Share

Bab 304

Author: Hazel
"Apa pun yang terjadi, kita harus bersama!" ucap Susanti dengan mata berkaca-kaca.

Susanti tentu saja mengerti maksud Tirta. Dia langsung menggeleng dan menolak dengan tegas.

"Jangan banyak bacot. Aku kekasihmu, jadi kamu harus menurut padaku. Wanita nggak usah banyak membantah!" ujar Tirta sambil memelototi Susanti. Dia sengaja melontarkan kata-kata kejam agar wanita itu pergi.

"Nggak, aku mau bersamamu. Kalaupun harus mati, aku mau mati bersamamu!" balas Susanti. Dia lalu mencengkeram tangan T
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Lutfia Nasa Shopngjk
ini kayak serasa nonton film horror ...
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya ini lanjut
goodnovel comment avatar
Deden
lanjut lagi seru nich
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3469

    "Di mana harga dirimu sebagai seorang ahli?" Salah satu roh ganas dari era surgawi yang kekuatannya sangat mengerikan, berteriak dengan penuh ketidakrelaan."Dasar sekumpulan sampah kotor dari zaman kuno, para pecundang yang bersembunyi dalam bayang-bayang, kalian bahkan nggak mengenal Utusan Suci. Kalian nggak pantas mempertanyakan alasannya.""Kalian hanya perlu memahami satu hal. Kalau Utusan Suci ingin kalian mati, kalian nggaak akan bisa hidup. Itu saja sudah cukup!" Naga purba berkepala tiga mencibir. Dia sama sekali tidak menganggap para roh ganas itu sebagai lawan.Puff! Puff! Puff! Petir-petir hitam ditembakkan berturut-turut. Roh-roh ganas dari era surgawi kembali berguguran satu demi satu. Bahkan mereka benar-benar lenyap tanpa menyisakan apa pun. Sama sekali tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk tetap hidup."Jadi ... ternyata karena itulah mereka bisa tetap hidup. Konyol sekali. Aku malah masih berpikir untuk balas dendam. Benar-benar konyol ...." Pada saat ini, Sodam me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3468

    Sodam dan lebih dari 20 makhluk dari era surgawi merasa sulit menerima kenyataan ini. Kepala mereka bahkan terasa berdengung.Bahkan Selvi juga menunjukkan ekspresi tidak percaya dan sempat mengira dirinya sedang berhalusinasi.Tekanan mengerikan yang benar-benar berasal dari tingkat pengguncang langit bahkan telah memengaruhi hukum alam dunia ini.Namun, saat ini sosok itu justru memberi hormat kepada Tirta dengan khidmat.Meskipun melihatnya dengan mata kepala sendiri, sampai saat ini pun Selvi masih merasa seperti sedang mendengar cerita yang tidak masuk akal.Sebab, saat berada di wilayah terlarang Laut Utara waktu itu, hanya Priya, Irena, Yumika, dan Lavanya yang sempat bertemu dengan naga ini. Kalau Selvi juga berada di sana, dia tentu tidak akan merasa begitu terkejut.....Kembali ke kejadian sebelumnya ....Ketika Tirta memanfaatkan Pedang Penumpas Dewa untuk melancarkan serangan yang mampu menghancurkan langit dan bumi, hingga menghantam Sodam dan yang lainnya jauh ke dasar l

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3467

    "Itu nggak mungkin .... Kamu harus melangkahi mayatku lebih dulu." Selvi memaksakan diri untuk bertahan. Dia mengeluarkan beberapa batang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun. Tanpa sempat memurnikannya, dia langsung mengunyahnya. Tatapannya sama sekali tidak goyah."Bocah ini sudah pasti akan mati. Memangnya dia layak membuatmu mempertaruhkan nyawa? Kamu sudah berkultivasi selama ribuan tahun. Masa kamu rela mati di saat seperti ini? Kamu nggak ingin menjadi abadi lagi?" Wajah Sodam semakin terdistorsi. Dia meraung dengan rasa iri yang luar biasa."Nggak ada gunanya banyak bicara. Aku masih punya kekuatan untuk bertarung. Kalau berani, maju saja!" Selvi melirik Tirta yang masih pingsan di belakangnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis, lalu dia berkata dengan tatapan tenang."Argh! Kalau begitu, mati saja! Mari kita mati bersama!" Sodam benar-benar menjadi gila. Jiwanya telah dilahap hingga hampir tidak menyisakan kewarasan. Yang tersisa hanyalah obsesi terakhi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3466

