Teilen

Bab 213

Hazel
Tanpa menunggu persetujuan dari Arum, Nabila menariknya masuk ke sebuah toko pakaian bermerek. Karena pakaian Arum telah bolong, Nabila berinisiatif memilihkan pakaian untuknya. Ini adalah pertama kalinya Arum masuk ke toko mewah seperti ini. Dia tampak sangat canggung.

Sikap Nabila juga tidak kalah canggungnya dari Arum. Harga pakaian di sini dimulai dari puluhan juta, ada juga yang bahkan mencapai miliaran. Agar mereka tidak dipandang rendah oleh orang, Tirta memanggil seorang pelayan toko dan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus ceritanya lanjut
goodnovel comment avatar
Keeprock Silverstone
ceritanya bagus, sayang bab nya terlalu sedikit. Baru baca dikit sudah mau ganti bab, dan biaya juga mahal.
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3228

    "Itu artinya kita harus cari jalan lain," kata Tirta.Baru saja dia selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara tangisan dan jeritan dari desa di depan mereka, bercampur dengan suara angkuh penuh penghinaan."Tuan, kami benar-benar nggak tahu apa yang terjadi di tepi laut ....""Kalian bahkan nggak berani mendekati tempat itu?""Kumohon, jangan paksa kami pergi ke sana. Aku masih punya orang tua yang harus kuurus dan anak-anak yang harus kubesarkan. Kalau terjadi sesuatu padaku, mereka nggak akan bisa bertahan hidup.""Huh! Kalau kamu berani banyak bicara lagi, akan kubunuh sekarang juga!""Kalau kami menyuruhmu pergi, ya pergi saja!""Ada apa itu?" Tirta mengernyit. "Ayo kita lihat.""Oke."Semua orang segera memelesat ke sana. Mereka masih mampu meluangkan sedikit waktu untuk urusan seperti ini.Tak lama kemudian, mereka melihat beberapa kultivator tingkat pembentukan dewa sedang memaksa seorang pria paruh baya biasa dengan arogan.Meskipun pria itu tampak ketakutan dan gelisah, mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3227

    Sambil berpikir begitu, Tirta tidak lupa berkata kepada naga berkepala tiga itu, "Bagus. Sebelum datang ke sini, aku memang sudah dengar tentang hal itu.""Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik. Nanti kalau aku datang lagi, pasti akan kuberikan hadiah besar untukmu. Kamu boleh pergi sekarang."Saat ini, Tirta tidak terburu-buru untuk melihat harta karun itu. Dia menyimpan kotak perunggu itu ke dalam cincin penyimpanannya terlebih dahulu.Mata Priya berkilat sesaat. Dia jelas sangat penasaran dengan harta karun itu. Namun, dia tetap tidak bertanya."Terima kasih banyak, Utusan Suci!" Setelah mendengar perkataan itu, salah satu kepala naga itu menunjukkan ekspresi gembira dan menyanjung yang sangat manusiawi.Sementara dua kepala lainnya menunduk dengan hormat kepada Tirta.Tak lama kemudian, tubuh raksasanya yang menyerupai tembok baja mulai bergerak menjauh, lalu tenggelam ke dalam lautan hitam yang gelap, dalam, dan tak berbatas.Tak lama setelah naga berkepala tiga itu pergi, Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1736

    Anjing hitam hampir muntah karena kepalanya diguncang. Dia menceritakan apa yang terjadi kepada Tirta dengan enggan, "Sialan ... jangan guncang kepalaku lagi, aku hampir muntah. Aku beri tahu kamu ... tadi ada 2 wanita datang ... mereka itu pemurni energi .... Salah satu wanita ....""Kemudian, mere

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1702

    "Ada 1 yang kusiapkan untuk Bella. Kalian bawa saja 2 batu giok ini. Berendam lebih lama setelah pulang, air spiritual ini bermanfaat untuk kalian," ucap Tirta.Kemudian, Tirta memberikan masing-masing 1 batu giok yang berisi air spiritual tingkat rendah kepada Saba dan Yahsva. Dia juga memberi tahu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1793

    Tirta memeluk tubuh Shinta yang lembut dengan erat dan membalas ciuman Shinta. Sementara itu, Shinta membatin, 'Kak Tirta mulai menciumku ... rasanya beda dengan di mimpi. Ternyata mulut Kak Tirta manis!'Tiba-tiba, Shinta membuka matanya dan jantungnya berdegup kencang. Ternyata tangan Tirta sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1725

    Kemudian, Marila dan Devika bermesraan di tempat tidur sembari mendengar suara dari telepon. Akan tetapi, setelah mereka berdua saling membantu beberapa kali, waktu 2 jam berlalu lagi. Hanya saja, Tirta masih belum selesai.Sebaliknya, Marila dan Devika bisa menyimpulkan dari suara di telepon sepert

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status