Share

Bab 737

Penulis: Hazel
Ketika menyadari perubahan pada ekspresi Tirta, Irene jelas merasa cemburu.

"Ya, aku menyesal sekali. Aku seharusnya membawamu ke rumah Kak Agatha supaya kita bertiga bisa bersenang-senang. Lain kali kalau ingin ketemu, aku juga nggak perlu sembunyi-sembunyi lagi," timpal Tirta yang menghela napas sambil menggeleng.

"Cih, jangan mimpi! Kamu mau bersenang-senang dengan kami berdua sekaligus? Memangnya aku sendiri nggak cukup untuk memuaskanmu?" Irene tahu seperti apa karakter Tirta sehingga dia s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** asiiikkkk lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3182

    "Kakak-kakak, dari penampilan kalian, sepertinya usia kalian sedikit lebih tua daripada kami. Karena kita sama-sama wanitanya Tirta, jangan marah ya kalau kami panggil kalian Kakak," kata Marila sambil tersenyum dan berjalan mendekat."Bukan hanya lebih tua sedikit, tapi kami lebih tua dua sampai tiga ribu tahun penuh. Hanya saja penampilan kami terlihat muda, tapi kalian juga nggak perlu sungkan. Mau bilang apa, bilang saja langsung," jawab Yumika sambil tersenyum."Benar. Selain Tirta, aku cukup menyukai kalian semua," kata Irena yang juga menganggukkan kepala."Ya ampun, lebih tua dua sampai tiga ribu tahun? Nggak terlihat sama sekali, kalian benar-benar jago merawat diri," kata Marila dengan sangat terkejut.Devika juga merasa sulit memercayai hal itu dan bertanya, "Kakak-kakak, kami boleh tahu tingkat kultivasi kalian? Kalian bahkan bisa pertahankan wajah awet muda, ini benar-benar buat kami iri. Dan dunia tempat kalian berasal seperti apa? Kami benar-benar penasaran.""Kalau soal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3181

    Saat tiba dengan tergesa-gesa sambil membawa tiga ekor harimau, Nabila dan rombongannya malah tidak melihat pemandangan seperti yang diceritakan Devika. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi merasa terkejut dan canggung."Auu ...."Ketiga harimau itu memang sudah lama tidak bertemu dengan Tirta. Namun, setelah mengenalinya, mereka segera menghampiri dengan sangat akrab. Seperti saat mereka masih kecil, mereka menggesek kepala mereka ke kaki Tirta."Aku hanya bercanda. Jangan-jangan Devika benar-benar percaya dan sengaja pergi beri tahu kalian?" kata Tirta sambil tersenyum dan mengusap ketiga harimau raksasa yang bahkan lebih besar darinya. Dia sudah menduga situasi ini akan terjadi."Huh. Kalau begitu, berarti kamu sengaja permainkan kami? Anakku sudah hampir lahir, kamu masih tega menggodaku seperti ini. Kamu ini benar-benar keterlaluan," kata Nabila dengan tatapan yang secara alami tertuju pada Yumika dan Irena. Sambil menopang perut besarnya, dia berjalan mendekat dengan ekspresi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3180

    Ketiga harimau itu terlihat gagah dan sangat kuat."Hah. Tirta itu ... aku benar-benar nggak tahu harus berkata apa lagi," gumam Ayu. Dia memang tidak ikut menyusul, tetapi dia tetap menghela napas dengan kesal.Melihat rombongan sebesar itu, bahkan Devika pun merasa tercengang. "Eh ... apa ini nggak berlebihan?""Tenang saja. Sudah cukup lama nggak bertemu, kekuatan Tirta pasti sudah meningkat lagi. Mereka nggak akan bisa melukainya," kata Ayu yang mengira Devika sedang mengkhawatirkan keselamatan Tirta, sehingga dia mencoba menenangkannya."Bi Ayu sudah salah paham. Aku sama sekali nggak khawatirkan keselamatan Tirta. Kalau dia benar-benar bisa dapat sedikit pelajaran, justru itu yang aku mau lihat," kata Devika sambil cemberut.Ayu tahu itu pasti bukan perasaan Devika yang sebenarnya, melainkan hanya ucapan kesal. Dia pun berdiri sambil tersenyum, lalu berkata, "Ayo. Lagi pula, kita juga nggak ada kegiatan apa-apa. Lebih baik kita ikut ke sana lihat-lihat.""Baik baik. Bi Ayu, aku t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3179