    Bum! Tekanan energi iblis yang mengerikan membubung hingga menembus langit.Sebelum para roh ganas lainnya sempat menyerang, jiwa Sodam yang sudah berada di ambang kehancuran membuat tubuhnya terhuyung ke sana kemari tanpa pola yang jelas, lalu menerjang ke arah Selvi.Meskipun kendali atas tubuhnya sudah bukan lagi berada di tangannya sendiri, kekuatan yang mampu dia keluarkan saat ini justru jauh lebih mengerikan. Dia bertarung dengan niat untuk mati bersama lawannya!Dung! Selvi dengan tepat mengunci jalur serangan Sodam dan menutup jalan dengan sebuah pukulan.Sodam mengubah gerakannya di saat terakhir. Seperti naga ilahi yang mengibaskan ekornya, dia menendang kepala Selvi.Meskipun hanya pertarungan paling sederhana dengan tangan dan kaki, kekuatan yang terkandung di dalam setiap gerakan itu sungguh sulit dibayangkan.Satu serangan saja sudah cukup untuk menembus gunung besar dan menghancurkan sebuah bintang kecil. Kekuatan dahsyat saling beradu.Selvi bersama Tirta dan Priya yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3465

    Pedang Penumpas Dewa sudah tak lagi berada di tangan Tirta.Kekuatan serangannya langsung berkurang drastis. Selain itu, esensi darah di seluruh tubuhnya juga hampir terkuras habis. Sosoknya menjadi terlihat sangat tua, bahkan tubuhnya tampak kurus.Hanya rambut dan alisnya yang masih berwarna hitam. Dia terlihat seperti seorang "orang tua muda" dan sudah tidak mampu lagi mempertahankan jurus dahsyat itu."Mereka masih hidup .... Nggak, aku harus terus lanjut. Aku harus bertahan."Tubuh Tirta terhuyung-huyung. Dengan gemetar, dia mengeluarkan sebatang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun dari Cincin Penyimpanan. Dia tidak sempat memurnikannya dan langsung memasukkannya ke mulut untuk dikunyah.Energi spiritual yang bergelora menyebar dan langsung mengobati tubuh Tirta yang terluka. Namun, esensi darah yang telah Tirta habiskan sudah terlalu banyak. Sebatang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun sama sekali tidak memberikan efek apa pun.Tidak ada pilihan lain. Dia hanya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3464

    Bum! Suara dahsyat itu seolah membuat seluruh dunia membisu. Yang terlihat dengan mata telanjang hanyalah sebilah energi pedang raksasa yang menyerupai pilar pemusnah dunia, membentang hingga ratusan ribu kilometer.Bagaikan bintang dari luar langit, suara itu membawa kekuatan dahsyat yang mampu menghancurkan langit dan bumi serta menyapu seluruh penjuru.Dalam sekejap, energi pedang itu turun di atas permukaan laut yang membentang luas sejauh mata memandang.Krek! Krek! Udara kosong yang tak berujung itu hancur berkeping-keping, rapuh seperti lapisan es tipis.Jika dilihat dari bawah, sosok Tirta pada saat ini bahkan tampak seperti titik hitam yang sangat kecil."Ini jurus pedang terkuat milik Bakrie .... Bocah itu ternyata telah mencuri ilmu jurus ini!" Hati Selvi terguncang hebat. Menghadapi serangan yang begitu dahsyat, bahkan dia pun merasa tak berdaya untuk melawan."Sial ... jurus pedang macam apa ini? Kekuatannya sudah sebanding dengan teknik terlarang dari era surgawi!"Sesaat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 203

    "Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1710

    Pedang Terbang memelesat ke arah anus anjing hitam. Jika sedikit melenceng, bokong anjing hitam akan ditebas Pedang Terbang yang tajam.Anjing hitam menggonggong. Bokongnya menegang saat merasakan hawa yang dingin. Dia menambah kecepatannya untuk menjauhi Pedang Terbang.Kemudian, anjing hitam menge

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1788

    Kebetulan lampu hijau menyala, jadi mobil di belakang membunyikan klakson. Tirta juga tidak memikirkannya lagi. Dia menjalankan mobilnya.....Tirta tidak tahu mobil Mercedes-Benz yang berpapasan dengannya di jalur lain dikendarai oleh orang Negara Martim.Orang itu tiba-tiba berseru kepada wanita b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1141

    Tirta sering memandangi pemandangan gunung dari kamar Bella. Dia memutuskan untuk memancing Kurnia ke daerah pegunungan yang belum dikembangkan. Tirta akan melawannya di tempat itu.Tirta berseru, "Kurnia, aku ini orang yang kamu cari! Kalau kamu ingin tahu rahasiaku, ikut aku!"Tirta segera berpesa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status