Share

Bab 884

Author: Hazel
Tubuh Tirta tidak terlihat kekar. Namun, setelah dia menindih tubuh Aiko, Aiko bisa langsung merasakan keperkasaannya. Seketika, jantung Aiko berdetak kencang. Dia panik, malu, tetapi juga dipenuhi penantian.

Dengan suara manja, Aiko berkata, "Hm ... Tirta, santai sedikit. Aku buka baju dulu. Aku belum siap. Kamu kasih aku waktu buat persiapan dulu ya? Aku sempat baca di internet. Kalau wanita nggak terangsang, rasanya nggak seru ...."

"Oh? Kamu sampai cari tahu di internet? Kalau begitu, apa ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** assiiikkkk lanjut
goodnovel comment avatar
Kang Oet Tetel
makin kedpn makin sedikit tayangnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2794

    Gundala tertawa setelah mendengar ucapan Tirta. Dia membalas, "Kamu mau melenyapkan inti jiwaku? Kamu masih begitu sombong, padahal sudah hampir mati. Benar-benar nggak tahu diri!"Angin serangan telapak tangan Gundala menderu dan kekuatannya sangat dahsyat. Serangan Gundala menyerang kepala Tirta dalam sekejap. Gundala sangat yakin serangannya ini pasti akan membuat Tirta mati tragis."Pria tua, lihat baik-baik!" ujar Tirta. Tatapannya menjadi dingin dan dia berusaha keras untuk mengerahkan Mantra Evolusi Semesta. Kecepatannya tiba-tiba meningkat pesat.Tirta hampir tidak bisa menghindari serangan Gundala. Kemudian, dia mengeluarkan kertas emas untuk menebas inti jiwa di belakang kepala Gundala.Whoosh! Cahaya menerangi langit malam bagaikan serangan kilat emas."Aku memang menunggu kemunculan barang itu!" seru Gundala. Dia menyadari kertas emas ini adalah barang berharga yang bisa mengatasi teknik rahasia Sekte Asura.Gundala yang serakah langsung mengulurkan tangannya untuk mengerah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2793

    Tirta mengomentari, "Wah, kekuatan yang ditunjukkan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap keempat benar-benar nggak bisa dibandingkan dengan kekuatan pemurni energi tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga."Selain itu, Tirta mengerjap ketika memandangi inti jiwa Gundala. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu.Sekarang perhatian Gundala teralih ke Tirta. Dia berkata dengan sinis, "Hei, sekarang sudah saatnya aku membunuhmu! Aku ulangi terakhir kali, serahkan 'Kitab Adikara'. Aku akan membiarkanmu mati tanpa merasa tersiksa!"Gundala melanjutkan, "Kamu nggak punya inti jiwa, cuma inti jiwa palsu yang ditingkatkan dengan mengandalkan teknik rahasia. Sekalipun sangat menakjubkan, juga nggak ada apa-apanya! Aku cuma perlu melancarkan satu serangan untuk membunuhmu!"Gundala tidak merasakan ada yang aneh. Dia mengira inti jiwa Usman hancur karena serangan telapak tangannya. Itulah sebabnya Gundala makin sombong.Tirta membalas, "Dasar tua bangka, bisa-bisanya kamu lebih sombong da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2792

    Gundala memandangi Tirta dan Usman sambil meletakkan kedua tangannya di belakang.Gundala tertawa terbahak-bahak, lalu berbicara dengan ekspresi bengis, "Akhirnya, aku nggak perlu menutupinya lagi. Rasanya seperti melepaskan belenggu di tubuhku. Um, sebenarnya aku menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya untuk mewaspadai tetua dari sekte super besar.""Tapi, sekarang aku harus menggunakan kekuatanku. Tertawalah, kenapa kalian nggak tertawa lagi? Bukannya kalian ingin membunuhku? Ayo maju! Kalian bertindak sama-sama saja!" lanjut Gundala.Tirta mengeluarkan kertas emas secara diam-diam dan membalas, "Huh, memangnya kenapa kalau kamu menyembunyikan kekuatanmu? Aku dan Pak Usman nggak takut padamu. Pak Usman, benar, 'kan?"Usman terdiam sejenak sebelum menimpali, "Aku ... takut. Tapi, aku juga nggak bisa kabur lagi. Jadi, aku akan bertarung mati-matian!"Pemurni energi dengan kultivasi tingkat pembentukan jiwa tahap keempat memiliki daya tempur yang mengerikan. Kekuatannya jauh melampaui

