Share

Bab 2074

Penulis: Hazel
Ketua Sekte Mujarab memberi hormat kepada Tirta lagi, lalu mendesah dan berkata, "Terima kasih, Tirta. Sejak menjadi ketua Sekte Mujarab, aku nggak pernah berpikiran untuk menyuruh anggota sekte melakukan hal yang nggak berperikemanusiaan. Jadi, aku memerintah anggota Sekte Mujarab untuk mengasingkan diri dan nggak mencampuri urusan di luar."

"Nggak disangka, kami malah mengalami masalah ini. Hari ini, kamu memang sudah membunuh semua penjahat itu. Tapi, ke depannya kabar ini pasti tersebar. Beg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Abah Anom Tea
semalem koin masih 400 an lbh tp skrg sisa 60 an pdhl tdk dipake buat buka bab baru selalu raib
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3036

    Selain itu, simbol kuno di kertas emas yang membentuk tungku kecil misterius juga tidak bisa dibangkitkan dengan mudah. Tirta tidak bisa menemukan cara untuk melawan pria tua.Arshala juga sedang merenungkan cara untuk melawan pria tua.Whoosh .... Angin yang berembus dari Tebing Maut membawa perasaan duka yang mendalam. Kala ini, pikiran Tirta dan Arshala terpengaruh. Mereka tanpa sadar ingin menangis.Srak! Tiba-tiba, muncul celah di ruang hampa di samping Tirta dan Arshala. Kemudian, pria tua mengulurkan tangannya dan menangkap Tirta dari pelukan Arshala. Gerakannya sangat cepat.Arshala menjerit, "Sayang!"Saat Arshala ingin mencari Tirta, pria tua muncul di tempat yang tak terlalu jauh darinya. Pria tua mencengkeram leher Tirta seperti mengangkat anak ayam. Dia tertawa terbahak-bahak, tawanya sangat sinis dan bangga.Pria tua menjelaskan, "Aku sengaja memasang formasi yang bisa mengubah kondisi alam di tempat ini dan pelan-pelan mendesak kalian ke Tebing Maut. Kalau nggak mengguna

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3035

    Empat spirit formasi tampak sangat hidup. Mereka berjaga di tempat yang berbeda untuk melindungi keselamatan Tirta dan Arshala.Ini adalah formasi yang dibangun di Sekte Hala. Kala itu, Tirta menghancurkan formasi itu dengan Busur Matahari. Sudah jelas, kekuatan formasi ini lebih hebat setelah dikerahkan Arshala.Perlindungan Tirta dan Arshala berlapis-lapis, tetapi kemampuan pria tua terlalu mengerikan. Mereka berdua merasa tidak tenang.Ngung! Tiba-tiba, ruang hampa bergejolak. Kemudian, harimau putih yang berjaga di sebelah barat langsung dihancurkan sebelum mereka berdua sempat melihat dengan jelas.Rawr! Selanjutnya, naga hijau di sebelah timur juga meraung dan langsung dimusnahkan.Arshala sudah bisa menebak nasib kura-kura hitam dan burung merah. Dia langsung menggendong Tirta dan kabur secepatnya.Arshala menjelaskan, "Kita harus mengerahkan segala cara untuk kabur. Formasi ini nggak bisa melindungi kita. Sayangnya, aku meninggalkan sebagian besar kerangka inti formasiku di Des

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3034

    Setelah melontarkan ucapannya, pria tua membuka tangannya yang besar. Tangan pria tua bagaikan gunung tinggi yang menyerang Tirta dan Arshala.Tangan pria tua yang besar menutupi langit. Walaupun sama sekali tidak ada gejolak, energinya sangat mengintimidasi.Seketika kecepatan terbang Arshala melambat. Dia kesulitan maju seperti terjebak di dalam lumpur."Ternyata kultivator yang hampir memasuki tingkat pencapaian agung begitu mengerikan. Kalau aku bertemu dengannya sendirian, aku bahkan nggak berkesempatan untuk kabur ...," gumam Tirta.Tirta merasa tulang di sekujur tubuhnya bekertak dan organ dalamnya hampir hancur. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan jari tangannya.Swoosh! Tekanan dari serangan telapak tangan pria tua membuat ruang hampa bergejolak."Formasi Mematikan Tingkat Tinggi!" seru Arshala. Bam! Dia mengeluarkan puluhan kerangka inti formasi yang sudah dimurnikan ribuan tahun dan membentuk formasi yang sangat mengerikan.Seketika petir bergemuruh, air dan api berkecamuk. K

