Share

Bab 2039

Penulis: Hazel
Tetua kedua masih gugup saat teringat bara api tadi. Sekarang dia baru mengembuskan napas lega dan menanggapi, "Sebenarnya dia juga cukup hebat. Kalau berduel dengannya, aku pasti nggak bisa menang. Hanya saja, ratusan jarum es yang kumurnikan dengan susah payah ditangkis dan dihancurkan oleh teknik elemen apinya. Aku harus memurnikan jarum es lagi."

Tetua pertama yang tidak setuju melompat turun dari kurungan es dan menimpali, "Biarpun dia lebih hebat dari orang yang kekuatannya setara denganny
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Eman Kancil
ya elah muter trus udh kalahkan aj lama bngt mana sedikit bab nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3016

    Gadis itu bertanya dengan ekspresi bingung, "Kalian ... siapa? Kenapa kalian masuk ke rumah leluhurku?"Mendengar pertanyaan gadis itu, mata Tirta berbinar-binar. Dia bertanya balik, "Apa? Kamu bilang ini rumah leluhurmu?"Nova juga sangat emosional. Jangan-jangan orang yang Tirta selamatkan adalah keturunan Nayara?Nova menjelaskan, "Dik, kami nggak berniat jahat. Kami diminta seorang senior untuk mencari keturunannya. Margamu apa? Kenapa rumah ini nggak terawat?"Gadis itu menyahut, "Um ... ayahku melarangku bicara dengan orang asing. Tapi, kulihat kalian sangat memedulikan masalah ini. Aku ceritakan pada kalian."Gadis itu mengamati sekeliling, lalu berbisik, "Margaku Hemanta dan namaku Nivia. Sekitar 760 tahun yang lalu, leluhurku itu pedagang yang paling kaya di Kota Safir. Mereka menguasai hampir seluruh industri di kota ini. Tapi ... kesuksesan mereka nggak berlangsung lama.""Bukan hal yang bagus kalau orang biasa terlalu kaya. Kekayaan keluarga kami diincar wali kota waktu itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3015

    Melihat wanita berjubah hitam tiba-tiba menghilang, wakil jenderal makin emosional. Dia mengayunkan tangannya dan memerintah, "Haha, master ini hebat sekali. Teman-teman, bisa dibilang ini berkah di balik musibah. Buka mata kalian lebar-lebar dan kalian harus fokus.""Kalau kita berhasil menyanjung master ini, kesempatan kita untuk sukses sudah datang! Kenapa kalian masih diam saja? Cepat kerahkan lebih banyak bawahan! Sebagian jaga pintu gerbang kota, sebagian ikuti aku untuk melakukan pemeriksaan di setiap rumah," lanjut wakil jenderal.Wakil jenderal menambahkan, "Oh iya. Kita juga harus interogasi semua penduduk kota. Pasti ada yang melihat orang yang dicari master itu!""Oke, Pak!" sahut belasan tentara. Mereka tertawa, lalu mengerahkan kekuatan spiritual di dalam tubuh mereka dan berlari ke dalam kota dengan cepat. Para tentara itu mengabari rekan mereka.....Dengan kondisi Tirta sekarang, dia tidak bisa melepaskan kesadaran spiritual. Jadi, dia tidak tahu semua yang terjadi di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3014

    Belasan tentara dan seorang jenderal di tempat refleks minggir cukup jauh saat melihat seorang wanita berjubah hitam tiba-tiba muncul. Mereka semua menghunus pedang, ekspresi mereka tampak waswas.Jenderal itu menegur, "Kamu siapa? Jangan bergerak! Kalau nggak, jangan salahkan kami menebasmu!"Wanita berjubah hitam memandangi empat mayat di tanah sambil bergumam, "Jantung mereka berempat dihancurkan dengan tenaga besar dan mereka mati pada waktu bersamaan. Tingkat pembentukan fondasi memang sangat lemah, tapi kultivasi orang yang bertindak pasti jauh di atas mereka."Wanita berjubah hitam menambahkan, "Selain itu, orang yang bertindak sengaja menyembunyikan kekuatan spiritualnya. Jadi, apa dia orang yang dicari guruku?"Wanita berjubah hitam mengabaikan teguran jenderal itu. Dia menganggap mereka seolah-olah tidak berada di sini.Jenderal menunjuk wanita berjubah hitam dengan pedang dari jauh dan berteriak marah, "Hei, apa yang kamu bilang? Kamu nggak dengar omonganku tadi? Kalau kamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3013