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2791

    Akan tetapi, Usman tidak panik lagi. Bahkan dia membuka mulutnya, lalu mengeluarkan kekuatan spiritual untuk membentuk cambuk tulang putih. Dia menyerang bagian yang lemah pada tubuh Gundala, yaitu bagian selangkangannya.Kekuatan serangan Usman memang tidak bisa menandingi artefak yang sebenarnya, tetapi Gundala merasa dipermalukan.Sementara itu, energi Tirta sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap kedua puncak. Sebentar lagi, dia akan mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga.Gundala panik saat merasakan perubahan kekuatan Tirta. Dia membentak, "Usman, aku berbaik hati membiarkan kamu hidup. Aku nggak tega lihat kultivasimu selama ratusan tahun menjadi sia-sia dan jiwamu lenyap. Jangan nggak tahu diri! Kamu kira aku benar-benar nggak berani melenyapkanmu?"Cambuk yang terbentuk dari kekuatan spiritual dihancurkan energi pelindung Gundala sebelum menyentuh selangkangannya.Usman tertawa sinis dan membalas, "Kak Gundala, kamu kira aku nggak berani meledakkan inti jiwaku se

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2790

    Batu spiritual tingkat menengah mengandung kekuatan spiritual yang jauh lebih banyak daripada batu spiritual tingkat rendah.Satu batu spiritual tingkat menengah setara dengan seratus batu spiritual tingkat rendah. Tirta memanfaatkan waktu yang langka ini untuk menyerap belasan batu spiritual tingkat menengah sekaligus.Kekuatan spiritual yang sangat melimpah bagaikan embun di musim semi. Jadi, sangat efektif untuk memulihkan luka. Bahkan Tirta menyempatkan diri untuk menyambung tulangnya yang patah.Sementara itu, Gundala yang unggul menyerang Usman hingga mundur di langit. Dia juga mengeluarkan Pagoda Iblis yang digunakannya untuk melawan Tirta sebelumnya dan artefak lain yang belum digunakan.Di udara, bayangan hantu berputar-putar, arwah gentayangan meraung, dan puluhan ribu tengkorak berkerumun bak awan hitam yang tebal. Semuanya mengepung Usman dari segala arah. Situasinya sangat mengerikan.Bam! Usman buru-buru mengerahkan energi pelindung untuk menghancurkan semua tengkorak yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2789

    Tadi Tirta tiba-tiba kepikiran dia tidak mungkin bisa menang melawan mereka secara langsung. Namun, pemurni energi dari dunia itu sangat serakah dan mudah curiga. Mungkin dia bisa mencoba untuk menghasut mereka berdua.Melihat Usman percaya, Tirta makin semangat berakting. Dia mencibir dan berseru, "Kamu kelihatan panik, itu berarti omonganku benar! Kamu pasti merasa bersalah! Memangnya anggota sekte kalian nggak pernah melakukan hal yang nggak bermoral?"Tirta menambahkan, "Apa kamu pantas menjamin dengan bicara seperti itu? Cuma orang bodoh yang percaya!""Kamu ...," ucap Gundala. Dia tidak bisa membantah ucapan Tirta.Saat Gundala sudah memikirkan alasan untuk menjelaskan, Tirta malah menggeleng dan menghela napas. Dia berkata kepada Usman, "Pak Usman, biasanya orang yang hampir mati selalu bicara jujur. Aku memang membunuh murid sektemu, tapi sekarang aku hampir mati.""Bagiku, semua dendam nggak ada artinya lagi. Aku cuma kasihan melihatmu diperalat seniormu. Itulah sebabnya aku m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 317

    Ketika melihat beberapa orang itu mundur ketakutan, Tirta menyeringai sinis dan berkata, "Tadi kalian bilang yang kalah harus berlutut minta maaf dan membayar kompensasi sebesar 20 miliar. Sekarang waktunya kalian menepati janji, 'kan?"Begitu mendengarnya, Elvi sekeluarga sontak tidak bisa berkata-k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 308

    Alicia memasuki pintu batu arah tenggara. Tirta berbisik kepada Susanti dengan waspada, "Kamu jalan di belakangku saja. Aku khawatir wanita ini berniat jahat."Setelah mengikuti Alicia berputar-putar, mereka tidak menemukan monster apa pun sepanjang jalan. Tirta juga bisa merasakan bahwa mereka makin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 370

    Afrian menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan emosinya. Untungnya, dia percaya pada pilihan Tirta. Jika tidak, dia pasti akan melewatkan kesempatan emas ini.Putro mendongak sambil melirik Tirta dengan agak kesal. Dia terkekeh-kekeh sinis dan mengejek, "Cih! Yang terlihat baru secuil. Kuku kak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 430

    "Aduh ... tenagamu ini cuma cukup untuk menggaruk badanku. Lebih kuat lagi dong," ejek Tirta sambil menatap Grizzly yang melancarkan serangan sekuat tenaga kepadanya.Tidak peduli serangan apa yang dilancarkan Grizzly, Tirta bisa menebaknya terlebih dahulu. Itu sebabnya, dia menangkis setiap serangan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status