تسجيل الدخولItu adalah cahaya yang mampu menerangi segalanya, menghancurkan segalanya, dan memusnahkan segalanya.Cahaya itu memancarkan kekuatan yang luar biasa. Baik benda berwujud maupun tak berwujud, semuanya sanggup dilenyapkan, bagaikan salju yang disiram air mendidih.Benar-benar di luar nalar.Dalam sekejap, Formasi Mematikan Tingkat Tinggi yang dikerahkan bersama oleh para tetua Istana Samara langsung tertutup oleh cahaya yang menyilaukan itu."Aaaah ...!""Tetua, selamatkan kami .... Kami belum ingin mati!"Puff! Puff! Puff! Begitu cahaya itu menyentuh sebagian murid Sekte Formasi Surgawi, tubuh mereka langsung meledak menjadi kabut darah, sementara jiwa mereka sirna sepenuhnya.Hanya dengan satu artefak yang masih menyimpan sebagian kekuatan saja, formasi dahsyat seperti itu sudah berhasil ditekan.Kekuatan leluhur pendiri Istana Samara benar-benar mengerikan hingga berada di luar imajinasi. Tak heran jika dia dikenal sebagai wanita terkuat di dunia awani."Ini baru satu artefak penyera
Pada saat itu, semua murid Istana Samara dan bahkan para murid dari Sekte Formasi Surgawi pun merasakan tekanan mengerikan yang seolah-olah membawa kiamat bagi seluruh dunia. Di bawah tekanan itu, mereka merasa betapa kecil dan tak berartinya diri mereka. Bahkan beberapa tetua Istana Samara yang belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini pun ekspresinya berubah."Jadi ... ini warisan sejati Sekte Formasi Surgawi?""Huh. Memang luar biasa. Tapi, Istana Samara sudah kuasai dunia awani selama bertahun-tahun.""Kami bukan hanya sekte yang punya nama besar saja.""Semuanya, keluarkan artefak leluhur generasi pertama."Swing!Dua nenek tua itu berkelebat, lalu langsung berdiri di depan para tetua dan murid. Dalam pertarungan melawan dua monster tua Sekte Formasi Surgawi, mereka memang tidak mendapatkan keuntungan. Namun, lawan mereka juga tidak mampu mengalahkan mereka. Kini, melihat pihak lawan menggunakan kartu truf, mereka memimpin pertahanan."Baik, Tetua Senior," jawab Tetua Penga
"Hahaha. Bukan hanya dia yang cantik, beberapa tetua wanita lainnya juga.""Kami sengaja menahan diri agar mereka tetap hidup. Mereka semua adalah tungku kultivasi ganda berkualitas tinggi yang sangat langka.""Benar.""Tetua pria dan murid pria semuanya boleh dibunuh, tapi para tetua wanita dan murid wanita yang parasnya cantik masih boleh dibiarkan.""Itu juga termasuk bagian dari sumber daya yang berharga.""Lagi pula, Sekte Formasi Surgawi juga kehilangan cukup banyak murid, kami harus lahirkan cukup banyak penerus sebagai kompensasi.""Hehehehe."Selain kedua tetua yang menahan Suryana, beberapa tetua senior lainnya yang sedang bertarung dengan para tetua Istana Samara di langit juga tertawa terbahak-bahak. Menjelang kehancuran Istana Samara, mereka akhirnya memperlihatkan sisi keji yang selama ini tersembunyi.Salah seorang Tetua Agung Istana Samara yang sangat disegani padahal tubuhnya berlumuran darah pun berteriak dengan lantang, "Sialan. Sekumpulan binatang munafik. Jangan be
"Sayang, ayo kita berangkat. Kalau nanti ada yang bisa aku bantu, aku tetap akan mengerahkan seluruh kemampuanku," kata Lavanya."Baik," jawab Tirta dengan hati yang terasa hangat. Meskipun menjawab seperti itu, dia diam-diam menggunakan kekuatan spiritual untuk menutup titik tidur Lavanya. Setelah itu, dia mengeluarkan satu obat spiritual berusia sepuluh ribu tahun dan menyuapkannya pada Lavanya seperti sebelumnya.Khasiat obat yang melimpah segera berubah menjadi energi murni yang menyehatkan tubuh Lavanya. Wajahnya yang tadinya pucat pasi pun perlahan-lahan kembali memerah dan bisa terlihat jelas dengan mata telanjang."Bocah ini ternyata masih punya sedikit hati nurani. Meskipun memang nggak banyak," kata Selvi sambil cemberut, lalu tubuhnya berkelebat dan menghilang dari tempatnya.Melihat itu, rombongan pun memasuki gerbang hitam pekat itu satu per satu dan melintasi ruang hampa.Selama menyusun formasi, Lavanya sudah mengajarkan cara mengendalikan formasi itu pada Selvi terlebih