    "Jangan banyak omong kosong lagi. Aku masih punya beberapa urusan yang perlu bantuan kalian. Ikut aku," kata Tirta, lalu berjalan lebih dulu di depan."Huh, pasti bukan urusan yang baik," kata Irena yang segera mengikuti Tirta, sedangkan Yumika menyusul di belakangnya.Tak lama kemudian, kedua wanita itu baru mengerti ternyata Tirta meminta bantuan mereka untuk menanam berbagai obat spiritual yang dibawanya dari dunia awani. Dia bertugas memilih lokasi, sedangkan mereka bertugas menggali lubang dan menanam obat spiritual itu.Selain itu, Tirta juga sudah mengubur banyak batu spiritual kualitas terbaik di bawah setiap obat spiritual itu. Hal itu dilakukannya agar obat spiritual itu tidak mati karena tidak cocok dengan lingkungan itu dan kekurangan energi spiritual."Suruh seorang jenius sepertiku lakukan pekerjaan kasar seperti ini. Huh. Sebaiknya jangan sampai aku temukan kelemahannya. Kalau nggak, aku pasti akan membalasnya," keluh Irena dalam hatinya sambil menanam obat spiritual itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3178

    "Tuan. Semuanya cepat kemari, Tuan sudah kembali.""Tuan Tirta ....""Tuan Tirta benar-benar sudah kembali!"Beberapa wanita dari Negara Raigorou yang sedang sibuk bekerja di kebun buah adalah orang-orang yang melihat Tirta terlebih dulu. Sambil berlari mendekat, mereka berseru dengan penuh kegembiraan. Kini, mereka sudah tinggal di Negara Darsia cukup lama, sehingga kemampuan bahasa Darsia mereka juga sudah sangat jelas dan lancar."Hehe, sudah lama nggak bertemu. Kalian sepertinya sama sekali nggak berubah, ini agak nggak wajar. Ada yang butuh bantuanku untuk periksa perkembangan kondisi tubuh nggak?" kata Tirta sambil tersenyum."Aduh. Tuan ini benar-benar menyebalkan, baru bertemu saja sudah menggoda kami.""Kalau Tuan mau periksa tubuh kami, itu juga bukannya nggak boleh. Kami hanya takut Tuan nggak berani saja."Makin banyak wanita yang berdatangan, sehingga suasananya menjadi ramai dan sangat indah. Apalagi para wanita dari Negara Raigorou memiliki wajah yang tegas serta menawan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3177

    "Baiklah. Kalau begitu, terima kasih banyak," kata Tirta yang tidak memaksa lagi sambil tersenyum, lalu memimpin para wanitanya berjalan menuju bagian dalam Desa Persik Saat terakhir kali Tirta datang ke sini, Arshala telah menggunakan banyak tulang formasi untuk membangun formasi pelindung desa yang sangat kuat. Roh formasi itu berwujud seorang gadis kecil.Begitu melihat Tirta kembali bersama para wanita, roh formasi itu langsung melambaikan tangannya. Setelah itu, sebuah celah langsung terbuka pada formasi besar itu.Setelah Tirta dan rombongannya masuk, gadis kecil itu kembali melambaikan tangannya dan sosok Tirta serta yang lainnya langsung menghilang tanpa jejak."Waduh. Desa Persik ini benar-benar ajaib sama seperti yang diceritakan orang-orang," gumam sopir itu yang memastikan dirinya tidak salah lihat dan tidak berhalusinasi.Karena tidak berani berlama-lama di sana, sopir itu segera menyalakan mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Setelah melaju sekitar puluhan mil, dia m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 353

    "Ah ...."Kalau bukan karena mobil ini memiliki peredam suara yang sangat baik, mungkin teriakan Nabila yang dahsyat ini telah menarik perhatian banyak orang. Mobil itu terus berguncang dengan frekuensi yang kadang cepat dan kadang melambat.Setelah beberapa saat, Nabila tidak mampu lagi menahan seran

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 401

    Irene menghabiskan 2 jam untuk menyelesaikan masakannya. Tirta belum kenyang, tetapi Irene yang memasak sudah kenyang duluan.Setelah beristirahat sejenak, berbagai makanan lezat dan mewah pun disajikan di atasnya. Tirta duduk di kursi, lalu menatap Irene dan melambaikan tangannya sambil terkekeh-kek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 373

    Staf mengambil senter untuk memeriksa seluruh batu giok itu. Kemudian, dia mengangguk sambil berkata dengan girang, "Bagus sekali. Ini adalah giok transparan yang sempurna tanpa cacat apa pun.""Jarang sekali dijumpai giok transparan dengan kemurnian dan kejernihan ini. Giok ini sama populernya denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 432

    "Jadi, kamu harus menang 3 ronde baru bisa," ujar Sam yang tidak punya kepercayaan diri lagi.Tirta sontak meraih kerah baju Sam. Sam tentu ketakutan hingga wajahnya memucat dan dahinya bercucuran keringat dingin."Kamu ingin main curang ya! Setelah aku menang 3 ronde, kamu akan menyuruhku menang 100

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status