    Kemudian, seorang gadis berteriak, "Ah ... apa yang kalian lakukan?"Para tentara tertawa, lalu mengepung gadis itu dan berseru."Apa yang kami lakukan? Haha, kamu terlihat seperti pembunuh. Jadi, kami harus memeriksa tubuhmu. Siapa tahu kamu menyembunyikan senjata!""Benar! Terutama dada dan bokongmu, benar-benar mencurigakan! Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu di sana.""Kami harus periksa dengan teliti!"Seorang pria tua berambut putih melindungi gadis itu. Dia berucap dengan ekspresi panik, "Jangan, Pak! Putriku baru berusia 16 tahun. Dia bahkan nggak sanggup mengangkat tong air, mana mungkin dia itu pembunuh? Tolong lepaskan putriku!"Pria tua menambahkan, "Aku punya tiga tahil perak. Cuma ini harta keluarga kami. Tolong terima!"Tentara yang merebut emas Nova tadi menendang pria tua hingga memuntahkan darah. Bahkan delapan tulang rusuknya patah. Dia jatuh ke tanah dan mulutnya berbusa.Tentara itu membentak, "Dasar tua bangka, uangmu sedikit sekali! Kamu kira kami pengemis? C

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3012

    Bagaimanapun, dulu Nayara juga tidak menemukan keluarganya di sini.Nova juga tidak yakin. Dia menanggapi, "Aku juga nggak tahu, tapi tempat ini satu-satunya petunjuk. Kita coba masuk untuk cari dulu."Tadi Tirta merasakan dengan jelas kesadaran spiritual tak berwujud yang sangat kuat mendeteksi tempat ini. Tirta langsung panik. Dia teringat ayahnya penguasa agung, tetua agung yang kultivasinya sangat mengerikan itu.Namun, yang membuat Tirta tenang adalah formasi anjing hitam benar-benar menunjukkan kegunaan yang luar biasa. Kesadaran spiritual itu tidak menemukan keberadaan Tirta dan Nova. Kalau tidak, Tirta tidak mungkin datang ke kota ini.Menurut cerita Shanaya, tempat ini dunia orang biasa dan kota paling miskin di antara 36 kota Negara Camar. Kota ini juga merupakan kampung halaman Nayara.Tirta dan Nova baru sampai di depan pintu gerbang kota, tetapi dicegat oleh empat tentara bersenjata lengkap. Salah satu tentara menegur, "Berhenti! Kalian harus membayar dua tahil perak untuk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3011

    Hasil ini tidak membuat pria tua terkejut. Hal ini karena klonanya melihat momen formasi perlindungan dihancurkan. Dia menebak pasti ada ahli yang menguasai teknik formasi di antara Tirta dan lainnya.Saat ini, pria tua tidak menemukan jejak Tirta dan lainnya. Itu berarti tebakannya terbukti benar.'Mereka menggunakan teknik rahasia untuk menyembunyikan diri. Kalau aku ingin mencari mereka, aku harus mencoba peruntunganku dengan mencari di satu per satu tempat,' pikir pria tua.Pria tua tidak ingin menghabiskan waktu. Dia seperti mencari jarum di tumpukan jerami jika mencari Tirta dan lainnya dalam kondisi seperti ini.Selain itu, jika keberadaan Genta diketahui tokoh hebat seperti pria tua, saingannya pasti bertambah banyak.Whoosh! Tiba-tiba, terdengar suara deru. Sepuluh pria dan wanita muda yang sangat menawan bergegas datang.Energi mereka sangat kuat. Rata-rata kultivasi mereka sudah mencapai tingkat pemurnian dewa tahap menengah, bahkan ada dua orang yang kultivasinya sudah menc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2143

    Mendengar ucapan Tirta, Baswara merasa senang. Dia segera berdiri dan mendesak, "Benaran? Haha! Keponakanku, cepat bilang apa persyaratannya! Nggak masalah biarpun persyaratannya sangat sulit. Aku juga rela meski harus mengorbankan nyawaku!"Mahesa berdiri, lalu menepuk debu di celananya dan berkata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2222

    Sagara dan para pejabat memuji ide pejabat senior itu."Terlalu tenggelam dalam nafsu pasti akan membuat seorang pria celaka!""Cara ini memang bagus! Biarpun nggak berhasil, paling-paling kita cuma perlu mengorbankan beberapa wanita.""Kalau beberapa wanita nggak bisa membuat Tirta tertarik, kita c

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2197

    Mendengar ucapan pria paruh baya itu, wajah Lilian menjadi pucat pasi. Tubuhnya juga terus gemetaran. Sudah jelas dia ketakutan.Lilian melirik Tirta sekilas. Dia baru menyadari ternyata Tirta memejamkan matanya. Tirta mengabaikan semua yang akan terjadi.Begitu memikirkan hal ini, Lilian menghela n

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2116

    Heidi yang berada di paling belakang melihat sikap para wanita kepada Tirta. Hatinya mulai goyah. Dia merenung, 'Waktu masih panjang, aku bisa pelan-pelan memahami dan mengamati bajingan mesum itu. Kalau memang aku yang salah paham, aku nggak akan bunuh dia lagi.'Akhirnya, Heidi menyingkirkan semua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status