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3033

    Yang terpenting adalah di dalam laut itu juga ada monster yang sangat mengerikan. Tubuh monster itu sangat besar. Dia bisa melahap sebuah kota dan menghabisi ratusan ribu orang biasa.Tidak berlebihan jika mengatakan orang sehebat apa pun juga tidak bisa menyeberangi laut itu. Selain dua tempat berbahaya paling terkenal yang diketahui Arshala ini, masih banyak tempat berbahaya lain yang tidak diketahui.Tempat-tempat itu juga sangat mengerikan. Sekalipun gurunya Arshala mendarat di tempat seperti itu, dia juga pasti mati.Arshala tidak memberi tahu Tirta semua ini. Dia tidak ingin membuat Tirta ketakutan. Namun, Tirta tetap merasa sangat gelisah.Akhirnya, mereka sudah sampai di ujung jalur spasial. Cahaya yang menyilaukan membuat mereka berdua tidak nyaman.Setelah melihat jelas lingkungan di sekeliling, Tirta berseru antusias, "Ini ... tempat aku membunuh penguasa agung. Haha, baguslah! Tempat ini nggak jauh dari Kota Safir, kita bisa sampai di kota itu dalam waktu kurang dari dua ja

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3032

    Ayu dan lainnya tidak rela berpisah dengan Tirta, tetapi akhirnya Tirta tetap berpisah dengan mereka. Tentu saja Tirta tidak lupa meninggalkan semua rumput dan obat spiritual yang dipetiknya di dunia awani untuk mereka. Tirta berjanji kepada mereka akan segera pulang setelah menemukan Nova dan Nivia.Setelah Tirta meninggalkan Desa Persik, Arshala yang sudah menunggu di dekat desa cukup lama bertanya, "Sayang, sekarang nggak ada yang kamu khawatirkan lagi, 'kan?"Tirta menyahut, "Nggak ada. Kita sudah bisa berangkat."Selesai bicara, Tirta mengeluarkan peta bintang. Dia memberi tahu Arshala cara penggunaannya, lalu menggigit jarinya sendiri dan meneteskan darahnya. Tirta juga memasukkan kekuatan spiritual ke peta itu.Di peta bintang yang besar, bintang yang menandakan dunia awani langsung berubah menjadi pusaran dan perlahan mulai beroperasi.Arshala mengikuti arahan Tirta sembari bertanya dengan ekspresi terkejut, "Kamu nggak takut sekarang aku mengkhianatimu dan kabur dengan merebut

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3031

    Elisa mengamati Tirta dengan saksama sejenak, lalu menggeleng dan menyahut, "Kak, aku juga melihatnya. Tapi, aku merasa seharusnya kita cuma berhalusinasi. Belakangan ini, kita melihatnya hampir setiap hari. Sebentar lagi halusinasi kita akan hilang sendiri."Sudut bibir Tirta berkedut. Dia menimpali, "Um .... Bi Ayu, Bi Elisa, kalian nggak berhalusinasi. Aku memang sudah pulang."Nabila memarahi sosok Tirta yang dianggap halusinasi mereka sambil memelotot, "Halusinasi kita kali ini sangat nyata, bahkan dia bisa bicara. Yasmin, cepat cubit aku biar aku bisa cepat sadar. Aku nggak mau lihat orang jahat ini. Dia bilang akan pulang dalam beberapa hari, tapi malah pergi selama setengah bulan."Nabila menambahkan, "Aku rasa dia pasti bertemu wanita lain lagi, lalu melupakan kita."Yasmin melihat reaksi para wanita itu, lalu melihat Tirta dan mencubit Nabila. Setelah itu, dia maju dan menyentuh bagian perut Tirta dengan ekspresi bingung. Seketika Yasmin sangat senang sampai hampir melompat.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1269

    Tirta menggenggam pisau buah berlumuran darah, lalu menoleh ke arah Elisa dan tersenyum."Sama-sama, yang penting kamu baik-baik saja." Melihat para pengawal Negara Yumai telah lumpuh akibat jarum peraknya, Elisa segera kembali ke sisi Ayu. Dia tak menunjukkan ekspresi terlalu peduli terhadap Tirta.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1365

    "Sekarang tanpa ada energi spiritual, aku bahkan nggak bisa pakai Teknik Melacak lagi. Sialan ...." Tirta mengumpat karena frustrasi. Dia ingat Susanti pernah bilang, kampung neneknya itu bernama Desa Benad. Jadi, dia berpikir untuk langsung naik taksi ke sana.Tepat saat Tirta menemukan taksi, tiba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1297

    Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1354

    "Siapa Tirta? Sepertinya itu nama seorang pria. Apa wanita idamanku sudah memiliki pujaan hati?" gumam Jamil.Jamil memang sedang menyetir, tetapi perhatiannya tetap tertuju pada Susanti yang duduk di kursi belakang. Begitu mendengar gumaman Susanti, Jamil diam-diam melihat Susanti dari kaca spion t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status