Hingga sosok Priya benar-benar menghilang dari pandangannya, Tirta baru kembali ke hadapan semua orang sambil bersenandung riang.Irena mendengus jijik, lalu berkata dengan nada yang dibuat-buat, "Dasar rubah betina. Tadi bilang nggak mau menyatakan perasaan, akhirnya? Bukan hanya cium suamiku, bahkan bilang mau doakan suamiku siang dan malam di Paviliun Ufuk. Huh. Benar-benar nggak jujur. Menyebalkan sekali."Tirta mengangkat tangan dan hendak menjentik dahi Irena lagi, tetapi tangannya yang sudah terangkat akhirnya diturunkan kembali. "Kamu nggak mengerti apa-apa, itu namanya tahu balas budi."Irena cemberut. "Tahu balas budi itu berarti harus mencium suamiku ya?"Tirta berkata sambil tersenyum, "Ckck. Gadis secantik itu menciumku, aku rela kok."Irena langsung mengamuk dan memukul Tirta berkali-kali dengan kedua tangannya. "Suami bau! Suami jahat! Kamu benar-benar menyebalkan. Rubah betina itu saja sudah buat aku sangat kesal, kamu malah sengaja menggodaku."Tirta langsung mengangka
"Kalau mereka nggak setuju juga nggak apa-apa."Tirta berpikir sejenak setelah mengatakan itu, lalu menyerahkan peta bintang pada Priya. "Simpan baik-baik senjata spiritual ini. Kalau nanti ada bahaya, minta semua orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk teteskan darah dan kekuatan spiritual mereka ke bintang berwarna biru ini. Itu adalah kampung halamanku. Hampir nggak ada kultivator di tempat itu, jadi kalian akan aman saja."Priya secara refleks menolak. "Tuan Tirta, ini terlalu berharga, mana mungkin aku menerimanya. Kamu nggak takut aku bawa pergi senjata spiritual ini dan sengaja nggak kembalikan ini padamu?"Di reruntuhan era surgawi, senjata spiritual ini dan kertas emas yang berhasil membuat roh-roh ganas itu gentar. Priya tidak mungkin tidak tahu betapa berharganya benda itu.Tirta tersenyum dan berkata dengan tenang, "Kalau aku takut, aku nggak akan berikan ini padamu. Karena aku serahkan ini, berarti aku memang memercayaimu. Lagi pula, ini hanya langkah untuk berjaga-jag
Tiba-tiba, salah satu murid Sekte Mujarab memperhatikan sesuatu muncul di tangan Tirta. Namun, dia malah makin meremehkan Tirta. Dia menyindir, "Lihat barang di tangannya, cuma pedang kecil seukuran jari tangan! Haha, apa dia mau membunuh kita dengan pedang kecil itu?"Saat murid lain hendak ikut be
Biarpun sudah berhubungan intim dengan Alicia, Tirta juga tidak kehilangan akal sehat. Dia tahu ayah Alicia adalah salah satu petinggi Black Gloves. Dia juga salah satu pemimpin utama yang ingin melawan Negara Darsia. Bahkan, dia adalah salah satu dalang utama yang mencuri artefak Negara Darsia.Pem
Mendengar perkataan Naura, Tirta terkejut sejenak. Wali kota mengelola semua desa dan kota kecil di sekitarnya, bahkan sampai daerah penting di kota ini. Tidak mungkin dibandingkan dengan kepala desa biasa seperti Agus. Bagi seorang warga biasa seperti Tirta, status wali kota benar-benar merupakan p
"Ternyata kamu," ucap Susanti. Polisi cantik itu juga mengenali Tirta sekarang. Ketika mengingat usulan pria ini untuk mengobati payudaranya, dia pun merasa sedikit malu. Segera setelah itu, Susanti bertanya, "Kamu bilang aku ditipu, apa maksudnya?"Tirta menjelaskan, "Aku mengobati sesuai dengan kon







