang. Wajah mereka memerah seperti dipoles bedak.Melihat situasi ini, pria paruh baya melihat juniornya. Ternyata wanita paruh baya juga melihatnya. Keduanya tampak terhibur.Ayah Ayu dan Elisa mengusulkan, "Kalau begitu .... Daripada sibuk pilih hari baik, lebih baik pesta pernikahan mereka diadakan dalam waktu dekat ini saja."Shazana langsung menyetujui sembari tersenyum, "Oke. Tapi, lokasinya di mana? Suasana di ibu kota cukup bagus, tapi ...."Orion menimpali, "Desa Persik itu tempat Tirta dan Ayu saling mengenal dan pacaran. Menurutku, bagus juga mengadakan pernikahan di sini. Tapi, ini pendapatku. Ayu, Elisa, Tirta, bagaimana pendapat kalian?"Tirta menyahut, "Aku sependapat. Bi Ayu, Bi Elisa, kalian mau adakan pesta pernikahan di mana? Kalian mau minta mahar apa?"Semua or
Tak lama kemudian, Ayu membawa orang tuanya turun. Sekarang ingatan mereka memang belum pulih, tetapi keduanya sudah menerima identitas mereka sebagai orang tua Ayu dan Elisa.Sewaktu di lantai bawah, Ayu dan Elisa mengatakan tujuan kedatangan Shazana dan Orion. Orang tua Ayu dan Elisa maju. Mereka tersenyum getir dan menjelaskan, "Ternyata ... kalian itu orang tua Tirta. Sayangnya, aku dan juniorku hilang ingatan. Sampai sekarang kami belum bisa mengingat nama kami."Hati Orion juga sedih. Dia menanggapi, "Tadi kami sudah dengar Tirta menceritakan masalah ini. Benar-benar ...."Orion menghibur orang tua Ayu dan Elisa, "Tapi, kalian tenang saja. Tirta punya banyak ide. Dia pasti bisa menemukan cara untuk memulihkan ingatan kalian."Suara ibu Ayu dan Elisa sangat lembut sehingga membuat orang tenang. Dia membalas, "Aku memang nggak bisa mengingat kejadian di masa lalu, tapi aku merasa sepertinya itu bukan kejadian yang menyenangkan. Jadi, ada baiknya kami lupa. Masa lalu nggak harus dii
Sulit dibayangkan seberapa mengerikan kemampuan pria itu. Dia berucap, "Um ... aku sudah mengatur biar pemuda itu mendapatkan bantuan dari wanita bertanduk naga. Cuma tersisa Mantra Evolusi Semesta yang belum dipahami pemuda itu sepenuhnya."Pria itu melanjutkan, "Karakternya memang buruk, tapi setidaknya aku melihat harapan .... Entah pemuda itu bisa berkembang menjadi kuat atau nggak sebelum bencana destruktif itu datang. Sekarang kemampuannya terlalu lemah."Pria berambut putih menghela napas, lalu menghilang seperti tidak pernah muncul. Setelah dia menghilang, tempat yang disambar petir berkekuatan dahsyat ini kembali seperti semula. Kejadian ini benar-benar sulit dipercaya.....Setelah Tirta kembali ke Desa Persik, Ayu dan lainnya langsung mengerumuni Tirta. Ayu bertanya dengan ekspresi khawatir, "Tirta, akhirnya kamu kembali. Mana sekelompok kultivator yang kuat itu? Apa mereka sudah kabur?"Tirta menyahut sembari menggeleng, "Nggak."Mendengar ucapan Tirta, ekspresi Ayu dan lai
Namun, mereka marah-marah setelah terkejut, "Memangnya kenapa kalau dia itu kultivator tingkat pemurnian dewa? Kita punya dendam kesumat dengan orang yang membunuh tetua kita! Kita harus balas dendam!"Para anggota sekte super besar berdiskusi sejenak, lalu masing-masing sekte mengutus tetua agung pergi ke wilayah Darsia kuno untuk mencari pelaku.Beberapa sekte super besar tidak mengutus kultivator tingkat pemurnian dewa setelah mendengar kabar ini. Hal ini karena tetua sekte mereka belum mati.Kalau begitu, mereka tidak perlu merepotkan kultivator tingkat pemurnian dewa untuk pergi ke wilayah Darsia kuno. Takutnya terjadi kekacauan karena tidak ada yang menjaga sekte.....Setelah ujian surgawi berakhir, Genta tidak mengendalikan tubuh Tirta lagi. Akhirnya, kultivasi Tirta berhenti di tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh dengan stabil.Pencapaian ini sudah cukup mengerikan. Padahal Tirta baru berkultivasi selama beberapa tahun. Kultivator biasa tidak mungkin bisa mencapai tingkat p
Rudi dan Ezra tentu tidak merasa takut sama sekali. Mereka sangat yakin bahwa obat Tirta tidak akan bisa lulus uji. "Oke, telepon saja sekarang juga."Tirta langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon BPOM.Di sisi lain, Rudi dan Ezra menyebarkan isu bahwa Tirta dan Agatha menjual obat palsu dengan
Melihat Tirta dan Bella bergandengan tangan menuju tumpukan batu giok tanpa menggubrisnya sama sekali, Resnu hampir kehilangan akal sehatnya. "Tirta, akan kubunuh kamu! Kalau kubunuh kamu, aku bisa merebut Bella kembali!"Dalam keadaan marah dan malu, Resnu tiba-tiba mengeluarkan sebuah pistol. Dia b
"Tirta, kamu nggak tahu saja. Mereka ini memang keluarga Melati, tapi mereka benar-benar berengsek! Masa mereka mau membantu Damar untuk melawan Melati, bahkan mau melepas pakaiannya dan menyuruhnya berlutut tiga hari tiga malam di depan desa!""Kamu nggak boleh biarkan mereka lolos!" pungkas Ayu den
Mereka baru memperhatikan perjanjian itu. Tidak ada yang menyangka Bella hanya berpura-pura menawarkan kerja sama dengan mereka. Tujuan Bella yang sesungguhnya adalah memaksa Tirta bekerja untuk mereka. Sungguh metode yang tercela!Dua puluh triliun bukan nominal kecil. Meskipun sebelumnya Keluarga M







